BAB III METODE PENELITIAN
E. Metode Analisis
Adapun metode analisis yang digunakan dalam memecahkan masalah, sebagai berikut :
1. Analisis Ratio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan rasio yang di gunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu bank .dengan kata lain, rasio likuiditas berguna untuk mengetahui kemampuan bank dalam membiayai dan memenuhi kewajiban –kewajiban atau utang pada saat di tagih atau jatuh tempo .dalam penelitian ini penulis menggunakan Rasio perputaran kas, untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan perkreditan.
Untuk mencari modal kerja, Aktiva lancar dikurangi utang lancar .Modal kerja dalam pengertian ini di katakan sebagai modal kerja bersih yang dimilikibank , sementara itu , modal kerja kotor atau modal kerja saja merupakan jumlah dari aktiva lancar.
Rumus yang di gunakan untuk mencari rasio perputaran kas adalah sebagai berikut :
Penjualan Bersih Rasio Perputaran Kas =
Modal Kerja Bersih
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Singkat PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar
Bank pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (BPD Sul-Sel) didirikan berdasarkan Akte Notaris Raden Kadirman di Jakarta No.95 Tanggal 23 Januari 1961 berkedudukan di Makassar.
Awalnya Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan berbentuk perseroan terbatas dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara. Kemudian berdasarkan Akte Notaris Raden Kadirman di Jakarta No.67 13 Juli 1961, nama PT. Bank Pembangunan Bank Sulawesi Selatan Tenggara statusnya diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara.
Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.002 Tahun 1964 tanggal 12 Februari 1964, nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dengan modal dasar Rp 250.000.000, peraturan Daerah No.002 Tahun 1964 untuk pertama kalinya diubah menjadi Peraturan Daerah No.002 Tahun 1967 dengan isi perubahan berikut :
a. Nama Pembangunan daerah tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank pembangunan daerah tingkat I Sulawesi Selatan.
b. Modal dasarsebesarRp. 250.000.000,-diubahmenjadi Rp.
1.000.000.000,-
Peraturan ini disebabkan adanya pemisah antara provinsi daerah tingkat I Sulawesi Selatan dengan daerah tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara.Peraturan daerah No.002 tahun 1964 untuk kedua kalinya diubah menjadi peraturan daerah No.11 tahun 1946. Dimana peraturan daerah ini modal sebesar Rp6.000.000.000,- kemudian pada tahun 1993 peraturan daerah No.01 tahun 1993 dengan modal dasar sebesar Rp25.000.000.000,- kemudian diadakan perubahan peraturan daerah No.08 tahun 1999 yang berubah dasar menjadi Rp.
150.000.000.000,-
Dengan adanya Undang-Undang nomor 14 tahun 1967 tentang pokok-pokok perbankan, maka ruang gerak Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan ditunjuk sebagai pemegang kas daerah atau penyimpanan uang daerah.
Selanjutnya dalam rangka perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT), pada tanggal 20 Agustus 1993 dicetuskan Perda No. 13 tahun 2003, tentang perubahan bentuk badan hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dengan modal dasar Rp. 650,000,000,- . Pada tanggal 27 mei 2004, dikeluarkan
akte pendirian peseroan terbatas berdasarkan Akte Notaris Menstrariani Habie, SH No. 19 tahun 2004. Di mana PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (disingkat Bank Sulsel) telah ditetapkan bukan lagi sebagai Perusahaan Daerah melainkan menjadi Perseroan Terbatas, dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, tambahan No.1655/2005.
Perubahan status Bank Sulsel dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas juga diikuti dengan perubahan logo Bank Sulsel, hal ini dilakukan melalui pelaksanaan sayembara logo yang diikuti oleh ribuan karya.Dan pada tanggal 22 Desember 2005, logo baru Bank Sulsel diluncurkan ke publik.
Selanjutnya pada tahun 2011 PT. Bank Sulsel memperluas kiprahnya dengan mengambil bagian barat Sulawesi Selatan sehingga berubah nama dari PT. Bank Sulsel menjadi PT. Bank Sulselbar.
