D. Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis
1. Metode Analisis Kinerja Anggota Kelompok Tani Nanas
Pengukuran kinerja anggota kelompok tani nanas di Desa Astomulyo dilakukan dengan menggunakan indikator dimensi kerja yang dikemukakan oleh Wirawan (2009). Dimensi kerja tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga jenis yaitu: hasil kerja, perilaku kerja, dan sifat pribadi yang berhubung-an dengberhubung-an pekerjaberhubung-an. Ketiga dimensi tersebut akberhubung-an dikembberhubung-angkberhubung-an dalam indikator kerja yang digunakan sebagai ukuran penilaian dalam mengukur kinerja anggota. Pengukuran dari masing-masing dimensi dan indikator kerja tersebut, sebagai berikut:
a. Hasil Kerja
Hasil kerja anggota kelompok diukur melalui kuantitas atau produk yang dihasilkan, kualitas produk dan efisiensi dalam penyelesaian tugas.
Untuk dapat memperoleh hasil kerja yang baik maka anggota harus dapat
55
memiliki tujuan atau objektif yang harus dicapainya. Dimensi hasil kerja dikembangkan ke dalam tiga indikator hasil kerja yaitu:
1) Kualitas hasil kerja: kualitas hasil kerja adalah suatu standar fisik yang diukur karena hasil kerja yang dilakukan atau dilaksanakan anggota atas tugas-tugasnya.
2) Kuantitas hasil kerja: diukur dari jumlah kerja yang dilaksanakan oleh seseorang anggota dalam suatu periode tertentu. Hal ini dapat dilihat dari hasil kinerja anggota dalam kerja penggunaan waktu tertentu dan kecepatannya dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.
3) Efisiensi dalam melaksanakan tugas: diukur dari kemampuan anggota dalam menjalankan aktivitas untuk memperoleh hasil tertentu dengan menggunakan masukan (input yang serendah-rendahnya) untuk meng-hasilkan suatu keluaran (output).
Pengukuran variabel hasil kerja ini menggunakan skala likert dengan skor 1-5 yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk.
b. Perilaku Kerja
Perilaku kerja anggota diukur melalui perilaku yang ditunjukkan oleh anggota yang berhubungan dengan pekerjaan dan tanggung jawab-nya dalam bekerja, dimensi perilaku kerja dikembangkan ke dalam tiga indikator :
1) Disiplin kerja: diukur dari sikap atau tingkah laku yang menunjukkan kesetiaan dan ketaatan seseorang ataupun sekelompok orang terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh instansi atau organisasinya baik
yang tertulis maupun tidak tertulis sehingga diharapkan pekerjaan yang dilakukan efektif dan efesien.
2) Inisiatif:inisiatif anggota diukur dari kemampuan seseorang anggota untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pe-kerjaan.
3) Kerja sama: kerja samadiukur dengan mempertimbangkan kemampu-an untuk bekerja sama dengkemampu-an orkemampu-ang ykemampu-ang lain. Variabel kerja sama ini dapat diukur melalui kemampuan anggota dalam menyelesaikan tugas-nya bersama orang lain,kemampuan anggota dalam berinteraksi dan ke-mampuan anggota dalam menerima masukan dan unsur-unsur baru.
Pengukuran variabel perilaku kerja ini menggunakan skala likert dengan skor 1-5 yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk.
c. Sifat Pribadi
Sifat pribadi anggota diukur dari ciri kejiwaan dalam diri anggota yang dapat menentukan dan mencerminkan bagaimana anggota dapat merespon lingkungannya. Dimensi sifat pribadi anggota ini dikembangkan ke dalam tiga indikator yaitu:
1) Kepemimpinan: diukur dari kemampuan dalam mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, serta memiliki kemampuan ataupun keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk men-capai tujuan organisasi atau kelompok.
57
2) Keterampilan: diukur dari kelebihan atau kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mampu menggunakan pikiran, ide dan kreatifitasnya dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu, ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.
3) Kemampuan beradaptasi : diukur dari bagaimana cara anggota untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kelompok. Adaptasi ini diperlu-kan oleh anggota, karena setiap lingkungan memiliki karakteristik yang berbeda.
4) Pengetahuan: diukur melalui kemampuan anggota dalam mencari informasi yang dapat mengubah sesuatu atau seseorang.
Pengukuran variabel perilaku kerja menggunakan skala likert dengan skor 1-5 yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk. Pengukuran dan parameter dari hasil kerja anggota kelompok tani dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Pengukuran dan parameter hasil kerja anggota kelompok tani nanas
No Variabel Indikator Sub-indikator Skor/ Ukuran 1 Kinerja
anggota kelompok tani nanas
1. Hasil Kerja 1. Kualitas hasil kerja skor 1- 5 dengan ukuran: pengukuran dan parameter perilaku kerja anggota kelompok tani nanas dapat dilihat pada Tabel 10.
59
Tabel 10. Pengukuran dan parameter perilaku kerja anggota kelompok tani nanas
No Variabel Indikator Sub-indikator Skor/ Ukuran 1 Kinerja skor 1- 5 dengan ukuran:
Pengukuran dan parameter sifat pribadi anggota kelompok tani nanas dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Pengukuran dan parameter sifat pribadi anggota kelompok tani nanas
No Variabel Indikator Sub-indikator Skor/ Ukuran
1 Kinerja anggota kelompok tani nanas
3. Sifat Pribadi 1. Sifat
kepemimpinan skor 1- 5 dengan ukuran :
61
2. Metode Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Nanas a. Pendapatan Usahatani Nanas
Pendapatan usahatani nanas diperoleh dengan menghitung selisih antara penerimaan yang diterima dari hasil usahatani nanas dengan total biaya produksi nanas yang dikeluarkan. Penerimaan dipengaruhi oleh jumlah produksi nanas yang dihasilkan dan tingkat harga yang berlaku pada saat nanas tersebut dijual. Untuk menghitung pendapatan dari usahatani nanas digunakan rumus Rahim dan Hastuti (2008) yaitu:
Pd = TR –TC TR = Y. Py TC = FC + VC Keterangan:
Pd = Pendapatan usahatani
TR = Total penerimaan (total revenue) TC = Total biaya (total cost)
Y = Produksi yang diperoleh Py = Harga Y
FC = Biaya tetap (fixed cost)
VC = Biaya tidak tetap (variabel cost).
b. Pendapatan Rumah Tangga Petani Nanas
Pendapatan rumah tangga petani nanas diperoleh dari penjumlahan pendapatan usahatani nanas dengan pendapatan usahatani selain nanas dan pendapatan non-usahatani. Untuk mengetahui pendapatan rumah tangga petani nanas digunakan rumus Rahim dan Hastuti (2008) yaitu:
Y
tot= Y
usahatani nanas+ Y
usahatani selain nanas+ Y
non usahataniKeterangan:
Ytot = Total pendapatan rumah tangga Yusahatani nanas = Pendapatan dari usahatani nanas
Yusahatani selain nanas = Pendapatan dari usahatani selain nanas
Ynonusahatani = Pendapatan dari luar usahatani.
3. Metode Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Anggota