• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIK, HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN DAN

C. Metode SQ3R

1. Pengertian metode SQ3R

Ada banyak metode membaca yang ditawarkan ilmuwan. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satunya yakni metode SQ3R. Metoda SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari, menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan.

Metode SQ3R yang di kembangkan oleh Prof.Francis P.Robinson,seorang guru besar psikologi dari Ohio State Unifersity sejak tahun 1941. SQ3R merupakan metode yang sangat baik untuk membaca secara intensif dan rasional.

Metode ini lebih tepat di perlukan untuk keperluan studi. Karena itu metode ini di rancang menurut jenjang yang memungkinkan siswa untuk belajar sistematis, dan efisien.

SQ3R merupakan singkatan dari sejumlah kegiatan yang seharusnya dipahami dilampaui oleh pembaca. Model ini merupakan sebuah system yang diterapkan dalam melakukan aktivitas membaca atau belajar berupa Survei (Survey), Bertanya (Question), membaca (Read), Menyatakan kembali (Recite), dan Mereviu (Mereviw)-SQ3R. dikatakan „sistem‟, karena model ini merupakan

sebuah mata rantai yang setiap bagiannya saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga harus dilalui oleh pembaca apabila hendak memperoleh pemahaman

yang maksimal.”3

Berikut penjelasan Lima Tahap Metodae SQ3R 1. Survey

Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Apa yang ditinjau?Baca Judul Hal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab.Baca Pendahuluan Memberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab Baca kepala judul/subbab Memberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran

Perhatikan grafik, diagram Adanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks. Perhatikan alat Bantu baca Termasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.

2. Question

Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh, mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan.

3

Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama

membaca. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus

memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”.

3. Read

Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.Ingat, Jangan Membaca di Tempat Tidur !!

4. Recite

Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu subbab.

Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.

5. Review

Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.

Kegiatan membaca cepat merupakan suatu kebutuhan. Realita menuntut kita untuk memiliki kemampuan membaca cepat mengingat begitu banyaknya informasi melalui berbagai medi cetak yang terbit berjuta_juta eksemplar setiap harinya atau karena kebutuhan penyelesaian tugas atau lainnya.Membaca cepat pada hakikatnya merupakan kegiatan membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak melupakan masalah pemahaman serta mengatur irama sesuai dengan keadaan bahan yang dibacanya.

Membaca cepat memiliki tujuan antara lain untuk: mengenali topic bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini); untuk mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya; mengetahui organisasi penulisan,urutan ide pokok; dan untuk menyegarkan kembali apa yang pernah dibaca.

Ada beberapa faktor yang menghambat kecepatan membaca, yaitu vokalisasi atau membaca dengan suara atau bergumam,menggerakkan bibir atau pada saat membaca,menunjuk dengan jari atau benda lain,kebiasaan selalu kembali (regresi) ke belakang,dan subvokalisasi atau melafalkan dalam hati atau pikiran kata-kata yang dibaca.

Ada dua teknik membaca cepat yang digunakan, yaitu Skimming dan Scaning. Skiming adalah upaya untuk mengambil intisari dari suatu bacaan,yaitu ide pokok atau detil penting. Scaning adalah teknik membaca cepat untuk memperoleh suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain, tetapi langsung pada masalah yang dicari.

2. Langkah-langkah pembelajaran keterampilan membaca metode SQ3R.

Langkah-langkah pembelajaran keterampilan membaca metode SQ3R antara lain:

1. Langkah Pertama: memberi tugas membaca Buku.

Sebelum pembelajaran dimulai, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menelaah suatu buku. Buku tersebut sebaiknya buku mata pelajaran. Dalam menelaah buku ini siswa melaksanakan

langkah-langkah survey, bertanya, baca, menceritakan kembali dan meninjau kembali isi bahan bacaan.

2. Langkah kedua: Apersepsi

Saat pembelajaran dimulai, guru melakukan apersepsi. Apersepsi hendaknya diarahkan pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana cara membaca dan mempelajari buku. Apersepsi ini diajukan dengan memberikan sebuah pertanyaan kepada siswa.

3. Langkah ketiga: melakukan survey buku

Pada kegiatan survey buku, guru meminta siswa untuk mengeluarkan buku yang seragam dimiliki. Selanjutnya mengajak siswa memperhatikan sampul luar dari buku itu. Lalu tanyakan kepada siswa informasi apa saja yang dapat ditemukan dari sampul luar buku tersebut ? dari judul buku, pengarang dan penerbitnya? Apakah hal tersebut penting diketahui? Informasi dari sebuah buku perlu diketahui sebagai gambaran umum dari isi buku tersebut. Selain itu pembaca dapat mempertimbangkan tingkat kadaluarsa atau tidaknya buku tersebut, serta terkenal atau tidak pengarang tersebut.

4. Langkah keempat: Latihan Membuat Pertanyaan (Question)

Apabila seseorang membaca untuk menjawab sejumlah pertanyaan maka cara membaca lebih hati-hati serta seksama dan siapapun akan mengingat lebih baik apa yang dibacanya. Dalam survey buku, seseorang mungkin telah menemui beberapa butir yang telah membangkitkan rasa ingin tahu: mengapa gambar ini dipakai di sini? Mengenai apakah diagram itu? Latihan siswa dalam membuat pertanyaan-pertanyaan itu.

5. Langkah kelima: Membaca

Langkah selanjutnya adalah kegiatan membaca sendiri. Setiap siswa diminta untuk membaca uraian bab tersebut. Kegiatan membaca mula-mula dilakukan secara bertahap di bawah bimbingan dan instruksi guru. 6. Langkah keenam: Mencatat Jawaban Pertanyaan

Setelah kegiatan membaca selesai, selanjutnya diikuti oleh kegiatan penceritaan ulang hasil baca. Sebagai tolok ukur, para siswa dapat memanfaatkan pertanyaan-pertanyaan yang dibuatnya sebagai pemandu

penceritaan hasil baca. Jika siswa sudah merasa yakin bahwa dirinya dapat memahami buku yang dibacanya, kegiatan dapat dilanjutkan dengan pembahasan jawaban untuk deretan pertanyaan yang sudah dibuatnya.

7. Langkah ketujuh: meninjau Ulang Kegiatan dan Hasil Membaca

Sebelum menutup pelajaran, guru dan siswa secara bersama memeriksa ulang bagian-bagian buku itu, mulai dari halaman judul hingga akhir halaman buku. Bagian-bagian yang diperiksa itu hanyalah bagian-bagian penting yang dianggap dapat menyegarkan kembali ingatan dan pemahaman kita terhadap hasil baca kita.

Dokumen terkait