• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

12. Metode Harga Pokok Pesanan

Dalam sistem perhitungan harga pokok pesanan (job order costing atau job costing), biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. (Mulyadi, 2012:35).

Jurnal yang digunakan adalah :

a. Pencatatan pembelian bahan baku dan bahan penolong

Persedian bahan baku xxx

Hutang dagang xxx

Persedian bahan penolong xxx

Hutang dagang xxx

b. Pemakaian bahan baku dan bahan penolong

Barang dalam proses-biaya bahan baku xxx

Persedian bahan baku xxx

Biaya overhead pabrik sesungguhnya xxx

Persedian bahan penolong xxx

c. Pencatatan biaya tenaga kerja

1) Pencatatan biaya tenaga kerja yang terutang oleh perusahaan

Gaji dan upah xxx

2) Pencatatan distribusi biaya tenaga kerja

Barang dalam proses-BTKL xxx

BOHP sesungguhnya xxx

Biaya administrasi dan umum xxx

Biaya pemasaran xxx

Gaji dan upah xxx

3) Pencatatan pembayaran gaji dan upah

Hutang gaji dan upah xxx

Kas xxx

d. Pencatatan biaya overhead pabrik

1) Pencatatan biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk

Barang dalam proses-BOHP xxx

BOHP dibebankan xxx

2) Pencatatan BOHP sesungguhnya

BOHP sesungguhnya xxx

Akm. Depresiasi mesin xxx

Akm. Depresiasi gedung xxx

Persekot asuransi xxx

Persedian suku cadang xxx

Persedian bahan bangunan xxx

3) Jurnal penutup untuk mengetahui apakah biaya overhead pabrik yang dibebankan berdasarkan tarif menyimpang dari biaya overhead pabrik yang dibebankan ditutup ke rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya.

BOHP yang dibebankan xxx

BOHP sesungguhnya xxx

4) Pecatatan selisih

Selisih BOHP xxx

e. Perencanaan harga pokok produk jadi

Persedian bahan baku xxx

Barang dalam proses-BBB xxx

Barang dalam proses-BTKL xxx

Barang dalam proses-BOHP xxx

f. Pencatatan produk dalam proses

Persedian produk dalam proses xxx

Barang dalam proses-BBB xxx

Barang dalam proses-BTKL xxx

Barang dalam proses-BOHP xxx

g. Pencatatan harga pokok dijual

Harga pokok penjualan xxx

Persedian produk jadi xxx

h. Pencatatan pendapatan penjualan produk

Piutang dagang xxx

Hasil penjualan xxx

Mulyadi (2012 : 46-53)

a. Karekteristik perusahaan yang mengunakan metode harga pokok pesanan

Karakteristik perusahaan yang pengumpulan harga pokok produksinya dengan metode harga pokok pesanan adalah sebagai berikut :

1) Proses pengolahan produk terjadi secara terputus putus. Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, dan mulai dengan pesanan berikutnya. 2) Produksi dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh

pemesan. Dengan demikian pesanan yang satu dapat berbeda dengan pesanan yang lain.

3) Produksi ditunjukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan digudang.

Karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan berpengaruh terhadap pengumpulan biaya produksinya. Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga pokok pesanan yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan memiliki karakteristik sebagai berikut :

1) Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual.

2) Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk menjadi dua kelompok berikut ini : biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.

3) Biaya produksi langsung terdiri biaya produksi tidak langsung disebut dengan istilah biaya overhead pabrik.

4) Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka. 5) Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan selesai

diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. Mulyadi (2012:38). b. Manfaat informasi harga pokok produksi per pesanan

Dalam perusahaan yang berproduksi secara pesanan, informasi harga pokok produksi per pesanan bermanfaat bagi manajemen untuk : 1) Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan

Menurut Mulyadi “Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan memproses produknya berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian, biaya produksi pesanan yang satu akan berbeda dengan biaya produksi pemesanan yang lain tergantung pada spesifikasi yang dikehendaki oleh pemesan. Oleh karena itu harga jual yang dibebankan kepada pemesan sangat ditentukan oleh besarnya biaya produksi yang akan dikeluarkan untuk memproduksi pesanan tertentu. Untuk menghitung biaya produksi yang akan dikeluarkan dalam memproduksi pesanan tertentu perlu diketahui pembentuk biaya produksi sebagai berikut :

