• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Ekstraksi Soxhlet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Metode Ekstraksi Soxhlet

Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat yang menggunakan pelarut berdasarkan perbedaan kelarutannya (Wikipedia2, 2007). Soxhlet adalah alat yang digunakan untuk mengekstraksi suatu senyawa dari material padatnya.

Alat ini ditemukan oleh Franz von Soxhlet pada tahun 1879 dan pada awalnya hanya digunakan untuk mengekstraksi lemak dari material padatnya. Suatu senyawa yang memiliki kelarutan yang sangat spesifik dengan larutan tertentu dapat dipisahkan dengan mudah dengan proses filtrasi sederhana. Namun apabila senyawa tersebut memiliki kelarutan yang terbatas, dapat digunakan ekstraktor soxhlet untuk memisahkan senyawa tersebut dari material asalnya (Panji, 2015).

Metode ekstraksi soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit, waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas. Prinsip soxhlet adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru, sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

Penetapan kadar lemak dengan metode ekstrasi soxhlet ini dilakukan dengan cara mengeluarkan lemak dari sampel dengan pelarut anhydrous. Pelarut anhydrous merupakan pelarut yang benar - benar bebas air, contohnya: kloroform (CHCl3), benzene (C6H6) dan n-heksan (C6H14). Hal ini bertujuan supaya bahan - bahan yang larut air tidak terekstraksi dan terhitung sebagai lemak serta keaktifan pelarut tersebut tidak berkurang (Anonim2, 2015).

BAB III

METODE PENGUJIAN

3.1 Tempat dan Waktu Percobaan

Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Makanan Minuman Hasil Pertanian Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan yang berada di Jalan Sisingamangaraja No. 24 Medan pada tanggal 03 – 31 Maret 2016.

3.2Alat, Bahan dan Sampel Percobaan 3.2.1 Alat

Alat-alat yang digunakan adalahalat soxhlet, batang pengaduk, batu didih, botol semprot, corong, desikator, erlenmeyer, gelas ukur, kaca arloji, kertas saring, labu alas bulat, klem, neraca analitik, oven, penangas air listrik, spatula,

Hidrolisis Lemak: Ditimbang 4-5 g sampel di dalam beaker glass 300-500 ml (W). Ditambahkan 45 ml akuades mendidih sambil diaduk hingga homogen.

Ditambahkan 55 ml HCl 25%.Beaker glass tersebut ditutup dengan kaca arloji

lalu didihkan perlahan-lahan selama 15 menit.Kaca arloji dicuci dengan 100 ml akuades dan dimasukkan air pembilas kedalam beaker. Endapan disaring menggunakan kertas saring bebas lemak (kertas saring 41). Beaker dibilas 3 kali dengan akuades, dilakukan pencucian endapan dengan akuades hingga sampel bebas klor, dapat ditentukan dengan penambahan 1-3 tetes AgNO3 0,1 M pada filtrat, jika tidak terdapat endapan putih (AgCl) maka endapan sampel telah bebas klor. Kertas saring serta endapan sampel dimasukkan kedalam oven suhu 100 °C selama 6-18 jam.

3.3.2Ekstraksi

Ekstraksi: Labu kosong berisi batu didih ditimbang (W0), kemudian dituangkan n-heksan (C6H14) sebanyak 2/3 kapasitas labu di atas penangas.

Disambungkan dengan alat ekstraksi soxhlet. Dimasukkan thimble ekstraksi atau selongsong berisi sampel untuk di ekstraksi ke dalam alat Soxhlet, diekstraksi selama 4 jam dengan siklus ekstraksi lebih dari 30 kali. Labu beserta lemak dikeringkan didalam oven pada suhu 100°C selama 2 jam.Labu didinginkan dalam desikator dan setelah dingin ditimbang lemak di atas neraca analitik (W1).

Diulangi pengeringan sampai bobot tetap pada lemak yang dilakukan sampai perbedaan penimbangan kurang dari 0,05 g.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan

Tabel 4.1 Data Perhitungan Kadar Lemak Pada Kopi Krimer

NO W W0 W1

W1 : Berat sampel + Berat Labu, Setelah Dikeringkan (g)

4.2 Hasil

Hasil penetapan kadar lemak pada kopi krimer yang dilakukan di balai riset standarisasi (baristand) pada tanggal 22-24 maret 2016 pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2 DataHasil Penetapan Kadar Lemak Pada Kopi Krimer

NO SAMPEL HASIL (%) KADAR MINIMUM (%)

1. Kopi Krimer 29,80 6,0

4.3 Pembahasan

Berdasarkan percobaan ini proses ekstraksi selama 4 jam dengan siklus ekstraksi lebih dari 30 kalidilakukan sampai tidak ada lagi lemak yang terkandung di dalam sampel. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, rata-rata kadar lemak yang diperoleh dari hasil percobaan adalah 29,80%. Disimpulkan bahwa berdasarkan syarat Standar Nasional Indonesia 7708:2011, bahwa kadar lemak dalam kopi krimer yang dianalisis tersebut haruslah minimumatau lebih dari 6,0%, dengan demikian, kopi krimer yang dianalisis tersebut mempunyai kualitas yang bagus untuk dikonsumsi oleh konsumen.

