• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Kuasa

Dalam dokumen PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Halaman 8-55)

BAB III METODE KUASA

A. Metode Kuasa

digunakan dalam mesin pencari Google untuk mengonstruksikan matriks yang menggambarkan struktur perujukan halaman-halaman yang sesuai dengan pencarian. Kemudian dengan menggunakan vektor eigen dominan dari matriks itu disusun daftar situs-situs yang dicari dengan urutan tertentu untuk menentukan peringkat situs-situs tersebut dalam urutan kepentingannya sebagai otoritas dan hub.

ix

ABSTRACT

The Power Method is an approximation method using power sequence to obtain dominant eigenvalue and eigenvector of a matrix. In its application, the Power Method is used to develop a search algorithm called the PageRank algorithm. The algorithm in fact is used in Google search engine to construct a matrix which describes the structure of the referring pages that match the search. Then using the dominant eigenvector of the matrix, sites will be listed in importance order as an authority and hub.

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, yang karena berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Sains di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis merasa bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan, bimbingan, dukungan dan dorongan dari berbagai pihak yang sangat berarti bagi penulis. Karena itu, dengan rendah hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Lusia Krismiyati Budiasih, S.Si., M.Si., selaku Kaprodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi yang telah membantu dan membimbing penulis secara akademik baik di dalam maupun di luar kelas.

2. Romo Prof. Dr. Frans Susilo, S.J., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan waktunya untuk memberikan bimbingan, pengarahan, masukan, kritik, saran dan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

3. Ibu Maria Vianney Anny Herawati, S.Si., M.Si., selaku dosen penguji yang pernah memberikan masukan untuk penulis.

4. Bapak Herry Pribawanto Suryawan, S.Si., M.Si., selaku dosen pembimbing sementara. Terimakasih atas lelucon, ide, dan semangat yang diberikan. 5. Bapak Ir. Ig. Aris Dwiatmoko, M.Sc., selaku dosen yang menginspirasiku

secara tak langsung lewat canda tawa.

6. Bapak/Ibu Dosen Prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi yang telah mendidik penulis selama menjalani studi di Fakultas Sains dan Teknologi ini. Terima kasih atas bimbingan dan arahannya selama ini.

7. Bapak Zaerilus Tukija, Ibu Erma Linda Santyas Rahayu, Ibu Chatarina Maria sri Wijayanti, Mas Dwiratno Susilo dan para staff lain yang telah banyak memberikan bantuan di sekretariat FST dan laboratorium atas pelayanan administrasi dan bantuan yang diberikan.

xi

8. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma dan staff yang telah menyediakan fasilitas dan pelayanan kepada penulis selama masa perkuliahan.

9. Mama dan Papa tercinta dan terkasih, terima kasih buat semua doa, didikan, bimbingan, nasehat, dukungan dan kepercayaan yang diberikan pada penulis untuk mengambil keputusan dan langkah dalam menjalani kehidupan ini. 10. Grace Dalinartha dan Esther Natalia, S.Sn., kedua kakakku yang cerewet tapi

baik hati ini. Terima kasih untuk bantuan yang tak terhingga kalian untukku. 11. Kie Van Ivanky Saputra, S.Si., Ph.D., yang banyak membantu aku

menjelaskan dan memecahkan persoalan-persoalan mata kuliah dan skripsi. 12. Untuk “Sang Pemberi Kisah” dalam hidupku yang tidak ingin disebutkan

namanya, yang mengajariku untuk selalu tegar untuk setiap cobaan.

13. Teman-teman Universitas Kristen Maranatha, khususnya Reymon Marlisyuniardi dan Yohanes Daniel Pangaribuan yang bersedia membantu dalam penjelasan-penjelasan bidang IT yang dibahas dalam skripsi ini.

14. Teman-teman Kost Wisma Manunggal, Riko, Doddy, Qnoy, Pipin, Desy yang tidak pernah lelah memberikan semangat untukku.

15. Teman-teman Matematika, terima kasih untuk keceriaan, kebersamaan, dinamika, pertemuan, dan dukungan.

16. Semua pihak yang belum penulis sebutkan satu per satu di sini, terima kasih untuk semua dukungan dan perhatiannya.

Penulis juga menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya saran dan kritikan dari pembaca yang dapat membangun penulis untuk mengembangkan kemampuan penulis menjadi lebih baik. Penulis berharap agar skripsi ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca.

