BAB I PENDAHULUAN
A. Tinjauan Pustaka
4. Metode Ceramah Bervariasi
Ceramah merupakan metode pembelajaran yang sangat sederhana sehingga paling banyak digunakan. Ceramah murni cenderung pada bentuk komunikasi satu arah (W. Gulo 2004 : 137). Situasi yang menunjang pelaksanaan teknik berceramah perlu diperhatikan. Pertama penyediaan buku yang berisi bahan atau masalah yang akan dipelajari. Kedua, jumlah siswa dan ketiga, kemampuan berbicara seorang guru (Roestiyah N. K 2008 : 137)
Menurut W. Gulo (2004 : 138 – 142), keunggulan metode ceramah adalah sebagai berikut :
a. Hemat dalam penggunaan waktu dan alat.
b. Mampu membangkitkan minat dan antusias siswa.
c. Membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mendengarnya.
d. Merangsang kemampuan siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
e. Mampu menyampaikan pengetahuan yang belum pernah diketahui siswa.
Disamping keunggulan-keungggulan terssebut diatas, terdapat pula kelemahan-kelemahan yang membatasi kemampuan ceramah itu sendiri. Kelemahan-kelemahan tersebut sebagai berikut :
a. Ceramah cenderung pada pola strategis ekspositorik yang berpusat pada guru.
b. Metode ceramah cenderung menempatkan posisi siswa sebagai pendengar dan
pencatat.
c. Keterbatasan kemampuan pada tingkat rendah.
d. Proses ceramah berlangsung menurut kecepatan bicara dan logat bahasa yang dipakai oleh guru.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
13
Strategi ceramah bervariasi merupakan upaya meningkatkan pengajaran dengan metode ceramah yaitu dengan memanfaatkan keunggulannya dan mengupayakan mengatasi kelemahan-kelemahannya. Ceramah sebagai metode utamanya dan digunakan juga metode lain dalam mencapai tujuan pengajaran misalnya dengan variasi metode, media, penampilan dan bahan sajian.
Dalam hal ini penulis menggunakan ceramah bervariasi metode yaitu mnggunakan ceramah sebagai metode utamanya dan metode tanya jawab sebagai variasinya.
5. Prestasi Belajar
Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda “prestatie”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dsb). Sedangkan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru (Depdiknas, 2002 : 895). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar seseorang diperoleh setelah seseorang melakukan aktivitas belajar baik secara individu maupun kelompok. Dengan kata lain prestasi belajar merupakan hasil dari perubahan tingkah laku pada kegiatan belajar siswa yang dinyatakan dengan angka.
Prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecerdasan (intelegensia) siswa saja tapi juga faktor-faktor lain. Faktor-faktor tersebut secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu :
a. Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, misalnya faktor intelegensia, motivasi, minat, fisik dan faktor-faktor lainnya. b. Faktor ekstern yaitu faktor yang berada diluar individu, misalnya lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Prestasi belajar juga memiliki fungsi yang penting dalam pembelajaran. Adapun fungsi dari prestasi belajar adalah :
a. Indikator kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa. b. Lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
14
c. Bahan informasi dalam inovasi pendidikan, karena prestasi belajar dapat dijadikan sebagi pendorong bagi siswa dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
d. Indikator intern dan ekstern dari suatu instansi pendidikan, indikator intern yang dimaksud adalah prestasi belajar dapat dijadikan sebagai tolak ukur tingkat produktivitas sedangkan indikator ekstern dijadikan sebagai tolak ukur tingkat kesuksesan siswa.
e. Untuk mengetahui daya serap siswa dalam proses belajar siswa yang diprogramkan kurikulum.
6. Materi Ikatan Kimia
Atom-atom pada umumnya tidak ditemukan dalam keadaan bebas (kecuali pada temperatur tinggi), melainkan sebagai suatu kelompok atom-atom atau sebagai molekul, adalah petunjuk bahwa, secara energi, kelompok atom-atom atau molekul itu merupakan keadaan yang lebih stabil dan pada atom-atom dalam keadaan bebas. Dua atom dapat berantaraksi dan membentuk molekul. Antaraksi ini selalu disertai dengan pengeluaran energi. Gaya-gaya yang menahan atom- atom dalam molekul disebut ikatan. Ikatan ini merupakan ikatan kimia, apabila antaraksi atom itu menyangkut pengeluaran energi lebih dari 42 kJ per-mol atom. Dalam hal ini akan terbentuk zat baru dengan sifat-sifat yang khas. Pengetahuan tentang ikatan ini adalah penting sekali dalam hubungannya dengan struktur molekul dan sifat-sifat yang lain (Hiskia Achmad dan M.S. Tupamahu, 1988: 66).
a. Konfigurasi Elektron Golongan Gas Mulia
Atom-atom di alam hanya atom gas mulia yang stabil. Dalam proses penggabungan atom-atom yang mengalami perubahan adalah elektronnya. Kestabilan suatu atom ditentukan oleh kofigurasi elektron.
