• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode EOQ

Dalam dokumen Sarwi Endah Ana F3509065 (Halaman 59-69)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Pembahasan

2. Metode EOQ

Jadi total persediaan yang harus ditanggung oleh perusahaan adalah sebesar Rp.2.824.515

2. Metode EOQ

a. Pembelian bahan baku yang ekonomis

Dapat dilihat berdasarkan pada : D = 563,5

S = 55.437 Rim H = 36.881 Rim

Maka diperoleh jumlah pembelian bahan baku dengan menggunakan metode EOQ sebagai berikut :

Jadi jumlah pembelian bahan baku yang ekonomis dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar 41,16 Rim.

Dengan pembelian bahan baku yang lebih banyak dari pembeliaan perusahaan sebelumnya, tentunya juga akan berpengaruh dengan persediaan di gudang yang semakin bertambah.

Perusahaan sebenarnya memiliki cukup gudang yang sekarang ini masih dibiarkan kosong dan tidak memiliki fungsi, dengan persediaan pembelian bahan baku yang menjadi banyak tersebut, perusahaan bisa memanfaatkan gudang yang telah ada namun kurang memiliki fungsi tersebut.

Dengan menggunakan metode EOQ diatas dapat dihitung jumlah frekuensi pemesanan bahan baku dalam setahun atau sering disebut frekuensi pembelian. Dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :

c. Total biaya persediaan

Agar dapat menghitung biaya persediaan maka terlebih dahulu diketahui :

D = 563,5 S = 55.437 H =36.881 Q*= 41,16

Maka dapat dihitung dengan cara :

Jadi total biaya persediaan yang harus ditanggung oleh Percetakan Merbabu dengan menggunakan perhitungan metode EOQ adalah sebesar Rp.1.518.680,-

Tabel 3.3

Perhitungan Standar Deviasi Percetakan Merbabu Tahun 2011

\ Bulan Jumlah kebutuhan kertas (Rim) Januari 83 46,96 36,04 1298,88 Februari 32 46,96 -14,96 223,80 Maret 140,5 46,96 93,54 8749,73 April 17,5 46,96 -29,46 867,89 Mei 47,5 46,96 0,54 0,292 Juni 33 46,96 -13,96 194,88 Juli 27 46,96 -19,96 398,40 Agustus 40 46,96 -6,96 48,44 September 20,5 46,96 -26,46 700,13 Oktober 28,5 46,96 -18,46 340,77 November 21 46,96 -25,96 673,92 Desember 73 46,96 26,04 678,08 Total 14.175,212

Perhitungan Standar Deviasi dapat dihitung dari rumus:

d. Persediaan pengaman

Dengan menggunakan asumsi atau perkiraan bahwa perusahaan memenuhi permintaasn pesanan sebanyak 95% dan mentolelir kesalahan sebanyak 5%, serta menggunakan sisi kurve normal (yang mempunyai nilai 1,65). Persediaan pengaman adalah sama dengan nilai dari standar penyimpangan dikalikan dengan nilai penyimpangan itu sendiri, adalah sebagai berikut :

e. Titik pemesanan kembali

Titik pemesanan kembali atau Re Order Point adalah saat dimana perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali agar bahan baku bias datang tepat pada waktunya. Percetakan Merbabu akan menerima dalam waktu 4 hari setelah pemesanan dilakukan, sehingga lead time (L) untuk menunggu datangnya pesanan bahan baku adalah 4 hari, dengan rata-rata jumlah hari kerja (t) dalam satu tahun adalah 288 hari (dari 6hari kerja seminggu). Sebelum melakukan perhitungan ROP maka terlebih dahulu dicari tingkat penggunaan bahan baku per hari dengan cara

Maka dapat dihitung ROP dengan perhitungan :

= 1,95 x 4 = 7,8 Rim

3. Perbandingan Kebijakan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EOQ

Hasil penghitungan dengan menggunakan kebijakan perusahaan dan dengan menggun

Tabel 3.4

Perbandingan Kebijakan Perusahaan Dengan Metode EOQ

Dari table diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

a. Pembelian bahan baku dalam sekali pesan menurut kebijakan perusahaan

adalah sebesar 12 Rim, sedang menurut penghitungan dengan

No. Keterangan Kebijakan

Perusahaan Metode EOQ

1. Pembelian rata-rata

bahan baku setiap kali pesan dalam 1 tahun.

