• Tidak ada hasil yang ditemukan

METAR WATT 280100Z 32003KT 9999 SCT018 SCT090 28/24 Q1013

Dalam dokumen HALAMAN DEPAN ATMOSFERA (Halaman 27-39)

NOSIG=

Gambar 17. Data RAOB tanggal 28 Maret 2017 jam 00.00 UTC di Juanda (Sumber : BMKG Juanda dan http://weather.uwyo.edu/upperair/sounding.html)

Tekanan udara permukaan (QNH) di Padang (Minangkabau Inter-national Airport- 96163- WIEE) 1.014 mb dan Tekanan udara permukaan (QNH) di Kupang (El Tari-97372- WATT) 1.013 mb , beda sebesar 1 mb , tekanan udara di Kupang lebih rendah ( bulan Oktober 2015 berbeda sebesar 6 mb, lebih rendah Kupang), perbedaan tersebut menaikkan pe-luang pertumbuhan awan konvektif di sekitar Kupang.

Dari data udara atas RAOB (Rawinsonde Observation) tanggal 28 Maret 2017 jam 00.00 UTC (gambar 17), di lapisan bawah arah angin dominan bertiup dari arah Barat – Barat Daya.

LI (Lifted Index) = -4,3 menunjukkan jenis udara labil.

KI (K Index) = 35,8menunjukkan ada peluang terjadinya Thunderstorm. SWEAT (Severe Weather Threat Index) = 199,8 menunjukkan je-nis udara berpeluang terjadinya konveksi.

CAPE (Convective Available Potential Energy) = 1.670 J/Kg menunjuk-kancukup energi yang dipunyai oleh uap airuntuk membentuk awan konvektif. Tc = 30,8 oC

me-nunjukkan bahwa suhu konveksi yaitu suhu minimal agar terjadi konveksi, yang relatif rendah untuk dicapai.

LCL (Lifting Condensation Level) = 244 m yang digunakan sebagai tinggi dasar awan yang relatif rendah, jenis udara diatas Juanda saat itu relatif basah.

Nilai Bulk Richardson Number (BRCH) = 252, tergolongrelatif tinggi yang menandakan bahwa perubahan arah dan kecepatan angin verti-kal/horisontalkecil sehingga be-sar peluang pertumbuhan awan konvektif, pada musim kemarau nilai BRCH umumnya rendah menandakan vertical wind shear yang tinggi, sehingga kondisi at-mosfer tidak mendukung proses konveksi.

Dari pengaruh jenis udara yang mempengaruhi cuaca Jawa Timur dan perbedaan tekanan udara antara Ku-pang yang lebih rendah dari pada Pa-dang serta angin yang dominan dari arah Barat-Barat Daya, maka pada bu-lan April 2017 di Jawa Timur pertum-buhan awan penghujannya sama de-ngan normal klimatologinya.

KESIMPULAN

Dengan mempertimbangkan :

1. Tekanan udara permukaan Kupang pada tanggal 28 Maret 2017 lebih rendah dari pada Kupang, angin permukaan masih dominan dari arah Barat – Barat Daya, maka potensi pertumbuhan awan peng-hujan normal,

2. Pola angin gradien umumnya dari Barat maka potensi pertumbuhan awan penghujan normal,

3. Anomali dingin sekitar Samudera Pasifik Tengah dan Timur menguat sejak Februari 2017, tetapi umumnya melemah dan berkurang volumenya sejak September 2016, daerah anomali hangat pada keda-laman 100 m – 150 m terlihat di Samudera Pasifik sebelah Barat garis penanggalan internasional, menyebabkan peluang pertum-buhan awan di Jawa Timur pada bulan April 2017 sama dengan normal klimatologinya,

4. Prediksi rata-rata anomali suhu mu-ka laut di wilayah NINO3,4 pada bulan April 2017 sekitar + 0,4oC, dengan mulai meningkatnya ano-mali suhu muka laut di NINO3,4 tersebut maka pada bulan April 2017 di Jawa Timur peluang per-tumbuhan awannya dibawah

nor-mal klimatologinya,

5. Angin Pasat di Samudera Pasifik Ba-rat selama 5 hari terakhir sampai dengan 26 Maret 2017 menguat diatas nilai rata-rata klimatologinya dan mendekati rata-rata klimatolo-ginya di Samudera Pasifik Timur. Angin Pasat diprakirakan melemah dihari-hari mendatang, maka pada bulan April 2017 di Jawa Timur pe-luang pertumbuhan awannya diba-wah normal klimatologinya,

