BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Proses Pembelajaran Calung
4.2.1 Komponen Pembelajaran
4.2.1.6 Metode
Strategi dalam suatu pembelajaran mutlak diperlukan oleh seorang pengajar. Seorang pengajar atau seorang guru harus pintar-pintar dalam menyikapi suatu keadaan yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya, dan di dalam strategi suatu pembelajaran akan terdapat metode-metode pembelajaran yang dapat digunakan seorang pengajar atau seorang guru untuk mempermudah dalam proses pembelajaran.
Beberapa strategi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran Calung Banyumasan yaitu menggunakan metode Diskusi, Studi referensi, Observasi, Tanya jawab dan Demontrasi yang akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut. 4.2.1.6.1 Metode Diskusi
Metode diskusi menitik beratkan pada siswa untuk berperan aktif dalam aktivitas pemecahan masalah di kelas, sehingga dapat dikatakan bahwa siswa
120
memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini digunakan oleh guru untuk menanamkan pemahaman tentang pola garap instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar, dalam hal ini karawitan dasar diberikan pada pertemuan ke-1 dan ke-2.
Proses pembebelajaran dengan metode diskusi dilakukan dengan langkah awal guru menanyakan kepada siswa, sebagai contoh guru menanyakan tentang pola garap instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar. Setelah guru menerangkan tentang materi tersebut, peserta didik memperhatikan permasalahan dan diminta untuk mengidentifikasi masalah yang diberikan guru tentang pola garap instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar. Setelah itu guru meminta siswa membentuk kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi guna membahas permasalahan berdasarkan hasil pengamatan siswa mengenai pola garap instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar. Proses pembelajaran dengan metode diskusi baik digunakan di dalam kelas, karena dapat membuat siswa menjadi aktif dan membuat keadaan kelas menjadi tidak membosankan serta lebih bervariasi.
4.2.1.6.2 Metode Studi Refrensi
Metode pembelajaran studi refrensi kerap digunakan oleh guru sebagai bagian dari lanjutan metode diskusi. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang sudah diterangkan sebelumnya oleh guru. Proses pembelajran tersebut baik digunakan, karena dengan siswa mencari berbagai refrensi secara mandiri, siswa otomatis mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tidak didapat dalam
121
pembelajaran di kelas, serta dapat membuat wawasan siswa menjadi labih luas. Sebagai contoh, setelah siswa berdiskusi secara berkelompok, tentu banyak timbul pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi pola garapan instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar, kemudian siswa diminta oleh guru untuk secara mandiri mencari sumber data agar dapat menjawab pertannyaan-pertannyaan dari diskusi setiap kelompok. Setiap siswa dibebaskan untuk mendapatkan sumber dari manapun, baik dari sumber jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka. Metode ini ada kaitannya dengan metode pemberian tugas, hal ini dikarenakan siswa diberikan tugas untuk mencari data-data refrensi sebagai kelanjutan dari diskusi yang sudah dilaksanakan di kelas. Metode ini digunakan guru pada pertemuan ke-2 dan 3 saat pertama awal semester dimana siswa baru mendapatkan materi dasar tentang Calung Banyumasan. Pada pertemuan ke-2 guru memberikan tugas untuk mencari refrensi baik video maupun artikel tentang tafsir garap ricikan gendhing Waru Doyong khususnya untuk ricikan gambang barung irama lancar dan irama dadi, karena dalam 1 semester siswa akan diberikan mengenai 2 materi lagu dimana lagu Waru Doyong merupakan lagu pertama yang diberikan oleh guru sebagai media untuk mengenal dasar-dasar pola permainan Calung Bayumasan. Pemberian tugas ini dilakukan secara bertahap setiap instrumen mulai dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, ketuk kenong, dan kendhang, tujuannya agar siswa lebih terfokus pada satu garap ricikan terlebih dahulu sampai benar-benar paham dan hafal tentang notasi garap ricikan tersebut. Berikut ini adalah Contoh hasil tugas tentang tafsir garap ricikan gambang barung gendhing Waru Doyong yang
122
dikerjakan siswa sebagai berikut.
