• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.5 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metodeanalisis data kualitatif karena data yang akan dianalisis dalam penelitian iniberupa fungsi dan makna simbol. Gaya penelitian kualitatif berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas. Penelitian kualitatif lebih mengutamakan penggunaan logika induktif kategorisasi dilahirkan dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan atau data-data yang ditemukan. Sehingga “penelitian kualitatif datanya dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau sebagai mana adanya (natural setting), dengan tidak dirubah dalam bentuk simbol-simbol atau bilangan” (Nawawi Hadari 2004: 174).

Maka langkah-langkah yang akan dilakukan penulis untuk menganalisis data adalah sebagai berikut:

a. Mengeliminasi data yang tidak sesuai dalam upacara pernikahan erdemu bayu suku Karo

b. Mengklasifikasi data-data sesuai objek kajian

c. Menganalisis data sesuai dengan kajian yang ditetapkan yaitu, bagaimana tahapan upacara adat erdemu bayu etnik Karo, apa-apa saja luah yang digunakan, fungsi dan makna luah yang terdapat dalam upacara adat erdemu bayu etnik Karo

Hasil analisis diinterpretasikan dalam bentuk tulisan yang sistematis sehingga data dipaparkan dengan baik.

BAB IV PEMBAHASAN

Erdemu Bayu merupakan sebuah acara pernikahan adat Karo yang biasa disebut nereh empo. Seorang laki-laki dan perempuanakan diikat atau dirajut dalam sebuah ikatan pernikahan untuk membentuk rumah tangga yang baru sehingga ia menjadi satu dan tidak dapat dipisahkan. Dalam menjalankan suatu upacara adat pernikahan pada suku Karo banyak tradisi-tradisi yang harus dijalankan dari mulai tradisi lamaran “mbaba belo selambar” sampai pada tradisi akhir yaitu sumpah janji “mukul”. Sebelum acara mukul dilaksanakan,akandilaksanakan terlebih dahuluadat pesta pernikahan “kerja adat”. Didalam proses pelaksanaan kerja adat ini tentunya banyak bagian-bagian tradisi yang harus dilaksanakan mulai dari tradisi masak bersama, makan bersama sampai menjalankan upacara adat. Proses menjalankan upacara adat akan dipimpin oleh dua orang protokol untuk mengarahkan proses jalannya adat.

Protokol itu disebut “singerana” yang merupakan anakberu singerana dari pihak perempuan dan satunya lagi anak beru singerana dari pihak laki-laki. Kedua protokol akan bergantian mengarahkan upacara adat berdasarkan pihak masing-masing, dalam masyarakat Karo pesta pernikahan akan dilaksanakan didesa atau dikota tempat tinggal si perempuan.Karena hal ini diyakini oleh masyarakat Karo bahwa si perempuanlah yang akan dijemput oleh pihak laki-laki untuk dibawa kerumahnya agar ikut bersama keluarga pihak laki-laki. Meskipun setelah menikah mereka berdua yang akan menentukan tempat tinggal mereka untuk memulai rumah tangga yang baru.

Dalam proses upacara adat pernikahan suku Karo salah satu bagian terpentingnya adalah tradisi upacara pemberian kado “pengendesen luah”.

Tradisi ini dilakukan untuk menghantarkan kesiapan dan kematangan hati dan pikiran pengantin untuk membangun rumah tangga yang baru “penjayon”.

Sehingga kado yang diberikan bukan hanya sekedar diberikan saja, melainkan disertai dengan harapan dan doa keluarga serta kerabat untuk kedua pengantin.

Dalam menjalankan tradisi pengendesen luah ini akan dimulai dengan cakap-cakap ”panggong ngerana” yaitu tradisi menyampaikan pesan-pesan kepada kedua pengantin secara bergantian berdasarkan pihaknya “tugunna” yang akan diarahkan oleh protokol. Setiap pihak akan berdiri “tedis” sesuai dengan arahan protokol berdasarkan hubungan kekerabatan masyarakat Karo. Yang pertama dari pihak keluarga si laki-laki dimulai daritugun sukut.Setelah pihak sukut duduk kembali ditempatnya masing-masing tedislahtugunkalimbubu yaitu singalo bere-bere, singalo perninin, singalo ciken-ciken, singalo pekempun, kemudian akan dilanjutkan dengan tugun anak beru seluruhnya.

Setelahsemuanya sudah selesai akan dilanjutkan dengan pihak si perempuan begitu juga urutannya. Namun sekarang, susunan tedis dalam upacara adat pernikahan Karo ini sudah mulai dilakukan secara acak seperti tugun sukutsi perempuan akan tedis setelah tugun sukutsi laki-laki, kemudian tugun kalimbubudari pihak perempuan setelah pihak laki-laki dan masuk pada tugun anak beru pihak laki-laki kemudian pihak perempuan. Hal ini dilakukan agar adanya keseimbangan pihak dalam suatu upacara adat.

Setelah “panggong ngerana” selesai akan dilanjutkan dengan tradisi upacara pemberian kado “pengendesen luah”. Pemberian kado dalam pesta pernikahan terbagi dua sesi yang pertama adalah “luah adat” yang kedua “luah sada-sadan” kado pribadi. Dalam tradisi “pengendesen luah” hanya “luah adat”

yang akan dijalankan karena luah persada-sadan akan diberikan kepada pengantin langsung setelah upacara adat, namun beberapa jenis luah persada-sadan juga akan diberikan pada upacara adat pernikahan seperti sukut dan anak beru.

Pada bagian ini semua pihak akan memberikan kadonya “luahna”

satupersatusecara bergantian seperti pada saat panggung memberikan pesan“panggong ngerana”. Proses ini akan diarahkan oleh protokol sebagai pemandu acara. Pemberian “luah adat” hanya akan dilakukan oleh tugun kalimbubu, sehingga ia lebih istimwa dari luah lainnya.Dalam penyerahan luah ini akan dimulai dari kalimbubu pihak laki-laki kemudiankalimbubu pihak perempuanberdasarkan urutan “luah” yang akan diserahkan. Hanya luah kalimbubulah yang akan menjadi luah adat dalam upacara pernikahan suku Karo dan menjadi luah yang tidak bisa tidak ada. Luah yang akan diserahkan oleh sukut dan anak beru akan menjadi luah persada-sadandalam upacara pernikahan Karo, meskipun terkadang luah persada-sadan ini akan diserahkan langsung kepada pengantin setelah upacara adat selesai. Setiap luahyang tersampaikan memiliki fungsi dan makna yang masih dipercaya oleh masyarakat Karo sebagai doa dan harapan mereka kepada pengantin dalam memperkuat batin dan naluri mereka untuk memulai rumah tangga yang baru. Makna dari setiap luah itu akan langsung disampaikan oleh protokol sesuai dengan simbol yang diserahkan.

4.1 Deskrifsi Jenis - Jenis LuahYang Terdapat Dalam Upacara Erdemu Bayu

Dokumen terkait