6. Indeks Monsun Australia untuk bulan April 2017 berfluktuasi diatas harga rata-rata klimatologinya, sehingga peluang pertumbuhan awan pada bulan April 2017 diatas normalnya, 7. Update Indeks DMI (mingguan)

minggu yang lalu tanggal 26 Maret 2017 adalah positif 0,19, diprakira-kan nilai indeks pada bulan April 2017 disekitar nilai threshold (+ 0,4)dalam kisaran netral (positif) sehingga peluang pertumbuhan awan di Samudera Hindia Timur yaitu Indonesia Bagian Barat relatif dibawah normal klimatologinya, 8. Peluang terjadinya siklon di Utara

Ekuator diprakirakan akan me-ningkat, sehingga peluang pertum-buhan awan penghujan di Selatan Ekuator sama dengan normal kli-matologinya,

9. Berdasarkan Prediksi MJO dan analisa anomali OLR pada tanggal 26 Maret 2017 maka Jawa Timur pada bulan April mengalami pe-ningkatan pertumbuhan awan (enhanced convection) terutama pada awal bulan April 2017,

10. Fase MJO pada bulan April 2017 diprakirakan melintas di Fase 4 (Jawa Timur) dengan indeks yang relatif kecil sehingga diprakirakan mengalami periode basah sama dengan normal klimatologinya, 11. Climate Prediction Centre IRI

(gambar 3) periode Maret-April-Mei (MAM) pengaruh La Niña ne-tral peluang sekitar 76% kemudian pada bulan-bulan berikutnya ma-sih diprakirakan netral sampai dengan bulan Mei tahun 2017, sehingga bulan April 2017di Jawa Timurpertumbuhan awannya di-prakirakan dibawah normal klima-tologinya,

12. Indeks SOI (Tahiti – Darwin)untuk bulan April 2017 diprakirakan In-deks SOI nya masih netral positif (lebih rendah Darwin), sehingga peluang pertumbuhan awan pada bulan April 2017di Jawa Timur di-prakirakan diatas normal klimato-loginya,

13. Jumlah bintik Matahari dibulan April 2017 diprakirakan berfluktuasi disekitar 40, menyebabkan berku-rangnya kedalaman dan luasan air laut yang mengalami peningka-tan temperatur, sehingga peluang tumbuhnya awan-awan penghujan diprakirakan dibawah normal kli-matologinya.

.

Dengan mempertimbangkan 13 faktor tersebut, maka Jawa Timur pada bulan April 2017 diprakirakan masih mengalami musim hujan dengan pe-luang pertumbuhan awan sama dengan normal klimatologinya, bulan transisi ke musim kemarau diprakirakan terjadi pada bulan Mei 2017. (Tonny S )

Kaum 'Aad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! .Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus. Yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. Maka betapa

dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! (Q.S. Qamar : 54:18-21)

Daftar Pustaka :

Al-Quran Surah Qamar [54] : 18-21

Maslakah, Firda A. 2015. Variabilitas Parameter Ketidakstabilan Atmosfer di Juanda Surabaya Tahun 2012-2013.

Wirjohamidjojo, Soerjadi. 2008. Pemanfaatan Data Radar dan Satelit untuk Pra-kiraan Jangka Pendek.

http://apdrc.soest.hawaii.edu/projects/monsoon/realtime-monidx.html) http://aviation.bmkg.go.id/web/station.php http://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3317207/wagub-jatim-blusukan-ke-lokasi-banjir-di-sidoarjo http://www.cpc.noaa.gov/products/precip/CWlink/ MJO/CLIVAR/clivar_wh.shtml http://weather.unisys.com/hurricane/index.php http://weather.uwyo.edu/upperair/sounding.html http://www.aviationweather.gov/adds/metars/ http://www.bom.gov.au/australia/charts/glw_00z.shtml http://www.bom.gov.au/climate/enso http://www.bom.gov.au/climate/model-summary/#tabs=Pacific-Ocean http:// iri.columbia.edu/our-expertise/climate/forecasts/sst-forecasts/ http://www.bom.gov.au/climate/poama2.4/poama.shtml http://www.bom.gov.au/climate/poama2.4/poama.shtml#IOD) http://www.cpc.ncep.noaa.gov/products/people/wwang/cfsv2fcst/images1/ nino34Monadj.gif http://www.cpc.noaa.gov/products/precip/CWlink/MJO/mjo.shtml#forecast http://www.cpc.noaa.gov/products/precip/CWlink/MJO/whindex.shtml http://www.jamstec.go.jp/frsgc/research/d1/iod/sintex_f1_forecast.html.en http://www.jma.go.jp/en/gms/largec.html?area=6&element=0&mode=UTC) http://www.ogimet.com/synops.phtml.en http://www.ospo.noaa.gov/Products/ocean/sst/50km_night/index.html http://www.sws.bom.gov.au/Solar/1/6 http://www.timeanddate.com/worldclock/sunearth.html