Tugas pokok PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar adalah sebagai salah satu alat kelengkapan otonomi daerah pada bidang keuangan/perbankan dalam menjalankan usahanya sebagai bankumum dengan memenuhi segala ketentuan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Pendorong terciptanya tingkat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
2. Pemegang kas daerah dan pengelola uang daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
3. Pemegang kas daerah dan pengelola uang daerah.
4. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tujuan utama PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar adalah:
a. Secara umum adalah menunjang pelaksanaan pembangunan Nasional dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas Nasional kearah peningkatan kesejahteraan masyarakat b. Secara khusus adalah :
1. Menyediakan atau memberikan pinjaman dan pembayaran bagi usaha-usaha pembangunan daerah Sulawesi Selatan guna menunjang Pembangunan Ekonomi Nasional melalui kebijaksanaan perkreditan.
2. Mengutamakan pembayaran jangka menengah dan jangka panjang pada sektor-sektor ekonomi yang proritas serta memberikan jasa-jasa bank umum dan non keuangan yang diperlukan ekonomi yang sejalan dengan rencana pembangunan Nasional.
3. Menyalurkan pembiayaan terhadap masyarakat golongan ekonomi lemah dan bertindak sebagai penyimpan atau
pemegan kas daerah serta diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang berasal dari pembagian laba perusahaan setiap tahunnya.
Bank pembangunan daerah adalah Bank milik daerah,makabank ini lebih mengutamakan pemberian pelayanan jasa-jasa perbangkanbagi pemerintah daerah setempat dalam mengembangkan perekonomian daerah pembangunan daerah Sulawesi Selatan mempunyai fungsi :
a. Mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
b. Pemegang kas daerah atau penyimpanan uang daerah.
c. Salah satu sumber pendapatan daerah.
Dalam pelaksanaan fungsinya, bank pembangunan daerah Sulawesi Selatan melakukan kegiatan yaitu :
a. Menghimpun dana jangka pendek dalam bentuk giro dan tabungan serta simpanan lainnya.
b. Menghimpundana jangka menengah dan panjang dalam bentuk deposito dan obligasi.
c. Melaksanakan penanaman dana yang di himpun sesuai dana kondisi.
d. Membina dan membiayai dunia usaha khususnya membantu pengembangan usaha golongan lemah.
e. Memobilisasikan dana masyarakat sebagai sumber pembiyaan pembangunan.
f. Memberikan kredit jangka panjang, menengah, dan jangka pendek kepada perusahaan untuk keperluan pembangunan rehabilitas, pembangunan dan modernisasi.
Perkembangan produk dan penyempuraan layanan perbankan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Teknologi Informasi (TI) hampir semua produk dan jasa PT. Bank Sulselbar telah menerapkan dan memanfaatkan penggunaan Teknologi Informasi, antara lain:
1. Sistem Sentralisasi database dengan jaringan layanan online real time terus dikembangkan, terutama dalam mendukung efisiensi dan efektifitas proses rekonsiliasi pembukuan atas jutaan rekening yang dikelolanya. Jaringan layanan online real time tersebut telah mencakup seluruh kantor cabang,kantor cabang pembantu dan kantor kas diseluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
2. Layanan Delivery Channel yang sudah dikembangkan di Bank Sulsel saat ini, antara lain: menyediakan layanan ATM Bersama dan Phone Banking atau SMS Banking.
B. Visi dan Misi PT. Bank Sulselbar Makassar Cabang Utama Makassar
Dalam tugas PT. Bank Sulselbar Makassar, memiliki visi dan misi merupakanlandasan kerja dalam mengembangkan perekonomian
Indonesia / Bangsa. Adapun visi PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar Menjadi Bank terbaik di Kawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen dan Sumber Daya Manusia yang profesional serta memberikan nilai tambah kepada pemerintah daerah dan masyarakat.Sedangkan misi yang diemban oleh PT. Bank Sulselbar Makassar yaitu :
