3.9 Pengujian Hipotesis
3.9.1 Merumuskan Hipotesis
Pengujian keberartian pada analisis regresi sederhana dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (Ating Somantri dan Sambas A. Muhidin, 2006:245-255),:
a. Menentukan rumusan hipotesis statistik (H0 dan H1) yang sesuai dengan hipotesis penelitian yang diajukan, yaitu:
H0 : 1 yx
= 0, artinya tidak terdapat pengaruh negatif dan signifikan stres kerja terhadap motivasi kerja karyawan CV. Indobordir Bandung.
H1 : 1 yx
≠ 0, artinya terdapat pengaruh negatif dan signifikan stres kerja terhadap motivasi kerja karyawan CV. Indobordir Bandung. 3.9.2 Menyusun Persamaan Regresi
Pada penelitian ini, maka alat yang digunakan ialah analisis regresi sederhana. Menentukan uji statistika yang sesuai. Uji statistik yang digunakan adalah uji F, yaitu; 2 2 2 1 S S F
Untuk menentukan nilai Uji F dapat mengikuti langkah-langkah berikut: a. Menentukan jumlah kuadrat Regresi dengan rumus:
y x b y x b y x b JK(Reg) 1 1 2 2 ... k k
b. Menentukan jumlah kuadrat Residu dengan rumus:
) (Re 2 2 ) (Re ) ( g s JK n Y Y JK
106 1 ) (Re ) (Re k n JK k JK F s g hitung
dengan k = banyaknya variabel bebas
d. Membandingkan nilai uji F terhadap nilai F tabel dengan kriteria pengujian:
jika nilai uji F ≥ nilai tabel F, maka tolak ;
e. Membuat kesimpulan. Dalam penelitian ini, kriteria kesimpulan adalah Tolak H0, jika nilai hitung t atau F lebih besar dari nilai tabel t maka ditolak ;
3.9.3 Uji Signifikasi
Menentukan nilai uji F melalui langkah langkah dibawah ini: a. Menentukan jumlah kuadrat regresi dengan rumus:
JK
(Reg)= b
1∑X
1Y+...+b
x∑X
kY
b. Menentukan jumlah kuadrat residu dengan rumus:
JK
(Res)= (∑Y
2–
∑- JK
(Reg)F
hitung =
K = banyaknya variabel bebas
c. Menentukan nilaikritis (α) atau nilai tabel F dengan derajat kebebasan untuk
db1=K dan db2= n-k-1
d. Membandingkan nilai uji F terhadap nilai tabel F dengan kriteria pengujian:
jika nilai uji F ≥ nilai tabel F, maka tolak H0, dan H1 diterima. e. Jika nilai uji F ≤ Nilai tabel F, maka terima H0 dan H1 ditolak.
f. Uji signifikansi dilakukan dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel, kriteria
yang digunakan apabila nilai r lebih besar dari nilai (α) yang ditentukan,
maka H0 diterima, sebaliknya apabila nilai r lebih kecil dari nilai
(α)tertentu,maka H0, ditolak.
3.9.4 Menghitung Koefisien Determinasi
Pengujian seberapa besar pengaruh stres kerja terhadap motivasi kerja karyawan, maka digunakan koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
Perhitungan koefisien determinasi selesai, kemudian dilanjutkan dengan penyesuaian dengan kriteria interpretasi koefisien determinasi, seperti tabel berikut ini:
108
Tabel 3. 6
Kriteria Interpretasi Koefisien Determinasi
Besarnya nilai r Interpretasi
Antara 0,000 sampai dengan 0,199 Antara 0,200 sampai dengan 0,399 Antara 0,400 sampai dengan 0,599 Antara 0,600 sampai dengan 0,799 Antara 0,800 sampai dengan 1,000
Sangat Rendah Rendah Sedang/Cukup Kuat Kuat Sangat Kuat Sumber: Sugiyono, 2001:183
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1 Kesimpulan
Kesimpulan merupakan langkah terakhir yang penulis lakukan dalam
penelitian atau penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di CV. Indobordir Bandung”. Kesimpulan yang dapat
penulis tarik dari hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagai berikut:
1. Gambaran secara umum stres kerja di CV. Indobordir Bandung yang ditunjukan oleh penelitian bahwa indikator pada variabel stres kerja yang mendapatkan skor paling tinggi yaitu beban kerja dirasa terlalu berat, yang mendapatkan skor rendah yaitu iklim kerja yang tidak sehat.
2. Gambaran secara umum motivasi kerja di CV. Indobordir Bandung yang ditunjukan oleh penelitian bahwa indikator pada variabel motivasi kerja yang mendapatkan skor paling tinggi yaitu semangat kerja, yang mendapatkan skor rendah yaitu disiplin.
3. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa adanya pengaruh antara stres kerja terhadap motivasi kerja karyawan di CV. Indobordir. Sebagaimana variabel stres kerja yang dominan ialah indikator beban kerja dirasa terlalu berat dan variabel motivasi kerja karyawan yang dominan ialah indikator semangat kerja.
180
1.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan pembahasan pada uraian sebelumnya maka saran yang dapat diusulkan penulis adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran bahwa stres kerja di CV. Indobordir Bandung, indikator beban kerja dirasa terlalu berat memiliki skor tertinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan perubahan jam kerja karyawan karena jam kerja yang ditetapkan perusahaan 12 jam dengan hanya libur hari minggu saja. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya pasal 77 ayat 2 mengenai jam kerja, yaitu tujuh jam dan 40 jam satu minggu untuk enam hari kerja dalam satu minggu, atau delapan jam satu hari dan 40 jam satu minggu untuk lima hari kerja dalam satu minggu. Oleh karena itu melihat kondisi seperti perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan jam kerja karyawan dan menambah jumlah karyawan.
2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran bahwa motivasi kerja karyawan di CV. Indobordir Bandung, indikator disiplin memiliki skor terendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan sanksi terhadap karyawan yang tidak disiplin karena hal ini berkenaan dengan keharusan
karyawan disiplin, cekatan, dan cepat dalam menyelesaikan setiap tugas pekerjaannya.
Kadar motivasi karyawan berubah ubah, tergantung kondisi dari individu tersebut, sehingga tingkat motivasi kerja karyawan harus selalu dijaga intensitasnya agar tetap baik. Motivasi merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan karyawan dalam menempuh dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh perusahaan. Mengingat motivasi kerja sangat penting bagi karyawan, maka peran seorang pemimpin untuk dapat menjaga motivasi kerja karyawan tetap terjaga. Salah satu sarana yang dapat memotivasi karyawan adalah dengan meminimalisir stres kerja karyawan. Peran pemimpin dituntut untuk dapat mampu menimalisir stres kerja karyawan.
xiv
Daftar Pustaka
A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rusdakarya
Abdurrahman Fathoni. (2006). Organisasi dan MSDM. Jakarta: Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi. (1993). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. _______. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
_______. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
_______. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Danim, Sudarwan (2004). Motivasi, Kepemimpinan dan Efektifitas Kelompok. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Fraser, T.M. (1985). Stres dan Kepuasan Kerja. Jakarta: pustaka Bina Presindo Hadari, Nawawi. (2001). Manajemen Sumber daya Manusia. Jogyakarta: Gajah
Mada
Hasibuan, Malayu.S.P (1990). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu.S.P (2003). Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Mahmudin (1999). Motivasi dalam Organisasi. Bandung:Alfabeta
Mangkunegara, Anwar Prabu. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Marwansyah dan Mukaram. (2000). Manajemen SDM. Bandung. Administrasi Niaga
Mathis, Robert L. dan Jackson. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.
Muhidin, Sambas A. dan Maman Abddurahman. (2006). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia
_______. (2007). Analisis Korelasi, Regresi dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
_______. (2009). Analisis Korelasi, Regresi dan jalur dalam penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
Notoatmodjo, S. (2009). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta
Ranupanjado, Heidjrachman. (1996). Dasar-Dasar Manajemen. Jogjayakrta. YPKN
Riduwan. (2011). Analisis Data Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Robbins Stephen P. (2010). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat
Sedarmayanti. (2001), Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung. CV. Maju Mundur.
Sondang P. Siagian. (2004) Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta:Bumi Aksara Sondang P. Siagian. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: Bumi
Aksara
Sontani ,U.T, dan Sambah, A.M. (2011). Desain Penelitian Kuantitatif. Bandung: Karya Adhika Utama
Sudjana. (1991). Metode Statistik. Bandung: Sinar Baru.
Sugiyono. (1996). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti Bandung: Alfabeta.
_______. (2002). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti Bandung: Alfabeta.
_______. (2002). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. _______. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
_______. (2006). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
_______. (2007). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti Bandung: Alfabeta.
_______. (2008). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti Bandung: Alfabeta.
_______. (2008). Statistika untuk Penelitian (Cetakan ke-Lima Belas). Bandung: Alfabeta.
xvi
_______. (2008). Metode Penelitian Administrasi dilengkapi Dengan Metode R&D, Bandung: Alfabeta.
Surakhmad, Winarno (1998). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Penerbit Tarsito.
T. Hani Handoko. (2003). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE
Tim Dosen Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB (2010). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Karya Adika Utama
Winarto, Surakhmad. (1985). Pengantar Penelitian ilmiah, Dasar Metode, dan Teknik. Bandung. Tarsito.
Wahjo Sumidjo (1992). Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara Veithzal, Rivai. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Dari Teori Ke
Praktek:PT.Raja Grafindo Persada.
Yuniarsih, Tjutju. Dr.,Prof.,dan Suwatno,M.Si.,Dr (2009), Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.