BAB III METODE PENELITIAN
G. Metode Analisis
Setelah data-data terkumpul dalam penelitian, selanjutnya data disusun secara sistematis dan di analisa secara kualitatif dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut :
a. Reduksi data (Data Reduction)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang dianggap penting, memfokuskan pada hal-hal yang pokok serta mencari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas,dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
b. Penyajian data (Data Display)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah di fahami.
c. Verifikasi atau mengumpulkan data
Langkah selanjutnya dan metode analisi data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti kuat yang mendukung dalam tahap pengumpulan data berikutnya. Akan tetapi apabila kesimpulan yang di kemukakan pada tahap awal, telah didukung oleh bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang di kemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Kabupaten Bone adalah salah satu daerah otonom di Provinsi Sulawesi Selatan. Ibu kota Kabupaten Bone Terletak di kota Watampone. Berdasarkan data Kabupaten Bone dalam angka tahun 2015 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone, jumlah penduduk Kabupaten Bone tahun 738.515 jiwa, terdiri atas 352.081 laki – laki dan 386.434 perempuan. Dengan luas wilayah Kabupaten Bone sekitar 4.559 km² persegi, rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bone adalah 162 jiwa per km².
1. Batas Wilayah Kabupaten Bone
a. Sebelah Utara : Kabupaten Wajo, Soppeng b. Sebelah Timur : Teluk Bone
c. Sebelah Selatan : Kabupaten Sinjai, Gowa
d. Sebelah Barat : Kabupaten Maros , Pangkep , Barru
Kabupaten Bone Terdiri dari 27 Kecamatan, 44 kelurahan dan 328 desa.
Pada tahun 2017, Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.559,00 km² dan jumlah penduduk sebesar 866.245 jiwa dengan sebaran penduduk 190 jiwa/km², daftar Kecamatan diantaranya adalah :
1. Kecamatan Ajangale 2. Kecamatan Amalia 3. Kecamatan Awangpone 4. Kecamatan Barebbo 5. Kecamatan Bengo
6. Kecamatan Bontocani 7. Kecamatan Cenrana 8. Kecamatan Cina
9. Kecamatan Bua Boccoe 10. Kecamatan Kahu
11. Kecamatan Kajuara 12. Kecamatan Lamuru 13. Kecamatan Lappariaja 14. Kecamatan Libureng 15. Kecamatan Mare 16. Kecamatan Palakka 17. Kecamatan Patimpeng 18. Kecamatan Ponre 19. Kecamatan Salomekko 20. Kecamatan Sibulue
21. Kecamatan Tanete Riattang 22. Kecamatan Tanete Riattang Barat 23. Kecamatan Tanete Riattang Timur 24. Kecamatan Tellu Limpoe
25. Kecamatan Tellu Siattinge 26. Kecamatan Tonra
27. Kecamatan Ulaweng
Desa Sanrego merupakan salah satu desa dari sembilan belas desa yang ada di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Desa Sanrego adalah desa terluas di Kabupaten Bone yang terdiri terdiri atas (7) dusun yakni Dusun
Mahung, dusun Batu Tire, dusun Teko, dusun Berru 1, dusun Berru 2,dusun Poppai dan Dusun Ujung Ale. Sanrego adalah salah satu Desa penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Berikut gambaran tentang sejarah perkembangan desa pada tabel berikut ini :
. Tahun Peristiwa
1961- 1974
Sanrego awalnya membawahi wilayah kampung Mahung, Teko, Berru dan Poppai. Komoditas utama penduduk Sanrego
Adalah padi.Karena saat itu belum ada akses transportasi sehingga kendaraan umum penduduk adalah kuda.Pada zaman ini Sanrego dikepalai/dipimpin oleh A. RAMLI PETTA INTANG.
1974
Setelah A. RAMLI PETTA INTANG mengakhiri pemerintahannya, maka oleh pemerintah wilayah Kecamatan menunjuk A. PAGE PETTA RENRING selaku pelaksana tugas Kepala Desa.Namun tidak berselang waktu lama, pelaksana tugas diserahkan ke PETTA BASO, kemudian A. IDRIS
1975-1983 Jabatan Kepala Desa di pangku oleh A. PAWELLANGI
1984-1992
Masa jabatan A.PAWELLANGI berakhir, maka oleh LMD menjaring bakal calon Kepala Desa, dan menetapkan dua calon yakni A.PAWELLANGI dan SYAMSUDDIN.Hasil pemilihan menunjukkan keunggulan SYAMSUDDIN, maka ditetapkanlah SYAMSUDDIN sebagai Kepala Desa.