2He : 2 18Ne : 2 8 18Ar : 2 8 8 36Kr : 2 8 18 8 54Xe : 2 8 18 18 8
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
15
b. Konsep Kestabilan Atom
Atom sukar bereaksi karena suatu atom dalam keadaan stabil. Kestabilan atom ditentukan oleh struktur elektron valensi. Menurut Kossel dan Lewis menyebutkan bahwa atom stabil memiliki elektron valensi : 2 elektron (duplet) atau 8 elektron (oktet). Atom yang tidak stabil mempunyai elektron valensi belum terisi penuh 8 elektron. Atom yang belum stabil akan mencapai kestabilan dengan cara :
1) Membentuk Ion
Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau menangkap elektron.
a) Melepas Elektron
Pada unsur yang mudah melepaskan elektron (mudah membentuk ion positif) mempunyai energi ionisasi rendah, misal : unsur golongan IA, IIA dan IIIA.
Contoh : 11 Na (g) à Na+(g) + e - (2, 8, 1) (2, 8)
12 Mg (g) à Mg2+(g) + 2e -
(2, 8, 2) (2, 8)
b) Menangkap Elektron
Pada unsur yang mudah menangkap elektron (mudah membentuk ion negatif) mempunyai afinitas elektron yang besar, misal : unsur golongan VA, VIA dan VIIA
Contoh : 17 Cl (g) + e- à Cl-(g) (2, 8, 7) (2, 8, 8) 16 S (g) + 2e- à S2-(g)
(2, 8, 6) (2, 8, 8)
Atom unsur yang memiliki elektron valensi 1, 2 dan 3 dapat melepas elektron valensi untuk menjadi stabil. Sedangkan atom unsur yang memiliki elektron valensi 5, 6 dan 7 cenderung menangkap elektron untuk menjadi stabil.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
16
2) Menggunakan Pasangan Elektron Bersama
Unsur yang memiliki energi ionisasi tinggi, sukar melepas elektron (sukar membentuk ion positif). Unsur yang memiliki afinitas elektron rendah, sukar menangkap elektron (sukar membentuk ion negatif). Maka unsur-unsur tersebut cenderung membentuk pasangan elektron yang dipakai bersama. Pasangan elektron bisa berasal kedua atom yang bergabung maupun dari salah satu atom yang bergabung. Untuk atom H menambah satu elektron supaya kulit K penuh berisi 2 elektron(Unggul Sudarmo, 2006 : 40-41).
Contoh
Gambar 2. Contoh Senyawa pada NH3 yang Menggunakan Pasangan
Elektron Bersama untuk Mencapai Kestabilan
c. Lambang Lewis dan Struktur Lewis
Untuk menggambarkan pembentukan ikatan kimia secara sederhana dapat digunakan lambang Lewis dan struktur Lewis.
1) Lambang Lewis
Lambang Lewis adalah lambang unsur yang dikelilingi sejumlah titik yang melambangkan elektron valensinya (Brady, 1994: 272). Berikut ini beberapa contoh dari lambang Lewis :
2He : 2 à Lambang Lewis :
18Ar : 2 8 8 à Lambang Lewis :
Gambar 3. Lambang Lewis He dan Ar
(Parning dkk, 2003: 62)
2) Struktur Lewis
Strukutr Lewis adalah kombinasi lambang Lewis yang menggambarkan perpindahan atau penggunaan bersama pasangan elektron dalam ikatan kimia.
He Ar N x H x x x x + 3 xNxx x x H H H
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
17
Rumus yang dirancang bangun dengan menggunakan lambang Lewis disebut struktur Lewis atau rumus titik elektron. Rumus ini gunakan untuk menjelaskan ikatan kovalen, namun juga dapat digunakan untuk mendiagramkan apa yang terjadi apabila atom-atom bergabung membentuk senyawa ion. Berikut ini beberapa contoh dari struktur Lewis :
ü Struktur Lewis dari H2O
Konfigurasi elektron dari atom unsur H dan atom unsur O :
1H = 1 8O = 2 6
Terbentuknya struktur Lewis dari H2O yaitu tersusun dari dua atom unsur H dengan elektron valensi satu dan satu atom O dengan elektron valensi enam.