1. Penggerak dan pendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah.
2. Pemegang kas daerah dan melaksanakan penyimpanan uang daerah.
3. Sala satu sumber pendapatan daerah (PD).
Dalam menjalankan visi dan misinya, PT. Bank Sulselbar melakukan aktivitas penghimpunan dan penggunaan dana sebagai berikut :
1. Penghimpunan dana yang berasal dari simpanan masyarakat dan Pemda berupa
a. Giro b. Deposito c. Tabungan
d. SIMPEDA (Simpanan Pembangunan Daerah) e. TAPEMDA (Tabungan PembangunanDaerah) f. Tabungan Haji dan Umroh
2. Penggunaan Dana disalurkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat dengan berbagai jenis dan sektor ekonomi yang terdiri dari :
a. Jenis Kredit
1) KIB (Kredit investasi Biasa) 2) KMK (Kredit Modal Kerja) 3) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 4) KUL (Kredit Umum Lainnya) b. Sektor Ekonomi
1) Pertanian 2) Industri 3) Konstruksi
4) Perdagangan 5) Jasa-jasa
Disamping aktivitas penghimpunan dan penggunaan dana, PT.
Bank Sulselbar juga memberikan jasa-jasa perbankan lainnya antara lain:
1. Kiriman uang 2. Inkasso
3. Jaminan Bank (Garansi Bank)
4. Penerimaanpembayaran rekening telepon, PDAM,listrik,pajak,dll.
5. Pembayaran gaji/pensiunan
6. Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan IbadahHaji (BPS-BPIH)
7. Perdagangan Valuta asing (money Changer) 8. Mobile Banking
Struktur organisasi dan tugas dalam melaksanakan kegiatan, perusahaanPT. Bank Sulselbar Makassar mempunyai struktur organisasi pemegang peranan penting sebab struktur organisasi perusahaan perupakan salah satu tujuan yang terarah, efektif dan efesien.
C. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
a. Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Makassar
Guna mendukung kelancaran kerja bagi personil suatu perusahaan maka manajemen perusahaan perlu membuat pembagian tugas dan fungsi, sehingga personil dapat mengetahui ruang lingkup, cara melaporkan kepada siapa harus melaporkan hasil kerja.
Pembagian dan fungsi masing-masing personil harus tergambar dalam struktur organisasi sebagai bukti tertulis bagi personil dan sekaligus membantu bagi masyarakat yang akan berhubungan dengan perusahaan sesuai dengan kepentingan. Struktur organisasi memberikan gambaran tentang banyaknya unit-unit kerja dalam perusahaan dan sekaligus memberikan batasan-batasan lingkup kerja sehingga tidak terjadi overlapping pekerjaan.
Struktur organisasi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk membantu penyusunan suatu system pekerjaan, karena dengan
ditetapkannya unit-unit kerja, berarti akan memudahkan mana unit kerja yang paling tepat menganangi suatu systemsehingga efektifitas kerja diwujudkan, selain itu struktur organisasi akan membantu memudahkan pendeteksian apabila terjadi kesalahan dengan cara menganalisis pekerjaan yang salah, kemudian disesuaikan dengan unit kerja menangani pekerja tersebut.
Struktur organisasi Bank pembangunan daerah Selawesi Selatan cabang utama Makassarberdasarkan surat keputusan direksi No.
041/KPTS/DISBPDSS/1987. Dengan pengalihan kegiatan operasional kantor pusat ke BPD Sulawesi Selatan Cabang Utama Makassar, maka ruang lingkup struktur organisasi tersebut diperjelas dengan surat keputusan direksi No.041/KTPS/DIR–BPDSS/1990, 18 September 1990 yang kemudian diubah dengan surat keputusan direksi No.060 n/KPTS/DIR/BPDSS/1990 tanggal 25 Oktober 1990.
Struktur Organisasi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Cabang Utama Makassar yang dibuat menggambarkan beberapa posisi, meliputi: pimpinan cabang, wakil pimpinan cabang. Pimpinan seksi pemasaran,meliputi: account officer, outsourching funding, credit recovery off, outsourching. Pimpinan seksi pelayanan, meliputi: cs officer, teller,head teller, atm, mobil kas, pimpinan kantor kas, teller payment point, outsourching. Pimpinan administrasi kredit dan analisa kredit, meliputi: staff administrasi DOK kredit, bank garansi, CREanalyst/appraiser, credit officer, outsourching. Pimpinan seksi
akutansi dan pelayanan, meliputi: staff data entry, staff kliring, checker, outsourching. Pimpinan seksi umum dan SDM, meliputi: IT support, staff ADM dan LOG, driver, office boy, outsourching.
