• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU ABAD 21

1. Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 meliputi kegiatan pengkajian kurikulum dan pengkajian program tahunan dan semester. Kegiatan merencanakan, melaksanakan, menilai, dan melatih siswa memiliki aktifitas yang banyak berkaitan dan erat dengan kegiatan intrakurikuler sesuai alokasi jam mengajar. Tugas tambahan merupakan kegiatan yang dapat setarakan dengan aktifitas jam mengajar. Pada kesempatan ini Saudara diajak untuk

mengurai satu persatu kegiatan-kegiatan pokok guru dengan maksud dapat memahami tugas-tugas pokok Anda sebagai guru.

a). Pengkajian Kurikulum

Pengkajian kurikulum pada satuan pendidikan merupakan salah satu kegiatan pokok guru yang harus dilakukan secara terus menerus, komprehensif, sistematis dan kreatif. Brady (1990) menyatakan sesungguhnya tidak terdapat model kurikulum tunggal yang dikembangkan di level sekolah. Pengembangan kurikulum dalam tataran praktis selalu bersifat campuran, 77ocial77ta, dan individual. Tidak ada kurikulum tunggal yang lebih baik dari yang lain dalam pengembangan kurikulum. Pendapat Bardy mengisyaratkan pengembangan kurikulum merupakan keniscayaan sehingga merupakan tugas guru yang penting.

Pengkajian kurikulum menjadi ujung tombak keberhasilan penerapan dan pengembangan kurikulum di lapangan. Kurikulum harus diterjemahkan ke dalam program yang lebih operasional dan mendukung pencapaian kompetensi. Kurikulum yang berlaku saat ini adalah Kurikulum 2013 sehingga pengkajian kurikulum sesungguhnya merupakan upaya mengembangkan kurikulum 2013. Mendasarkan pendapat Brady di atas proses dan hasil pengembangan kurikulum 2013 sangat dipengaruhi oleh kreatifitas guru. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 juga sangat dipengaruhi oleh kreatifitas guru. Hal ini mengingat adanya perbedaan dalam mensikapi tantangan pembelajaran abad 21 dan perkembangan kondisi masyarakat yang melingkupi. Namun, pengembangan kurikulum merupakan suatu hal pasti terjadi. Pengembangan kurikulum merupakan tugas pokok guru yang semakin penting menghadapi era abad 21 dengan pertimbangan sebagai berikut; .

1) Pertama, perkembangan teknologi abad 21 yang cepat disertai perkembangan tuntutan kebutuhan SDM berdaya kreatifitas tinggi membawa konsekwensi perlunya peserta didik mempelajari banyak keterampilan baru. Pengalaman-pengalaman baru ini perlu dipilih, diorganisir, dan dipersiapkan oleh guru, dan ini merupakan proses

pengembangan kurikulum (Tyler, 1949). Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 menetapkan perubahan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengindikasikan upaya mengikuti perkembangan, tantangan dan tuntutan kompetensi abad 21. Silahkan buka Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 di http://bit.ly/2JYE467

2) Kedua, pengembangan kurikulum merupakan wujud pelaksanaan tugas guru sekaligus merupakan aktifitas administrasi secara keseluruhan dengan rentang kegiatan pokok yang perlu didokumentasikan. Saudara dapat mencermati 8 subtansi pokok kurikulum yang potensial untuk dikembangkan, yaitu;

(a). Mengkaji ruang lingkup, kedalaman dan atau keluasan materi.

Saudara cermati apakah materi sudah cukup memadai untuk mencapai kompetensi? Apakah materi terlalu banyak atau terlalu sedikit?

Apakah materi bersifat tidak terlalu sulit namun berpotensi memberi pemahaman dan menantang? Penilaian keluasan materi mencakup tiga pertanyaan, yaitu: (1) Apakah jabaran materi mendukung pencapaian semua KD?; (2) Apakah materi dikembangkan secara proporsional sesuai dengan spiral mengembang; dan (3) Apakah tidak ada materi yang tumpang tindih? (4) Apakah materi mengakomodir perkembangan ilmu pengetahuan baru? Contohnya saat ini melek komputer tidak cukup dengan mempelajari program aplikasi terbaru namun penting mempelajari, konsep dasar TIK, konsep jaringan, etika penggunaan, dan sebagainya yang mengarah keterampilan abad 21.

(b). Mengkaji relevansi materi dengan kompetensi sekarang maupun masa yang akan datang. Pertama, Saudara cermati 2 apakah antara tujuan, isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi kurikulum memenuhi relevansi internal dan terorganisir dengan baik? Kedua, Saudara cermati apakah sudah mmenuhi relevansi eksternal yaitu sesuai kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan ipteks. Guru

perkembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan lama lambat laun menjadi usang dan kehilangan relevansinya sehingga perlu diisi pengetahuan-pengetahuan baru yang mutakhir. Contoh muatan materi di kelas multimedia tentu mengarah kepada teknologi terbaru.. Coba Saudara perhatikan suatu fakta radio transistor, overhead projector, film slide, video analog mungkin akan menjadi materi yang using dan menjadi pengetahuan umum saja. .