Tugas Siswa 1
Nama : Fadhilah M.P. Kelas : X Karawitan
Waru Doyong Lnc Sl Manyura
Buka . . . . 6 6 2 1 . 3 . 2 . ! . g6 =. ! =. n2 =. ! =. n2 =. 6 =. n5 =. 3 =. ng5
. ! . n2 . ! . n6 . 3 . n5 . 3 . ng2 . 6 . n6 . 2 . n1 . 3 . n2 . 1 . ng6 Gambang Barung Irama Lancar-Dadi
Irama Lancar 6 6 2 1 1 3 3 2 2 1 1 6 g6 1 1 2 2 1 1 2 2 6 6 5 5 3 3 5 g5 1 1 2 2 1 1 6 6 3 3 5 5 3 3 2 g2 6 6 6 6 2 2 1 1 3 3 2 2 1 1 6 g6 Irama Dadi Seleh @ x.x x#x x.x x!x x.x x#x x.x x#x x.x x!x x.x x#x x.x x#x xxx x.x x@
123 Seleh 5 x.x x6x x.x x3x x.x x6x x.x x6x x.x x3x x.x x6x x.x x6x xxx x.x x5 Seleh 6 x.x x!x x.x x5x x.x x!x x.x x!x x.x x5x x.x x!x x.x x!x xxx x.x x6 Seleh 2 x.x x3x x.x x1x x.x x3x x.x x3x x.x x1x x.x x3x x.x x3x xxx x.x x2 Seleh ! x.x x2x x.x x6x x.x x@x x.x x@x x.x x6x x.x x@x x.x x@x xxx x.x x! Seleh 6 x.x x!x x.x x5x x.x x!x x.x x!x x.x x5x x.x x!x x.x x!x xxx x.x x6 Tugas Siswa 2
Nama : Alvian Hendi P. Kelas : X Karawitan
Waru Doyong Lnc Sl Manyura
Buka . . . . 6 6 2 1 . 3 . 2 . 1 . g6 =. 1 =. n2 =. 1 =. n2 =. 6 =. n5 =. 3 =. ng5
. 1 . n2 . 1 . n6 . 3 . n5 . 3 . ng2 . 6 . n6 . 2 . n1 . 3 . n2 . 1 . ng6 Gambang Barung Irama Lancar-Dadi
124
1 1 2 2 1 1 2 2 6 6 5 5 3 3 5 5 1 1 2 2 1 1 6 6 3 3 5 5 3 3 2 2 6 6 6 6 2 2 1 1 3 3 2 2 1 1 6 6
Irama Dadi Gambang Barung dan Penerus
2 = x.x x3x xx.x x1x x.x x3x x.x x3x x.x x1x x.x x3x x.x x3x xxx x.x x2 2 . 6 . 2 . 2 . 6 . 2 . 2 . 1 . 5 = x.x x6x xx.x x3x x.x x6x x.x x6x x.x x3x x.x x6x x.x x6x xxx x.x x5 5 . 2 . 5 . 5 . 2 . 5 . 5 . 5 . 6 = x.x x1x xx.x x5x x.x x1x x.x x1x x.x x5x x.x x1x x.x x1x xxx x.x x6 6 . 3 . 6 . 6 . 3 . 6 . 6 . 5 . 2 = x.x x3x xx.x x1x x.x x3x x.x x3x x.x x1x x.x x3x x.x x3x xxx x.x x2 2 . 6 . 2 . 2 . 6 . 2 . 2 . 2 . ! = x.x x2x xx.x x6x x.x x2x x.x x2x x.x x6x x.x x2x x.x x2x xxx x.x x1 1 . 5 . 1 . 1 . 5 . 1 . 1 . 1 . 6 = x.x x1x xx.x x5x x.x x1x x.x x1x x.x x5x x.x x1x x.x x1x xxx x.x x6 6 . 3 . 6 . 6 . 3 . 6 . 6 . 6 . Tugas Siswa 3
125
Nama : Ananda Fitriani Kelas : X Karawitan
Waru Doyong Lnc Sl Manyura
Buka . . . . 6 6 2 1 . 3 . 2 . 1 . 6 . 1 . n2 . 1 . n2 . 6 . n5 . 3 . ng5
. 1 . n2 . 1 . n6 . 3 . n5 . 3 . ng2 . 6 . n6 . 2 . n1 . 3 . n2 . 1 . ng6
Gambang Barung Irama Dadi Irama Lancar Buka : 6x x6x x2x x1x x1 x3x x3x x2x x2 x1x x1x x6x x6 x1x x1x x2x x2 x1x x1x x2x x2 x6x x6x x5x x5 x3x x3x x5x x5 x1x x1x x2x x2 x1x x1x x6x x6 x3x x3x x5x x5 x3x x3x x2x x2 x6x x6x x6x x6 x2x x2x x1x x1 x3x x3x x2x x2 x1x x1x x6x x6 Masuk ir dadi Irama Dadi 3 1 3 3 1 3 3 2 3 1 3 3 1 3 3 2
Tugas tentang tafsir garap ricikan gendhing Waru Doyong khususnya pada ricikan gambang barung memiliki perbedaan antara tugas siswa yang satu dengan yang lain, hal yang paling jelas terlihat adalah pada tugas milik Ananda
126
Fitriani pada tugas ke-3 dengan kedua temannya pada tugas ke-1 dan ke-2, dimana garap ricikan gambang barung irama dadi pada pekerjaanya terlihat kurang lengkap dibandingkan dengan kedua temannya. Untuk mengatasi hal ini, guru kemudian menerangkan garap ricikan gambang barung gendhing Waru Doyong agar siswa dapat memperbaiki dan mengerti tentang garapan gambang barung tersebut. Setelah seluruh siswa mengerti dan menulis kembali notasi garapan gambang barung, kemudian siswa diminta untuk menghafalkan notasi tersebut. Eko (guru mata pelajaran Calung Banyumasan) mengatakan bahwa agar siswa cepat memahami dan menghafal notasi garap gambang barung, apabila dalam pertemuan berikutnya siswa belum hafal maka siswa diminta untuk menyalin kembali notasi garap gambang barung dalam catatan masing-masing sebanyak 10 kali, hal tersebut dilakukan sampai siswa benar-benar memahami dan hafal notasi tersebut, karena jika siswa tidak hafal maka dalam praktik memainkan isntrumen yang bersangkutan akan mengalami kesulitan.
