• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Metode dan Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan tahapan proses dalam penelitian ketika data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk menjawab rumusan masalah. proses pengolahan data inilah yang disebut sebagai analisis data. Teknik analisis data merupakan tahap sang peneliti menangani langsung masalah yang terkandung dalam data (Sudaryanto, 2015:7). Proses Teknik analisis data yang diperlukan adalah data yang bersifat kualitatif.

Menurut Sudaryanto (2015:15), metode kualitatif adalah metode penelitian yang semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang memang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya sehingga yang dihasilkan atau dicatat berupa data yang apa adanya. Sedangkan, menurut Bogdan dan Biglen (dalam Moleong 2008:248), teknik analisis data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemuka pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Pada penelitian ini, terdapat tiga tahapan untuk menganalisis data. Ketiga tahap tersebut, antara lain tahap pemrosesan data, tahap kategorisasi, dan tahap penafsiran data. Berikut ini akan peneliti uraikan ketiga tahap tersebut.

1. Pemrosesan Data

Pada tahap ini peneliti akan mengidentifikasi pola pengembangan paragraf, perbedaan kecenderungan penggunaan pola pengembangan paragraf, dan pola pengembangan paragraf yang dominan dan tidak dominan pada ketiga artikel surat kabar harian Kedaulatan Rakyat edisi November 2019. Pada saat mengidentifikasi ketiga rumusan masalah tersebut, peneliti berpedoman dan mengacu pada teori-teori yang telah peneliti dapatkan.

Setelah data telah diidentifikasi, tahap selanjurnya data akan dilakukan reduksi data. Reduksi data menurut Miles dan Huberman (1992) merupakan cara yang dipakai untuk memilih, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentranformasi data yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Mereduksi data pada tahap ini adalah menyortir data yang sesuai dengan kriteria data. Data yang tidak memenuhi kriteria akan direduksi atau dibuang. Misalnya, pada paragraf yang terdapat pada karangan opini, tajuk rencana, dan berita utama hanya terdiri dari satu kalimat, maka data tersebut akan direduksi karena kriteria paragraf terdiri dari minimal dua kalimat.

Setelah itu, data-data dalam setiap paragraf akan diberi kode. Kode yang diberikan adalah Kedaulatan Rakyat (KR), Opini (O), Tajuk Rencana (TR), atau Berita Utama (BU) data ke-…, paragraf ke…. Misalnya harian Kedaulatan Rakyat, karangan opini tanggal 1 November 2017, paragraf ke-1 maka kode datanya adalah KR.O.1-P1, dan seterusnya.

2. Kategorisasi

Setelah tahap pemrosesan data, tahap selanjutnya data-data tersebut kemudian akan peneliti kelompokan berdasarkan kategori. Kategori tersebut berupa keenam belas pola pengembangan paragraf. Paragraf dari artikel karangan opini, tajuk rencana. Dan berita utama yang mengandung salah satu pola pengambangan paragraf akan dikelompokan menjadi satu.

3. Penafsiran Data

Pada tahap ini, penafsiran data digunakan untuk menafsirkan data berupa paragraf dalam karangan opini, tajuk rencana, dan berita utama harian Kedaulatan Rakyat edisi November 2019 yang mengandung jenis pola pengembangan, perbedaan kecenderungan penggunaan pola pengembangan, dan pengunaan pola pengembangan

paragraf yang dominan serta tidak dominan. Kebenaran dari hasil tersebut kemudian akan dikonsultasikan kepada ahli atau triangulator untuk diperiksa keabsahan datanya. Tahap selanjutnya menyajikan hasil analisis data. Laporan tersebut dibuat dalam bentuk deskripsi sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Rumusan masalah tersebut, yaitu mengenai pola pengembangan paragraf dan kecenderungan penggunaan pola pengembangan paragrafpada karangan opini, tajuk rencana, dan berita utama harian Kedaulatan Rakyat edisi November 2019.

Berdasarkan ketiga tahapan dalam menganalisis data. Peneliti membuat pemarka atau penanda pola pengembangan paragraf. Hal tersebut bertujuan agar mempermudah peneliti dalam proses menganalisis data. Berikut ini merupakan tabel yang digunakan peneliti sebagai instrumen dalam menganalisis data.

Tabel 3.4 Instrumen Pemarkah Pola Pengembangan Paragraf

No. Jenis Pola Pengembangan

Paragraf

Pemarkah Pola Pengembangan Paragraf

1. Contoh Kata kunci yang biasanya digunakan

dalam paragraf jenis ini, yaitu pada kata contohnya, misalnya, atau seperti.

2. Definisi Kata kunci yang biasanya digunakan

dalam paragraf jenis ini, yaitu pada kata adalah, ialah, yaitu, atau merupakan.

3. Pemerincian Pola pengembangan paragraf dengan pemerincian ditandai dengan pokok pikiran yang dirinci dengan sejumlah fakta-fakta lain.

4. Ilustrasi Pola pengembangan paragraf dengan ilustrasi ditandai dengan memaparkan suatu objek yang dijelaskan dengan gambaran.

5. Kronologi Pola pengembangan paragraf dengan

kronologi ditandai dengan penyusunan menurut urutan-urutan waktu dari suatu peristiwa atau kejadian.

6. Sebab-Akibat atau Akibat-Sebab Pola pengembangan paragraf dengan sebab-akibat ditandai dengan penempatan sebab sebagai kalimat utama dan akibat sebagai kalimat penjelas. Sebaliknya, pengembangan paragraf dengan akibat-sebab ditandai dengan penempatan akibat sebagai kalimat utama dan sebab sebagai kalimat penjelas.

7. Perbandingan Kata kunci yang biasanya digunakan dalam paragraf jenis ini, yaitu pada kata seperti, serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan – sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.

8. Repetisi atau Perulangan Pola pengembangan paragraf dengan repetisi atau perulangan ditandai dengan adanya perulangan ide pokok pada kalimat-kalimat penjelas.

9. Klasifikasi Pola pengembangan paragraf dengan klasifikasi ditandai dengan pengelompokan suatu objek.

dalam paragraf jenis ini, yaitu pada kata ibaratnya, seperti, dan bagaikan.

11. Umum-Khusus atau Khusus-Umum Pola pengembangan paragraf umum-khusus ditandai dengan pernyataan yang sifatnya umum, lalu diuraikan dengan fakta-fakta yang sifatnya khusus. Sedangkan, pola pengembangan paragraf khusus-umum ditandai unsur pengait berupa konjungsi antarkalimat tersebut antara lain jadi, maka dari itu, oleh karena itu, pada akhirnya, sebagai simpulan, sebagai rangkuman.

12. Pembuktian Ditandai dengan gagasan pokok hadir di awal sebuah paragraf, lalu diikuti bukti-bukti yang digunakan sebagai penejelas.

13. Pertanyaan Ditandai dengan menempatkan rumusan pertanyaan di awal paragraf sebagai kalimat pokok.

14. Klimaks dan Antiklimaks Ditandai dengan penempatan gagasan utama yang mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya, sedangkan antiklimaks dimulai dari suatu gagasan atau tema yang dianggap paling tinggi kedudukannya kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan yang lebih rendah hingga yang paling tinggi.

15. Sudut Pandang Pola pengembangan paragraf dengan sudut pandang ditandai dengan tempat dari mana seseorang pengarang melihat sesuatu.

Dokumen terkait