• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Peran Korban Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan di Wilayah

Kerugian akibat tindak pidana pembunuhan ini sebenarnya tidak akan terjadi bila tidak ada dorongan dari si korban. Karena korban sering janji-janji akta jual beli tanah kepada pelaku tetapi belum juga dibuatkan yang mana tanah tersebut milik Syarifuddin (korban) dengan harga Rp. 105.000.000,- sehingga pelaku merasa di bohongi, lalu si pelaku akhirnya mendatangi rumah korban dan berencana untuk membunuh korban.

Korban disini adalah tipe korban yang menjadi korban akibat kelalaiannya sendiri. Karena korban tidak mengunci pintu rumahnya, sehingga pelaku bisa masuk dan berhasil melakukan kejahatan sesuai dengan yang sudah dia rencanakan sebelumnya.

Korban tidak berhati-hati dalam berperilaku dan tidak berhati-hati dalam bersikap kepada orang lain yang masuk kerumahnya. Tindakan kejahatan ini memang terjadi karena dikehendaki sendiri orang korban.

Nama Salehuddin Bin Djinai ( selaku tersangka ), Umur 56 Tahun, Tempat lahir Jeneponto, Pada Tanggal 10 November 1963, Suku Makassar/Indonesia, Pekerjaan Sopir, Agama Islam, Pendidikan terakhir SD, Alamat BTN Nuki Blok A, Kelurahan Manggalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

C. Pengungkap Keterlibatan Yang Dilakukan Oleh Korban Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Di Polisi Sektor Tamalanrea Makassar

1. Laporan Polisi dan Proses Penyelidikan

Laporan polisi ini masuk pada Hari Minggu Tanggal 29 Desember 2019, dengan nomor register Nomor : LP / 548 / IV / RESTABES MKS / POLSEK TAMALANREA, pelapor atas nama saudari SURYANINGSIH N dan ia selaku istri korban, laporan yang diajukan tentang dugaan tindak pidana pembunuhan.

Proses Penyelidikan kronologisnya Tindak Pidana “Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan berencana, atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain,atau penganiayaan berencana yang mengakibatkan meninggal dunia dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat”, yang terjadi Pada Hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 sekitar pukul 09.30 Wita, bertempat di Tambasa 2 No.10 A yang berlokasi di Kel.Tamalanrea Kec.Tamalanrea Kota Makassar, yang dilakukan oleh Tersangka Lelaki SALEHUDDIN Bin DJINAI (ditahan) terhadap Korban Lelaki SYARIFUDDIN Dg.SARRO ( Meninggal Dunia ) dan terhadap SINARSI ( luka terbuka pada lengan kiri atas ) yang dilakukan dengan cara yaitu pada awalnya pelaku merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan alasan korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO sering janji-janji karena akte jual beli tanah belum juga di buatkan yang mana tanah tersebut milik SYARIFUDDIN Dg.SARRO dengan harga Rp.

105.000.000 ( seratus lima juta rupiah) kemudian pelaku SALEHUDDIN Bin DJINAI mendatangi rumah korban yang letaknya di Kampung Tambasa 2 No.10 A yang berlokasi di Kel.Tamalanrea Jaya Kec.Tamalanrea Kota Makassar dimana korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO pada saat itu sedang ada dirumahnya namun sebelumnya pelaku SALEHUDDIN Bin DJINAI yang hendak masuk kedalam kamar mencari korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO sehingga SINARSI sempat menghalangi pelaku SYARIFUDDIN Dg.SARRO mencari korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO sehingga SINARSI di aniaaya dengan cara sabetan pertama terhadap SINARSI tersebut mengenai lengan kiri atas yang mengakibatkan luka robek yang mengeluarkan darah kemudian selanjutnya SINARSI tersebut duduk kesakitan degan posisi menyamping dan selanjutnya pelaku SALEHUDDIN Bin DJINAI maju beberapa langka karena melihat seorang laki-laki keluar dari kamar yang mau ditebasnya namun tidak mengenai laki-laki tersebut melainkan kuseng pintu,selanjutnya pelaku SALEHUDDIN Bin DJINAI kembali menebas SINARSI yang mengenai betis sebelah kanan yang mengakibatkan luka robek dan mengeluarkan darah kemudian selanjutnya SALEHUDDIN Bin DJINAI dengan membawa sebilah parang masuk ke dalam kamar korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO melakukan penganiayaan seca ra berulang-ulang kali sehingga korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO dalam keadaan Kritis akibat luka yang dialaminya sehingga dibawah ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar

dan selanjutnya beberapa menit kemudian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO meninggal dunia dan selanjutnya korban di bawah pulang ke rumah duka yang berlamat di Kampung Tambasa 2 No.10 A yang berlokasi di Kel.Tamalanrea Jaya Kec.Tamalanrea Kota Makassar dan selanjutnya berselang beberapa menit setelah kejadian tersangka SALEHUDDIN Bin DJINAI menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian dan mengetahui bahwa Korban SYARIFUDDIN Dg.SARRO telah meninggal dunia / mati di Rumah Sakit Wahidin, sehingga Perbuatan Tersangka SALEHUDDIN Bin DJINAI melanggar tindak pidana “Dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat” Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 340 KUHPidana Subsider 338 KUHPidana KUHPidana Subsider 355 Ayat (2) KUHPidana dan Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana KUHPidana.

2. Keterangan Saksi-Saksi dan Tersangka

Keterangan Saksi I :

Nama Suryaningsih N ( Selaku istri korban ), Umur 39 Tahun, Tempat lahir Makassar, pada Tanggal 29 September 1980, Suku Makassar/Indonesia, Pekerjaan Ibu rumah tangga, Agama Islam, Pendidikan terakhir SMA, Alamat Kompleks Unhas Blok AB Tambasa 2 No.10 A Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.

Menerangkan :

1. Saya sekarang ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta bersedia diperiksa dan akan memberikan keterangan yang sebenarnya.

2. Ya, Saya sudah mengerti diperiksa dan dimintai keterangan sehubungan dengan pembunuhan yang dialami oleh Syarifuddin Tayang SE, berhubung korban, yang menjadi korban dalam peristiwa pembunuhan tersebut merupakan suami saya.

3. Dapat saya jelaskan bahwa peristiwa pembunuhan yang dialami oleh suami saya , terjadi pada hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 sekitar pukul 09.30 Wita bertempat di Jalan Tambasa 2 Kel.Tamalanrea Jaya Kec.Tamalanrea Kota Makassar.

4. Dapat saya jelaskan bahwa saya mengetahui karena pada saat kejadian saya sedang berada di Ruang keluarga bersama dengan anak saya yang bernama Shadiq, Shafiq, Afran dan kemanakan saya yang bernama Rara, Caca dan Rafi dan suami saya sementara didalam kamar yang sedang tidur bersama dengan anak kandung saya yang bernama Salwa yang berumur 2 (dua) tahun 10 bulan dan tiba-tiba pelaku Salehuddin dengan membawa parang yang terikat dengan gaganya ditangan kanan sedang mencari suami saya dan langsung menutup pintu utama dan menguncinya lalu kursi yang berada di ruang tamu digunakan menutup pintu selanjutnya barang yang berada diruang tamu berupa printer berwarna hitam Merk epson diparangi kemudian selanjutnya kakak kandung saya yang bernama Sinarsi yang juga ada di ruang tamu

sementara bersih-bersih rumah langsung di tebas dengan menggunkan parang pada punggung parang di lengan atas sebelah kiri sebanyak 1 (satu) kali selanjutnya pelaku menebas lagi pada lengan kiri atas pada Sinarsi yang mengakibatkan nyaris putus yang mengeluarkan darah sehingga saya langsung histeris dan menyuruh semua anak-anak untuk masuk kedalam kamar Sinarsi.

5. Dapat saya jelaskan bahwa kondisi suami saya setelah dianiaaya oleh pelaku ketika itu dalam keadaan terlentang miring menghadap ke pintu kamar milik saya dalam keadaan parah dan terdapat banyak luka dibagian tubuhnya yang mengeluarkan darah.