Gambar 4. Struktur Lewis dari H2O
ü StrukturLewis dari LiF
Konfigurasi elektron dari atom unsur H dan atom unsur O :
3Li = 2 1 9F = 2 7
Struktur Lewis yang yang terjadi apabila atom-atom bergabung membentuk senyawa ion, yaitu terbentuknya struktur Lewis dari LiF yang tersusun antara atom unsur Li dan F.
Gambar 5. Struktur Lewis dari LiF
Tanda kurung siku di sekitar fluor di ruas kanan digunakan untuk menyatakan bahwa keseluruhan empat pasanga lektron merupakan milik eksklusif ion flourida. Dengan satu elektron diserahterimakan dari lithium ke flour, kulit valensi lithium dikosongi dan ion fluorida berakhir dengan suatu lambang Lewis yang sama seperti lambang salah satu gas mulia (Brady, 1994: 273). H O + H O H Struktur Lewis H2O H + Li F Li+ F -
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
18
d. Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom yang lain. Terbentuk dari atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam setelah melepas elektron menjadi ion positif sedangkan atom bukan logam akan bermuatan negatif. Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik / gaya elektrostatis antara ion positif dan ion negatif. Senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ionik Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ikatan ion hanya dapat terjadi apabila atom unsur-unsur yang berikatan mempunyai perbedaan daya tarik elektron (keelektronegatifan) yang cukup besar. Perbedaan daya tarik elektron yang cukup besar memungkinkan terjadinya serah- terima elektron (Michael Purba, 2006: 146).
Ion positif terbentuk karena suatu atom melepaskan elektron. Atom yang cenderung melepaskan elektron membentuk ion positif adalah atom unsur logam. Oleh sebab itu, unsur logam disebut unsur elektropositif. Unsur logam cenderung memiliki energi ionisasi relatif kecil. Unsur logam golongan utama cenderung melepaskan elektron valensinya agar konfigurasi elektron valensinya sesuai dengan konfigurasi elektron gas mulia.
Contoh :
Logam golongan IA cenderung melepaskan 1 elektron. 11Na (g) melepaskan 1 elektron 11Na+(g) + e-
( 2 8 1 ) ( 2 8 )
ü Logam golongan IIA cenderung melepaskan 2 elektron.
20Ca (g) melepaskan 2 elektron 20Ca2+(g) + 2e- ( 2 8 2 ) ( 2 8 )
ü Logam golongan IIIA cenderung melepaskan 3 elektron.
13Al (g) melepaskan 3 elektron 13Al3+ (g) + 3e- ( 2 8 3 ) ( 2 8 )
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
19
Ion negatif terbentuk karena suatu atom menerima elektron. Atom yang cenderung menerima elektron adalah atom unsur nonlogam. Oleh sebab itu, unsur non logam disebut unsur elektronegatif dan mempunyai afinitas elektron yang besar. Secara umum banyaknya elektron yang diterima oleh unusr nonlogam adalah sebanyak kekurangaanya agar sesuai dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat.
Contoh :
ü Unsur golongan VIA, menerima 2 elektron
8O (g) + 2e- menerima 2 elektron 8O2- (g) ( 2 6 ) ( 2 8 )
ü Unsur golongan VIIA, menerima 1 elektron
17Cl (g) + e- menerima 1 elektron 17Cl- (g)
( 2 7 ) ( 2 8 )
(Parning, 2006: 63-64)
Untuk menentukan jenis ikatan yang akan dibentuk oleh suatu pasangan unsur dapat dilakukan dengan memperhatikan posisi unsur itu dalam sistem periodik. Sebagai contohnya unsur pada sisi sebelah kiri sistem periodik misalnya unsur golongan IA (contohnya Na), IIA (contohnya Ca) dan IIIA (contohnya Al) yang tergolong logam. Sebaliknya unsur-unsur yang terletak pada bagian kanan tergolong nonlogam, yaitu unsur-unsur yang cenderung menyerap elektron. Senyawa biner dari logam alkali dengan golongan halogen, seperti NaCl, NaBr, KI, LiF dan CsCl semuanya bersifat ionik. Senyawa dari logam alkali tanah juga bersifat ionik, kecuali beberapa senyawa dari Be (Michael Purba, 2004: 146).