1988-1993
SYAMSUDDIN hanya mampu menjalankan separuh masa jabatannya, olehnya itu selaku sekertaris desa A.KAMARUDDINditunjuk selaku pelaksana tugas sampai akhir masa jabatan.
1994-2002 A.KAMARUDDIN terpilih setelah mengalahkan kedua rivalnya yakni A. MASSIARA dan A. HARDAS
2003-2008 H.A.KAMARUDDIN kembali terpilih mengungguli kedua lawannya yakni Drs.A.SURYA dan MUHTAR ABU
2009-2015 Drs.A.SURYA memperoleh suara terbanyak melampaui perolehan suara ANDI MALLA, ASHAR. M, dan SAINUDDIN 2015-2021
Berbeda dengan pemilihan Kepala Desa sebelumnya, pada periode ini calon hanya diisi dua orang yakni ANDI MALLA dengan Drs. A.SURYA, \hasil akhir menunjukkan keunggulan ANDI MALLA.
Sumber Data : Desa Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.
2. Gambaran Topografi
Desa Sanrego merupakan salah satu desa dari 19 (sembilan belas) desa dan 1 (satu) kelurahan yang ada di Kecamatan Kahu yang terletak ±11 (sebelas) km dari ibukota Kecamatan dan ±120 (seratus dua puluh ) km dari ibukota Kabupaten Bone.
Wilayah Desa Sanrego dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat.Luas wilayah Desa 1.091 Ha sekitar 19,1 km². Adapun batas-batas wilayah Desa Sanrego sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tompong Patu
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bonto Padang/Kec. Bontocani c. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Palakka
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tompong Patu
Desa Sanrego memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hal ini menjadi faktor utama yang menjadikan Desa Sanrego sebagai daerah yang sangat potensial pada bidang pertanian.
Secara administratif wilayah Desa Sanrego terdiri atas 7 (tujuh) dusun dan 14 RT, Yaitu Dusun Ujung Ale terdiri dari 2 (dua) RT, Dusun Mahung terdiri dari 2 (dua) RT, Dusun Batu Tire terdiri dari 2(dua) RT, Dusun Teko terdiri dari 2 (dua) RT, Dusun Berru 1 terdiri dari 2 (dua) RT, Dusun Berru 2 terdiri dari 2 (dua) RT, dan Dusun Poppai juga terdiri dari 2 (dua) RT.
Secara umum penggunaan wilayah Desa Sanrego sebagian besar untuk lahan pertanian berupa persawahan dan perkebunan, lokasi perumahan masyarakat, sarana dan prasarana pemerintahan, pendidikan, keagamaan dan perkuburan.
3. Gambaran Demografi
Gambaran demografi Desa Sanrego berdasarkan data penduduk Desa Sanrego yang diperoleh dari data Desa sehingga dapat diketahui jumlah dan persebaran penduduk di Desa Sanrego adapun Penduduk Desa Sanrego Tahun 2017 (sumber data) ± 4181 jiwa. Terdiri dari laki-laki 2002 jiwa sedangkan perempuan 2179 Jiwa. Seluruh penduduk Desa Sanrego dapat dilihat dari data yang terhimpun dalam keluarga (rumah tangga) dengan jumlah sebanyak 1148 kepala keluarga. Rata-rata anggota keluarga sebesar 4 jiwa. Maka dari itu untuk lebih jelasnya maka dapat dilihat penduduk Desa Sanrego dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1
Jumlah Penduduk berdasarkan Dusun dan Jenis Kelamin
Dusun
Jenis kelamin
Jumlah Laki-Laki Perempuan
Ujung Ale 175 176 351
Mahung 299 329 628
Batu Tire 246 276 522
Teko 423 483 906
Berru 2 352 362 714
Berru 1 312 319 631
Poppai 195 234 429
Jumlah 2002 2179 4181
Sumber data : SDD (Sumber Data Desa) 2016.
