• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. DASAR TEORI

D. Metode Eksperimen

1. Pengertian Eksperimen

Seperti halnya dengan metode demonstrasi, metode ini merupakan metode yang mengikuti cara-cara berfikir ilmiah karena dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan yang sudah disiapkan sebelumnya

didalam mencoba mengetahui atau membuktikan sesuatu. Metode eksperimen sangat baik digunakan sebagai alat untuk memberikan pengertian yang tepat mengenai suatu proses atau kejadian.

Eksperimen adalah suatu kegiatan mempergunakan alat-alat sains dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu yang baru (setidak-tidaknya bagi orang itu sendiri, meskipun tidak baru bagi orang lain) atau untuk mengetahui apa yang terjadi kalau diadakan suatu proses tertentu (Sukarno, dalam Sujanti, 1999:15); sedang menurut Jusuf Djajadisastra (1982:10) eksperimen merupakan suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri suatu fakta yang diperlukannya atau ingin diketahuinya.

Metode ini menekankan pada pada kegiatan yang harus dialami sendiri, dicari, dan ditemukan sendiri data dan pemecahannya. Dalam metode ini, siswa mencari dan menyelidiki sendiri kebenaran dari suatu objek maupun proses. Siswa harus mengalami sendiri dan bukan hanya percaya atau mengandalkan keterangan guru. Prinsip yang mendukung metode ini adalah pendapat bahwa siswa harus dapat mencapai suatu definisi (batasan), mengetahui suatu proses, memahami cara kerjanya, memahami hukum-hukum, melalui percobaan (eksperimen) yang dapat dikontrolnya dan bukan hanya menghafalkannya diluar kepala dari buku-buku atau catatan yang diberikan oleh guru.

2. Jenis eksperimen a. Eksperimen Bebas

Eksperimen bebas terjadi ketika siswa menghasilkan dan melakukan penyelidikan mereka sendiri. Kegiatan sebanyak mungkin dilakukan oleh siswa. Siswalah yang harus menemukan tujuan selama percobaan berlangsung, yang harus mengidentifikasi alat yang akan dipakai dan cara pemakaiannya, yang harus mengamati apa yang terjadi, mencatat data, mengolah data, menarik kesimpulan, menunjukkan hubungan dengan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam eksperimen bebas siswa didorong untuk memecahkan masalah sendiri atau dalam kelompok, sedangkan guru hanya sebagai sumber bantuan sejauh diperlukan untuk menjamin siswa agar tidak terlalu frustasi atau terlalu sering gagal. Bimbingan guru hendaknya berupa pertanyaan yang bisa membantu siswa berpikir tentang prosedur penyelidikannya. Selalu lebih baik memberi siswa pertanyaan yang memberi petunjuk daripada memberi tahu apa yang harus dilakukan. Pertanyaan yang diberikan pada saat yang tepat bisa memberikan rangsangan yang dibutuhkan siswa untuk memunculkan gagasan penyelidikan. Pada intinya eksperimen bebas semua kegiatan yang akan dilakukan direncanakan oleh siswa sendiri (dalam Handayani, 1999:22).

b. Eksperimen Terbimbing

Eksperimen terbimbing dilakukan oleh siswa dengan bantuan guru. Siswa melakukan serangkaian kegiatan sesuai dengan prosedur yang telah diberikan oleh guru. Disini yang banyak berperan adalah guru, karena guru yang merumuskan masalah dan menyusun semua langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa. Gurulah yang menginformasikan tujuan, menginformasikan nama alat, menjelaskan cara memakainya, memberitahu apa yang akan dilakukan, menginformasikan yang diharapkan akan terjadi, memberitahukan data apa yang harus dicatat. Setelah percobaan dilaksanakan, guru menjelaskan apa yang sudah dilakukan, menginformasikan hasil-hasilnya, menarik kesimpulan, memberi contoh pemakaian dalam kehidupan sehari-hari. Jadi semua perencanaan pembelajaran dilakukan oleh guru.

3. Prosedur Eksperimen

Eksperimen sebagai salah satu metode mengajar dapat dimanfaatkan oleh guru fisika untuk pengajaran tertentu. Agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancer dan mendapatkan hasil yang optimal maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut (Sujanti, 1999:17): a. Mempersiapkan pemakaian metode eksperimen

• Mempersiapkan pemakaian metode eksperimen terhadap tujuan yang hendak dicapai

• Menyediakan kebutuhan peralatan, bahan, dan sarana pasti kemungkinan yang akan terjadi.

b. Melaksanakan pemakaian metode eksperimen

• Mendiskusikan bersama seluruh siswa mengenai peralatan dan bahan untuk eksperimen serta hal-hal yang perlu diamati dan dicatat selama eksperimen.

