BAB II Kajian Teori
C. Metode dan Teknik Analisis Data
Setelah semua data diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan menggunakan metode agih dan metode padan referensial. Kedua metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi bentuk (jenis gaya bahasa yang digunakan). Metode agih digunakan jika alat penentunya merupakan bagian dari bahasa itu sendiri (Sudaryanto, 1993: 15).
Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dengan cara membagi satuan lingual datanya menjadi beberapa unsur/bagian, dan unsur-unsur tersebut dipandang sebagai bagian yang langsung membentuk satuan lingual yang dimaksud (Sudaryanto, 1993: 31). Berikut ini adalah contoh penggunaan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL).
(17) À nous deux, Anglais et Français, on représente les deux tiers de l’effort de défense de toute l’Europe. Est-ce qu’on n’a pas besoin de parler ensemble?
‘Kami berdua, Inggris dan Prancis, kita merupakan 2/3 dari kekuatan pertahanan dari seluruh Eropa. Apakah kita tidak butuh untuk berbicara bersama-sama?’
(Data diperoleh dari Pidato Nicolas Sarkozy di depan Komunitas Prancis di London, hari Kamis, tanggal 27 Maret 2008, terdapat pada paragraf 7)
Contoh (17) dibagi menjadi 2 unsur yaitu À nous deux, Anglais et Français, on représente les deux tiers de l’effort de défense de toute l’Europe. ‘Kami berdua, Inggris dan Prancis, kita merupakan 2/3 dari kekuatan pertahanan dari seluruh Eropa’/. Est-ce qu’on n’a pas besoin de parler ensemble? ‘Apakah kita tidak butuh untuk berbicara bersama-sama?’. Berdasarkan dua unsur tersebut diperoleh unsur yang diduga menggunakan
gaya bahasa yaitu kalimat ‘‘Est-ce qu’on n’a pas besoin de parler ensemble?’’ ‘‘Apakah kita tidak butuh untuk berbicara bersama-sama?’’
Selanjutnya contoh (17) dianalisis dengan teknik baca markah. Teknik baca markah adalah teknik analisis data dengan cara ‘membaca pemarkah’ dalam suatu kontruksi (Kesuma, 2007: 66). Dengan teknik tersebut, diketahui Unsur Est-ce que ‘apakah’ merupakan kalimat tanya yang mengindikasikan adanya gaya bahasa pertanyaan retoris/erotesis, yaitu pertanyaan yang tidak menuntut suatu jawaban. Kalimat tanya yang berupa est-ce que ‘apakah’ mengindikasikan bahwa jawaban yang akan diterima oleh penutur hanya ada dua macam yaitu oui ‘iya’ atau non ‘tidak’. Penggunaan gaya bahasa tersebut bertujuan untuk memberi efek yang lebih dalam dan memberi penekanan terhadap hal-hal yang dianggap penting.
Pada dasarnya penutur (Nicolas Sarkozy) sudah mengetahui jawaban dari pertanyaannya, karena jawaban yang akan diterima yaitu oui ‘iya’, karena memang diperlukan adanya pembicaraan bersama-sama. Tujuan utama penutur menggunakan gaya bahasa tersebut yaitu untuk meyakinkan lawan tuturnya mengenai pembicaraan bersama-sama. Pembicaraan bersama-sama memang telah dilakukan oleh penutur karena akan memberikan pengaruh dan keuntungan yang baik bagi negara Prancis maupun Inggris.
Sedangkan untuk menganalisis fungsi gaya bahasa, perlu diketahui tentang konteks yang terkandung dalam kalimat (17) dengan menggunakan komponen-komponen tutur PARLANT. Diketahui bahwa participant (Penutur 1) yaitu Nicolas Sarkozy ingin meyakinkan komunitas Prancis dan warga
Inggris (Penutur 2) dengan menggunakan bahasa Prancis yang resmi (Acte/bentuk ujaran) bahwa harus ada pembicaraan antara Prancis dan Inggris karena keduanya merupakan 2/3 dari kekuatan pertahanan Eropa (Raison/alasan). Tuturan tersebut terjadi di London, hari Kamis, tanggal 27 Maret 2008 (Locale/Tempat), dalam bentuk bahasa Prancis tulis yang dilisankan (Agent/alat yang digunakan), serta kalimat tersebut menggunakan struktur, leksikon, dan bahasa yang persuasif dan estetik (Norme/norma). Bentuk penyampaian pesan berupa monolog (Type/Tipe).
Pesan dalam kalimat Est-ce qu’on n’a pas besoin de parler ensemble? ‘Apakah kita tidak butuh untuk berbicara bersama-sama?’, berpusat pada penutur sehingga fungsi yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah fungsi emotif. Hal ini diperjelas dengan penggunaan leksem On ‘kita’ yang berpusat pada ‘Penutur (Nicolas Sarkozy)’. Penutur menegaskan bahwa perlu adanya pembicaraan antara Inggris dan Prancis, karena keduanya merupakan 2/3 kekuatan Eropa.
