BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Metode Dakwah Terhadap Narapidana di Cabang Rumah
Dakwah di kalangan narapidana harus dibedakan dengan dakwah dikalangan masyarakat umum, apalagi kebanyakan narapidana terkadang sensitif dan mudah tersinggung, bahkan terkadang kondisi pemikiran mereka tidak stabil
untuk menerima dakwah yang disampaikan da’i.3
Metode dakwah di Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga merupakan cara untuk membina tingkah laku para narapidana juga menambah pengetahuan dan pemahaman ajaran-ajaran Islam. Pembinaan agama yang dilakukan oleh petugas tidak akan berhasil apabila narapidana tidak memiliki keinginan dari dirinya sendiri untuk merubah sikap dan tindakan tersebut. Dalam pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan agama, cabang rutan Negara Jantho di Lhoknga bekerjasama dengan pihak ketiga seperti BMOIW, dayah-dayah/Pasantren dari Banda Aceh, dan dengan dosen-dosen UIN Ar-Raniry.
Dengan adanya kegiatan dakwah diharapkan akan dapat memberikan arti positif bagi hidup dan kehidupan para narapidana baik selama berada di Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga maupun ketika berbaur kembali di masyarakat. Dengan harapan membentuk manusia yang bermental religius dan berahlak mulia (akhlakul karimah), dengan harapan lebih lanjut yaitu meningkatkan pemahaman agama para narapidana.
3Wawancara pada tanggal 23 Juli 2016, denagn Pak Nasir Kasubsie Peltah dan Pengelolaan Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga
Tujuan dari pada dakwah di kalangan narapidana sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari tujuan pemasyarakatan itu sendiri. Adapun tujuan pemasyarakatan secara umum adalah:
1. Agar narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak melanggar hukum lagi setelah kembali ke masyarakat.
2. Dapat berpartisipasi aktif dan positif dalam pembangunan (manusia mandiri).
3. Hidup berbahagia di dunia dan akhirat.4
Cabang Rutan Negara Jantho di Lhoknga akan memberi sanksi kepada narapidana yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan. Hasil wawancara dengan Pak Zainuddin salah satu pegawai Cabang Rumah Tahanan Negara Janto di Lhoknga menyebutkan sanksi yang diberikan kepada narapidana yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan adalah mengurung narapidana yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan dalam tsel selama sehari, atau menyuruh mereka untuk berlari dilapangan sebanyak 3 (tiga) kali putaran.5
Metode Dakwah di kalangan narapidana mempunyai karakteristik tersendiri, karena para narapidana adalah kelompok masyarakat tersendiri yang mempunyai ciri-ciri, sifat-sifat dan kondisi psikologis yang berbeda dengan
4Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Laporan Bulanan Cabang Rutan Negara
Jantho di Lhoknga (Lhoknga: 2016)
5
Wawancara pada tanggal 23 Juli 2016, dengan Pak Zainuddin kepegawaian Cabang Rutan Negara Jantho di Lhoknga
masyarakat umumnya. Metode dakwah yang digunakan bagi para narapidana di Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga, sebagai berikut:
a. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang dilakukan dengan maksud untuk menyampaikan keterangan, petunjuk dan penjelasan tentang sesuatu kepada pendengar dengan menggunakan lisan. Metode ceramah yang dilaksanakan di Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga ini biasanya diisi oleh Ustazd/Ustazah dari Pasantren/Dayah seperti Tgk Fauzi (Ustadz dari Pasantren Budi Raja Pekan Blida Lampuuk), Ustazah Nurhayati, dan Ustazah Zahara, dan juga dari dosen-dosen Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang sudah bekerjasama dengan Rutan seperti:, Tgk.Yusuf dan Tgk Abrizal. Pada metode ceramah ini yang aktif hanyalah da’inya saja sedangkan mad’unya hanya mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh da’i tersebut.
Ceramah adalah pesan yang bertujuan memberikan nasehat dan petunjuk-petunjuk, sementara ada audiens yang bertindak sebagai pendengar. Pematerinya di datangkan dari luar lapas yang bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Salah satu penceramahnya adalah Ustazah Nurhayati yang berasal dari BMOIW, Ustazd Yusuf dan Ustazh Abrizal yang merupakan dosen UIN Ar-Raniry, akan tetapi Uztadz Yusuf dan Uztadz Abrizal bukan penceramah tetap di Cabang Rumah Tahanan Negara Jantho di Lhoknga. Ceramah agama ini dilaksanakan pada hari senin pukul 10:00 WIB.
b. Metode Tanya Jawab dan Diskusi
Metode tanya jawab adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan tanya jawab untuk mengetahui sampai sejauh mana ingatan atau pikiran seseorang dalam memahami atau menguasai materi dakwah, di samping itu, juga untuk merangsang perhatian penerima dakwah.
Tanya jawab sebagai salah satu metode cukup dipandang efektif apabila ditempatkan dalam usaha dakwah, karena mad’u dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang belum dikuasainya, sehingga akan terjadi hubungan timbal balik antara da’i dengan mad’u. Diskusi sering dimaksudkan sebagai pertukaran pikiran (gagasan, pendapat) antara sejumlah orang secara lisan membahas suatu masalah tertentu yang dilaksanakan dengan teratur dan bertujuan untuk memperoleh kebenaran.
Dakwah dengan menggunakan metode diskusi dapat memberikan peluang peserta diskusi untuk ikut memberi sumbangan pemikiran terhadap suatu masalah dalam materi dakwah. Melalui metode diskusi da’i dapat mengembangkan kualitas mental dan pengetahuan agama para peserta dan dapat memperluas pandangan tentang materi dakwah yang didiskusikan. Selain itu dalam metode diskusi maka antara da’i dan mad’u dapat menyatukan presepsi yang berbeda sehingga menemukan sebuah kebenaran.
Contoh metode Tanya jawab dan diskusi seperti Pengajian kitab-kitab dilaksanakan pada setiap hari Kamis mulai pukul 10:00 WIB s.d 12.00 WIB,
dan pematerinya Tgk. Fauzi yang merupakan ustazh pasantren Budi Raja Pekan Blida Lampuuk. Kitab-kitab yang diajarkan adalah:6
- Fiqih
Fiqh adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya. Jadi Fiqh Islam merupakan ilmu yang membahas tentang hukum-hukum di dalam Agama Islam yang berkaitan dengan perbuatan manusia.
- Tauhid
Kitab ini diajarkan untuk memberikan pencerahan jiwa para narapidana. Biasanya berisi materi tentang ilmu ketuhanan dengan cara berdiskusi dan dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan.
- Mempelajari Al-Qur’an
Mempelajari Al-Qur’an secara ilmu tajwid qiraah yang dilaksanakan setiap hari Rabu yang diasuh oleh petugas cabang rumah tahanan Negara Lhoknga. Tajwid adalah membaguskan
6Wawancara pada tanggal 18 Juli 2016, dengan Kasubsie Peltah Dan Pengelolaan Cabang Rutan Negara Jantho di Lhoknga
bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid yang berlaku.7
c. Metode Cerita
Metode cerita dijadikan cara untuk menyampaikan pesan-pesan Islam
oleh para da’i. Metode cerita yang dilakukan oleh Cabang Rumah Tahanan
Negara Jantho di Lhoknga dengan menceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul terdahulu, agar narapidana bisa mengamalkan contoh sikap para anbiya.
C. Upaya-Upaya yang di Lakukan oleh Cabang Rumah Tahanan Negara