BAB 3 METODE PENELITIAN
C. Metode Kuantitatif
Pada penelitian ini variabel-variabelnya adalah variabel independen yaitu variabel content marketing (X1), variabel E-WoM (X2) dan variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen (Y). Adapun model penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Model Penelitian Sumber: Diolah penulis, 2020
2. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan tinjauan pustaka dan model penelitian, maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1: Content marketing pada media sosial Tiktok berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Generasi Z.
H2: E-WoM pada media sosial Tiktok berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Generasi Z.
H3: Secara simultan content marketing dan E-WoM pada media sosial Tiktok berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Generasi Z.
Metode Penelitian | 17
3. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data mengenai objek penelitian digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
1) Kuesioner
Menurut Rangkuti (1997) tujuan kuesioner adalah memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survei, memperoleh informasi dengan tingkat keandalan dan tingkat keabsahan setinggi mungkin. Metode pengukuran yang akan digunakan di penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2014:132) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Dalam penelitian ini, responden diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh penulis dengan menggunakan google formulir. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner (angket) tertutup dibuat dengan menggunakan skala likert 1-5.
2) Wawancara
Metode wawancara ini digunakan untuk mendukung akurasi dan kelengkapan kuesioner yang tersebar dan juga digunakan untuk memperluas pengetahuan penulis tentang data-data lain yang tidak terformulasi dalam kuesioner.
3) Studi kepustakaan
Studi kepustakaan diperoleh melalui buku dan jurnal yang bertajuk pemasaran, internet marketing serta metode penelitian manajemen.
Selain itu, artikel dan situs internet juga dipergunakan untuk memperkuat kerangka pemikiran dan menganalisis data.
4. Cara Penentuan Data/Informasi
Cara penentuan data dalam penelitian ini yaitu dengan menentukan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah nonprobability purposive sampling, teknik ini digunakan karena peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100, dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui secara pasti maka penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Bernoulli (tingkat error sebesar 10%).
Dalam penelitian ini akan disebarkan kuesioner kepada responden yang memiliki kriteria sebagai berikut; (1) Responden lahir pada tahun 1996-2010, dengan rentang usia 18-24 tahun, (2) Responden merupakan pengguna Tiktok di Indonesia, (3) Responden pernah melakukan pembelian produk/jasa setelah melihat konten Tiktok.
5. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Sebelum kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, terlebih dahulu diuji validitasnya kepada responden dengan menggunakan korelasi Product Moment (Arikunto, 2002:146). Syarat tersebut menurut Sugiyono (2009:179) yang harus dipenuhi yaitu harus memiliki kriteria sebagai berikut :
a. Jika r ≥ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah valid b. Jika r ≤ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah tidak valid
Untuk dapat memenuhi instrumen yang dapat dipercaya (reliabel) maka digunakan uji reliabilitas sebagaimana diungkap oleh Suharsimi Arikunto (2002:171). Kriteria pengujian untuk uji reliabilitas menurut Sekaran (2006:182), Suatu instrumen alat ukur dikatakan reliabel dan bisa diproses pada tahap selanjutnya jika nilai Cronbach Alpha > 0,7. Jika instrumen alat ukur memiliki nilai Cronbach Alpha < 0,7 maka alat ukur tersebut tidak reliabel.
6. Teknik Analisis Data 1) Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi bentuk yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang ringkas.
Adapun yang diteliti dalam analisis statistik deskriptif adalah karakteristik responden dan penilaian responden pada variabel penelitian.
2) Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel berdistribusi normal atau tidak sebagai persyaratan pengujian hipotesis (Sahid Rahardjo, 2018). Cara melakukan uji normalitas menggunakan rumus Kolmogrov-Smirnov yaitu dengan menggunakan bantuan software SPSS.
b. Uji Linieritas
Uji linieritas adalah uji prasyarat untuk melanjutkan uji regresi linier.
Adapun tujuan dilakukan uji linieritas adalah untuk mengetahui apakah variabel (X1) memiliki hubungan yang linier terhadap variabel terikat (Y), begitu pula dengan variabel bebas (X2) terhadap variabel bebas (Y).
Analisis uji linieritas menggunakan bantuan software SPSS. Ketentuan dikatakan linier apabila nilai Fhitung > Ftabel.
c. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai TOL (Tolerance) dan VIF (Variance Inflantion Factor) (Sahid Raharjo, 2018). Uji
Metode Penelitian | 19
multikolinearitas dapat dianalisis menggunakan software SPSS di tabel coefficients.
Berdasarkan Tolerance: jika TOL > 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas, dan sebaliknya.
Berdasarkan VIF: jika VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas, dan sebaliknya.
3) Uji Hipotesis
Uji hipotesis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda karena mengukur variabel bebas lebih dari satu terhadap variabel terikat.
Menurut Sahid Raharjo (2018) konsep dasar analisis regresi berganda meliputi:
a. Analisis berganda bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) b. Uji t berguna untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh parsial (sendiri)
yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Uji t ini berarti membuktikan apakah hipotesis pertama yaitu content marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen generasi Z dan hipotesis kedua yaitu E-WoM berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen generasi Z.
Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau thitung > ttabel maka variabel X berpengaruh terhadap variabel Y,
Jika nilai sig > 0,05, atau thitung > ttabel maka variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.
c. Uji F bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh stimulan (bersama-sama) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) (Sahid Raharjo, 2018). Uji F ini menguji ada atau tidak pengaruh content marketing dan E-WoM secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian konsumen generasi Z
Jika nilai signifikansi < dari 0,05 atau Fhitung > Ftabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y,
Jika nilai sig > 0,05, atau Fhitung < Ftabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
d. Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui berapa persen pengaruh yang diberikan variabel (X) terhadap variabel terikat (Y) (Sahid Raharjo, 2018). Analisis koefisien determinasi dapat diketahui menggunakan bantuan software SPSS dengan acuan tabel model summary di bagian R Square.