4. Kondisi Sosial
Untuk mengetahui gambaran kondisi sosial masyarakat Desa Sanrego, dapat dilihat melalui aspek pendidikan, aspek kesehatan, aspek keamanan dan ketertiban, aspek keagamaan, aspek kesenian dan olah raga serta kehidupan gotong royong masyarakat yang merupakan ciri khas masyarakat desa yang tetap tumbuh dan berkembang.
Kondisi Desa Sanrego dari aspek pendidikan dapat digambarkan berdasarkan sarana dan prasarana pendidikan yang ada. Untuk menggambarkan kondisi tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.2
Sarana Pendidikan di Desa Sanrego
Dusun
Berru 1 - 1 1 - - -
Poppai - 1 1 1 1 -
Total - 5 5 2 1 -
Sumber Data : RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Desa Sanrego 2016-2021
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sarana pendidikan yang ada di Desa Sanrego berjumlah 13 buah. Hal ini menunjukkan bahwa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi dan seterusnya penduduk Desa Sanrego harus mencari sekolah di luar desa.
5. Ekonomi
Beberapa permasalahan yang dihadapi pada bidang ekonomi antaralain : a. Tingkat produktivitas pertanian (padi) masih tergolong rendah.
b. Sarana irigasi untuk pertanian yang belum memadai.
c. Petani kekurangan air pada musim kemarau.
d. Pengetahuan dan keterampilan petani masih sangat terbatas dalam pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan serta pengelolaan peternakannya.
e. Kelompok tani belum mampu memberikan kontribusi maksimal dalam proses pengelolaan pertanian, perkebunan dan peternakan..
f. Nilai tawar petani dalam proses pasca panen hasil pertanian, perkebunan dan peternakannya masih rendah karena belum didukung oleh pemasaran yang baik.
g. Tingkat kemiskinan masih tergolong tinggi dengan masih banyaknya KK yang tergolong miskin.
h. Masih banyak rumah masyarakat yang belum memenuhi syarat rumah yang layak jika dilihat dari segi pendekatan kesehatan.
i. Pemanfaatan lahan pertanian untuk tanaman komoditas pertanian (selain padi) masih sangat rendah.
j. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan potensi yang ada masih terbatas.
k. Pemanfaatan lahan untuk pengelolaan pertanian, perkebunan dan peternakan belum maksimal.
l. Pengembangan usaha SPP belum berkembang dengan maksimal
m. Masih perlu adanya Pembangunan/perbaikan Jalan dan jembatan serta infra struktur lainnya.
n. Mayoritas tanah belum bersertifikat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, perlu mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Desa Sanrego. Beberapa potensi ekonomi yang dimiliki antara lain Bidang Pertanian Luas Areal pertanian tanaman padi sekitar 600Ha, Luas Areal perkebunan sekitar 40 Ha, Sarana Produksi pertanian cukup memadai, diantaranya memiliki Mesin Pengolah tanah, Mesin Penanam benih padi, mesin pemotong padi, mesin pembersih benih, mesin pemipil jagung, pompa air, dan lain-lain.
6. Sosial
Adapun permasalahan-permasalahan bidang sosial yang dihadapi, antara lain :
a. Gedung sarana pendidikan yang ada belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman.
b. Sarana kelengkapan sebagai pendukung kelancaran proses pembelajaran, seperti meja, kursi, buku pelajaran dan kelengkapan lainnya belum memadai.
c. Sarana pelayanan kesehatan seperti posyandu masih sangat kurang.
d. Sumber daya manusia tenaga pelayan kesehatan yang ada masih terbatas.
e. Pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan standar sanitasi yang baik belum maksimal.
f. Poskamling sebagai sarana aktivitas keamanan dan ketertiban desa belum tersedia secara maksimal demikian juga pemanfaatannya.
g. Aktivitas pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban lingkungan belum terlaksana dengan baik.
h. Pembangunan sarana peribadatan .
i. Tingkat kesejahteraan imam desadan imam masjid masih rendah.
j. Pembinaan kegiatan olah raga dan termasuk kesenian belum maksimal.
k. Pemahaman masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan masih sangat rendah
7. Visi Dan Misi Desa Sanrego a. Visi
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, artinya bahwa adapun Visi Desa Sanrego untuk periode 2017-2022 adalah “Menuju Kehidupan Desa yang Agamis, Makmur, Sejahtera dan Mandiri”.
b. Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Untuk dapat merealisasikan Visi Desa Sanrego dirumuskan 4 Misi sebagai berikut ;
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang efektif.
2. Mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
3. Mewujudkan masyarakat desa yang agamis.
4. Mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa secara santun dan elegan.
5. Mewujudkan masyarakat desa yang makmur dan sejahtera melalui peningkatan pendidikan dan derajat kesehatan serta peningkatan kegiatan ekonomi rakyat dan peningkatan pendapatan masyarakat.
6. Mewujudkan desa Sanrego yang mandiri melalui peningkatan kemampuan pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha untuk melaksanakan pembangunan bagi peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
8. Tujuan Dan Sasaran Desa Sanrego
Menurut Permendagri Nomor 54 Tahun 2010, tujuan adalah pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis yang dihadapi.
Kalimat tujuan tersebut dirumuskan dengan menjabarkan lebih operasional dari misi. Satu kalimat misi dapat dirumuskan dalam beberapa tujuan, penyusunannya memperhatikan isu-isu strategis daerah. Tujuan dapat pula diartikan sebagai penjabaran atau implementasi dari pernyataan
misi yang menunjukkan apa yang akan dihasilkan dalam kurun waktu periode perencanaan, dalam hal ini untuk jangka waktu enam tahun (2016-2021).
Sementara itu sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, bisa dicapai, rasional untuk jangka waktu enam tahun. Perumusan sasaran perlu memperhatikan indikator kinerja pembangunan desa. Tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah Desa Sanrego sebagai berikut:
Tabel 4.3
Keterkaitan Visi, Misi Tujuan Dan Sasaran Desa Sanrego
Misi Tujuan Sasaran
masyarakat.
g. Meningkatnya usaha ekonomi produktif
yang berbasis
2. Meningkatkan kualitas Lembaga
1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur
b. Semakin
9. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Struktur organisasi pemerintahan Desa Sanrego adalah sebagai berikut : STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA SANREGO
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Desa Sanrego
Badan
TABEL 4.4 KARAKTERISTIK APARAT DESA SANREGO
Pemerintahan 24 STRATA
SATU bisa bekerja sendiri tetapi harus bekerjasama dengan kelembagaan yang ada di Desa. Kelembagaan desa adalah keseluruhan lembaga yang ada di desa yang bertugas dan berfungsi untuk membantu dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa. Kelembagaan yang ada di Desa Sanrego, yaitu :
a. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Adapun nama-nama anggota BPD Sanrego yaitu : 1) Ketua : Basri
2) Wakil Ketua : Koko Harmoko 3) Sekretaris : A. Masyita
4) Anggota : - Abdul Rasyid, S.Hi - M. Arif
- Abd. Halim
- Syamsuddin Masse b. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
1) Ketua Badan Penyantun : Kepala Desa Sanrego
2) Ketua : Hj. Megawati A.Page, S.Pd.M.Mpd 3) Sekretaris : Hj. Iriana, S.Km
4) Bendahara : Sitti Rasyidah Takko c. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD)
Ketua : H. A. Kamaruddin
d. Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) e. Karang Taruna
Karang taruna adalah badan yang bersifat mandiri yang menggunakan dana desa dalam menjalankan organisasinya, untuk mengetahui susunan karang taruna Desa Sanrego adalah sebagai berikut. Adapun susunan karang taruna Desa Sanrego adalah sebagai berikut:
1) Ketua : Adi Syamsu Daya 2) Sekretaris : Rosmini
3) Anggota :
a. RT/RW
b. Kader Dasawisma c. Kader Posyandu
d. Kelompok Tani, Kelompok Arisan, Kelompok SP e. Tokoh Agama
f. Tokoh Masyarakat g. Tokoh Perempuan h. Anggota Linmas
i. Kader Pembangunan Desa
j. Panitia Hari-hari besar Agama Islam k. Tokoh Pendidik dan
l. Remaja Masjid B. Hasil Penelitian
1. Analisis Proses Rekrutmen di Kantor Desa Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone
Pada bagian ini, peneliti ingin memaparkan tentang hasil penelitian yang didapatkan dari observasi di lapangan mengenai proses rekrutmen yang dilaksanakan di Kantor Desa Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Rekrutmen sebuah proses menarik orang-orang pada waktu yang tepat dan dengan persyaratan yang layak untuk mengisi lowongan dalam sebuah organisasi. Pelaksana rekrutmen dalam sebuah organisasi dapat memilih pelamar yang memiliki persyaratan yang paling berhubungan dengan deskripsi pekerjaan. Proses rekrutmen ini merupakan bagian awal dari serangkaian tahapan dalam memperoleh sumber daya manusia yang dapat menambah produktivitas dalam mencapai tujuan organisasi.
