• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.4 Metode Eksperimen

Salah satu metode yang dapat mengakomodasi secara menyeluruh prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran yakni yang berpusat pada siswa, belajar dengan melakukan, belajar mengembangkan kemampuan sosial, mengembangkan keingintahuan dan imajinasi serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah yakni dengan menggunakan metode eksperimen. Menurut Djamarah dan Aswan Zain (2010:84), metode ekperimen ( percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu. Dengan demikian , siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.

Metode eksperimen membuat siswa belajar dengan menggunakan teori kontruktivisme yang artinya siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisi apakah aturan-aturan itu tidak sesuai lagi.

Menurut Slavin dalam Ahmad Susanto (2013:96) agar siswa benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya dan berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Menurut teori ini, satu hal yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini dengan memberikan kesempatan untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar untuk menggunakan strategi mereka dalam belajar. Metode eksperimen

dengan pendekatan kontruktivisme ini pada dasarnya menghendaki bahwa pengetahuan dibentuk sendiri oleh individu dan pengalaman merupakan kunci utama dari belajar bermakna. Belajar yang bermakna tidak akan terwujud dengan hanya mendengarkan ceramah atau dengan membaca buku tentang pengalaman orang lain. Dengan menggunakan metode ekperimen siswa memiliki pengalaman sendiri dan membuat mereka mencaritahu sendiri dengan menganalisa secara kritis semua fenomena yang terjadi.

Metode eksperimen dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) Eksperimen Terbimbing

Metode eksperimen terbimbing Paul Suparno (2007: 78), yaitu metode yang seluruh jalannya percobaan telah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa, baik dari langkah-langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak awal.

Beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam eksperimen terbimbing Paul Suparno (2007: 78-79) yaitu

a) Memilih eksperimen apa yang akan ditugaskan kepada siswa.

b) Merencanakan langkah-langkah percobaan seperti: apa tujuannya, peralatan yang digunakan, bagaimana merangkai percobaan, data yang harus dikumpulkan siswa, bagaimana menganalisis data, dan apa kesimpulannya.

c) Mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan sehinnga pada saat siswa mencoba semua siap dan lancer.

d) Pada saat percobaan sendiri guru dapat berkeliling melihat bagaimana siswa melakukan percobaannya dan memberikan masukan pada siswa.

e) Bila ada peralatan yang macet guru membantu siswa agar alat dapat jalan dengan baik.

f) Membantu siswa dalam menarik kesimpulan dengan percobaan yang dilakukan.

g) Setelah siswa membuat laporan, maka guru harus memeriksanya.

h) Guru sebaiknya mempersiapkan petunjuk dan lagkah percobaan dalam satu lembar kerja sehingga memudahkan siswa bekerja.

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh siswa dalam percobaan antara lain sebagai berikut Paul Suparno (2007: 79):

a) Membaca petunjuk percobaan yang teliti.

b) Mencari alat yang diperlukan.

c) Merangkaikan alat-alat sesuai dengan skema percobaan.

d) Mulai mengamati jalannya percobaan.

e) Mencatat data yang diperlukan

f) Mendiskusikan dalam kelompok untuk mengambil kesimpulan dari data yang ada.

g) Membuat laporan percobaan dan mengumpulkan.

h) Dapat juga mempresentasikan percobaan didepan kelas.

2) Eksperimen Bebas

Eksperimen bebas menurut Paul Suparno (2007: 81), yaitu dalam eksperimen guru tidak memberikan petunjuk pelaksanaan

percobaan terinci, dengan kata lain siswa harus lebih banyak berpikir sendiri, bagaimana akan merangkai rangkai, apa yang harus diamati, diukur, dan dianalisis serta disimpulkan. Dengan percobaan bebas menantang siswa untuk merancanakan percobaan sendiri tanpa banyak dipengaruhi oleh arah guru dan dapat membangun kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terbimbing. Di mana segala sesuatu yang diperlukan pada percobaan telah direncanakan oleh guru.

Menurut Moedjiono dan Moh Dimyati dalam Djamarah,Dkk ( 2010) pada metode eksperimen melalui zoom meeting memiliki tahapan atau langkah-langkah sebagai berikut:

1) Kegiatan persiapan

a) Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dengan model pembelajaran eksperimen.

b) Menyiapkan materi pembelajaran yang diajarkan melalui eksperimen.

c) Menyiapkan alat, sarana, dan bahan yang diperlukan dalam eksperimen.

d) Menyiapkan panduan prosedur pelaksanaan eksperimen, termasuk LKPD.

2) Kegiatan Pelaksanaan model pembelajaran eksperimen melalui zoom meeting

a) Kegiatan pembukaan

i) Jika diperlukan, tanyakan materi pelajaran yang telah diajarkan minggu lalu (apersepsi).

ii) Memotivasi siswa dengan mengemukakan cerita anekdot yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

iii) Mengemukakan tujuan pemelajaran yang ingin dicapai, dan prosedur eksperimen yang akan dilakukan.

b) Kegiatan inti pembelajaran

i) Siswa diminta membantu menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam eksperimen.

ii) Siswa melaksanakan eksperimen berdasarkan panduan dan LKS yang telah disiapkan guru.

iii) Guru memonitor dan membantu siswa yang mengalami kesulitan.

iv) Pelaporan hasil eksperimen dan diskusi balikan c) Kegiatan Mengakhiri Pembelajaran

i) Guru meminta siswa untuk merangkum hasil eksperimen.

ii) Guru mengadakan evaluasi hasil dan proses eksperimen.

iii) Tindak lanjut, yaitu meminta siswa yang belum menguasai materi eksperimen untuk mengulang lagi eksperimennya, dan bagi yang sudah menguasai diberi tugas untuk pendalaman.

Metode eksperimen memiliki kelebihan dan kekurangan Djamarah dan Aswan Zain (2010:84) antara lain sbb:

1) Kelebihan Metode Eksperimen

Metode eksperimen memilki kelebihan antara lain:

a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya.

b) Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasi percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.

2) Kekurangan metode eksperimen

Metode eksperimen mengandung beberapa kekurangan antara lain:

a) Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi

b) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal

c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan d) Setiap percobaan tidak memberikan hasil yang

diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian.

Dokumen terkait