Secara bagan struktur Organisasi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Cabang Utama Makassar dapat diligat pada gambar berikut :
b. Kegiatan Usaha
Berdasarkan struktur organisasi diatas, maka urutan kerja masing- masing bagian dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pimpinan cabang Mempunyai tugas:
a. Melaksanakan mengkoordinir seluruh kegiatan operasional cabang utama makassar.
b. Mengkoordinir/mensupervisi semua kegiatan khususnya operasional seksi pemasaran.
2. Pimpinan wakil cabang Mempunyai tugas:
a. Melaksanakan tugas kepala cabang jika sewaktu-waktu tidak berada di tempat.
b. Mengkoordinir/mensupervisi semua kegiatan khususnya operasional administrasi keuangan/akutansi dan umum serta personalia.
3. Pimpinan seksi pemasaran Mempunyai tugas:
a. Melakukan konsilidasi tugas dan kelompok kerja, customerservice kas daerah tingkat II serta staff pemasaran.
b. Mengkoordinir laporan perkreditan baik yang berasal dari konsumsi intern maupun ekstern.
c. Melakukan supervisi dan pembinaan debitur beserta wira kredit.
d. Mengadakan penilaian jaminan.
4. Account officer Mempunyai tugas:
a. Melayani nasabah.
b. Menerima dan memproses permohonan KUL.
c. Melakukan on the spot
d. Melakukan pembahasan, analisa dan kelayakan kredit.
e. Membuat laporan pengembalian premi.
f. Melaksanakan tugas tambahan dari kasie/pinca.
g. Melaksanakan tugas tambahan dari wakil pimpinan cabang.
h. Melaksanakan tugas tambahan dari pimpinan cabang.
5. Outsourching Mempunyai tugas:
a. Mengantar surat-surat PT. Bank sulselbar cabang utama makassar.
b. Membantu /melayani kebutuhan pegawai.
c. Mempersiapkan makan dan minum pegawai.
d. Membersihkan alat makan dan minum pegawai.
e. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.
6. Credit recovery off Mempunyai tugas:
a. Melakukan penagihan kredit.
b. Supervisi kredit.
c. Membuat surat penagihan kepada debitur non-lancar.
d. Melakukan tugas tambahan dari kasie/pinca.
7. Staff pemasaran Mempunyai tugas:
a. Menganalisis dan memproses serta administrative kredit.
b. Membuat laporan realisasi kredit.
c. Mengadakan penagihan debitur.
d. Menerima dan memproses permohonan bank garansi.
e. Membantu membuat perjanjian.
f. Melaksanakan tugas tambahan.
8. Pemimpin seksi pelayanan Mempunyai tugas:
a. Mengkoordinir Permohonan Bank Garansi.
b. Membuat laporan Posisi Bank Garansi.
c. Membuat laporan persediaan Materai.
d. Membuat klarifikasi Bank Garansi.
e. Melaksanakan tugas tambahan dari Kasie / Pinca.
9. Customer service Mempunyai tugas:
a. Melayani pembukaan rekening baru.
b. Memproses permohonan Atm nasabah.
c. Membantu mengadministrasikan gaji pegawai otonom.
d. Melayani pembayaran rekening listrik.
e. Membantu menghitung dan mensortir uang.
f. Menerima dan mengadministrasikan surat masuk/keluar.
g. Melayani transaksi nontunai kk maccini.
10. Teller mempunyai tugas:
a. Melayani transaksi tunai dari nasabah.
b. Menghitung dan mensortir uang setoran pasar.
11. kantor kas Mempunyai tugas:
a. Mengkoordinir semua transaksi di kantor kas.
b. Melakukan aproach pada mutasi yang over limit.
c. Menginput gaji PNS.
d. Melayani transaksi Non tunai pada KK.
e. Memberi informasi kepada nasabah tentang produk bank ( Kredit, Bunga, Deposito, Tabungan dll ).
f. Menghitung dan mensortir uang.
12. Pimpinan seksi analis dan administrasi kredit.
a. Melakukan fungsi supervisi dan pengendalian kredit Meliputi: penagihan secara persuasif dan res.
b. Melakukan hubungan informatif dengan staf administrasi kredit terkait dokumen kredit dan legal jaminan debitur.
c. Melakukan hubungan koordinatif dengan semua unit dalam hal terkait kelancaran recovery kredit termaksud pihak ketiga (balai lelang).
d. Mengecek debitur-debitur non lancar tentang jumlah denda dan outstanding yang tertunggak.
e. Melaksanakan tugas tambahan dari Wakil Pimpinan.
f. Melaksanakan tugas tambahan dari Pimpinan Cabang.