(c). Kesesuaian materi dengan kompetensi yang hendak capai. Tugas guru adalah memilih dan menentukan materi yang dipakai untuk mendukung pencapaian kompetensi meliputi dimensi sikap, kepribadian, pengetahuan dan keterampilan.

(d). Mengkaji integrasi materi agar tidak tumpang tindih. Guru bertugas mengecek apakah terjadi perulangan materi untuk suatu 79ocia tertentu sehingga bersifat mubazir. Silahkan bandingkan materi untuk setiap kompetensi dengan kompetensi yang lain.

(e). Mengkaji urutan materi apakah mengarah pencapaian kompetensi?

Saudara perlu melakukan analisis indikator pembelajaran dan menemukan urutan kompetensi manakah yang perlu dicapai terlebih dahulu. Apakah memerlukan pra syarat, materi apa yang perlu dipelajari lebih dahulu?, Apakah pengornaisasian pengorganisasian materi berangkat dari kongkrit ke yang lebih abstrak, dan dari yang mudah ke yang lebih sulit? Contoh untuk menguasai perkalian campuran perlu menguasai perkalian biasa dan untuk dapat melakukan perkalian harus menguasai konsep tentang penjumlahan.

(f). Mengkaji kesinambungan materi satu dengan lainnya dan memastikan materi bersifat berjenjang. Kesinambungan bisa secara vertical dan bisa secara horizontal. Kesinambungan vertical bermakna pendidikan selain untuk pengembangan potensi secara sistematis juga menjadi dasar penyiapan memasuki jenjang yang lebih tinggi. Secara adminisratif memudahkan alokasi waktu, mempermudah penggunaan sistem unit-unit pembelajaran, dan menghindarkan program berulang

atau tumpang tindih. Kesinambungan horisontal melibatkan kesinambungan antar bidang studi, misalnya untuk mempelajari beragam pengukuran suhu menggunakan skala Fahrenheit dan Celcius diperlukan kemampuan perkalian pecahan sehingga diperlukan dukungan matematika.

(g). Mengkaji sejauhmana materi atau kompetensi sudah diartikulasikan secara menyeluruh. Saudara bertugas memeriksa secara keseluruhan materi atau kompetensi telah benar-benar mencerminkan kemampuan-kemampuan yang mengarah upaya mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Guru perlu memastikan kompetensi dasar mengarah kepada pencapaian Standar Kompetensi Lulusan dan memuat kompetensi inti mulai dari K1, K2, K3 dan K4 sesuai jenjang kelas.

(h). Mengkaji materi atau kompetensi sejauhmana sesuai kebutuhan masa depan (anticipated need). Peserta didik merupakan generasi yang akan berkarya di masyarakat untuk beberapa tahun mendatang sehingga guru perlu bertindak antisipatif.

3) Ketiga, tugas guru abad 21 adalah mencari gagasan-gagasan kreatif dan inovatif untuk mempertinggi mutu pembelajaran. Salah satu gagasan kreatif dan inovatif adalah upaya mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Saudara bisa menengok kembali 8 domain penerapan TPACK secara praktis pada Modul 2 Kegiatan Belajar 1. Contohnya menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK, menggunakan multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman, menggunakan web based learning, mengembangkan tugas-belajar tugas baru berbasis kolaborasi memanfaatkan media sosial dan sebagainya.

b). Pengkajian Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) Pengembangan Prota dan Prosem biasanya dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah namun Saudara selaku guru perlu berpartisipasi

dengan memetakan alokasi waktu setiap kompetensi yang akan dicapai selama satu tahun, sementara Prosem dengan memetakan alokasi waktu setiap kompetensi yang akan dicapai dalam satu semester. Tujuannya agar waktu dapat dipergunakan secara efektif dan efisien. Anda selaku seorang guru bisa memanfaatkan aplikasi untuk menyusun Prota maupun Prosem, sebagai bagian kegiatan untuk mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran pada domain penggunaan TIK untuk pengelolaan pembelajaran. Pada konteks pembelajaran abad 21 tetap harus dipahami bahwa tklnologi hanya merupakan alat (tool) namun sangat penting dikuasai karena ke depan dapat membantu tugas –tugas guru. Misalnya guru menguasai software aplikasi maupun program-program komputer untuk mempermudah di dalam mengelola kurikulum maupun pembelajaran. Namun, penguasaan dan pemahaman langkah-langkah penyusunan secara sistematis berguna bagi pengembangan kompeteni diri. Guru harus menyadari teknologi hanyalah alat (tool ), namun kunci utama pada gagasan guru (brainware).