Oleh sebab itu, kesuksesan dalam melakukan proses rekrutmen calon pegawai akan menentukan langkah organisasi kedepannya.
“jadi untuk proses rekrutmen itu sendiri mengikut di aturan bupati Nomor 14 Tahun 2016 Tentang pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa” (wawancara peneliti dengan Dewan Pengawas Rekrutmen dan Seleksi)
Berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara dengan pelaksana rekrutmen yakni Dewan Pengawas Rekrutmen dan Seleksi dan Kepala Desa Sanrego dalam melaksanakan proses rekrutmen sumber daya manusia (perangkat desa) sudah memenuhi standar operasional sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2016 Tentang pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Adanya pedoman dalam melakukan perekrutan pegawai akan memberikan petunjuk secara sistematis dan terpadu yang dapat memperoleh sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan kualifikasi sesuai posisi jabatannya, dengan harapan dapat berdampak positif dan memberikan nilai terhadap produktivitas sebuah organisasi.
“Kalau untuk analisis kebutuhan itu tidak dianalisa akan tetapi memang sesuai dengan kebutuhan kebetulan memang di kantor desa sanrego ada jabatan yang kosong”. (Wawancara peneliti dengan sekretasis Desa Sanrego)
Dalam melaksanakan rekrutmen pegawai, tidak dilakukan analisis kebutuhan sumber daya manusia terlebih dahulu melainkan melihat kebutuhan berdasarkan aturan yang sudah ada dengan ditemukan adanya kekosongan 2 posisi jabatan, yaitu KASI Pemerintahan dan KASUN. Yang mana bila kekosongan terus berlanjut, dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan operasional desa, sehingga dilakukan tahapan rekrutmen calon pegawai sesuai kekosongan jabatan yang tersedia dalam
rangka melengkapi susunan struktur organisasi pemerintahan di Desa Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Setelah melakukan analisis kebutuhan terhadap kekosongan di posisi jabatan tertentu, pihak pemerintah desa berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk melakukan persiapan mengenai rekrutmen pegawai.
Langkah-langkah dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam organisasi menurut Handoko, (2008) melalui 4 hal yang harus dilakukan yaitu analisis jabatan, uraian jabatan, spesifikasi jabatan dan penilaian jabatan.
a. Job Analysis (Analisis Jabatan)
Analisis jabatan merupakan prosedur untuk menentukan tanggungjawab dan persyaratan, keterampilan dari sebuah jabatan dan jenis orang yang akan dipekerjakan.
b. Job Description (Uraian Jabatan)
Deskripsi jabatan ialah mengikhtisarkan fakta-fakta yang diberikan oleh analisis jabatan dalam susunan yang sistematis. Uraian jabatan merupakan garis-garis besar yang ditulis dan dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang fakta-fakta penting dari jabatan yang diberikan.
c. Job Specification (Spesifikasi Jabatan)
Merupakan persyaratan mengenai kriteria minimum yang harus dimiliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.
d. Job Evaluation (Penilaian Jabatan)
Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membandingkan nilai dari suatu jabatan dengan nilai dari jabatan dengan jabatan lainnya.
Pemerintah desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone sebelum melakukan rekrutmen calon pegawai, terlebih dahulu melakukan rapat dengan pihak yang telah disepakati oleh masyarakat yang terdiri dari berbagai unsur baik pemerintah dan masyarakat yang diwakili oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat untuk membentuk panitia pemilihan perangkat desa. Setelah dilakukan rapat bersama dengan berbagai pihak, terbentuklah panitia pemilihan perangkat desa yang siap bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan proses rekrutmen.