Taksiran biaya bahan baku Rp xxx

Taksiran biaya tenaga kerja langsung Rp xxx Taksiran biaya overhead pabrik Rp xxx + Total biaya produksi sesungguhnya Rp xxx 2) Memperhitungkan penerimaan atau penolakan pesanan

Seringkali harga jual produk yang dipesan telah berbentuk dengan sendirinya pada pemesan, sehingga diperlukan suatu informasi khusus yang diperlukan oleh perusahaan untuk menerima atau menolak pesanan tersebut. Total harga pokok produk dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Tabel 1

Penetuan Total Harga Pokok Pesanan Biaya Produksi Pesanan

Taksiran biaya bahan baku Rp xxx Taksiran biaya tenaga kerja langsung Rp xxx Taksiran biaya overhead pabrik Rp xxx +

Total biaya produksi sesungguhnya Rp xxx

Biaya non Produksi :

Taksiran biaya administrasi dan umum Rp xxx Taksiran biaya pemasaran Rp xxx +

Taksiran biaya non produksi Rp xxx +

Taksiran total harga pokok pesanan Rp xxx Sumber : Mulyadi (2012:40)

3) Memantau realisasi biaya produksi

Jika perusahaan memutuskan untuk menerima pesanan tertentu maka setelah produksi untuk pesanan tertentu selesai perusahaan membutuhkan informasi biaya produksi yang sesungguhnya terjadi dalam memenuhi pesanan tersebut.

Perhitungan biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dapat dihitung dengan rumus :

Tabel 2

Penetuan Realisasi Biaya Produksi

Taksiran biaya bahan baku Rp xxx

Taksiran biaya tenaga kerja langsung Rp xxx Taksiran biaya overhead pabrik Rp xxx + Total biaya produksi sesungguhnya Rp xxx Sumber : Mulyadi (2012:41)

4) Menghitung laba atau rugi tiap pesanan

Untuk mengetahui apakah suatu pesanan mampu menghasilkan laba bruto atau kerugian maka perusahaan memerlukan informasi biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk

memproduksi pesanan tertentu. Laba atau rugi per pesanan dapat dihitung dengan formula yaitu sebagai berikut :

Tabel 3

Formula Penentuan Laba Rugi Bruto Pesanan

Harga jual yang dibebankan kepada pemesan Rp xxx Biaya produksi pesanan tertentu :

Biaya bahan baku sesungguhnya Rp xxx Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp xxx Total biaya produksi pesanan (Rp xxx) -

Laba Bruto Rp xxx

Sumber : Mulyadi (2012:41)

5) Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.

Untuk menentukan harga pokok persedian produk jadi dan produksi dalam proses yang disajikan dalam neraca, perusahaan memerlukan catatan biaya produksi tiap pesanan. Dalam perusahaan yang berproduksi secara pesanan harus diperlukan suatu data pengeluaran biaya untuk pesanan tertentu. Data ini dapat dimuat dalam suatu kartu harga pokok yang dapat digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan produk. Kartu harga pokok adalah “Kartu harga pokok merupakan catatan penting dalam metode harga pokok pesanan”. Mulyadi (2012:44). Kartu harga pokok ini berfungsi sebagai rekening pembantu yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan produk. Biaya produksi untuk mengerjakan pesanan tertentu dicatat secara rinci kedalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan. Biaya produksi dipisahkan menjadi biaya produksi langsung terhadap

pesanan tertentu dan biaya produksi tidak langsung dalam hubungannya dengan pesanan tertentu. Biaya produksi langsung dicatat dalam kartu harga pokok secara langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung dicatat dalam kartu harga pokok berdasarkan satu tarif tertentu.

Tabel 4

Kartu Harga Pokok Pesanan CV Rimba Mas

Banjarmasin

KARTU HARGA POKOK

No. Pesanan : RM001 Pemesan : Kusen Mustika

Jenis Produk : Patri Kuningan

Sifat

Pesanan: Segera

Tgl Pesan : 01/12/2014 Jumlah : 2

Tgl Selesai : 07/12/2014 Harga Jual : Rp 4,250.000 Ukuran : 38 x 100

Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga

Kerja Biaya Overhead Pabrik T g l No.BPPG Ket. Jlh T g l No. Kartu Jam Kerja J l h T g l Jam Mesin Tarif Jlh Sumber : Mulyadi (2012:45)

Dokumen terkait