4.2.1.6.3 Metode Observasi
Metode observasi dilakukan oleh guru untuk melatih siswa agar lebih peka terhadap gejala-gejala yang terjadi di sekitarnya, serta dapat melatih siswa agar lebih kritis dalam mengambil keputusan yang tepat, sehingga dapat memperluas pandangan siswa dalam hal pengetahuan dan wawasan. Metode observasi dalam proses pembelajaran Calung Banyumasan di SMK Negeri 3 Banyumas digunakan guru dengan mengajak siswa mengamati secara teliti tentang bagaimana pola garap instrumen dalam permainan karawitan tingkat dasar, yang kemudian siswa akan mempraktekan teori-teori yang sudah didapat dari pengalaman pengamatan
127
di kelas serta pengalaman mandiri siswa setelah mencari berbagai refrensi. Ketika siswa mempraktekan teori-teori yang sudah didapat, siswa mendapatkan pengalaman sesungguhnya tentang bagaimana pola garap instrumen yang dimaksud. Hal ini mendorong siswa menjadi lebih peka dan paham tentang bagaimana kendala-kendala yang sesungguhnya dihadapi dan bagaimana menyikapi permasalahan tersebut.
4.2.1.6.4 Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawa digunakan oleh seorang guru untuk memperjelas materi yang belum siswa pahami. Dengan metode ini siswa ikut berperan aktif berfikir agar apa yang disampaikan guru menjadi lebih paham. Dalam penggunaan metode ini tidak jarang guru juga ikut mencontohkan tentang materi yang ditannyakan oleh siswa. Dengan adanya proses tanya jawab diharapkan terciptanya suasana kelas yang menyenangkan dan tidak kaku serta dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar di kelas.
Metode ini digunakan oleh guru seltelah guru mempraktekan garapan permainan instrumen Calung Banyumasan, salah satunya adalah instrumen kendhang. Setelah guru mempraktekan pola permainan kendhang yang sebelumnya divokalkan terlebih dahulu, kemudian guru menanyakan pola pukulan mana yang masih belum dimengerti oleh siswa. Metode ini membuat siswa dan guru saling berkomunikasi dalam proses pembelajaran. Pola interakasi yang seperti ini akan tercipta suasana pembelajaran dua arah, dimana guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
128
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk menjelaskan materi dengan cara mencontohkan materi pembelajaran, dalam hal ini kaitannya dengan pembelajarannya Calung Banyumas guru mempraktekan tentang teknik garapan kendang. Dalam mendemonstrasikan garapan kendhang, guru memberikan materi tentang garap kendang yang dijelaskan sembari memberi pengarahan berupa tindakan dan ditirukan oleh siswa.
Metode demonstrasi kerap dipakai dalam pembelajaran Calung Banyumasan di SMK Negeri 3 Banyumas, adapun penjelasan yang lebih rinci tentang bagaimana guru menggunakan metode tersebut akan dijelaskan sesuai dengan pengamatan peneliti pada pertemuan pembelajaran Calung Banyumasan di SMK Negri 3 Banyumas yang ke-10.
Pada awal pembelajaran berlangsung, setelah guru meminta siswa menyuarakan pola garapan kendhang secara bersama-sama, kemudian guru mencontohkan pola permainan kendhang menggunakan instrumen asli, yang disaksikan oleh siswa secara langsung, serta sesekali guru mempraktekan bagamana teknik pukulan kendhang agar suara yang dihasilkan sesuai dengan maksud yang diharapkan. Guru mengulang beberapa kali pola permainan kendhang yang sama, hal ini dimaksudkan agar siswa lebih paham dan jelas mengenai materi garap yang di praktekan atau didemonstrasikan oleh guru.
129
Gambar 4.12 Metode Demonstrasi
(Gambar : Reksada Belly Pradana 2017)