13. Staff administrasi DOK, kredit Mempunyai tugas:
a. Mengadministrasikan Jaminan Kredit.
b. Membuat Laporan Inventaris Jaminan.
c. Mengontrol Proses Take Over.
d. Melaksanakan tugas tambahan dari Kasie / Pinca.
14. Bank garansi Mempunyai tugas:
a. Menerima & memproses permohonan Bank Garansi.
b. Mengadministrasi berkas-berkas Bank Garansi.
c. Melaksanakan tugas tambahan dari Kasie / Pinca.
15. Credit analist/ appraiser Mempunyai tugas:
a. Menerima Permohonan Kredit non KUL.
b. Melakukan On The Spot.
c. Melakukan Pembahasan, analisa dan kelayakan Kredit.
d. Membuat Laporan Penjaminan Asuransi.
e. Membuat Laporan Asuransi Kebakaran.
f. Membuat Laporan KUR.
g. Membuat Laporan KUR berdasarkan sektornya.
h. Mengurus Kenotariatan APHT, Fiducia dll.
i. Melaksanakan Tugas Tambahan dari Kasie/Pinca.
16. Credit officer Mempunyai tugas:
a. Menerima pemeliharaan Kredit KUL & Kredit non KUL.
b. Mengecat Kwitansi tagihan kredit.
c. Melakukan pembahasan analisa dan kelayakan kredit.
d. Membuat laporan KPR.
e. Membantu penangihan Syariah & Cabang lain.
f. Melaksanakan tugas tambahan dari kasie / Pinca.
17. Outsourching (Driver) Mempunyai tugas:
a. Mengantar dan menjemput petugas ATM.
b. Mengantar Petugas .
c. Memeriksa dan membersihkan Kend. Dinas DD 906 AT.
d. Mengantar Uang/ Cover Dana Kantor Kas.
e. Melaksanakan Tugas Tambahan yang diberikan atasan.
18. Pimpinan seksi akutansi dan pelayanan Mempunyai tugas:
a. Menangani segala urusan pelayanan keuangan kantor pusat maupun cabang-cabang.
b. Mengontrol dan mengecek kebenaran mutasi setiap hari.
c. Melaksanakan tugas tambahan.
19. Staff kliring Mempunyai tugas:
a. Melaksanakan kliring pada bank-bank di indonesia.
b. Melaksanakan penolakan cek/bank di bank indonesia.
c. Melaksanakan pembukuan kliring.
d. Membuat surat-surat penolakan.
e. Menghubungi cabang yang mempunyai debitur kliring setiap hari.
f. Melaksanakan tugas tambahan.
20. Checker Mempunyai tugas:
a. Untuk urusan checker non tunai.
b. Membuat neraca intern dan neraca konsilidasi gabungan.
c. Membuat giro antar bank pasif dan membantu setoran astek.
d. Membantu membuat laporan pajak dan perhitungan R.A.K.
e. Melaksanakan tugas tambahan.
21. Pimpinan seksi umum dan SDM Mempunyai tugas:
a. Menerima Permohonan Kredit non KUL.
b. Melakukan On The Spot.
c. Melakukan Pembahasan,analisa dan kelayakan Kredit.
d. Membuat Laporan KPR.
e. Melaksanakan Tugas Tambahan dari Kasie/Pinca.
22. Service asisten Mempunyai tugas:
a. Costumer service kredit (Pelayanan Kredit).
b. Membuat tagihan KUL.
c. Memposting kredit KUL dan menginput nasabah kredit baru yang lama.
d. Melihat/menginformasikan saldo kredit bila diperlukan.
e. Menerbitkan dan melayani permintaan referensi bank.
f. Melakukan tugas tambahan.
