• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.5 Metode Analisis Data

3.5.1 Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau yang sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2010: 211). Hasil penelitian dikatakan valid dimana terjadi ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti.

Hasil dari pengujian validitas isi (content validity) dapat dikatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner kelekatan (attachment) dan kemandirian telah sesuai/tepat dengan apa yang hendak diukur (valid). Hasil pengujian dari validitas isi (content validity) secara

lengkap akan ditampilkan pada lampiran. Denagn demikian, seluruh pernyataan yang terdapat pada skala kelekatan dan skala kemandirian dapat digunakan dalam penelitian.

Keterangan:

Rxy : Koefisien antara skor item dengan skor total ∑x : Jumlah skor masing-masing butir jawaban ∑y : Jumlah skor seluruh butir jawaban (total) ∑x2 : Jumlah kuadrat tiap butir jawaban

∑y2 : Jumlah kuadrat total

∑xy : Jumlah perkalian skor butir jawaban dengan skor total N : Jumlah responden

Perhitungan validitas butir jawaban untuk skala kelekatan dan skala kemandirian dapat dilihat pada lampiran 2. Dimana, dari hasil perhitungan validitas untuk skala Kelekatan menghasilkan 52 butir jawaban yang valid dan 5 butir jawaban yang gugur. Butir jawaban yang gugur dalam skala kelekatan yaitu nomor: 6, 22, 39, 46, 52, sehingga dari 57 butir jawaban yang diujikan ada 52 butir jawaban yang dinyatakan valid.

Hasil dari perhitungan validitas untuk skala kemandirian menghasilkan 38 butir jawaban yang valid dan 3 butir jawaban yang gugur. butir jawaban yang gugur dalam skala kemandirian yaitu pada nomor 9, 23, 32, sehingga dari 41 butir jawaban yang diujikan ada 38 butir jawaban yang dinyatakan valid.

3.5.2 Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik dengan memiliki derajat konsistensi/keajegan (Arikunto, 2010: 211). Ada beberapa cara untuk menguji reliabilitas, cara yang digunakan peneliti dalam penelitian ini untuk menghitung reliabilitas instrumen yaitu menggunakan rumus Alpha sebagai berikut:

r11 = 2 2 1 1 t b k k Keterangan: = Koefisien reliabel k = Banyaknya butir soal 1 = Bilangan konstan

= Jumlah varian skor dari masing-masing butir soal = Varian total

Adapun hasil uji reliabilitas instrumen penelitian dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh r11 = 0,983. Pada α = 5 % dengan N = 20 diperoleh r tabel = 0,444 karena r11 > r tabel maka dapat disimpulkan

bahwa angket tersebut reliabel. Hasil perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.

3.5.3 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah kedua kelompok berdistribusi normal atau tidak. Penelitian menggunakan uji normalitas dengan cara uji kolmogorof ( uji K-S satu sampel) pada SPSS 16.0. Data dikatakan normal jika tingkat sig pada Kolmogrov-Smirnov lebih dari α maka data distribusi normal, jika kurang dari α maka data distribusi tidak normal. Nilai α yang digunakan adalah 0,05.

Tabel 3.6 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Kelekatan Anak Kemandirian

N 40 40

NorNormal Parametersa,b Me Mean 68,2000 79,4750

Std Std. Deviation 11,11986 11,09166

Mo Most Extreme Differences

AbsAbsolute ,188 ,329

PosPositive ,188 ,170

Ne Negative -,109 -,329

Kol Kolmogorov-Smirnov Z 1,191 1,080

AsyAsymp. Sig. (2-tailed) ,117 ,180

a. Ta. Test distribution is Normal. b. b. Calculated from data.

Berdasarkan table diatas nilai sig pada Kelekatan Anak sebesar 0,117, dan nilai sig pada Kemandirian anak sebesar 0,022. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai sig > α maka Ho diterima, jadi data tersebut berdistribusi normal.

3.5.4 Uji Linieritas

Menurut Sugiyono (2010: 265) bahwa Salah satu asumsi dari analisis regresi adalah liniearitas, maksudnya adalah apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linier atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian liniearitas dilakukan dengan menggunakan teknik anova, dan perhitungannya dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0. Kaidah yang digunakan adalah jika nilai p<0,05 maka sebarannya linier.

Tabel 3.7 Hasil Uji Linieritas

ANOVAa

Mo Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Re Regression 1847,427 1 1847,427 23,793 ,000b

ResResidual 2950,548 38 77,646

Tot Total 4797,975 39

a. a. Dependent Variable: Kemandirian b. b. Predictors: (Constant), Kelekatan Anak

Hasil perhitungannya diperoleh F hitung pada kelekatan sebesar 23,793 dengan p=0,000, maka pola hubungan kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian anak di sekolah adalah linier. Dengan hal ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang linier antara kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian di sekolah.

Untuk mengetahui persamaan regresi yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.8

Koefisien Persamaan Regresi Sederhana Variabel Penelitian

Coefficientsa Mo Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 111 1 (Co (Constant) 121,687 8,765 13,883 ,000

Kel Kelekatan Anak ,619 ,127 ,621 4,878 ,000

a. a. Dependent Variable: Kemandirian

Persamaan garis regresinya adalah Y = 121,687 + 0,619X. nilai Y adalah nilai untuk Kemandirian dan nilai X adalah nilai untuk Kelekatan anak pada Ibu. Tanda positif menunjukkan bahwa semakin tinggi kelekatan anak dengan ibu akan diikuti penambahan pencapaian kemandirian anak di sekolah TK Hj. Isriati Baiturrahman I Kota Semarang sebesar 0,619 pada setiap unit perubahan pada kelekatan.

3.5.5 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis Korelasi Product Moment dengan bantuan Statical Program for Social Science (SPSS) versi 16.0 for windows untuk melihat hubungan kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian di sekolah secara mendalam.

Tabel 3.9

Korelasi Product Moment

Correlations

Kelekatan Anak Kemandirian

Kel Kelekatan Anak

Pe Pearson Correlation 1 ,621**

Sig. Sig. (2-tailed) ,000

N N 40 40

KK Kemandirian

Pe Pearson Correlation ,621** 1

Sig Sig. (2-tailed) ,000

NN N 40 40

**. **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Hubungan variabel Kelekatan anak pada ibu dengan Kemandirian ditunjukkan dengan skor korelasi rxy = 0,621 dengan p = 0,000 (p<0,05). Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi Kelekatan anak pada Ibu maka semakin tinggi Kemandirian.

Tingkat signifikansi korelasi p = 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan atau positif antara Kemandirian dengan Kelekatan anak pada Ibu dapat diterima.

Tabel 3.10

Koefisien Determinasi Korelasi

Model Summary

Mo Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,621a ,385 ,369 8,81170

a. a. Predictors: (Constant), Kelekatan Anak

Berdasarkan table 3.10, sumbangan efektif variabel Kelekatan pada Ibu dengan variabel Kemandirian dapat dilihat dari R square, yaitu sebesar

0,385, yang memiliki arti bahwa variabel Kelekatan anak pada Ibu menyumbang sebesar 38,5% terhadap variabel Kemandirian. Sisanya sebesar 61,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diungkap dalam penelitian ini.

Dokumen terkait