1. Prakiraan Curah Hujan Bulan April 2017

Prakiraan hujan untuk bulan April 2017 wilayah Jawa Timur dan seki-tarnya, secara umum diprakirakan ma-suk pada kategori menengah, ini terli-hat dari curah hujan yang berkisar antara 101 - 300 mm. Wilayah Jawa Timur yang berpotensi memiliki curah hujan dengan kategori rendah (51 – 100 mm) yaitu sebagian kecil Kabu-paten Situbondo. Untuk curah hujan dengan kategori menengah (101 – 300

mm) di antaranya Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Batu, Jombang, Mojokerto, Su-rabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probo-linggo, Lumajang, Bondowoso, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Untuk curah hujan dengan kategori sangat tinggi (301 - 400 mm) di anta-ranya sebagian kecil Kabupaten/Kota

Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Kediri, Nganjuk, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Lumajang, Jember, dan Probolinggo. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.

2. Prakiraan Sifat Hujan Bulan April 2017

Sifat hujan merupakan perban-dingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan atau periode dengan nilai rata-rata atau normalnya dari bulan atau periode tersebut. Berdasarkan gambar di bawah, prakiraan sifat hujan bulan April 2017 adalah sebagai berikut :

Secara umum diketahui bahwa wilayah Jawa Timur untuk bulan April 2017 berada pada sifat hujan Normal (85 - 115%). Untuk sifat hujan di atas normal (116 - 150%) di antaranya adalah : sebagian kecil Kabupaten/ Kota Tuban, Bojonegoro, Gresik, Jom-bang, Blitar, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember. Serta se-bagian besar Kabupaten/Kota Pacitan, Lamongan, dan Situbondo. Sedang-kan untuk sifat hujan di bawah normal (51 – 84%) di antaranya adalah : se-bagian kecil Kabupaten/Kota Bojone-goro, Madiun, Nganjuk, Blitar, Kediri,

Gambar 2. Peta prakiraan sifat hujan April 2017 (Sumber : Stasiun Klimatologi Karangploso Malang)

Sidoarjo, Lumajang, Probolinggo, Pamekasan, dan Banyuwangi, serta sebagian besar Kabupaten Ngawi. Un-tuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.

3. Arah dan Kecepatan Angin Lapisan Atas

Berdasarkan klimatologi angin untuk bulan April 2017 di lapisan 250 mb diprakirakan angin di wilayah Jawa Timur pada lapisan 250 mb atau pada ketinggian 34.000 feet akan berhembus secara umum dari arah Timur Laut

de-ngan kecepatan berkisar antara 05 – 5 m/detik. Sedangkan untuk lapisan 500 mb atau pada ketinggian 18.000 feet, cenderung dari arah Timur Laut – Timur dengan kecepatan berkisar antara 0 – 3,5 m/detik.

4. Potensi Kebakaran Hutan/Lahan Kejadian kebakaran hutan ber-peluang besar terjadi di musim kema-rau didukung oleh curah hujan rendah, suhu tinggi, kelembaban udara rendah dan kecepatan angin yang memicu peningkatan kekeringan tanah.

Gambar 3. Arah dan kecepatan angin lapisan atas bulan April 2017 (Sumber: ITACS dan ESRL)

Mulai dasarian pertama bulan Maret 2017, jumlah curah hujan ter-catat hingga tanggal 31 Maret 2017 sebesar 193.8 mm. Temperatur mak-simum harian berkisar antara 32.5 oC hingga 34.8 oC.

Hasil pantauan satelit NOAA 18

(ASMC), TERRA, NPP (LAPAN) hingga tanggal 31 Maret 2017 menun-jukkan tidak ada titik api yang terpan-tau.