Beberapa contoh senyawa yang berikatan ion :
ü Senyawa NaCl
Proses terbentuknya senyawa NaCl :
Atom unsur Na melepas 1 elektron membentuk ion positif. 11 Na (g) à Na+ (g) + e –
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
20
Atom unsur Cl menangkap 1 elektron membentuk ion negatif. 17 Cl (g) + e - à Cl – (g)
(2, 8, 7) (2, 8, 8)
Gambar 6. Pembentukan senyawa NaCl
(Unggul Sudarmo, 2006 : 42-43)
ü Senyawa MgCl2
Proses terbentuknya senyawa MgCl2 :
Atom unsur Mg melepas 2 elektron membentuk ion positif. 12 Mg (g) à Mg2+(g) + e –
(2, 8, 2) (2, 8)
Atom unsur Cl menangkap 1 elektron membentuk ion negatif. 17 Cl (g) + e - à Cl – (g)
(2, 8, 7) (2, 8, 8)
Gambar 7. Pembentukan Senyawa MgCl2
e. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom. Terjadi pada atom unsur non logam dengan atom unsur non logam. Beberapa contoh senyawa yang berikatan kovalen :
ü Senyawa Cl2
17 Cl = 2 8 7
Gambar 8. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen pada Cl2
Na + Cl Na+ +
[
Cl]
NaCl - Mg Cl + Mg2++ 2[
Cl]
MgCl2 - Cl + Cl Cl 2 Cl Cl Cl Cl Clperpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
21
ü Senyawa H20
1 H = 1 16 O = 2 8 6
Gambar 9. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen pada H2O
ü Senyawa CH4
6 C = 2 4 1 H = 1
Gambar 10. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen pada CH4
(Brady, 1994: 275)
Berdasarkan jumlah ikatannya, ikatan kovalen dibagi menjadi dua yaitu ikatn kovalen tunggal dan ikatan kovalen rangkap.
1) Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang hanya melibatkan sepasangelektron untuk berikatan. Salah satu contohnya yaitu pada senyawa H2.
Gambar 11. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Tunggal pada H2
2) Ikatan Kovalen Rangkap
Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang melibatkan lebih dari sepasang elektron untuk berikatan. Ikatan kovalen rangkap dibedakan menjadi dua yaitu :
a) Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen rangkap dua yaitu : x x H H + O H x x O H H H O H2O xC x xx + 4 H x C x x x H H H H H H H C H CH4 H H H H + H H H2
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
22
ü Senyawa O2
Gambar 12. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Dua pada O2
ü Senyawa CO2
6 C = 2 4 8 O = 2 6
Gambar 13. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Dua pada CO2
b) Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen rangkap tiga yaitu :
ü Senyawa N2
7N = 2 5
Gambar 14. Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga pada N2 (Brady, 1994: 273-276) Dalam pembentukan ikatan kovalen belum tentu semua elektron valensi digunakan untuk membentuk pasangan elektron bersama. Pasangan elektron yang digunakan bersama oleh dua atom yang berikatan disebut pasangan elektron ikatan (PEI), sedangkan pasangan elektron yang tidak digunakan bersama oleh
N + N N N N N N2 ikatan kovalen rangkap tiga O + O O O2 ikatan kovalen rangkap dua O O O xCx x x O O + O xxC O O C O CO2 ikatan kovalen rangkap dua x x
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 23 C O O O H H d- d+ d+
kedua atom disebut pasangan elektron bebas (PEB). Contoh pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) pada HCl berikut ini :
H x Cl x x x x x x PEI = 1 PEB = 3
Gambar 15. PEI dan PEB pada HCl
f. Senyawa Polar dan Non Polar
Ikatan kovalen disebut polar jika PEI tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Kepolaran ikatan disebabkan oleh perbedaan keelektronegatifan zat yang berikatan. Makin besar selisih keelektronegatifan, maka semakin besar kepolaran ikatan (makin polar ikatannya). Contoh senyawa polar :
Gambar 16. Molekul Polar pada H2O
Senyawa H2O memiliki pasangan elektron bebas (PEB) pada atom pusatnya (O). Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom O yang lebih elektronegatif. Atom yang mempunyai harga keelektronegatifan lebih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya, sehingga atom tersebut menjadi lebih negatif dari pada atom yang kurang kuat gaya tariknya.