12 Rim 41,16 Rim

2. Total biaya persediaan Rp 2.824.515 Rp. 1.518.498

3. Frekuensi pemesanan 48 kali 14 kali

4. Persediaan pengaman 57 Rim

5. Pemesanan kembali 7,8 Rim

menggunakan metode EOQ pembelian bahan baku dalam sekali pesan adalah sebesar 41,16 Rim.

b. Total biaya persediaan (TIC) menurut kebijakan perusahaan adalah sebesar

Rp. 2.824.515, sedang menurut penghitungan dengan menggunakan metode EOQ didapatkan total biaya persediaan (TIC) yang lebih kecil yaitu sebesar Rp. 1.518.498. Sehingga selisihnya adalah sebesar Rp. 1.306.017.

c. Frekuensi pembelian bahan baku dilakukan oleh perusahaan sebanyak 48

kali, sedang menurut perhitungan dengan metode EOQ frekuensi pemesanan pembelian bahan baku dilakukan sebanyak 14 kali.

d. Perusahaan tidak mengadakan persediaan pengaman, sedang menurut

penghitungan dengan metode EOQ perusahaan harus mengadakan persediaan pengaman sebesar 57 Rim.

e. Perusahaan tidak mencatat secara pasti kapan harus mengadakan

pemesanan kembali karena alas an bahan baku yang mudah didapat.namun menurut metode EOQ perusahaan harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan bahan baku kertas tinggal 7,8 Rim atau dapat dibulatkan menjadi 8 Rim saja.

Tabel 3.4

Perhitungan Persediaan Bahan Baku Kertas Dengan Metode EOQ Tahun 2011

Parameter Value Parameter Results using EOQ

Results using 12

Demand rate(D) 563.5 Optimal order quantity

(Q*) 41.16

Setup/Ordering cost(S) 55437 Maximum Inventory

Level (Imax) 41.16 12

Holding cost(H) 36881 Average inventory 20.58 6

Unit cost 39500 Orders per period(year) 13.69 46.96

Annual Setup cost 758984.9 2603229

Annual Holding cost 758984.9 221286

Unit costs (PD) 22258250 22258250

Total Cost 23776220 25082760

Sumber : POM-QM for Windows

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh Percetakan Merbabu selama ini belum optimal. Secara inti kesimpulan dari pembahasan adalah sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan metode EOQ, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku

kertas selama satu tahun sebanyak 563,5 Rim, perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 14 kali dengan kuantitas pemesanan yang optimal untuk

2. Total biaya persediaan (TIC) bila perusahaan menerapkan metode EOQ diperoleh diperoleh total biaya persediaan bahan baku sebesar Rp. 1.518.498.

3. Dengan menggunakan asumsi atau perkiraan bahwa perusahaan memenuhi

permintaan pesanan sebanyak 95% dan mentolelir kesalahan sebanyak 5%, serta menggunakan sisi kurve normal (mempunyai nilai 1,65). Persediaan pengaman adalah sama dengan nilai dari standar penyimpangan dikalikan dengan nilai penyimpangan itu sendiri. Perusahaan sebelumnya belum mengadakan persediaan pengaman, seddangkan menurut perhitungan dengan metode EOQ perusahaan harus mengadakan persediaan pengaman sebesar 57 Rim.

4. Sebelumnya perusahaan tidak mencatat secara pasti kapan harus mengadakan

pemesanan kembali karena alas an bahan baku yang mudah didapat. Namun menurut metode EOQ perusahaan harus melakukan pemesanan kembali pada saat persediaan bahan baku kertas tinggal 7,8 Rim atau dapat dibulatkan menjadi 8Rim.

5. Total biaya persediaan yang dikeluarkan Percetakan Merbabu untuk

pengadaan bahan baku kertas berdasarkan kebijakan perusahaan sebesar Rp. 2.824.515,- apabila perusahaan menggunakan metode EOQ biaya yang harusnya dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp. 1.518.498,- sehingga dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp.1.306.017,- Dengan demikian total biaya persediaan bahan baku kertas dengan menggunakan metode EOQ

B. Saran

Berdasarkan analisis dan simpulan penelitian, maka dibagian ini penulis mencoba untuk memberikan saran yang diharapkan akan bermanfaat bagi perusahaan di masa yang akan datang.

Adapun secara inti saran yang diajukan berdasarkan simpulan diatas adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan dapat membandingkan pemesanan bahan baku yang optimal

antara kebijakan perusahaan sebelumnya dengan jika menerapkan metode EOQ, yang hasilnya metode EOQ pemenuhan pemesanan bahan baku lebih efisien.

2. Salah satu metode yang bisa digunakan sebagai masukan dalam mencapai

tingkat pembelian bahan baku yang ekonomis adalah metode EOQ (Economic Order Quantity), karena dengan menggunakan metode EOQ perusahaan akan mendapatkan kuantitas pembelian bahan baku yang optimal dengan biaya yang lebih minimum dibandingkan dengan kebijakan perusahaan sebelumnya.

3. Perusahaan sebaiknya mengadakan persediaan pengaman sebagai salah satu

solusi permasalahan terkait keterlambatan pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi. Dan sebaiknya perusahaan menentukan jadwal pemesanan kebutuhan bahan baku secara rutin, agar pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi berjalan dengan lancar.

Dalam dokumen Sarwi Endah Ana F3509065 (Halaman 59-69)

Dokumen terkait