Pada bulan April 2017, di-prakirakan wilayah Jawa Timur masih berada pada musim penghujan, Gambar 4. Jumlah Curah Hujan dan suhu maksimum per dasarian

Desember 2016-Maret 2017 di Juanda Surabaya

Gambar 5. Peta Sebaran Titik Api bulan Maret 2017 di Jawa Timur (Sumber : Data Satelit NPP Lapan, Terra/Aqua Lapan dan NOAA 18)

sehingga potensi timbulnya titik api di wilayah Jawa Timur masih relatif ren-dah. Prakiraan kemudahan terjadinya kebakaran hutan di Jawa Timur pada awal April 2017 ditampilkan pada gam-bar 6 dibawah ini.

5. Potensi penyakit demam berdarah Pen yak it demam b erdarah memiliki peluang besar terjadi pada musim penghujan dengan kondisi suhu udara yang hangat dan kelembaban udara yang tinggi. Selain itu, curah

hu-jan yang tinggi meningkatkan jumlah genangan air yang mendukung perkem-bangbiakan nyamuk demam berdarah.

Peta prakiraan curah hujan bulan April 2017 di Jawa Timur menunjukkan sebagian besar wilayah pada kisaran curah hujan 101 - 300 mm, untuk itu masih perlu diwaspadai adanya genangan yang masih akan terjadi aki-bat akumulasi hujan, karena hal ini berpotensi memicu munculnya penyakit demam berdarah.

1 April 2017 2 April 2017

3 April 2017 4 April 2017

Gambar 6 . Prakiraan kemudahan terjadinya kebakaran hutan di Jawa Timur pada awal April 2017

6. Tingkat kenyamanan terkait de-ngan kondisi cuaca

Kesehatan dan aktivitas manu-sia terkait erat dengan parameter cuaca seperti temperatur udara, kelembaban relatif, radiasi matahari

dan kecepatan angin. Aktivitas manu-sia terkadang terganggu oleh kondisi cuaca yang menyebabkan ketidaknya-manan badan dan pikiran, bahkan pada kondisi yang ekstrim dapat me-nyebabkan gangguan kesehatan. Gambar 7. Jumlah curah hujan per dasarian (10 harian)

Desember 2016 - Maret 2017 Stamet Juanda Surabaya

Gambar 8. Grafik Discomfort Index Stasiun Meteorologi Juanda Desember 2016—Maret 2017

Hubungan antara parameter cuaca seperti temperatur udara dan kelem-baban relatif dengan kesehatan dan aktivitas manusia dapat dinyatakan dengan suatu indeks yang disebut dengan Discomfort Index (DI).

Pada gambar 8 berikut ditampil-kan grafik Discomfort Index berdasar-kan data Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya bulan Desember 2016 hingga Maret 2017 ditentukan dengan persamaan :

DI = T – 0,55 x(1-0,01 x RH)*(T-14,5) Keterangan:

DI = Discomfort Index

T = Temperatur bola kering (oC) R = Kelembaban relatif (%) Dari gambar 8 dapat dilihat bahwa nilai Discomfort Index

mening-kat seiring dengan meningmening-katnya tem-peratur ambient dan begitu pula se-baliknya. Kelembaban relatif yang ren-dah dapat meningkatkan ketidaknya-manan karena mengurangi pelepasan panas dari dalam tubuh. Pada bulan Maret 2017 nilai temperatur udara dan kelembaban nisbi tinggi, dan nilai Discomfort Index pada bulan Maret 2017 berkisar antara 25.2 hingga 27.5 dengan rata-rata 26.5 Nilai rata-rata indeks ketidaknyamanan tersebut le-bih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Interpretasi nilai Discom-fort Index disajikan pada tabel berikut ini.

Ditinjau dari prakiraan cuaca untuk bulan April 2017, kisaran Dis-comfort Index harian untuk bulan April 2017 berpotensi mengalami kenaikan dibandingkan bulan Maret 2017.

Tabel 1. Interpretasi Nilai Discomfort Index

DI (oC) Interpretasi

<21 Tidak dirasakan adanya ketidaknyamanan 21-24 <50% populasi merasakan ketidaknyamanan 24-27 >50% populasi merasakan ketidaknyamanan 27-29 Mayoritas populasi merasakan ketidaknyamanan

29-32 Setiap orang merasakan stress

Dalam dokumen HALAMAN DEPAN ATMOSFERA (Halaman 27-39)

Dokumen terkait