6. Dapat saya jelaskan bahwa suami saya saat itu belum meninggal masih sempat dia meminta air minum sehingga saya bergegas ambil air minum untuk diminum sebanyak dua tetes dan masih sempat mengatakan kepada saya cepat bawah ka kerumah sakit.

7. Dapat saya jelaskan bahwa adapun luka yang dialami oleh suami saya, yakni luka tusukan pada bagian perut yang mengeluarkan usus, luka lengan kiri atas terbuka dan luka lengan kanan atas tebuka akibat tebasan dan luka iris leher pada bagian kiri dan kanan dan tangan kiri terkelupas akibat tebasan dari pelaku.

8. Dapat saya jelaskan bahwa suami saya meninggal dunia di rumah sakit Wahidin Sudiro Husodo tepatnya diruangan Bedah pada hari Minggu Tanggal 29 Desember 2019 sekitar pukul 10.00 Wita.

9. Dapat saya jelaskan bahwa sebelum meninggal dunia saya dan suami saya tidak sempat berbicara karena pada saat itu di ruang bedah saya disuruh keluar oleh Dokter.

10. Dapat saya jelaskan bahwa pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap diri Syarifuddin Tayang SE, yakni Salehuddin.

11. Dapat saya jelaskan bahwa saya mengetahui bahwa pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap suami saya, yakni Salehuddin karena saya melihat masuk kedalam rumah dengan membawah parang dan mencari suami saya.

12. Dapat saya jelaskan bahwa saya kenal dengan diri Salehuddin karena orang tersebut yang membeli sebidan tanah yang luasnya 10x12 Meter persegi yang beralamat di Kel.Mangalli Kec.Pallangga Kab.Gowa.

13. Dapat saya jelaskan bahwa antara diri Salehuddin dengan Korban Syarifuddin Tayang SE, memang pernah ada masalah yakni masalah akte jual beli tanah.

14. Dapat saya jelaskan bahwa adapun masalah antara diri pelaku dengan diri korban, yakni pelaku pernah membeli sebidan tanah dengan ± lebih dengan Harga Rp.105.000.000 (seratus lima juta rupiah) namun sampai sekarang korban belum memberi akte jual beli sehingga pelaku merasa sakit hati sehingga melakukan pembunuhan.

15. Dapat saya jelaskan bahwa saya tidak mengetahui dengan cara bagaimana pelaku melakukan pembunuhan kepada diri suami saya korban, namun melihat kondisi luka yang dialami oleh suami saya

sudah jelas pelaku melakukan pembunuhan kepada suami saya dengan menggunakan benda tajam sebilah parang.

Keterangan Saksi II :

Nama Sinarsi Najamuddin ( Selaku ipar korban ), Umur 42 Tahun, Tempat lahir Takalar, pada Tanggal 15 September 1977, Suku Makassar/Indonesia, Pekerjaan Ibu rumah tangga, Agama Islam, Pendidikan terakhir S1, Alamat Kompleks Unhas Blok AB Tambasa 1 No.20 Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.

Menerangkan :

1. Saya sekarang ini masih dalam keadaan sakit akibat luka yang saya alami dari tebasan parang yang dilakukan Salehuddin namun sehat secara rohani dan saya bersedia diperiksa dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

2. Saya mengerti sehubungan adanya pemerangan terhadap diri saya dan juga terhadap diri adik ipar saya sehingga adik ipar saya tersebut meninggal dunia yang dilakukan pelaku.

3. Saya tidak kenal dengan pelaku dan tidak ada hubungan keluarga dengannya hanya saya tahu kabarnya karena Salehuddin pernah membeli sebidang tanah milik korban yang berlokasi di Manggalli Kec.Pallangga Kab.Gowa.