“Proses rekrutmennya kita publikasikan dulu bahwasanya di desa melakukan penjaringan perangkat desa”. (Wawancara peneliti dengan sekretaris Desa Sanrego)
Panitia pelaksana pemilihan kemudian mulai bekerja dengan membuat pengumuman rekrutmen untuk diinformasikan kepada masyarakat, baik melalui penyebaran brosur di tempat umum maupun dengan pengumuman secara lisan kepada masyarakat Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Tahap selajutnya, panitia akan membuat laporan terkait daftar para pelamar calon perangkat desa yang sudah memenuhi syarat dan kualifikasi administrasi yang sudah ditentukan oleh kepala desa untuk dapat dinyatakan lolos tahap pertama dengan dikeluarkannya surat keputusan kepala desa untuk maju ke tahap
selanjutnya, yaitu tes secara tertulis terkait pengetahuan umum dan keagamaan kemudian wawancara.
Sumber rekrutmen yang dilakukan oleh pemerintah Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone untuk memperoleh dan mengisi kebutuhan sumber daya manusia menggunakan dua sumber, baik secara internal dengan melakukan promosi jabatan seperti pengangkatan pegawai di bidang kaur umum menjadi sekretaris desa dengan salah satu aspek pertimbangan yaitu sudah memiliki pemahaman, kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, maupun dari sumber eksternal dengan memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat umum dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Adapun dalam mengisi kekosongan jabatan yang tersedia secara eksternal pihak Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone melakukan rekrutmen dengan melakukan pengumuman secara terbuka melalui pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa kepada masyarakat umum.
“Persyaratannya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan seperti KTP,Ijazah, dan persyaratan lainnya.” (Wawancara peneliti dengan Dewan Pengawas proses rekrutmen Desa Sanrego))
Dalam melakukan proses rekrutmen calon pegawai di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone melalui panitia penjaringan dan penyaringan akan melakukan pengumuman pada masyarakat sesuai dengan kebutuhan posisi jabatan yang diinginkan melalui prosedur rekrutmen yang sudah ditetapkan baik secara umum, khusus, maupun administrative. Adapun prosedur persyaratan secara umum yang harus dipenuhi oleh para calon pelamar sebagai berikut:
a. Minimal berpendidikan formal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
b. Berusia minimal 20 tahun dan maksimal 42 tahun.
c. Melengkapi persyaratan administratif.
Persyaratan secara khusus berupa:
a. Tidak sedang merangkap jabatan sebagai pengurus di organisasi lain.
b. Surat keterangan berbadan sehat.
c. Surat keterangan bertempat tinggal di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone minimal setahun sebelum pendaftaran dari RT/RW setempat.
Persyaratan secara administrasi berupa:
a. Surat permohonan menjadi perangkat desa bermaterai.
b. Surat pernyataan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Surat pernyataan berpegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 bermaterai.
d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan fotocopynya yang dilegalisir oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
e. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dari kepolisian.
f. Ijazah pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan terakhir berlegalisir dari instansi yang mengeluarkan.
g. Akta Kelahiran dan fotocopynya yang dilegalisir oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
h. Surat Keterangan Sehat.
i. Surat keterangan tidak pernah dan atau sedang dipidana dari Pengadilan Negeri.
j. Surat keterangan tidak dicabut hak pilihnya dari Pengadilan Negeri.
“Kendalanya itu peminat kurang antusias untuk mendaftar jadi kita melakukan perpanjangan waktu pendaftaran” (wawancara peneliti dengan Dewan Pengawas)
Adapun dalam melakukan proses rekrutmen calon perangkat desa menurut Dewan Pengawas Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone terdapat kendala yakni kurangnya rasa antusiasme masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan jumlah calon pelamar yang ikut serta mendaftar sebagai calon perangkat desa sedikit. Hal ini diketahui melalui adanya perpanjangan waktu pendaftaran bagi masyarakat.Hal demikian tentunya akan berpotensi mempengaruhi kualitas calon perangkat desa yang akan diperoleh dalam proses rekrutmen dikarenakan terbatasnya pilihan organisasi dalam memilih calon perangkat desa yang baik dan memiliki kualitas kemampuan sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
Tabel 4.5 Data Pelamar Perangkat Desa Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone
Sumber Data : Desa Sanrego (data diolah)
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah pelamar secara keseluruhan dalam proses rekrutmen di kantor Desa Sanrego
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah pelamar secara keseluruhan dalam proses rekrutmen di kantor Desa Sanrego