Lemak yang ada di dalam krimer ( Non dairy creamer ) adalah lemak nabati, Salah satu keunggulan lemak nabati adalah tidak mengandung laktosa, sehingga penggunaan lemak nabati pada produk non dairy creamer sangat aman terutama bagi penderita lactose intolerance. Secara ekonomi, bahan baku lemak nabati relatif lebih murah dibandingkan dengan susu, sehingga harga produk pada akhirnya juga relatif murah dan terjangkau(Novandhy, 2008).

Lemak termasuk zat organik hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air.Namun lemak dapat larut dalam pelarut organik seperti kloroform (CHCl3), benzene (C6H6) dan n-heksan (C6H14). Lemak juga berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin A, D, E dan K (Winarno, 1992).

Lemak berguna sebagai bahan cadangan dan bahan pembakaran yang sewaktu - waktu dapat digunakan, lemak juga berguna untuk melindungi bagian - bagian tubuh kita yang halus dan melindungi ujung - ujung tulang, itulah sebabnya pada persendian terdapat lemak, agar pergeseran antara tulang - tulang itu lebih lancar (Sutidja, 1991).

Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung sehingga lemak memberikan rasa kenyang lebih lama.

Disamping itu lemak memberi tekstur yang disukai. Lemak dalam pangan juga berfungsi untuk meningkatkan palatibilitas (rasa enak, lezat). Sebagian besar senyawa atau zat yang bertanggung jawab terhadap flavor pangan bersifat larut dalam lemak (Budiyanto, 2004).

Lemak yang disimpan pria dewasa sehat memiliki kandungan lemak sekitar 17% dari berat badannya, sedangkan perempuan sekitar 27%. Sebagian besar dari lemak ini terletak pada jaringan subkutan. Deposit lemak dalam rongga dada dan abdomen bertambah meningkatnya kegemukan, dan dikaitkan dengan peningkatan resiko kesehatan (Barasi, 2007).

Lemak Nabati dan Hewani dalam kewujudannya ada yang mudah terlihat, seperti : lemak hewani yang sering dijual di pasar, mentega, keju, dan lain – lain.

Sedangkan lemak yang tidak mudah terlihat yaitu lemak yang masi dalam bentuk susu, kacang – kacangan, kuning telur, alpokat, dan lain – lain.

Kekurangan lemak dapat menimbulkan pengurangan ketersediaan energi, karena energi harus terpenuhi maka terjadilah katabolisme atau perombakan protein, cadangan lemak yang semakin berkurang akan sangat berpengaruh terhadap berat badan, berupa penurunan berat badan.Kekurangan asam lemak akan berpengaruh terhadap tubuh, berupa gangguan pada pertumbuhannya, berupa timbulnya kelainan pada kulit (Kartasapoetra dan marsetyo, 1991).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

- Kadar lemak di dalam sampel kopi krimer dalam kemasan yang diperoleh adalah sebesar 29,80%.

- Kadar lemak di dalam kopi krimer yang diuji memenuhi persyaratan menurut SNI 7708:2011 yaitu kadar lemak tidak kurang dari 6,0%.

5.2 Saran

- Perlunya pengawasan yang baik pada saat proses pengerjaan baik mulai dari penimbangan sampel sampai hasil di peroleh.

- Sebaiknya dalam proses ekstraksi lemak dalam alat soxhlet dilakukan selama 6 jam agar lemak dapat terekstraksi sempurna dan kadar lemak yang diketahui lebih kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Hal.73.

Anonim. (2008). Biologi Tanaman Kopi. https://kopiagus.wordpress.com/2008/

04/30/biologi-tanaman-kopi. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Anonim2. (2015). Penetapan Lemak Dengan Metode Ekstraksi Soxhlet

http://www.docfoc.com/penetapan-lemak-dengan-metode-ekstraksi-soxhlet-565c4dd51aa53. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Barasi, M.E. (2007). Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal.37.

Budiyanto, M., dan Agus, K.(2004). Dasar - Dasar Ilmu Gizi. Cetakan Ketiga.

