• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode Analisis Data

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa

data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah

terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang

berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2004). Analisis ini

menggambarkan profil responden.

2. Pengujian Instrumen

Langkah awal yang dilakukan dalam pengujian instrumen penelitian

adalah pengujian validitas dan reliabilitas yang bertujuan untuk mengetahui

ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya,

serta mengukur sejauh mana kehandalan atau konsistensi internal dari suatu

instrumen penelitian. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebenaran serta

kualitas data penelitian yang diperoleh.

a. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat

keabsahan (validitas) suatu alat ukur (Rangkuti, 2004). Lebih lanjut,

Rangkuti (2004) mengatakan bahwa suatu alat ukur yang valid,

commit to user

berarti memiliki tingkat validitas yang rendah. Sebuah alat ukur dikatakan

valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Tinggi rendahnya

validitas alat ukur menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak

menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Penelitian ini

menggunakan confirmatory factor analysis (CFA) untuk mengetahui validitas instrumen. Tinggi rendahnya validitas suatu angket adalah

dengan melihat factor loading. Factor loading adalah korelasi item-item pertanyaan dengan konstruk yang diukurnya. Menurut Hair et al. (1998), jika factorloading suatu item pernyataan > 0,50 maka item tersebut sangat penting dalam menginterpretasikan konstruk yang diukurnya. Dalam CFA

kita juga harus melihat pada output dari rotated component matrix yang harus ekstrak secara sempurna. Jika masing-masing item pertanyaan belum

ekstrak secara sempurna, maka proses pengujian validitas dengan Factor Analysis harus diulang dengan cara menghilangkan item pertanyaan yang memiliki nilai ganda.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan suatu alat ukur, maksudnya sejauh mana

pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif sama apabila

dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek yang sama. Uji reliabilitas

dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen ini memiliki konsistensi

yang tinggi atau tidak. Instrumen dapat digunakan jika instrumen tersebut

mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi (Ghozali, 2005). Rangkuti

(2004) mengemukakan bahwa alat ukur yang baik tidak akan bersifat

commit to user

tertentu. Alat ukur yang reliabel (dapat dipercaya) akan menghasilkan data

yang juga dapat dipercaya. Apabila datanya memang benar sesuai dengan

kenyataan, maka berapa kali pun diambil, hasilnya akan tetap sama.

Uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas internal

karena cara menguji suatu alat ukur untuk sekali pengambilan data

(Rangkuti, 2004). Sedangkan pengujian reliabilitas dalam penelitian ini

menggunakan Cronbach’s Alpha dengan bantuan program komputer SPSS 11.5 for Windows. Kategori koefisien alpha dari satu pengujian adalah sebagai berikut :

0,8 – 1 : Reliabilitas baik

0,6 – 0,79 : Reliabilitas dapat diterima

< 0,6 : Reliabilitas kurang baik

3. Uji Hipotesis

a. Analisa Regresi Linier Berganda

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang pengaruh

variabel yang ada maka digunakan alat analisis data. Dalam penelitian ini

alat analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan Regresi

Linier Berganda, dimana analisis ini digunakan untuk mengetahui

pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian ini

dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 11.5 for Windows.

Adapun model dari Regresi Linear Berganda adalah sebagai

berikut : (Djarwanto dan Subagyo, 2005: 162).

commit to user Dimana : Y : Kepuasan konsumen β0 : Konstanta β1, β2 : Koefisien Regresi X1 :Tangible X2 : Intangible

e : Error/ tingkat kesalahan

b. Uji t (test)

Uji statistik t merupakan cara yang dapat dipergunakan untuk

menguji pengaruh masing-masing variabel bebas (independen) terhadap

variabel terikat (dependen). Dalam penelitian uji t ini akan diuji pengaruh

Tangibles (wujud fisik) dan Intangibles (tidak berwujud) secara parsial atau terpisah terhadap kepuasan konsumen (customer satisfaction). Suatu variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dilihat dari

nilai signifikansi uji t. Nilai itu dikatakan signifikan jika bernilai dibawah

α=0,05 (Ghozali, 2005). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah :

H0 : Variabel-variabel bebas (tangibles dan intangibles) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat

commit to user

H1 : Variabel-variabel bebas (tangibles dan intangibles) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (kepuasan

konsumen).

Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, 2005) adalah dengan

menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu :

a. Apabila angka probabilitas signifikansi > 0.05, maka H0 diterima dan

H1 ditolak.

b. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0.05, maka H0 ditolak dan H1

diterima.

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi

yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk

menganalisis derajat multikolinieritas dengan mengevaluasi nilai

Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Regresi yang bebas multikolinieritas ditandai dengan nilai Tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10 (Ghozali, 2005).

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi

linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan

kesalahan penganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi,

maka dinamakan ada problem autokorelasi. Adapun dasar pengambilan

commit to user

maka tidak terdapat autokorelasi positif atau negatif pada model regresi

(Ghozali, 2005).

e. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda

disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang

homoskesdatisitas.

f. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau

tidak. Penelitian ini untuk menguji normalitas residual menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov (K-S).

g. Uji Koefisien Determinasi (R²)

Uji koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat

ketepatan paling baik dalam analisa regresi dimana hal yang ditunjukan

oleh besarnya koefisien determinasi (R²) antara 0 (nol) dan 1 (satu).

Koefisien determinasi (R²) nol variabel independen sama sekali tidak

berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi

semakin mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen

berpengaruh terhadap variabel dependen. Selain itu koefisien determinasi

(R²) dipergunakan untuk mengetahui prosentase perubahan variabel terikat

commit to user

Dokumen terkait