• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2. Metode Analisis Statistik

Model regresi linear berganda dengan 1 Variabel dependen (Y) yaitu

variabel produktivitas kerja karyawan dan 2 variabel independen (X) yaitu

variabel tingkat pendidikan (X1), dan variabel insentif (X2). Untuk menguji

hipotesis yang menyatakan terdapat (X1), (X2) terhadap Y. Berdasarkan hasil

perhitungan diperoleh hasil persamaam regresi ganda adalah sebagai berikut :

Tabel 4.9

Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 5.033 2.101 2.396 .019

Tingkat

Pendidikan .415 .093 .423 4.461 .000 .693 1.444

Insentif .411 .092 .425 4.480 .000 .693 1.444 a. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Karyawan

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa model persamaan regresi

berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y= 5,033 + 0,415 (X1) + 0,411 (X2) + e

dimana tingkat pendidikan dan insentif memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap variabel produktivitas kerja. Hal itu dapat dilihat dari tabel persamaan

regresi berganda sebagai berikut:

1. Konstanta sebesar 5,033

menyatakan bahwa jika tidak ada variabel tingkat pendidikan dan insentif

maka produktivitas kerja pada PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara

2. Koefisien (X1) tingkat pendidikan

sebesar 0,415 menyatakan bahwa setiap terjadi peningkatan satu satuan akan

meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,415.

3. Koefisien (X2) Insentif sebesar

0,411 menyatakan bahwa setiap terjadi peningkatan satu satuan akan

meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,411.

Adapun syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regeresi berganda

sebelum data dianalisis adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas Data

Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah

model regresi variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki

distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki data

normal atau mendekati normal. Pada data penelitian tingkat pendidikan, insentif

dan produktivitas kerja dapat dilihat pada tabel uji normalitas sebagai berikut:

Tabel 4.10 Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tingkat

Pendidikan Insentif

Produktivitas Kerja Karyawan

N 74 74 74

Normal Parametersa Mean 24.0811 24.0000 24.8784

Std. Deviation 1.84136 1.86533 1.80526

Most Extreme Differences Absolute .113 .123 .119

Positive .113 .123 .119

Negative -.110 -.109 -.098

Kolmogorov-Smirnov Z .975 1.058 1.025

Asymp. Sig. (2-tailed) .298 .213 .244

Untuk dapat mengetahui apakah variabel memiliki distribusi yang normal atau

tidak dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

• Jika Sig > 0,05 maka data adalah normal

• Jika Sig < 0,05 maka data adalah tidak normal

Berdasarkan kriteria diatas maka semua variabel berdistribusi normal.

b. Uji Heterokesdastisitas

Berdasarkan hasil uji heterokesdastisitas dengan menggunakan SPSS

16.00 maka dapat dilihat dalam scatterplot (pada lampiran regresi) sebagai

berikut:

Gambar 4.1

Scatterplot Uji Heterokesdatisitas

Pada gambar tersebut menunujukkan bahwa titik-titik data menyebar disekitar

juga tidak membentuk suatu pola. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi

dalam penelitian ini tidak mengalami permasalahan heterokesdastisitas.

c. Uji Autokorelasi

Pengujian asumsi nonautokorelasi yang sifatnya nonformal adalah dengan

membandingkan nilai d-statistik dengan nilai R2 , dimana jika R2 lebih besar atau

sama dengan d-statistik maka stochastic term error dari persamaan perilaku

adalah autokorelasi. Dan sebaliknya jika R2 lebih kecil dari nilai d-statistik maka

stochastic term error dari persamaan perilaku adalah nonautokorelasi

(Pindyck and Rubinfield, 1991).

Perhitungan regresi berganda pada variabel penelitian ini dengan

menggunakan SPSS 16.00 diperoleh output d-statistic dalam Durbin Watson dan

nilai R2 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11 Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .747a .558 .546 1.21676 1.538

a. Predictors: (Constant), Insentif, Tingkat Pendidikan

b. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Karyawan

Berdasarkan kriteria autokorelasi diatas dengan membandingkan nilai R2

lebih kecil dari d-statistic (Durbin Watson) atau 0,558 < 1,538, maka hasil regresi

dari model penelitian ini tidak mengandung autokorelasi.

