H. Mesin Pemelihara Unggas
I. Mesin Industri Tekstil
Mesin industry tekstil meliputi mesin-mesin untuk :
1. Mengekstrusi, menarik, menstekstur, memotong bahan tekstil buatan 2. Mesin untuk pengolahan serat tekstil, mesin pemintal, penggandaan atau
pemilinan, pengikalan atau penggulung tekstil 3. Mesin tenun
4. Mesin rajut
Untuk memahami ke 5 hal tersebut, marilah kita ikuti uraian di bawah ini Ad. 1. Mesin ini meliputi :
a. Mesin ekstrusi tekstil buatan manusia dalam bentuk monofilamen atau beberapa filamen. Mesin ini, dalam prakteknya, membuat rangkaian panjang perangkat pemintal identik yang saling lepas yang ditempatkan berdampingan. Setiap perangkatnya terutama terdiri pompa meteran dan penyaring yang memasukkan pemintal atau mulut pipa pemintal. Tergantung dari proses yang dilakukan, satu filamen atau lebih keluar dari mulut pipa pemintal melalui bak pencuci yang berisi agen bahan kimia pelapis (mis, proses viscose), atau melewati ruang kedap udara yang dipasangi dengan penyemprot air (mis, proses cupramonium) atau mengalirkan udara panas (mis, proses selulosa asetat) atau melewati ruang berpendingin. Mulut pipanya dapat berlubang satu atau lebih (kadang-kadang ribuan) sesuai dengan hasil yang dibutuhkan untuk memperoleh monofilamen atau benang multi-filamen maupun tali pengeret untuk dipotong menjadi serat staple. Pada beberapa mesin, serat yang keluar dari mulut pipa dibawa bersama-sama dan dijalin oleh simpul kecil dari peralatan khusus, kemudian menjadi bentuk benang. Di sisi lain, serat yang keluar dari berbagai macam alat pemintal dikombinasikan dalam tali tebal (tali pengeret), kadang-kadang ratusan atau ribuan serat, untuk kemudian dipotong menjadi serat staple.
b. Mesin penarik dimana merentangkan filamen menjadi 3 atau 4 kali panjang aslinya, suatu proses yang menyesuaikan molekul secara langsung dari filamen kemudian menambah kekuatannya.
c. Mesin tekstur benang tekstil sintetis. Kebanyakan proses tekstur (metode tradisional terputus, flase-twisting, kerutan pinggir, kerutan roda
26
gigi, pancaran udara panas atau uap panas, rajutan- rajutan lepas) mengubah perlengkapan fisik benang untuk memproduksi kerutan benang, benang elastis “foam”, dll.
d. Pemotong serat staple untuk memotong tali pengeret menjadi serat panjang.
e. Mesin “Tow-to-top”. Mesin ini juga memotong tali pengeret menjadi
serat staple panjang, tetapi tidak merusak susunan paralel dari seratnya dalam tali pengeret. Kemudian mesin ini memproduksi bubungan yang siap untuk dipintal (tidak membutuhkan sisiran atau sikatan) dan tidak kehilangan jumlah serat staplenya seperti pemotong pada paragraf (4). f. Mesin pemutus untuk memproduksi tali pengeret filamen yang diputus.
Bagian filamen yang lebih besar (tetapi tidak semuanya) diputus dalam jarak tertentu, meskipun beberapa filamen tetap tidak terputus, maka benang yang diperoleh dari tali pengeret mempunyai sifat benang staple.
Ad. 2 Mesin ini meliputi mesin-mesin sebagai berikut :
a. Mesin untuk menyiapkan pengolahan serat tekstil alami atau serat pendek buatan manusia, meliputi :
1. Mesin blower-grader untuk memotong bulu binatang sesuai dengan ukurannya. Mesin ini terdiri dari kotak panjang yang terbagi menyilang sesuai lebarnya menjadi kompartemen dimana bulu binatang tersebut ditiup dengan aliran udara. Bulu binatang ini dibagi ke dalam kompartemen-kompatermen sesuai ukurannya.
2. Mesin untuk memisahkan serat kapas dari biji, kulit dan kotoran
lainnya (misalnya, mesin pemisah biji kapas), dan mesin semacamnya untuk memisahkan linter dari bijinya.
