TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kesejahteraan keluarga
3.7 Metode analisis data
Teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen pada umumnya adalah
analisis regresi. Dalam penelitian ini menggunakan metode analilis statistik regresi linier berganda. Persamaan yang digunakan adalah:
Y= a + + + + + e Keterangan :
Y = Pendapatan keluarga
a = Konstanta
, , = Koefisien regresi berganda
= Pekerja wanita
= Jumlah anggota keluarga
= Curahan waktu bekerja
= Tingkat pendidikan
e = Standart error
3.8 Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas
Uji validitas bertujuan untuk melihat gambaran tentang kevalidan insrument yang diteliti. Validias merupakan ukutran ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan hasil yang dilaporkan oleh peneliti. Uji validitas pada setiap variabel diperlukan untuk menegaskan bahwa indikator-indikator instrumen penelitian yang dipakai dalam pengambilan data adalah valid. Kriteria dalam menentukan validitas suatu kusioner adalah:
a. Jika > maka pertanyaan dinyatakan valid.
b. Jika < maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
31
31 2. Uji Reabilitas
Uji reabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebenarnya dilapangan (Sugiharto dan Simanjuntak: 2006). Suatu kusioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dan stabil dari waktu ke waktu. Instrumen dikatakan reliabel apabila nilai dari Cronbach’s Alpha lebih dari 0,60.
3.9 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependent dan independent atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah disribusi data normal atau mendekati normal. Sebagai dasar bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti normal. Jika asumsi ini dilanggar maka model regresi dianggap tidak valid dengan jumlah sampel yang ada.
2. Uji multikoloneritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah pada modelRegresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel independent. Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan terdapat problem (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Untuk mendeteksi adanya problem multiko, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIP) serta besaran korelasi antar variabel independent.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari suatu pengamatan
ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Jika varian berbeda maka disebut heterosdestisitas.
3.10 Uji Hipotesis Penelitian 1. Uji statistik t
Uji statistik t dilakukan untuk mengetahui masing-masing pengaruh variabel independent apakah berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen. Cara untuk mengetahuinya yaitu dengan menggunakan significance level sebesar 0,05. Jika nilai signifikan (p value) > 0,05 maka secara individu variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilai signifikan (p value)< 0,05 maka secara individu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
2. Uji statistik F
Pengujian ini dilakukan untuk menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimaksud dalam model mempunyai pngaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimaukkan ke dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05 ( Imam Ghozali, 2009:84). Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka diterima dan ditolak, ini berarti menyatakan bahwa variabel independen tidak mempunyai pengaruh secara individual terhadap variabel dependen. Jika nilai probabilitas > 0,05 maka diterima dan ditolak, ini menyatakn bahwa variabel independen mempunyai pengaruh secara individual terhadap variabel dependen.
33
33 3. Uji statistik determinasi
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memperediksi variasi variabel dependen.
( Imam Ghozali,2009:83)
Penelitian ini dilakukan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Kota Medan merupakan Kota terbesar ketiga di Indonesia. Menurut Bappenas, Medan merupakan salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia. Medan adalah Kota yang multietnis yang penduduknya terdiri dari bermacam-macam orang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda. Selain dihuni oleh Melayu dan Karo sebagai penghuni utama, Medan juga didominasi oleh berbagai etnis lain seperti Jawa, Batak, Tionghoa, Mandailing, dan India.
Secara Geografis Kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.
Gambar 4.1 Peta Kota Medan
Sumber: Wikipedia.com(2019)
35
35 Tabel 4.1
Batas Wilayah Kota Medan
Utara Selat Malaka
Timur Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kabupaten Deli Serdang
Barat Kabupaten Deli Serdang
Sumber: Data Peneliti (2019)
Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan sumber daya alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan.
Karena secara geografis Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Di samping itu sebagai daerah pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam dua kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu daerah Belawan dan pusat Kota Medan saat ini. Wilayah Kota Medan terdiri 21 Kecamatan yaitu:Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Area, Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Denai, Kecamatan Medan Helvetia,
Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Kota, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Marelan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan Medan Polonia, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Tembung, Kecamatan Medan Tuntungan, Kecamatan Medan Timur.