Contoh senyawa non polar :
Gambar 17. Molekul Non Polar pada CO2
Pada CO2 merupakan senyawa nonpolar karena pada atom pusatnya tidak memiliki pasangan elektron bebas (PEB) yang dapat menarik kuat salah satu
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
24
pasangan elektron sehingga pasangan elektron ikatan tertarik sama kuat ke semua atom. Daya tarik atom yang sama kuat tidak menyebabkan terjadinya polarisasi. Tabel 1. Perbedaan Senyawa Polar dengan Senyawa Non Polar
Senyawa Polar Senyawa Non Polar
1. Perbedaan keelektronegatifan sangat besar.
2. Bentuk molekul tidak simetris / asimetris.
3. Atom pusat mempunyai PEB 4. Terjadi polarisasi.
5. Dipengaruhi oleh medan listrik
1. Perbedaan keelektronegatifan sangat kecil atau nol.
2. Bentuk molekul simetris.
3. Atom pusat tidak mempunyai PEB kecuali pada XeF4
4. Tidak terjadi polarisasi.
5. Tidak dipengaruhi oleh medan listrik
Contoh senyawa polar : HCl, H2O, HF, NH3, SO2
Contoh senyawa polar : CO2, H2, O2, Cl2, N2, CCl4, CH4
g. Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan dengan pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom dan digunakan bersama-sama oleh dua atom (Brady, 1994: 294).
Contoh : SO3
Gambar 18. Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi pada SO3
h. Perbandingan Sifat Fisika Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen
Berikut ini beberapa perbandingan sifat fisika senyawa ion dan senyawa kovalen dalah sebagai berikut :
S O X X X X X X 3 S O O O S X X X X X X SO3 ikatan kovalen koordinasi ikatan kovalen rangkap dua O O O
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
25
1) Titik Didih
Titik didih senyawa kovalen relatif rendah, sedangkan senyawa ion relatif tinggi. Kebanyakan senyawa kovalen mendidih di bawah 200oC, sedangkan senyawa ion umumnya di atas 900oC. Pada suhu kamar semua senyawa ion berupa zat padat, keras tetapi rapuh. Senyawa kovalen pada suhu kamar, ada yang berupa padatan dengan titik leleh yang relatif rendah, ada yang berupa cairan, ada pula yang berupa gas.
Titik didih berkaitan dengan gaya tarik-menarik antar partikel (disebut kohesi), makin kuat kohesi, makin tinggi titik didih. Air (titik didih 100oC) adalah suatu senyawa kovalen. Atom-atom dalam molekul air terikat kuat secara kovalen, tetapi ikatan antar molekul (kohesinya) tidak begitu kuat, sehingga air relatif mudah mendidih.
Natrium klorida (NaCl) adalah senyawa ion, meleleh pada 801oC dan mendidih pada 1517oC. Dalam struktur senyawa ion setiap partikel terikat kuat dengan gaya coulomb. Oleh karena itu, sangat sukar untuk memisahkan partikel tersebut menjadi bentuk uap.
2) Kemudahan Menguap (Volatilitas)
Zat yang mudah menguap, seperti alkohol, cuka dan bensin disebut volatil. Zat-zat yang volatil adalah senyawa kovalen dengan titik didih rendah, sehingga pada suhu kamar sudah cukup banyak yang menguap. Menguap berbeda dengan mendidih, mendidih merupakan perubahan cairan menjadi gas pada titik didihnya sedangkan menguap adalah perubahan padatan atau cairan menjadi uap dan tidak harus pada titik didihnya. Tidak ada senyawa ionik yang volatil.
3) Kelarutan
Senyawa ion cenderung larut dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut organik (seperti petroleum eter, aseton, alkohol dan trikloroetana). Misalnya NaCl larut dalam air namun tidak larut dalam kloroform. Sebaliknya, kebanyakan senyawa kovalen tidak larut dalam air tetapi lebih mudah larut dalam pelarut organik.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
26
4) Daya Hantar Listrik
Senyawa ion padat tidak menghantarkan listrik tetapi jika senyawa ion dipanaskan hingga meleleh maka dalam bentuk lelehan dapat menghantarkan listrik. Jika dilarutkan dalam air, senyawa ion dapat menghantarkan listrik. Lelehan atau larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik karena dalam keadaan tersebut ion-ionnya dapat bergerak bebas. Ion-ion yang bergerak menghantarkan listrik. Senyawa kovalen dalam bentuk padat maupun lelehan tidak dapat menghantarkan listrik. Beberapa senyawa kovalen dapat menghantarkan listrik jika dilarutkan dalam air.