3. Mesin untuk mematahkan tangkai atau mesin semacamnya untuk memisahkan serat dari batang sayuran (lena, rami, dan seterusnya) setelah pembusukan.
4. Mesin untuk menyobek pakaian usang, tali tua atau tekstil sisa
semacamnya untuk menguraikannya pada kondisi berserat yang
27
5. Mesin untuk memecah gumpalan, digunakan untuk membuka gumpalan kapas dari gumpalan yang dikempa.
6. Alat penuang otomatis, dipasangi dengan peralatan perentang untuk memastikan pengisian ke bagian pembuka kapasnya.
7. Mesin pembuka kapas (pembuka kapas jenis Crighton yang tegak, pembuka bak horisontal, pembuka pneumatis, dll) untuk melepaskan dan membersihkan kapas, yang diperoleh dari mesin dalam bentuk jaringan gulungan (rolled web).
8. Mesin penumbuk dan perentang untuk membersihkan dan membuka jaringan serat kapas; mesin pengolahan untuk membuka
wool.
9. Mesin untuk menghilangkan lemak pada wool dengan pengaturan secara mekanik untuk mengisi ke dalam wool dan
memompa dalam air panas; dan mesin untuk mencuci bahan baku
wool (mis, leviathan) yang dilengkapi dengan mekanik untuk mengaduk dan kadang-kadang berarti untuk mengeringkan.
10. Mesin pencelup bahan baku wool yang terpisah untuk mencelupkan serat wool yang tidak dipintal dalam jumlah besar. 11. Mesin untuk meresapi wool, rami, dll., dengan minyak atau
produk kimiawi untuk memudahkan penyikatan dan penyisiran.
12. Mesin untuk memberi karbon pada wool, dilengkapi dengan bak untuk zat asam, pengaturan untuk menghilangkan akibat sampingan dari cairan, untuk mengeringkan dan untuk membersihkan kotoran yang telah hangus.
13. Mesin untuk menyikat dari berbagai jenis untuk kapas, wool, serat pendek buatan manusia, serat kulit pohon (rami, lena, dll), dll. Mesin ini melanjutkan pembersihan yang dimulai dengan mesin pembuka dan penumbuk, dan memisahkan dan meregangkan seratnya. Pada prinsipnya, mesin ini terdiri dari penggulung besar yang dibungkus dengan kawat baja gergaji bergerigi atau dengan susunan yang dipasangi dengan gerigi kawat (card clothing); Mesin ini bekerja berlawanan dengan pelat yang dipasang atau penggulung lainnya yang juga dibungkus dengan kawat bergerigi. Peralatan pembersih
28
menjaga agar selubung bergerigi bebas dari serat penyumbat, dan pada mesin untuk menyikat wool terdapat peralatan untuk menghilangkan kotoran. Mesin untuk menyikat yang berbeda digunakan pada tingkat yang berbeda untuk bahan yang berbeda (mis, breaker card, intermediate card, finisher card, condenser card). Serat tersebut meninggalkan mesin penyikat dalam bentuk jaringan atau sumbu, atau dapat dikondensasi ke dalam pemotong dan kemudian digulung pada kumparan atau gelondongan dan ditempatkan pada bumbung yang berputar (rotating bin).
14. Kotak penarik, kotak takaran, dll. Mesin ini menarik potongan ke potongan melintang yang lebih kecil, mengkombinasikannya dan menariknya kembali untuk memperoleh suatu produk; mesin in digunakan setelah penyikatan dan, dalam kasus wool, kadang-kadang juga setelah penyisiran.
15. Mesin penyisir. Fungsi utama dari mesin ini adalah menyisir serat pendek; potongannya ditahan di antara penjepit yang digerakkan dengan pengaturan sisir atau jepitan. Mesin ini digunakan pada berbagai tahapan pembuatan : untuk mengolah bahan baku dalam keadaan mentah (mis, hackling fax), atau setelah menyisir atau menariknya. Jenis paling umum adalah mesin penyisir untuk rami, lena atau serat semacamnya, yang kerap menyisir kapas (French atau seperti garis lurus), dan sisir berputar untuk wool.