4. Adapun sehingga saya diparangi oleh Pelaku pada hari Minggu Tanggal 29 Desember 2019 namun jam saya tidak ingat namun pagi

hari, saat itu saya sedang sedang duduk membersihkan di ruang tamu di rumahnya adik kandung saya Suryaningsih dijalan Tambasa 2 No.10 A Kel.Tamalanrea Kec.Tamalanrea Kota Makassar.

5. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan sehingga saya ditebas oleh Pelaku dimana saat itu tiba-tiba masuk kedalam rumah dengan mendobrak pintu kemudian dengan mengganjal pintu menggunakan meja dan kursi yang berada di ruang tamu di saat itu saya sedang berdiri lalu seketika menebas lengan atas tangan sebelah kiri saya dengan punggung parangnya sebanyak 1 (satu) kali dengan akibat pukulan punggung parangnya membuat saya terjongkok dipintu antara ruang tamu dan ruang keluarga menghadap ke tembok lalu mengulangi tebasan kedua ke lengan atas kiri saya sebanyak 1 (satu) kali, akibat tebasan itu lengan atas kiri saya hampir putus kemudian saya memegang lengan kiri saya menggunakan tangan kanan karena tangan kiri saya sudah penuh darah dan saat itu dalam kedaaan kalap tetap menebas saya dalam keadaan jongkok dan saya berusaha menyelamatkan diri menuju ke ruang keluarga sambil berteriak dengan mengatakan “Selamatkanki semua anak-anak” di depan kamar saya sambil sandar sambil menunggu anaka-anak masuk kedalam kamar saya, Setelah anak-anak masuk kedalam kamar dalam keadaan saya seperti itu pelaku sambil menganyungkan parang sehingga adik saya menarik saya kedalam kamar akibat

ayunan parang dari pelaku mengenai kusen pintu kamar dan saat parang ditarik pintu ditutup dengan cara di dorong oleh adik saya namun berusaha lagi di dorong sehingga pelaku tidak bisa masuk karena kami yang berada di dalam kamar juga berusaha agar pintu tidak terbuka.

6. Selain di lengan ada juga luka tebasan sebanyak 1 (satu) kali tebasan yaitu betis sebelah kanan dan luka tebasab di pinggang sebelah kiri sebanyak 1 (satu ) kali namun luka tebasan tersebut saya tidak tahu kapan saya ditebas nanti saya tahu setelah petugas medis Rumah Sakit Wahidinsudiro husodo memberitahukan kepada saya karena saya pada saat itu cuma ingat luka tebasan di lengan kiri saya saja yang saya ingat.

7. Yang berada di dalam kamar saya yaitu adik saya, Suami saya, kemanakan saya yang bernama Shadiq, Afid, Afran dan anak saya Rara dan Caca.

8. Saya keluar dari dalam kamar saya setelah ada ketukan dari adik saya dengan cara memperkenalkan diri “Saya RISNA. Tidak adami itu Orang, Keluar meki.” dan akhirnya kami keluar dari kamar tersebut dan selama saya berada di dalam kamar saya meminta tolong ke suami saya agar luka tebasan parang di lengan saya di ikat menggunkan kain agar lengan saya tidak terlalu banyak mengeluarkan darah dan selama saya didalam kamar saya tidak

mendengar apa-apa di luar dari kamar saya walaupun saya tahu bahwa pelaku masih ada di luar kamar.

9. Saya tidak melihat lagi pelaku dan saya juga sudah tidak memeriksa rumah saya dan saya keluar dari rumah menuju ke depan teras dan duduk di bangku besi pada saat saya duduk saya mendengar adik saya berteriak sambil menangis “Matimi suamiku, di tebaski sama orang” agak lama kemudian datanglah orang sekitar rumah saya dan saya meminta tolong, “Angkatki Sarro didalam, matimi kapan itu kasian” tidak lama kemudian keluarlah orang orang dari dalam rumah dengan memopong korban yang penuh darah dan ada saya liat sarung ada di tubuh korban kemudian saya pun juga menuju ke mobil lalu ipar saya mengemudikan mobil menuju ke Rumah Sakit Wahidin.

