• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.5 Metode Analisis Data

Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi produksi dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, ialah suatu fungsi yang melibatkan dua atau lebih variabel, dimana satu variabel bersifat dependen yang dijelaskan (Y) sedangkan yang satu bersifat independen yang menjelaskan (X) (Soekartawi, 1993). Model fungsiCobb-Douglassebagai berikut:

Y = a X1b1. X2b2. X3b3. X4b4. X5b5

Persamaan tersebut diubah menjadi bentuk linier berganda dengan cara melogaritmakan persamaan, sehingga didapatkan persamaan sebagai berikut :

LnY = Ln a + b1Ln X1+ b2Ln X2+ b3Ln X3+ b4Ln X4+ b5Ln X5+ b6Ln X6

Keterangan :

Y = Produksi buah naga (Kg) X1 = Luas lahan (Ha)

X2 = Jumlah tanaman (lonjor)

X3 = Pupuk Organik (Kg)

X4 = Pupuk NPK (Kg)

X5 = Umur tanaman (Tahun)

X6 = Tenaga kerja (HKP)

Selanjutnya dari model yang telah diduga, akan dilakukan pengujian model. Menurut Suharyadi dan Purwanto (2004), pengujian terhadap model dengan metode OLS adalah sebagai berikut :

1. Normalitas residual model regresi telah menyebar mengikuti distribusi normal jika P value uji normal residual pada grafik telah melebihi 15 persen. 2. Homoskedastisitas, jika suatu model memiliki varian error yang sama, hal ini

dapat dilihat dari plot antara sisaan dengan nilai dugaan telah menunjukkan bahwa titik-titik telah menyebar secara acak dan tidak membentuk pola. 3. Multikoliniearitas, adalah suatu situasi dimana nilai-nilai pengamatan

mempunyai hubungan yang kuat sehingga variabel X tertentu tidak begitu mempengaruhi variabel Y, tetapi justru variabel X tertentu dipengaruhi oleh variabel X.

4. Autokorelasi, merupakan kondisi linier antara anggota serangkaian observasi yang dirutkan menurut waktu dan ruang. Masalah autokorelasi ini umumnya terjadi pada datatime series.

Uji statistik yang digunakan untuk menguji model penduga ialah dengan 1. Uji F (Suharyadi dan Purwanto, 2004), dengan hipotesis bahwa :

H0; b1= b2… b4= 0 ( variabel X1hingga X4tidak mempengaruhi Y)

H0;salah satu dari b ada≠ 0 (variabel X1hingga X4 mempengaruhi Y atau paling

sedikit ada X yang mempengaruhi Y) F hitung =

Keterangan :

R2 = koefisien determinasi

K = jumlah variabel bebas N = jumlah sampel

Cara untuk memperkuat pengujian, dihitung besarnya koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui seberapa besar produksi dapat diterangkan oleh variabel penjelas. Koefisien determinasi dapat dituliskan sebagai berikut:

R2= Jumlah kuadrat regresi / Jumlah Kuadrat total

Hasil output SPSS untuk melihat besarnya koefisien determinasi (R2)

dengan melihat hasil adjusted R square yang menjelaskan persentase variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat dalam penelitian.

2. Uji statistik yang digunakan untuk menguji masing-masing parameter ialah dengan menggunakan uji t, dengan hipotesis sebagai berikut :

H0; b1= 0, maka tidak ada pengaruh X terhadap Y)

H1; b1≠ 0, maka ada pengaruh X terhadap Y)

t hitung =

Keterangan :

bi = koefisien regresi ke-i

Sbi = standar deviasi koefisen regresi ke-i

Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis kedua yaitu mengenai pendapatan petani buah naga di Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi menggunakan analisis pendapatan usahatani sebagai berikut :

Pd = TR–TC TR = Y . Py TC = TFC + TVC Dimana :

Pd = pendapatan petani buah naga (Rp) TR = total penerimaan (Rp)

TC = total biaya (Rp) TFC = total biaya tetap (Rp) TVC = total biaya variabel (Rp) Y = produksi buah naga (Ton) Py = harga buah naga (Rp/kg) Kriteria pengambilan keputusan :

a. Apabila nilai Pd > 0 maka usahatani tersebut memberikan kontribusi pendapatan bagi petani atau menguntungkan.

c. Apabila nilai Pd < 0 maka petani mengalami kerugian.

Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis ketiga mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga di Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo adalah menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga di Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo. Bentuk persamaan regresi linier berganda dapat dituliskan sebagai berikut ( Nugroho, 2011):

Y = a + b1Q1+ b2Q2 +b3Q3 +b4Q4

Keterangan:

Y = Pendapatan usahatani buah naga (Rp)

a = Konstanta

b1-b4 = Koefisien regresi

Q1 = Jumlah produksi buah naga (kg)

Q2 = Total biaya produksi (Rp)

Q3 = Harga Buah Naga (Rp)

Q4 = Pengalaman (tahun)

Setelah diketahui bentuk persamaan modelnya, maka dilakukan uji asumsi klasik pada model regresi diantarnya:

1. Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji ada tidaknya variabel pengganggu. Uji normalitas dapat diketahui melalui hasil chart normal P-P plot regression standardized residual. Kriteria normalitas dapat terpenuhi apabila titik- titik berada disepanjang garis diagonal artinya persamaan regresi tidak mengalami gangguan ketidaknormalan.

2. Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas yaitu suatu penyimpangan yang terjadi apabila variasi dari pengganggu berbeda pada data pengamatan yang satu terhadap data pengamatan yang lain. Gangguan heterokedastisitas dapat diketahui ketika pada grafik Scatterplot membentuk suatu pola tertentu yang teratur, sebaliknya homokedastisitas dapat diketahui ketika hasil grafikScatterplotpada hasil analisis menyebar dan tidak membentuk suatu pola yang teratur.

3. Multikolinearitas

Ujimultikolinearitasyaitu uji yang digunakan untuk mengetahui tiap-tiap variabel

independentyang diikut sertakan dalam pembentukan model saling

mempengaruhi atau tidak. Ujimultikolinearitasdapat diperiksa menggunakan

Variance Inflation Factor(VIF) untuk setiap variabelindependent, jika variabel

independentmempunyai VIF < 10 untuk variabel independent maka dikatakan model regresi terbebas darimultikoleniaritas(Sujianto dalam Nugroho, 2005).

Selanjutnya untuk mengetahui secara keseluruhan bagaimana pengaruh variabel-variabel bebas (Independent) secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga di Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo dapat diformulasikan dengan analisis uji F sebagai berikut:

F hitung =

Kriteria Pengambilan Keputusan:

F-hitung > F tabel (α = 5%), Ho ditolak berarti secara bersama-sama variabel

independenberpengaruh nyata terhadap variabeldependen(pendapatan) usahatani buah naga (Y).

F-hitung ≤ F tabel (α = 5%), Ho diterima berarti secara bersama-sama variabel

independen berpengaruh tidak nyata terhadap variabel dependent

(pendapatan) usahatani buah naga (Y).

Selanjutnya untuk melihat pengaruh variabel secara parsial digunakan uji-t, adapun uji secara parsial digunakan untuk mengetahui seberapa besar masing- masing faktor produksi dapat mempengaruhi tingkat pendapatan usahatani buah naga di Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo, dengan formulasi sebagai berikut:

t-hitung = dimana Sbi =

Keterangan :

bi = koefisien regresi ke-i Sbi = standart devisiasi bi

Selanjutnya untuk menguji seberapa jauh variabel Y yang disebabkan oleh variasi variabel X, maka dihitung nilai koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut:

AdjustedR2= R2[(n-1) / (n-k-1)] Keterangan:

N = Banyak sampel K = Banyaknya parameter

Dokumen terkait