16. Perentang rami, goni, dll. Mesin ini mengkombinasikan ikatan rami atau serat lainnya, dan menariknya menjadi potongan tak terputus. 17. Mesin mencuci kembali wool (backwashing) untuk menghilangkan
minyak dan kotoran lainnya dari wool setelah penyikatan atau penyisiran. Mesin ini terdiri dari sejumlah bak untuk air hangat bersabun, yang dilengkapi dengan penggulung pandu atau penjepit, silinder pengering dan kotak penakar untuk membuka sekali lagi. 18. Mesin untuk menarik atau untuk memutar untuk menarik dan
menggintir ringan potongan atau pemutarnya untuk membuatnya siap dipintal.
29
19. Piringan Putar (coiler). Terdiri dari piringan berputar yang dirancang untuk memutar kaleng dimana potongan atau pemutar dikumpulkan seperti jika meninggalkan berbagai macam mesin; mesin ini biasanya mempunyai peralatan penggulung di bagian ujungnya.
b. Mesin untuk menyiapkan sutera sebelum dipintal, meliputi :
1. Mesin untuk menghilangkan bagian luar kepompong, dan mesin
untuk menghilangkan, dengan cara menumbuk kepompongnya, filamen bagian luar yang tidak dapat digulung.
2. Bak yang digunakan bukan untuk menggulung dengan tangan
benang sutra dari kepompong, yang dilengkapi dengan peralatan
untuk merakit dan menggintir ringan beberapa filamen secara bersama dan kadang-kadang dengan penggulung dimana sutra mentah yang diperoleh digulung; penggulung ini kadang-kadang dipisahkan dari bak tetapi asalkan penggulung dan bak tersebut diimpor bersama secara keseluruhan tetap diklasifikasikan di sini. 3. Mesin untuk menghilangkan gumpalan, bagian penebal, dll., dari
benang sutra mentah.
c. Mesin pemintal untuk mengubah benang pendahulu menjadi benang, mesin penggintir, mesin menggandakan benang menjadi multiple, atau kabel, meliputi :
1. Bingkai pemintal dimana dengan cara menarik dan menggintir lebih lanjut, mengubah benang pendahulu menjadi benang. Ciri utama bingkai pemintal ini adalah mekanik pintalnya (flyer ring dan traveller, dll) yang dihubungkan dengan kumparan tegak atau miring yang berputar; bingkai pemintal lengkap terdiri dari sejumlah elemen yang dipasang berdampingan. Pos ini meliputi mesin untuk memintal rami, lena, goni, dll, bingkai pemintal terputus-putus (mules,dll) dan bingkai pemintal tak terputus (pemintal flyer, pemintal cincin, pemintal cap, dll). Pos ini juga mencakup roda pemintal yang digerakkan dengan tangan.
30
2. Mesin “tow-to-yarn”. Mesin ini melengkapkan keseluruhan proses penguraian filamen dari tali pengeret, menariknya menjadi benang pendahulu dan memintalnya menjadi benang.
3. Mesin penggintir atau pengganda untuk memberikan gintiran
tambahan pada benang, atau untuk menggintir bersama dua benang atau lebih untuk membentuknya menjadi benang multipel atau benang kabel atau dalam bentuk benang ikal; Mesin tertentu dari kelompok ini dapat meliputi peralatan untuk memproduksi benang hiasan (mis, benang ikal).
4. Kelompok in juga meliputi mesin throwing untuk menggintir bersama filamen tak terputus dari sutra atau dari tekstil buatan manusia.
5. Mesin untuk menyimpul bulu kuda jadi satu. d. Mesin penggulung dan pelikas, yang meliputi :
Mesin ini digunakan untuk merapikan benang (atau benang pendahulu), benang ikal atau benang senar, ke dalam kumparan, gulungan, cop, kerucut, cheese, kartu, dll, atau dalam bola, gulungan atau untingan, dll, baik untuk keperluan manufaktur atau perdagangan, atau untuk dijual eceran. Untuk pengklasifikasin mesin penegang, lihat bagian (E) di bawah ini..