10. Yang berada di dalam mobil pada saat menuju ke Rumah Sakit yaitu saya sendiri adik kandung saya, suami saya, dan korban.

karena saya duduk di samping sopir saya mendengar SURYANINGSIH dengan mengatakan “Istiqfarki Ingatki banyak anakta empat orang” selebihnya saya tidak dengar karena saat itu sangat merasa sakit di lengan saya akibat tebasan parang dari pelaku.

11. Setelah saya berada di Rumah Sakit, akibat luka tebasan dari pelaku saya di operasi untuk membersihkan luka terbuka pada lengan kiri saya, dua hari berikutnya saya di operasi kembali untuk memasang

pen pada lengan kiri saya dan selama di rumah sakit saya di opname selama sepuluh hari.

12. Dari kejadian tersebut dimana saya diparangi oleh pelaku saya sudah tidak pernah bertemu apalagi melihat kondisi korban hingga korban di kebumikan.

13. Saya mengetahui bahwa korban meninggal dunia dari adik kandung saya yang tidak lain istri dari korban yaitu adik saya dan saya masih berada di Ruang IGD Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo datang adik saya membisiki saya dengan mengatakan “Meninggalmi SARRO” sambil saya menangis saya menghibur adik saya mengatakan “Janganko Menangis” dan adik saya pun pamit ke saya untuk mengurus jenazahnya suaminya.

14. Adapun pelaku memerangi saya dan ipar saya hingga meninggal dunia dengan alat sebuah parang panjang sekitar 50-60 Cm tanpa sarung parang yang mana pada gagangya ada saya liat pengikatnya berwarna hitam yang mana pengikat tersebut sudah dililitkan pada lengan tangan kanannya.

15. Dapat saya mengenalinya karena di ingatan saya masih melekat bagaimana cara pelaku dengan kalap memarangi saya hingga lengan kiri saya hampir putus dan saya juga masih dapat mengenali parang yang digunakan untuk memarangi saya dan pelaku.

Keterangan Saksi III :

Nama Masita ( Anak kandung Pelaku ), Umur 38 Tahun, Tempat lahir Jeneponto, Pada Tanggal 31 Desember 1981, Suku Makassar/Indonesia, Pekerjaan Ibu rumah tangga, Agama Islam, Pendidikan terakhir SD, Alamat Kampung Manggalli Kelurahan Mangalli Kecamatan Pallangga Kab Gowa.

Menerangkan :

1. Saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta saya bersedia diperiksa dan memberikan keterangan yang sebenarnya.

2. Saya mengerti yaitu sehubungan dengan bapak kandung Salehuddin saya melakukan penganiayaan terhadap orang sehingga orang tersebut mengakibatkan meninggal dunia.

3. Saya jelaskan bahwa yang menjadi korban dari penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia oleh bapak kandung saya yakni Syarifuddin Tayang Dg. Sarro.

4. Saya jelaskan bahwa saya kenal dengan korban namun saya kenal sebatas kenal muka namun dengannya saya tidak akrab dan terhadapnya tidak ada hubungan keluarga dengannya.

5. Saya jelaskan bahwa awalnya saya tidak mengetahui kapan dan dimana bapak saya melakukan penganiayaan yang dilakukan oleh bapak saya terhadap korban namun saya dapat informasi dari orang bahwa pada hari Minggu Tanggal 29 Desember 2019 Sekitar 09.30 Wita bertempat di perumahan dosen kampung Tambasa 2 Kel.

Tamalanrea Jaya Kec. Tamalanrea Kota Makassar bapak saya melakukan penganiayaan terhadap orang atas nama Syarifuddin Tayang Dg. Sarro sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

6. Saya jelaskan bahwa saya sementara di rumah saya yang lokasi di Kampung Manggalli Kel. Manggalli Kec. Pallangga Kab. Gowa, dan saya baru mengetahui bahwa bapak kandung saya melakukan penganiayaan terhadap korban sehingga korban di bawah di rumah sakit namun pada saat itu saya tidak mengetahui bahwa rumah sakit mana yang dimaksud tempat dirawat korban, pada hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 sekitar pukul 14.00 wita dan saya dapat informasi dari tetangga dan setelah sekitar pukul 15.30 Wita saya baru mengetahui bahwa korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh bapak kandung saya bahwa telah meninggal dunia dirumah sakit akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh bapak saya.