Dalam hal ini, Nicolas Sarkozy berusaha untuk meyakinkan komunitas Prancis dan warga Inggris tentang perlunya mengadakan pembicaraan bersama antara Prancis dan Inggris, terutama mengenai kerja sama di antara keduanya untuk mengatasi krisis yang ada. Nicolas Sarkozy berharap dengan adanya pembicaraan tersebut akan memberikan keuntungan yang lebih baik terutama untuk negara Prancis.
Selain teknik baca markah, juga dapat digunakan teknik ganti. Teknik ganti adalah teknik analisis data dengan cara mengganti satuan kebahasaan
tertentu di dalam suatu kontruksi dengan satuan kebahasaan lain di luar kontruksi yang bersangkutan (Kesuma, 2007: 58). Berikut ini adalah contoh penerapan analisis data dengan teknik ganti.
(18) De ce point de vue, la crise que nous avons connue il y a dix huit mois, nous offre des opportunités extraordinaires. Beaucoup de choses sont à réinventer.
‘Dari sudut pandang ini, krisis yang kami kenal selama 18 bulan, menawarkan pada kami kesempatan-kesempatan yang amat luar biasa. Banyak hal yang dapat ditemukan kembali’.
(Data diperoleh dari Pidato Nicolas Sarkozy di Universitas Columbia di New York, hari Senin, tanggal 29 Maret 2010, terdapat pada paragraf 5)
Unsur yang menggunakan gaya bahasa dalam kalimat tersebut yaitu
extraordinaires ‘amat luar biasa’. Unsur tersebut mengacu pada gaya
bahasa hiperbol karena melebih-lebihkan tentang kesempatan-kesempatan yang ada. Dengan teknik ganti, satuan lingual extraordinaires ‘amat luar biasa’ dapat diganti dengan satuan kebahasaan lain yaitu ordinaire ‘biasa’.
Satuan lingual ordinaire ‘biasa’ merupakan bentuk netral dari satuan lingual extraordinaires ‘amat luar biasa’. Dalam hal ini, penutur melebih-lebihkan kesempatan-kesempatan yang ada dan berasal dari krisis ekonomi yang telah terjadi selama 18 bulan.
Bagi penutur, adanya krisis ekonomi membuka kesempatan yang banyak sekali pada semua orang untuk melakukan sebuah perubahan baik dalam pemerintahan maupun perekonomian. Salah satunya yaitu penggunaan model pengembangan yang baru baik dalam bidang industri, ekonomi dan sebagainya. Penutur juga menginginkan lawan tuturnya agar kesempatan
yang ada dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperoleh keuntungan yang banyak.
Selain metode agih, metode padan referensial juga digunakan dalam menganalisis jenis-jenis gaya bahasa. Dalam metode padan referensial, alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan (Sudaryanto, 1993: 13). Adapun teknik dasar dari metode padan referensial yaitu teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Menurut Sudaryanto (1993: 21), teknik PUP adalah teknik analisis data yang menggunakan daya pilah yang bersifat mental yang dimiliki oleh peneliti sebagai alat penentu. Contoh penggunaan teknik PUP adalah sebagai berikut.
(19) Qu’un créateur, qu’un Bill Gates gagne beaucoup d’argent parce qu’il a créé de nouveaux concepts, qu’il a fait de nouvelles découvertes, qu’il a donné du travail à des dizaines de milliers de personnes dans le monde, c’est normal.
‘Ketika seorang pencipta, Bill Gates mendapatkan banyak uang karena dia menciptakan konsep baru, dia membuat penemuan baru, dia memberikan pekerjaan pada puluhan ribu orang di dunia, ini normal’. (Data diperoleh dari Pidato Nicolas Sarkozy di Universitas Columbia di New York, hari Senin, tanggal 29 Maret 2010, terdapat pada paragraf 20)
Dengan latar belakang kemampuan atau pengetahuan tentang gaya bahasa yang dimiliki oleh peneliti, kalimat pada contoh (19) dipilah-pilah sehingga diperoleh unsur yang diduga menggunakan gaya bahasa yaitu Bill Gates ‘Bill Gates’. Unsur tersebut mengacu pada gaya bahasa sinekdoke pars pro toto karena mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan. Bill Gates (+ partiellement/sebagian) untuk menyatakan para pencipta (+ généralisation/keseluruhan) yang kaya raya. Dengan teknik HBS, unsur tersebut dipadankan dengan situasi yang ada.
Pada dasarnya penutur menggunakan gaya bahasa tersebut untuk menyatakan para pencipta seperti Bill Gates yang menjadi kaya raya karena program yang dibuatnya. Bill Gates menciptakan program microsoft yang memudahkan banyak orang dalam pekerjaan mereka dan program tersebut digunakan di hampir semua negara di dunia ini. Selain Bill Gates ada juga pencipta facebook yaitu Mark Zuckerberg yang menjadi kaya raya juga karena program yang telah dibuatnya.
Contoh (19) mengandung fungsi referensial, karena hal yang dibicarakan mengenai ekonomi. Bill Gates ‘Bill Gates’ mengacu pada pencipta program microsoft dan dari program tersebut dia menjadi kaya raya. Nicolas Sarkozy memiliki maksud untuk mempengaruhi para dosen dan mahasiswa agar dapat berpikir kreatif seperti para pencipta tersebut yang hasilnya dapat digunakan oleh semua umat manusia.