Penulis,

xii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN JUDUL DALAM BAHASA INGGRIS ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6 C. Batasan Masalah ... 7 D. Tujuan Penulisan ... 7 E. Metode Penulisan ... 7 F. Manfaat Penulisan ... 7 G. Sistematika Penulisan ... 8

BAB II NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN ... 9

A. Nilai Eigen dan Vektor Eigen ... 9

B. Nilai Eigen Matriks Segitiga ... 14

C. Nilai Eigen Matriks Pangkat ... 16

D. Nilai Eigen Kompleks ... 17

xiii

F. Nilai Eigen Matriks 2×2 ... 20

G. Nilai Eigen Matriks Simetrik 2×2 ... 23

H. Determinan dan Teras Dinyatakan dalam Nilai Eigen ... 28

I. Diagonalisasi ... 30

BAB III METODE KUASA ... 39

A. Metode Kuasa ... 39

B. Metode Kuasa dengan Perskalaan Euclides ... 42

C. Metode Kuasa dengan Perskalaan Entri Maksimum ... 44

D. Laju Konvergensi Hasil Bagi Rayleigh... 48

E. Prosedur Penghentian Iterasi ... 49

F. Aplikasi Metode Kuasa pada Mesin Pencari Internet ... 51

BAB IV PENUTUP ... 60

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, di mana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, melalui U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program

e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-e-mail ini

begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, lambang @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan

"at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai

dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli

komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar

Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer

yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan

newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah

komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah

surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000

alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet :

1. Informasi untuk kehidupan pribadi: kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani, dan sosial.

2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja: sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.

Satu hal yang paling menarik adalah keanggotan internet tidak mengenal batas negara, ras, ekonomi, ideologi, atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalu kerjasama antar pribadi atau kelompok yang tanpa mengenal batas jarak dan waktu.

Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengguna internet. Karena efektif atau tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi. Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamflet-pamflet, selebaran, baliho dan lain sebagainya tapi cara ini bisa dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. Cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui mesin pencari-mesin pencari (search

engine, seperti : Yahoo, Google, Search Indonesia, dan sebagainya).

Cara publikasi di mesin pencari ada yang gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bisa masuk dan dikenali di mesin pencari terkenal seperti Yahoo atau Google. Cara efektif

publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit mengeluarkan biaya, akan tetapi situs cepat masuk ke mesin pencari dan dikenal oleh pengguna.

Teori yang mendasari cara kerja mesin pencari internet ini adalah Metode Kuasa yang berkaitan dengan nilai eigen dan vektor eigen.

Banyak penerapan yang mengharuskan kita menemukan suatu matriks taknol sedemikian sehingga λ , dengan A adalah matriks n × n yang diketahui dan λ adalah skalar. Masalah ini dinamakan masalah nilai eigen dan merupakan masalah matriks kedua yang paling sering dijumpai selain masalah pemecahan sistem persamaan linear.

Nilai eigen matriks bujursangkar, secara teori dapat ditemukan dengan menentukan persamaan karakteristik. Namun, prosedur ini memiliki begitu banyak kesulitan perhitungan yang hampir tidak pernah digunakan dalam aplikasi. Metode Kuasa akan membahas sebuah algoritma yang dapat digunakan untuk mendekati nilai eigen dengan nilai mutlak terbesar dan vektor eigen yang sesuai. Nilai eigen dan vektor eigen yang sesuai sangat penting karena mereka muncul secara alami dalam berbagai proses iteratif. Metode yang akan dibahas dalam bagian ini telah diterapkan untuk menghasilkan mesin pencari internet yang sangat cepat, dan akan dijelaskan bagaimana hal tersebut dilakukan.

Metode Kuasa adalah metode hampiran yang menggunakan barisan pangkat dari suatu matriks untuk mendapatkan nilai eigen dominan suatu matriks yang memenui sifat | | | | untuk 2, 3, , , dengan merupakan nilai eigen dominan.

Pengurutan hasil pencarian pada mesin pencari saat ini menjadi titik fokus bagi mesin pencari untuk menampilkan hasil pencarian yang penting. Sistem pengurutan diharapkan memberikan hasil yang signifikan. PageRank merupakan sistem pengurutan yang digunakan Google dan merupakan salah satu sistem pengurutan yang bekerja berdasarkan analisa jalur. Perhitungan pengurutan dengan menggunakan algoritma PageRank saat ini menjadi banyak perbincangan para peneliti karena perhitungan tersebut menghabiskan waktu yang lama, dan berhari-hari sehingga jika ada halaman baru tiap detik, maka PageRank tidak secara langsung memperbaharui halaman tersebut tetapi menunggu waktu perhitungan PageRank selanjutnya yang akan dilakukan secara offline. Untuk mempercepat perhitungan PageRank, dalam penelitian digunakan Hasil Bagi

Rayleigh. Hasil Bagi Rayleigh dapat mempercepat konvergensi dengan cara

menentukan nilai eigen dominan sehingga perhitungan galat berdasarkan selisih nilai eigen dominan tersebut dengan nilai eigen dominan sebelumnya. Berdasarkan analisa dari hasil uji coba, didapatkan bahwa waktu perhitungan

PageRank dengan menggunakan Hasil Bagi Rayleigh lebih cepat dibandingkan

dengan tanpa menggunakan Hasil Bagi Rayleigh.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Metode Kuasa?