Kelompok ini juga mencakup mesin untuk memperoleh dan menggulung kembali benang dari rajutan yang salah atau barang pengait. Mesin inijuga mencakup mesin untuk menggulung benang pakan (weft
winder) khususnya yang dirancang untuk menggulung benang pakan ke
dalam kumparan yang siap untuk ditenun.
a. Mesin untuk menyiapkan benang tekstil untuk digunakan pada mesin- mesin tekstil di atas, meliputi mesin-mesin :
1. Pelapis (warper) untuk menyiapkan rangkaian benang paralel, di bawah tegangan yang sama, dan dalam urutan yang tepat (dengan memperhatikan warna dan jenis benang) untuk ditenun. Sejumlah benang yang lengkap yang dibutuhkan untuk pelapisdapat disiapkan secara keseluruhan atau per bagian (pelapisan bagian); Benang ini dapat digulung secara langsung pada tiang pelapis yang siap untuk
31
ditenun, atau untuk sementara waktu pada penggulung mesin pelapisnya atau pada alat tambahan lainnya (mis, kumparan).
• Mesin ini terdiri dari kepis (creel) untuk menahan sejumlah besar kumparan benang, rangkaian sisir dan benang pandu dan bak penggulung mekanik berkekuatan penuh; bemacam-macam bagian dari mesin ini biasanya terpisah, tetapi bila diimpor bersama tetap diklasifikasikan di sini.
2. Mesin pengukuran lapisan (mis, mesin pemotong). Di sini benang pelapis, baik dalam bentuk bagian atau sebagai lembaran benang paralel, diberi balutan sementara untuk melindunginya dari jerumbai pada mesin tenun dan membuatnya lembut, kemudian menjadi mudah untuk ditenun. Mesin ini umumnya terdiri dari bak ukuran tertentu, sisitem penggulung pandu, silinder panas atau pengering udara panas dan perlatan penggulung, dan kadang-kadang juga peralatan untuk penanda potongan (mis, alat pencelup untuk menandai jarak pinggiran benang).
3. Mesin penarik ke dalam atau mesin reeding untuk menarik benang pelapis melalui heald (heddle) dari mesin tenun, dan melalui reed atau sisir.
4. Mesin penyambung atau menggintir lapisan, untuk menyatukan benang dari lapisan baru dengan meninggalkannya dari lapisan yang dulu.
Ad.3 Meliputi mesin-mesin sebagai berikut :
Kelompok ini meliputi mesin tenun untuk memproduksi kain dengan menenunnya, menggunakan benang tekstil (termasuk serat tanah gemuk) atau benang lainnya (mis, dari logam, kaca atau asbes).
Pada mesin ini benang lungsin dan benang pakan dijalin tegak lurus untuk membentuk kain.
Dalam tenunan paling sederhana, lembaran benang lungsin dari silinder lungsin (warp beam) membagi menjadi dua kelompok benang pengganti, tiap kelompok dikontrol oleh alat pengekang (harness); alat pengekang ini naik dan turun bergantian benang lungsinnya untuk membentuk sudut
32
(dikenal sebagai shed) di antara dua kelompok benang yang melalui benang pakannya (pada mesin tenun konvensional dibawa oleh teropong) dimana dengan segera diketukkan pada benang pakan yang lebih dulu dengan menggunakan sisir (reed); naik atau turunnya kelompok benang lungsin kemudian diputar oleh alat pengekang, menjerat benang pakan dan membentuk shed baru untuk baris berikutnya dari benang pakan. Pada alat tenun biasa hingga 8 alat pengekang yang dapat digunakan untuk menjalin urutan benang lungsin yang dinaikkan dan kemudian memproduksi variasi tenunan tertentu.
Mesin tenun yang lebih rumit dapat melakukan tenunan yang lebih lengkap. Misalnya, beberapa mesin tenun mempunyai sistem khusus untuk mengontrol naiknya benang lungsin (dobbie, Jacquard, dll) untuk mengontrol lebih banyak kelompok benang lungsin atau bahkan benang lungsin tunggal; atau peralatan khusus dapat digunakan untuk memproduksi kain khusus tertentu (leno mechanisms, warp pile (atau Terry) attachment, swivel shuttle attachment for broche work). Mesin tenun lainnya mempunyai peralatan untuk mengganti teropongnya (atau kumparan pada teropongnya), kemudian memasukkan benang pakan berbeda warna atau benang berbeda (kotaknya ditukar dengan memutarnya, kotaknya ditukar dengan menjatuhkannya, dll). Mesin tenun seringkali termasuk peralatan mekanis atau listrik tertentu lainnya (mis, untuk melengkapi kumparan pada teropong bila diperlukan, atau untuk menghentikan mesin tenun bila benang lungsin atau benang pakannya putus).