23. Transfer Mempunyai tugas:
a. Membantu melaksanakan administrasi pada buku dan mencatat transfer dari cabang-cabang serta sebaliknya.
b. Melaksanakan amanat transfer kepada cabang-cabang bank pembangunan daerah diseluruh indonesia setiap hari kerja.
c. Menerima amanat transfer dari cabang-cabang bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.
d. Mengecek dan mengontrol kembali kebenaran kode KU (kiriman uang) dari cabang-cabang dan bank pembangunan daerah di seluruh indonesia.
e. Menghubungi cabang-cabang dan bank pembangunan daerah di seluruh indonesia yang kode KU (kiriman uang) terdapat perbedaan.
f. Membantu amanat transfer.
g. Membantu kode KU (kiriman uang)
h. Membawa warkat transfer kepada pejabat yang berhak menandatangani.
i. Mencatat dalam buku transfer serta member nomor.
j. Menghubungi debitur yang mempunyai kiriman uang.
k. Melaksanakan tugas tambahan.
24. Simpeda Mempunyai tugas:
a. Menginput transaksi simpeda.
b. Menghitung yang diambil kasir serta membayarnya kepada nasabah.
c. Mengontrol sisa uang penarikan dan setoran dengan hasil rekapitulasi.
d. Mencetak rekapitulasi, mutasi harian, saldo ring/saldo harian.
e. Menerima cek dari bendaharawan gaji.
f. Mengedit gaji dan potongannya.
g. Melakukan pembayaran gaji pegawai otonom/pegawai bank pembangunan daerah sulawesi selatan.
h. Menerima dan mencocokkan daftar gaji pegawai yang masuk dengan daftar gaji bulan lalu.
25. Tapemda Mempunyai tugas:
a. Melaksanakan pembayaran gaji pensiunan.
b. Mengadakan pemotongan kredit pensiunan.
c. Mengecek dana pensiunan pada taspen.
26. Kas daerah tingkat II Mempunyai tugas:
a. Mengerjakan buku B IX umum (buku kas penerimaan dan pengeluaran).
b. Membuat surat registrasi penutupan kasda serta laporan triwulan untuk pemeriksaan atasan langsung.
c. Pengiriman laporan surat tanda setoran tiap-tiap bagian dinas beserta surat perintah membayar utang.
d. Mengetik nota bayar.
e. Mencatat STS (surat tanda setoran) yang masuk setiap hari.
f. Membuat laporan permintaan biaya untuk Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.
g. Melaksanakan tugas tambahan.
27. Staf administrasi Mempunyai tugas:
a. Melaksanakan checker setiap mutasi kas dan memfiter kebenaran vilidasi mutasi pembukuan.
b. Membuat neraca intern dan neraca konsilidasi.
c. Membuka giro antar bank pasiva dan membantu membuat setoran astek.
d. Membuat laporan pajak dan perhitungan R.A.K.
e. Mengecek kebenaran bukti kas dengan data yang di input keangka dan hurufnya.
f. Melaksanakan validasi dan mutasi yang sudah dibukukan.
g. Menghitung pengeluaran / penyetoran uang setiap akhir tutup kas serta mencocokkan pada saldo buku kas besar.
h. Menerima uang setoran dan melanjutkan ke teller.
i. Mensortir uang-uang lusuh untuk di setor ke bank indonesia.
j. Membuat nota ke kasda tingkat II yaitu nota seimpedas dan nota ganti rugi tanah.
k. Menerima (setoran) apapun via kas.
l. Membayar (pencarian) cek, deposito, biaya dan lain-lain.
m. Melaksanakan administrasi pembukuan berupa penyetoran dan penarikan nasabah.
28. Kasir umum dan personalia.
Mempunyai tugas:
a. Mengontrol segala urusan umum mengenai pegawai kantor cabang utama makassar.
b. Mengedit gaji pegawai cabang utama makassar.
c. Mengetahui serta mengontrol biaya yang keluar setiap hari.
d. Mengatur kendaraan kantor beserta sopir-sopirnya.
e. Mengontrol keperluan/kebutuhan pegawai cabang utama makassar.
f. Membuat pajak tahunan.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Perputaran Modal Kerja Dalam Meningkatkan Laba Pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar.
a. Laporan Keuangan pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar.
Laporan keuangan suatu Bank terdiri dari Neraca dan Laporan Laba Rugi selama 2 periode, perubahan posisi keuangan serta catatan yang di perlukan sebagai tambahan pada laporan keuangan yang telah dihasilkan.