C. Batasan Masalah

Dalam skripsi ini, penulis hanya membahas aplikasi pada mesin pencari internet berdasarkan operasi-operasi matriks.

D. Tujuan Penelitian

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui prinsip dan landasan teori yang digunakan dan bagaimana mesin pencari internet bekerja sehingga menghasilkan kecepatan yang sangat tinggi dalam menyajikan suatu informasi.

E. Metode Penulisan

Penulisan skripsi ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu dengan menggunakan buku-buku, jurnal ilmiah, dan makalah yang telah dipublikasikan. Oleh karena itu dalam skripsi ini tidak disajikan hal baru dalam bidang matematika.

F. Manfaat Penulisan

Memahami cara kerja mesin pencari internet dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam penyajian suatu informasi.

G. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi gambaran secara umum tentang isi skripsi yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, manfaat penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

Bab ini berisi beberapa teori yang melandasi pembahasan, yaitu nilai eigen dan vektor eigen, nilai eigen pada matriks segitiga, matriks pangkat, nilai eigen kompleks, kegandaan aljabar, nilai eigen matriks 2 2, nilai eigen matriks simetris 2 2, dan nilai eigen dalam determinan dan teras suatu matriks.

BAB III METODE KUASA DAN APLIKASINYA PADA MESIN PENCARI INTERNET

Bab ini membahas tentang metode kuasa, metode kuasa dengan perskalaan Euclides dan entri maksimum, dan aplikasinya yang digunakan pada mesin pencari internet.

BAB IV PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan materi yang telah dipaparkan.

BAB II

NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

A. Nilai Eigen dan Vektor Eigen

Banyak aplikasi dari Aljabar Linear yang melibatkan sistem dengan n persamaan linear dan n variabel yang dinyatakan dalam bentuk

, (2.1.1) dengan λ adalah suatu skalar, x adalah suatu sebarang vektor taknol di ,

dan A adalah suatu matriks n × n. Sistem semacam ini sebenarnya merupakan sistem linear yang tersamar, karena persamaan (2.1.1) dapat ditulis kembali sebagai 0, atau dengan menyisipkan suatu matriks identitas dan memfaktorkannya menjadi

– . (2.1.2)

Masalah utama yang harus diperhatikan untuk sistem linear yang ter-bentuk pada persamaan (2.1.2) adalah bagaimana menentukan nilai λ se-hingga sistem tersebut memiliki penyelesaian taktrivial. Nilai λ yang demi-kian disebut nilai eigen (nilai karakteristik) dari matriks A, dan penyele-saian taktrivial dari persamaan (2.1.2) disebut vektor eigen dari A yang ter-kait dengan λ.

Sistem (λI – A)x = 0 memiliki penyelesaian taktrivial jika dan hanya jika

– 0 (2.1.3)

yang disebut persamaan karakteristik dari A. Nilai-nilai eigen dari A dapat dicari dengan menyelesaikan λ pada persamaan ini. Determinan

0 adalah sebuah polinomial dalam variabel λ yang disebut po-linomial karakteristik matriks A.

Definisi 2.1.1

Jika A adalah sebuah matriks n × n, maka skalar λ disebut nilai eigen dari A jika terdapat vektor taknol x sedemikian sehingga . Jika λ adalah nilai eigen dari A, maka vektor taknol x sedemikian hingga

disebut vektor eigen dari A yang berkaitan dengan λ.

Cara untuk menentukan nilai eigen dari matriks A adalah dengan menulis kembali persamaan menjadi

.

Persamaan tersebut mempunyai penyelesaian taktrivial jika dan hanya jika

– 0.

Skalar-skalar λ yang memenuhi persamaan ini adalah nilai-nilai eigen dari A.

Teorema 2.1.1

Jika matriks A adalah sebuah matriks n × ndan λ adalah skalar, maka pernyataan berikut adalah ekivalen :

(a) λ adalah nilai eigen dari A.

(b) λ adalah penyelesaian persamaan – 0.

Bukti :

Berdasarkan definisi, λ adalah nilai eigen dari A jika dan hanya jika terdapat vektor taknol x sedemikian sehingga

, yang ekivalen dengan

– .

yaitu sistem persamaan linear homogen ini mempunyai penyelesaian taktrivi-al, yang terjadi jika dan hanya jika

– 0. yaitu λ adalah penyelesaian dari persamaan tersebut. „

Contoh 2.1.1

Akan dicari nilai eigen dan vektor eigen terkait dari matriks 1 3 4 2 Mencari nilai eigen dengan persamaan karakteristik

1 0

0 1 1 34 2 41 32 . Persamaan karakteristik dari A adalah

– 0 1 3 4 2 0, 1 2 – 3 4 0, 3 2– 12 0, 3 – 10 0, 2 5 0. (2.1.4)

Jadi nilai eigen dari A adalah 2 dan 5.