Tabel 2. Perbedaan Antara Senyawa Ion dan Seyawa Kovalen
Sifat Senyawa Ion Senyawa Kovalen
1. Titik didih dan titik leleh
2. Daya hantar listrik
3. Wujud Zat
4. Kelarutan dalam air
1. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
2. Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik.
3. Berwujud padat pada suhu kamar (25oC, 1 atm).
4. Umumnya larut.
1. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah
2. Lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik.
3. Pada suhu kamar berwujud : padat, cair dan gas.
4. Umumnya tidak larut. (Michael Purba, 2006: 159-160)
i. Memprediksi Jenis Ikatan pada Senyawa
Untuk mengetahui jenis ikatan dalam suatu senyawa perlu diperhatikan hal sebagai berikut :
1) Ikatan antara atom unsur logam dengan atom unsur non logam atau ikatan antara ion positif atau aion negatif adalah ikatan ion.
2) Ikatan antara unsur non logam dengan non logam adalah ikatan kovalen. 3) Untuk molekul poliatom ikuti langkah-langkah dalam menuliskan struktur
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
27
Beberapa contoh jenis ikatan pada suatu senyawa :
ü Jenis Ikatan pada Senyawa SO3
Atom S dan O adalah unsur non logam dengan non logam, ikatannya adalah kovalen, dengan S sebagai atom pusat.
Gambar 19. Jenis Ikatan pada SO3
ü Jenis Ikatan pada Senyawa NaOH
Atom Na adalah unsur logam sedangkan atom O dan H adalah unsur nonlogam.
Gambar 20. Jenis Ikatan pada NaOH
(Dewi Tri Nur’aini dan Sabar Cahyono, 2006 : 32)
ü Jenis Ikatan pada Senyawa Na2CO3
Atom Na adalah unsur logam sedangkan atom C dan O adalah unsur nonlogam.
Gambar 21. Jenis Ikatan pada Na2CO3 S ikatan kovalen koordinasi ikatan kovalen rangkap dua O O O O O O S X X X X X X Na O H Na+ O H x x x x xxx x x x x - + x + ikatan ion ikatan kovalen tunggal 2 N a + xxC xx + 3 O 2 N a+ C x x x x O O O 2 - ik a ta n k o v a le n tu n g g a l ik a ta n k o v a le n r a n g k a p d u a ik a ta n io n ik a ta n k o v a le n tu n g g a l
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
28
B. Kerangka Berpikir
Ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang cukup sulit bagi kebanyakan siswa SMA. Dalam pengajaran kimia di MAN Gondangrejo selama ini, masih banyak siswa yang sulit menangkap materi kimia khususnya Ikatan Kimia karena materinya yang abstrak. Media pembelajaran yang tersedia juga terbatas. Biasanya siswa kurang aktif dalam proses pembelajarannya. Selain itu, metode pembelajaran kimia yang seringkali digunakan adalah metode ceramah saja sehingga semakin membuat siswa tidak tertarik dengan ilmu kimia, bosan dan pada akhirnya tidak paham terhadap materi yang diajarkan guru mereka di kelas.
Siswa sekolah menengah atas yang merupakan anak didik usia remaja memiliki karakteristik suka berkelompok dan kebutuhan mengaktualisasikan diri yang tinggi, maka perlu kiranya dilaksanakan sebuah metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar yang sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa untuk dapat berinteraksi dengan siswa lainnya dalam sebuah kelompok. Dengan metode pembelajaran yang cocok terhadap kondisi siswa maupun sekolah, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian diterapkan model pembelajaran Cooperarative
Learning (CL) menggunakan tipe TGT (Team Games Tournament) yang
menekankan pada adanya saling ketergantungan positif antar anggota kelompoknya dan kontribusi anggota untuk kelompok. Dengan metode pembelajaran ini, siswa dibentuk kelompok-kelompok kecil dengan kemampuan yang heterogen. Dari kegiatan tersebut timbul kerjasama yang positif dari diri para siswa. Selain itu dengan belajar secara bersama-sama dalam kelompok dapat meningkatkan pemikiran yang lebih tinggi dan mempertahankan mengingat informasi lebih lama dari pada siswa yang bekerja secara individu. Adanya penilaian kelompok akan memotivasi siswa untuk berkontribusi secara maksimal bagi kelompoknya. Selain itu jumlah siswa di dalam kelas relatif kecil sehingga dengan metode pembelajaran TGT (Team Games Tournament) ini, guru lebih