Demikian pula hanya pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar yang menjadi objek penelitian.
Untuk membuktikan bahwa suatu laporan keuangan Bank dapat diterima umum dan relevan, maka perlu adanya penganalisisan terhadap laporan keuangan.
Berdasarkan data yang diperoleh PT. Bank Sulselbar terdiri dari Neraca dan Laporan Laba Rugi, untuk Mengetahui tingkat perkembangan laba yang dihasilkan PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar pada tahun 2012-2013 sebagai berikut :
Tabel1 :PT.BANK SULSELBAR CABANG UTAMA MAKASSAR
LAPORAN LABA RUGI PERIODE01 JANUARI S/D 31 DESEMBER 2012
1. Pendapatan dan beban operasional 1. Pendapatan bunga
a Hasil Bunga (Rp + valas ) Rp. 160.000.000 b Provisi Dan Komisi Kredit (Rp + Valas ) Rp. 20.000.000 (+)
Jumlah Pendapatan Bunga Rp. 180.000.000
2. Beban bunga
a Beban bunga (rp+valas) Rp. 95.000.000 b Beban lain-lainnya Rp. 8.000.000 (+)
Jumlah Pendapatan Bunga Rp. 103.000.000(-)
Pendapatan bunga bersih Rp. 77.000.000
3. Pendapatan operasional lainnya
a Provisi dan komisi selain kredit Rp. 10.000.000 b Pendapatan valuta asing Rp. 250.000.000
Pendapatan lainnya Rp. 8.000.000 (+)
Jumlah Pendapatan Operasional Rp.268.800.000
4. Beban operasional lainnya
a Beban administrasi dan umum Rp. 23.300.00 b Beban personalia Rp. 82.250.000 c Penyisihan Aktiva produktif Rp. 64.000.000 d Beban Operasional valas Rp. 50.000.000
e Beban lainnya Rp. 2.000.000 (+)
Rp. 198.273.300(-) Jumlah beban operasional lainnya Rp70.526.700(+)
Pendapatan operasional Rp. 268.800.000
II. Pendapatan dan beban nonoperasionl
1.
Pendapatan non operasional Rp. 14.400.000 Beban nonoperasional Rp. 12.500.000 (-) 2. c
Pendapatan/beban nonoperasional Rp. 1.900.000 (+) 3. d
Laba/rugi sebelum pajak Rp. 270.676.700
4. e
Taksiran pajak penghasilan Rp.
5.
Laba /rugi tahun berjalan Rp.
Sumber: PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar Tahun 2012
Tabel 2 : PT.BANK SULSELBAR CABANG UTAMA
MAKASSARPERHITUNGAN LABA RUGIPERIODE 01 JANUARI S/D 31 DESEMBER 2013
I. Pendapatan dan beban operasional 1. Pendapatan bunga
a. Hasil bunga (rp+valas) Rp. 240.000.000 b. Provisi dan komisi kredit Rp. 40.000.000 (+)
Jumlah pendapatan bunga Rp. 280.000.000(+)
2. Beban bunga
a. Beban bunga (rp+valas) Rp. 150.000.000 b. Beban lain-lainnya Rp. 10.000.000 (+)
Jumlah beban bunga Rp. 160.000.000 (-)
Pendapatan bunga bersih Rp. 120.000.000
3. Pendapatan operasional lainnya
a. Provisi dan komisi selain kredit Rp. 40.000.000 b. Pendapatan valuta asing Rp. 450.000.000 c. pendapatan lainnya Rp. 12.600.000 (+)
Jumlah pendapatan operasional Rp. 502.600.000
4. Beban operasional lainnya
a. Beban administrasi dan umum Rp. 40.000.000 b. Beban personalia Rp. 95.000.000 c. Penyisihan aktiva produktif Rp. 75.000.000 d. Beban Opersional Valas Rp . 80.000.000
e. Beban lainnya Rp . 4.000.000 (+)
Rp. 294.000.000 (-) Jumlah beban operasional lainnya Rp. 208.600.000 (+) Pendapatan/beban operasional lainnya Rp. 502.600.000
II. Pendapatan atau beban nonoperasional
II. Pendapatan atau beban nonoperasional