BAB IV Obyek Wisata Waduk
METODE PENELITIAN 3.1Metode Penelitian
3.6 Metode Analisis Data
Analisis data pada dasarnya merupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diintepretasikan, biasanya menggunakan statistik. Setelah data dianalisis dan informasi yang lebih sederhana diperoleh, hasilnya diintepretasi untuk mencari makna dan implikasi yang lebih luas dari hasil penelitian (Wardiyanta, 2006 : 37). Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisis adalah metode analisis Deskriptif untuk menjawab faktor-faktor pendorong dan penghambat pengembangan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah dan kontribusi Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah untuk PAD Kabupaten Pati. Sedangkan untuk menjawab strategi pengembangan Obyek Wisata Waduk
Gunungrowo Indah menggunakan analisis SWOT. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
Tabel 3.1
Matriks Metode Analisis Data
No Masalah Metode Analisis
Data 1. Identifikasi faktor-faktor pendorong dan
penghambat pengembangan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah?
Analisis Deskriptif 2. Strategi pengembangan apa saja yang perlu
dilakukan pemerintah Kabupaten Pati dalam pengembangan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah?
Analisis SWOT
3. Bagaimana kontribusi Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Pati?
Analisis Deskriptif
Statistik
a. Analisis Deskriptif
Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Soejono dan Abdurrahman, 1999: 23)
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang merupakan proses penggambaran daerah
penelitian. Dalam penelitian ini akan diperoleh gambaran tentang faktor-faktor pendorong dan penghambat Pengembangan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah dalam upaya meningkatkan PAD di Kabupaten Pati. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan metode analisis deskriptif untuk menjelaskan /mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Sehingga data yang dihasilkan merupakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari perilaku yang diamati.
b. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Hal ini disebut dengan analisis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah analisis SWOT (Rangkuti, 2006 : 18).
Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats) dengan faktor internal Kekuatan (strenghts) dan Kelemahan (weakness) (Rangkuti, 2006: 19). Adapun model yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
Kuadran 1 : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Obyek Wisata Gunungrowo Indah tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).
Kuadran 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar). Kuadran 3 : Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah menghadapi peluang
pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi adalah
BERBAGAI PELUANG KELEMAHAN INTERNAL KEKUATAN INTERNAL BERBAGAI ANCAMAN 3. Mendukung strategi turn-around 1.Mendukung strategi agresif 4. Mendukung strategi defensif 2. Mendukung strategi diversifikasi
meminimalkan masalah-masalah internal sektor pariwisata sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
Kuadran 4 : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah menghadapi berbagai macam ancaman dan kelemahan internal
Setelah mengumpulkan informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan pengembanngan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan informasi tersebut ke dalam rumusan strategi. Alat yang digunakan untuk menyusun faktor-faktor strategis pengembangan adalah matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik analisis SWOT menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau tantangan yang dimiliki.
Matrik SWOT IFAS EFAS STRENGTHS (S) Tentukan 5-10 faktor-faktor kekuatan internal WEAKNESSES (W) Tentukan 5-10 faktor-faktor kelemhan internal Opportunities (O) Tentukan 5-10 Faktor peluang eksternal STRATEGI SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang
STRATEGI WO Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan-kelemahan untuk memanfaatkan peluang THREATHS (T) Tentukan 5-10 Faktor ancaman eksternal STRATEGI ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman
STRATEGI WT Ciptakan strategi yang meminimalkan
kelemahan-kelemahan dan menghindari ancaman
Sumber : Freddy Rangkuti, 2006 :31 a) Strategi SO
Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuaan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-bsarnya. Apabila di dalam kajian terlihat peluang-peluang yang tersedia ternyata juga memiliki posisi internal yang kuat, maka sektor tersebut dianggap memiliki keunggulan komparatif. Dua elemen sektor pariwisata eksternal dan internal yang baik ini tidak boleh dilepaskan begitu saja, tetapi akan menjadi isu utama pengembangan. Meskipun demikian dalam proses pengkajiannya tidak boleh dilupakan adanya berbagi kendala dan ancaman perubahan, kondisi lingkungan yang terdapat di sekitarnya untuk digunakan sebagai usaha untuk keunggulan komparatif tersebut.
b) Strategi ST
Startegi ST merupakan strategi dalam menggunakan yang dimiliki dalam mengatasi ancaman. Strateg ini mempertemukan interaksi antara ancaman atau tantangan dari luar yang diidentifikasi untuk memperlunak ancaman atau tantangan tersebut, dan sedapat mungkin merubahnya menjadi peluang bagi pengembangan selanjutnya. Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman.
c) Strategi WO
Strategi WO diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Kotak ini merupakn kajian yang menuntut adanya kepastian dari ebrbagai peluang dan kekurangan yang ada. Peluang yang besar disini akan dihadapi oleh kurangnya kemampuan sektor untuk menangkapnya. Pertumbuhan harus dilakukan secara hati-hati untuk memilih dan menerima peluang tersebut. Khususnya dikaitkan dengan keterbatasan potensi kawasan, strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaaatan peluang yanga ada dengan cara meminimalkan kelemahan yanga ada.
d) Strategi WT
Merupakan tempat menggali berbagai kelemahan yang kan dihadapi Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah dalam pengembangannya. Hal ini dapat dilihat dari pertemuan antara ancaman dan tantangan dari luar dengan kelemahan yang terdapat di dalam kawasan. Strategi yang harus ditempuh adalah mengambil keputusan untuk mengendalikan kerugian yang akan dialami dengan sedikit
membenahi sumber daya internal yang ada. Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Sebelum membuat matrik SWOT seperti diatas terlebih dahulu membuat matrik strategi internal dan eksternal. Cara-cara penentuan faktor strategi internal (IFAS) antara lain :
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan pada kolom 1. 2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan.
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing faktor dengan memberi skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1(poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4 (Rangkuti, 2006 : 24).
Cara-cara penentuan faktor strategi eksternal (EFAS) :
1. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman).
2. Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting).
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh tersebut terhadap kondisi perusahaan yang
bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating 4, tetapi jika peluangnya kecil diberi rating 1)
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan kolom 4 (Rangkuti, 2006 : 22).
45 BAB IV