7. Saya jelaskan bahwa sebabnya bapak kandung saya melakukan penganiayaan terhadap korban akibat korban menjanji-janji terus akan memberikan surat akte jual beli tanah kepada bapak saya yang mana tanah tersebut bapak kandung saya membeli dari Syarifuddin Tayang Dg. Sarro setahun yang lalu namun setiap bapak saya pergi menagih ke korban namun korban malah menjanji-janji saja bahwa akan di berikan akte tersebut.

8. Saya jelaskan bahwa tanah tersbeut berapa di BTN Nuki Kel.

Manggalli Kec. Palangga Kab. Gowa dengan luas tanah 10x12 M dan harga yang di belikan tanah tersebut oleh bapak kandung saya terhadap Rp. 105.000.000 (seratus Lima juta rupiah) dengan perjanjian sudah termasuk dari pengurusan surat-surat tanah tersebut.

9. Saya jelaskan bahwa bapak saya pernah menceritakan kepada saya bahwa tanah yang di beli dari korban belum ada surat berupa akte jual beli tanah yang mana bapak saya mengatakan bahwa korban sering menjanji-janji bahwa akan diuruskan akte jual beli tanah tersebut sehingga setiap korban menjanji akan di buatkan surat akte jual beli tanah bapak saya menyuruh mama kandung saya (Pone) untuk pergi menagih janji korban ke rumah korban, namun korban malah menjanji lagi bahwa akan di buatkan bulan depan hingga sampai satu tahun dan sampai kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan oleh bapak saya terhadap korban sehingga korban meninggal dunia.

10. Saya jelaskan bahwa untuk semacam surat dan pernyataan sebelum bapak saya melakukan penganiayaan terhadap korban tidak ada surat dan pernyataan kepada saya namun sebelumnya bapak kandung saya pernah memanggil saya untuk kumpul di rumah bapak kandung saya di BTN Nuki Kac. Pallangga Kab. Gowa.

11. Saya jelaskan bahwa bapak kandung saya memanggil saya untuk datang kerumah pada bulan Desember 2019 yakni tiga minggu sebelum adanya penganiayaan yang diduga dilakukan bapak saya terhadap pelaku.

12. Saya jelaskan bahwa maksud dan tujuan bapak kandung saya memanggil saya ke rumahnya saya tidak tahu apa maksud dan tujuannya namun bapak kandung saya hanya bicara kepada saya bahwa “minta maaf ka mau ka turun ke SARRO” minta uang ku kembali dan saya juga tidak bertanya apa maksud dari pernyataan bapak kandung saya kemudian bapak kandung saya pada saat itu langsung diam dan saya langsung pulang karena pada saat itu sudah mau maghrib.

13. Saya jelaskan bahwa bapak kandung saya hanya memanggil saya dan kakak saya atas nama Neli beserta dengan Ibu kandung saya.

14. Saya jelaskan bahwa surat pernyataan yang di buat bapak saya tersebut saya tidak mengetahui dan saya tidak tahu bahwa ada surat tersebut yang dibuat oleh bapak saya sebelum melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban. Saya jelaskan bahwa sebelumnya saya tidak mengetahui alat apa yang digunakan bapak saya melakukan penganiayaan terhadap korban namun saya mendapat informasi bahwa bapak kandung saya melakukan penganiayaan terhadap korban adalah sebuah parang.

15. Saya jelaskan bahwa sebelumnya saya tidak pernah melihat bapak saya menyimpan parang atau menggunakan parang sebelum melakukan penganiayaan terhadap korban sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Keterangan Tersangka :

Nama Salehuddin Bin Djinai ( selaku tersangka ), Umur 56 Tahun, Tempat lahir Jeneponto, Pada Tanggal 10 November 1963, Suku Makassar/Indonesia, Pekerjaan Sopir, Agama Islam, Pendidikan terakhir SD, Alamat BTN Nuki Blok A, Kelurahan Manggalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Menerangkan :

1. Ya, saya saat ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,saya bersedia diperiksa dan memberikan keterangan yang sebenarnya.