Ad 4 Meliputi mesin-mesin sebagai berikut : a. Mesin rajut :
Mesin ini terdiri dari dua kelompok utama :
1. Mesin rajut pipih untuk memproduksi kain pipih dengan lebar yang sama atau, dengan menambah dan mengurangi jumlah tusukan dalam satu deretan, kain pipih tetapi potongan kain yang dibentuk dengan cara menjahitnya (mis, menjadi kaos kaki panjang atau pendek). Mesin rajut pipih termasuk mesin untuk merajut seperti biasa (mis, mesin katun) dan merajut benang lungsin (mesin tenun Raschel,
33
milanese, loknit, dll). Mesin ini mulai dari jenis yang sangat sederhana sampai mesin dengan banyak deretan jarum, dalam beberapa kasus dilengkapi dengan Jacquard atau mekanik semacamnya untuk memproduksi beragam rancangan.
2. Mesin rajut bundar dimana memproduksi baik kain pipa lurus ataupun, dengan berbagai macam ukuran pada deretan jahitan , lembaran berbentuk pipa (untuk kaos kaki panjang, kaos kaki pendek, lengan baju untuk garmen, baret, kopiah atau tutup kepala semacam itu, dll).
b. Mesin stitch-bonding :
Kelompok in meliputi semua jenis mesin sticth-bonding di mana memproduksi kain dengan proses jahit-berantai. Berikut ini termasuk : 1. Mesin yang menggabungkan mekanik jarum untuk mengikat benang
lungsin dan benang pakan dengan jahit-berantai.
2. Mesin untuk memasukkan loop benang pada dasar kain yang sebelumnya diproduksi pada mesin tenun konvensional, dan mengikatnya pada bagian belakan dengan jahitan rajutan.
3. Mesin jahit-rajutan beroperasi dengan menjahit lapisan pada serat kain yang lepas yang sudah dibuat oleh mesin lainnya (mis, mesin kartu dan mesin garnet) dan kemudian memproduksi lembaran yang terkumpul dari bahan tekstil yang digunakan sebagai bahan penyaring, dasar permadani, bahan isolasi,dll.
c. Mesin membuat jala rajutan, kali tule, kain renda, kain rajutan atau hias : 1. Mesin untuk membuat jala atau jaringan untuk segala keperluan,
baik dalam bentuk potongan ataupun bentuk berang jadi (mis, jala ikan).
2. Mesin untuk membuat kain tule polos (mis, mesin gulung).
3. Mesin untuk membuat kain tule bercorak, kain renda, dll (mis,
mesin tuas dan mesin renda nottingham).
4. Mesin untuk membuat kain tule bobinot, kain korden bobinot dan kain renda mekanik bobinot, dimana membuat kain jaringan
34
dari rangkaian benang lungsin dan benang pakan. Bagaimanapun, rangkaian benang lungsin dan benang pakan tidak dijalin tegak lurus seperti tenunan, tetapi dilingkarkan dan diikat, oleh ayunan teropong, dengan rangkaian benang lungsin berjumlah banyak yang diatur pada kumparan kecil.
5. Mesin sulam dimana, dengan memakai jarum, menyulam berbagai macam rancangan dengan satu benang atau lebih pada alas kain tenun yang kuat atau bahan lainnya; mesin ini dapat dilengkapi dengan Jacquard atau mekanil semacamnya. Pos ini juga mencakup mesin penarik benang dimana menarik dan menjepit benang yang tertinggal sehingga membentuk sulaman yang terbuka.
Gambar 1 - 17 :
35
Gambar 1 - 18 :
Embroidery machine, winding machines
Gambar 1 - 19 :