• Guru membantu dan membimbing dan mengawasi eksperimen yang dilakukan oleh siswa.

c. Tinjauan lanjut pemakaian metode eksperimen

• Mendiskusikan hambatan dan hasil-hasil eksperimen

• Membersihkan, membereskan , dan menyimpan peralatan, bahan, serta sarana lain.

Tiga hal dalam kegiatan eksperimen diatas dapat dimodifikasikan dan diadaptasikan dilingkungan sekolah oleh guru.

4. Manfaat Eksperimen

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu eksperimen, artinya kebenaran teori ilmu pengetahuan alam selalu di uji dengan percobaan (Ed Van Berg, dkk, dalam Marina,1999:19). Melihat dari pengertian eksperimen maka kita dapat mengetahui manfaat dari eksperimen untuk proses belajar mengajar di sekolah, antara lain: (a) siswa dapat memecahkan berbagai masalah dan uji bermacam-macam hipotesis (Sumaji, dalam Marina, 2002:19); (b) dapat terjalin kerja sama untuk

saling mendukung percobaan-percobaan (Asan Damasik, dalam Marina, 2002:19); (c) kita dapat semakin memahami objek atau kejadian (Sinaradi, dalam Marina, 2002:19); (d) eksperimen dapat mengidupkan belajar; (e) eksperimen dapat mengkaitkan teori dengan peristiwa alam dan lingkungan kita; (f) eksperimen dapat mendorong motivasi siswa; (g) guru dapat melatih penalaran siswa dalam berpikir; (h) melatih sikap siswa dalam melakukan eksperimen, seperti sikap positif, tidak mudah putus asa, kritis, kreatif, dan menghargai dan menerima berbagai masukan dari luar; dan (i) siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

5. Tujuan Eksperimen

Tujuan dari kegiatan eksperimen antara lain: (a) membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya dan menyelesaikannya dengan pengalaman yang pernah dialaminya; (b) membuat siswa lebih aktif dalam belajar; (c) melatih siswa untuk berpikir secara ilmuan; (d) menanamkan pengertian tentang konsep, prinsip, hukum, teori,dan fakta; (e) melatih siswa untuk bekerja dengan tekun, teliti, dan bersikap positif; (f) meningkatkan siswa untuk berpikir, kritis; dan (g) menanamkan cara kerja dan berpikir secara ilmiah.

6. Kekuatan dan Kelemahan Eksperimen a. Kekuatan eksperimen

Menurut Jusuf Djajadisastra (1982:16-17) penggunaan metode eksperimen mempunyai kekuatan, antara lain: (a) siswa lebih terlibat karena mereka sendiri yang melakukan kegiatan; (b) siawa mengalami atau mengamati sendiri suatu proses atau kejadian; (c) karena mengamati sendiri suatu proses atau kejadian, maka menjadi benar-benar yakin akan hasil atau akibat sesuatu proses; (d) siswa menjadi lebih bersikap hati-hati, teliti, mampu berpikir analitis dan tidak begitu saja percaya pada “kata orang”; (e) sesuai dengan perkembangan jiwa siswa yang terlalu tertarik pada realitas atau obyek-obyek yang nyata dari alam sekitar; (f) sesuai dengan jiwa anak yang selalu mengadakan eksplorasi (penjelajahan) untuk menemukan hal-hal yang baru baginya; (g) mengembangkan sikap inovatif (mencari sesuatu yang baru); (h) memupuk dan mengembangkan sikap berpikir ilmiah. Sikap ilmiah adalah suatu sikap hidup untuk memahami sesuatu melalui data yang dikumpulkan, melakukan percobaan dan menarik kesimpulan melalui metode induktif.

1) Membangkitkan hasrat ingin tahu pada anak

b. Kelemahan eksperimen

Menurut Jusuf Djajadisastra (1982:17-18) penggunaan metode memiliki kelemahan, antara lain: (1) tidak semua mata pelajaran dapat diajarkan dengan metode ini; (2) tidak semua hal dapat dieksperimenkan; (3) suatu eksperimen tidak selalu berhasil seperti yang diharapkan; (4) mahalnya alat-alat praktikum, merupakan hambatan untuk melakukan eksperimen.

Pelaksanaan metode eksperimen yang diuraikan di atas adalah suatu eksperimen yang hasilnya dapat diperoleh dalam waktu satu atau dua jam pelajaran. Tetapi seperti kita ketahui, jangka waktu suatu eksperimen dapat kita bagi dalam eksperimen yang memerlukan waktu pendek dan eksperimen yang memerlukan waktu yang lama/ panjang.

E. Konsep Tekanan

Dokumen terkait