2. Ya,saya sudah mengerti hal tersebut.

3. Untuk saat ini saya tidak perlu didampingi penasehat hukum.

4. Ya,Pemeriksaan ini dapat dilanjutkan.

5. Ya,sebelumnnya saya belum pernah dihukum dan tidak pernah terlibat tindak pidana.

6. Saya jelaskan bahwa ada pun alat yang saya gunakan yakni sebuah parang tanpa sarung dengan panjang kurang lebih sekitar 60 Cm dengan gagang terbuat dari kayu.

7. Saya jelaskan bahwa awalnya saya mendapatkan parang tersebut pada saat saya beli di pelataran Mesji Al-Markas sejak tahun 2016

yang mana parang tersebut tanpa sarung dengan tujuan dipergunakan dengan sehari-hari sebagai alat pemotong dan sekaligus sebagai alat penjaga rumah.

8. Saya jelaskan bahwa awalnya saya menyimpan parang tersebut di atas lemari saya kemudian pada hari Sabtu tanggal 28 Desember 2019 sekitar pukul 23.00 Wita saya mengambil parang tersebut yang ada di atas lemari saya kemudian saya mengambilnya lalu menyimpannya diatas mobil taksi bersama dengan sebuah potongan Tripleks yang bertuliskan “Syarifuddin Sarro Pembohong...Penipu”.

9. Saya jelaskan bahwa tidak ada orang yang melihat saya pada saat saya membawa parang dan sebuah potongan Tripleks ke atas mobil Taksi.

10. Saya jelaskan bahwa saya menulis surat pernyataan di atas kertas putih tersebut pada hari sabtu tanggal 28 Desember 2019 sekitar pukul 22.00 Wita yang bertempat di BTN Nuki Kel.Manggalli Kec.Pallangga Kab.Gowa tepatnya di dalam kamr saya, Kemudian setelah saya selesai menulis surat pernyataan tersebut selanjutnya saya membuat papan yang terbuat dari Tripleks yang bertuliskan

“SYARIFUDDIN SARRO PEMBOHONG PENIPU” dan setelah selesai papan tersebut saya buat kemudian saya mengambil parang diatas lemari pakaian kemudian saya membawa ke mobil

taksi,sedangakn surat pernyataan yang saya buat saya simpan dikantong baju saya.

11. Saya jelaskan bahwa tidak ada orang yang mengetahui saya kerumah korban di tambasa baik istri saya anak saya karena istri saya pada saat pergi mengantar kue dan saya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 Wita dengan menggunakan mobil taksi.

12. Saya jelaskan bahwa setelah saya sampai di rumah korban saya memarkir kendaraan mobil taksi saya kemudian saya menuju ke rumah korban tanpa membawa apa-apa yang mana pintu utama dari rumah korban terbuka setengah kemudian saya ketemu dengan seorang perempuan dan langsung bertanya dengan mengatakan

“Ada SARRO” kemudian dijawab oleh perempuan tersebut dengan mengatakan “Iya ada” kemudian saya masuk memanggil-manggil Sarro namun tidak ada Jawaban, kemudian saya kembali ke mobil saya mengambil sebuah parang yang mana parang tersebut saya langsung ikat dengan tali yang terbuat dari kain di tangan kanan saya selanjutnya saya mengambil papan Tripleks yang tertulis

“SYARIFUDDIN SARRO PEMBOHONG PENIPU” dengan posisi saya memegang di sebelah tangan kanan saya dengan maksud melindungi parang yang saya bawah, kemudian saya menempel papan Tripleks tersebut dikuseng pintu pada bagian atas dengan menggunakan palu-palu dari parang dan setelah selesai saya pasang papan Tripleks tersebut saya kemudian masuk ke

Dokumen terkait