b. Uji Hipotesis

Sebelum melihat hasil pengujian terhadap hipotesis, maka perlu diketahui

1. Uji t (Uji Parsial)

Uji t (parsial) pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah

pengaruh yang signifikan dari variabel tingkat pendidikan (X1), dan insentif (X2)

terhadap produktifitas kerja (Y). Uji t parsial dilakukan dengan hipotesis sebagai

berikut:

a. Ho : b1 = 0

Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel variabel

tingkat pendidikan (X1), dan insentif (X2) terhadap produktifitas kerja

(Y).

b. Ha : b1 ≠ 0

Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel variabel tingkat

pendidikan (X1), dan insentif (X2) terhadap produktifitas kerja (Y).

c. T tabel diperoleh dengan derajat kebebasan (dk) = n – k

n = jumlah sampel PT. Angsa Pura sebanyak 74 orang

k = jumlah variabel yang digunakan sebanyak 3 variabel

Maka derajat kebebasan = 74 – 3 = 71. Uji t yang digunakan adalah uji t

satu arah dengan α sebesar 0,05 maka t tabel adalah 1,67.

d. Ho diterima jika t hitung < t tabel dan terima Ha jika t hitung > t tabel.

Output hasil analisis Uji t untuk masing-masing variabel independent

dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.12 Uji t parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 5.033 2.101 2.396 .019

Tingkat

Pendidikan .415 .093 .423 4.461 .000 .693 1.444

Insentif .411 .092 .425 4.480 .000 .693 1.444

a. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Karyawan

Keputusan hasil analisis Uji t untuk masing-masing variabel independent

diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Variabel Tingkat Pendidikan (X1)

Harga Thitung (X1) sebesar 4,461 > Ttabel sebesar 1,67. Hal ini berarti tingkat

pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja

karyawan probabilitas (Sig.) X1 = 0.00 < 0.05.

b. Variabel Insentif (X2)

Harga Thitung (X2) sebesar 4,480 > Ttabel sebesar 1,67. Hal ini berarti insentif

berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan

probabilitas (Sig.) X2 = 0.00 < 0.05.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat

pendidikan dan variabel insentif secara uji t (uji parsial) berpengaruh secara

signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan. Hal ini disebabkan karena

mayoritas responden menyatakan pendapat dalam kuesioner bahwa mereka setuju

telah mengenai tingkat pendidikan dan insentif sehingga produktifitas kerja

tercapai dengan demikian target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dengan kata

lain mayoritas responden menyatakan bahwa tingkat pendidikan dan insentif

2. Uji F (ANOVA)

Berdasarkan hasil pengujian statistik (Uji Anova / Uji F) dapat dilihat pada

tabel output berikut :

Tabel 4.13

Hasil Perhitungan Uji Anova ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 132.789 2 66.394 44.845 .000a

Residual 105.117 71 1.481

Total 237.905 73

a. Predictors: (Constant), Insentif, Tingkat Pendidikan

b. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Karyawan

Dari tabel 4.13 uji ANOVA diatas diatas didapat F hitung sebesar 44,845

dengan tingkat Sig. sebesar 0,000. Oleh karena 0,000 < 0,05 maka model regresi

bisa dipakai untuk memprediksi produktifitas kerja karyawan PT. Angkasa Pura II

(Persero) Bandar Udara Polonia Medan.

3. Koefisien Determinasi R2 (R Square)

Determinasi R2 ini digunakan untuk melihat seberapa besar variabel bebas

mampu menjelaskan variabel terikat. Dengan kata lain koefisien determinan

digunakan untuk mengukur kemampuan variabel tingkat pendidikan dan variabel

insentif mempengaruhi variabel produktivitas kerja karyawan PT. Angkasa Pura II

(Persero) Bandar Udara Polonia Medan. Besarnya nilai koefien determinan pada

Tabel 4.14 Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .747a .558 .546 1.21676 1.538

a. Predictors: (Constant), Insentif, Tingkat Pendidikan

b. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Karyawan

Berdasarkan tabel 4.14 menunjukkan koefisien determinasi pada penelitian

ini adalah sebagai berikut:

a. Nilai R sebesar 0,747 menunjukkan tingkat keeratan (korelasi) yang cukup

tinggi (mendekati satu) secara simultan antara variabel tingkat pendidikan

dan variabel insentif terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Angkasa

Pura II (Persero) Bandar Udara Polonia Medan.

b. Nilai R Square (koefisien determinasi) sebesar 0,558. Besarnya nilai

koefisien 0,558 sama dengan 55,8%. Nilai tersebut berarti bahwa sekitar

55,8% produktivitas kerja karyawan PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar

Udara Polonia Medan dapat dijelaskan melalui variabel tingkat pendidikan

Dokumen terkait