Malang: UMM Press. Hal.34.

Gaman, M.P., dan Serington, K.B. (1994). Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi. Edisi Kedua.Yogyakarta:

Universitas Gajah Mada Press. Hal.74 – 195.

Hayati, R., Marliah, A., dan Rosita, F. (2012). Sifat Kimia Dan Evaluasi Sensori Bubuk Kopi Arabika. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala Darussalam. Hal. 115.

Irianto, D.P. (2007). Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.

Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta. Hal. 75.

Kartasapoetra, G., dan Marsetyo, H. (1991). Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta. Hal.71, 73-75.

Ketaren, S. (1986). Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Hal. 3-17, 61, 188-189.

Najiyati, S., dan Danarti.(1997). Budidaya Tanaman Kopi dan Penanganan PascaPanen. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya. Hal.1.

Novandhy, C. (2008). Krimer. http://www.santos-krimer.co.id/ind/index.php?

option=com_content&view=article&id=53&Itemid=63. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Panji,T. (2015). Metode Ekstraksi Dengan Ekstraktor Soxhlet.

http://www.edubio.info/2015/01/metode-ekstraksi-dengan-ekstraktor.html.

Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Prawirokusumo, S. (1994). Ilmu Gizi Komparatif. Yogyakarta: Penerbit BPFE Yogyakarta. Hal. 66.

Putri, H.L.R., Hidayati, A., Widyaningsih, T.D., Wijayanti. N., dan Maligan. J.M.

(2016). Pengendalian Kualitas Non Dairy CreamerPadaKondisi Proses Pengeringan Semprot Di PT.Kievit Indonesia. Malang: Universitas Brawijaya Malang. Hal. 443-444.

Sutidja, T. (1991). Makanan dan Kesehatan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal.21-22.

Taufik. (2012). Krimer. http://creamers-creamer.blogspot.co.id/2012/02/krimer.

html. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Wikipedia.(2005). Kopi. https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Wikipedia2. (2007). Ekstraksi. https://id.wikipedia.org/wiki/Ekstraksi. Diakses Pada Tanggal 20-07-2016.

Winarno, F.G. (1995). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal. 84, 92-97.

Lampiran 1. Gambar Alat dan Sampel

Sampel Kopi Krimer

Nama sampel : Tora Bika Creamy Latte Wadah/kemasan : Plastik Sachet

Pabrik : PT. TORABIKA EKA SEMESTA

Komposisi : Krimer nabati, kopi instan, perisa, susu bubuk skim, kakao bubuk, ekstrak malt bubuk, pemanis buatan sukralosa.

Nomor registrasi : BPOM RI MD 667031017022 Tanggal kadaluarsa : Februari 2017

Rangkaian Alat Ekstraksi Soxhlet

Endapan Sampel Diatas Corong dan Labu Alas Datar

Lampiran 2. Gambar Hasil Ekstraksi Lemak Pada Kopi Krimer

Hasil Ekstraksi Lemak Ditimbang Diatas Neraca Analitik

Hasil Ekstraksi Lemak Pada Sampel Didalam Labu Alas Datar

Perhitungan

Kadar lemak dari hasil rata – rata ketiga penimbangan : Kadar Lemak (%) = W11 + W12 + W13

3

= 29,84% + 29,80% + 29,80%

3

= 29,81%

Diketahui :

Kadar lemak dari hasil rata – rata ketiga penimbangan : Kadar Lemak (%) = W11 + W12 + W13

3

= 29,86% + 29,83%+ 29,82%

3

= 29,83%

Diketahui :

Kadar lemak dari hasil rata – rata ketiga penimbangan : Kadar Lemak (%) = W11 + W12 + W13

3

= 29,79% + 29,78% + 29,78%

3

= 29,78%

Kadar lemak dari hasil akhir semua penimbangan di rata – rata kan : Kadar Lemak (%) = 29,81% + 29,83% + 29,78%

3

= 29,80%

Lampiran 3. SNI Syarat Mutu Kopi Gula Krimer Dalam Kemasan Nomor SN : SNI 7708:2011

SK Penetapan : 241/KEP/BSN/12/2011

No. Kriteria Uji Satuan Persyaratan

1. Keadaan - -

9.1. Angka lempeng total (35°C, 48 jam) Koloni/g Maks. 5x105

9.2. Bakteri Coliform APM/g Maks. 20

9.3. Salmonella sp. - Negatif/25g

9.4. Staphylococcus aureus Koloni/25g Maks. 1 x 10²

9.5. Kapang dan Khamir Koloni/g Maks. 1 x 10²

Dokumen terkait