Untuk menentukan vektor eigen yang berkaitan dengan nilai eigen tersebut, harus diselesaikan sistem penyelesaian

1 3

4 2 00 . (2.1.5)

Untuk 2, persamaan (2.1.5) akan menjadi 2 1 3

4 2 2 00 , 3 3

4 4 00 . Penyelesaian ini memberikan hasil

, , (2.1.6)

maka vektor eigen yang berkaitan dengan 2 adalah vektor taknol berbentuk 1 1 . (2.1.7) Periksa 1 3 4 2 22 2 2 . Dengan cara yang sama untuk 5, penyelesaiannya memberikan hasil

, , (2.1.8)

dan vektor eigen yang berkaitan dengan 5 adalah vektor taknol berbentuk

Jika λ adalah nilai eigen dari A dan x adalah vektor eigen yang terkait, maka , sehingga perkalian dengan A memetakan ke dalam suatu perka-lian skalar dengan dirinya sendiri. Pada dan , ini berarti bahwa perka-lian dengan A memetakan setiap vektor eigen x ke suatu vektor yang terletak pada garis yang sama dengan . Operator linear memperkecil dengan suatu faktor λ jika 0 1 atau memperbesar dengan suatu fak-tor λ jika 1. Jika 0, maka membalik arah , dan memper-kecil vektor yang telah diputar tersebut dengan suatu faktor |λ| jika 0 | | 1 atau memperbesar vektor yang telah diputar tersebut dengan suatu faktor |λ| jika | | 1.

Contoh 2.1.2

Akan dicari nilai eigen dari matriks 0 1 0 0 0 1

4 17 8 . Dari determinan

det 0 1 01

4 17 8 8 17 4 (2.1.10) didapatkan persamaan karakteristik 8 17 4 0. (2.1.11) Untuk mencari penyelesaian persamaan ini, akan dimulai dengan mencari penyelesaian bilangan bulatnya. Penyelesaian bilangan bulat (jika memang ada) untuk sebuah persamaan polinomial dengan koefisien-koefisien bilangan bulat

haruslah merupakan faktor-faktor pembagi dari konstanta . Sehingga, penyelesaian bilangan bulat yang mungkin dari persamaan (2.1.11) hanyalah faktor-aktor pembagi dari bilangan 4, yaitu 1, 2, dan 4. Dengan mensubstitusi nilai tersebut secara berturut-turut ke dalam persamaan (2.1.11) akan menghasilkan 4 sebagai sebuah penyelesaian bilangan bulatnya. Sebagai konsekuensinya, 4 haruslah merupakan salah satu faktor dari ruas kiri persamaan (2.1.11), sehingga persamaan (2.1.11) dapat ditulis kem-bali menjadi

– 4 4 1 0. Maka, penyelesaian persamaan (2.1.11) adalah

4, 2 √3, 2 √3.

Definisi 2.1.2

Ruang penyelesaian sistem persamaan linear homogen –

disebut ruang eigen dari matriks A yang berkaitan dengan nilai eigen λ. Vek-tor-vektor eigen yang terkait dengan nilai eigen λ adalah adalah vekVek-tor-vektor taknol dalam ruang eigen.

B. Nilai Eigen Matriks Segitiga

Jika A adalah matriks segitiga n × n dengan entri diagonal , , , , maka – adalah matriks segitiga dengan entri diagonal

, , , . Jadi polinomial karateristiknya adalah

yang secara tidak langsung menyatakan bahwa nilai eigen dari A adalah , , ,

Teorema 2.2.1

Jika A adalah matriks segitiga n × n (segitiga atas, segitiga bawah, atau diagonal), maka nilai-nilai eigennya adalah entri diagonal utama dari matriks A.

Bukti :

Misalkan A adalah matriks segitiga atas 0

0 0

.

Telah diketahui bahwa nilai determinan sebuah matriks segitiga adalah hasil kali entri-entri yang terletak pada diagonal utamanya, maka

det 0 0 0 , , sehingga diperoleh persamaan karakteristiknya

0, dan nilai-nilai eigennya adalah

, , , , yang merupakan entri-entri diagonal utama matriks A.

Dengan cara yang sama dapat dibuktikan pula untuk matriks segitiga bawah dan matriks diagonal. Jadi terbukti bahwa nilai eigen matriks segitiga adalah entri-entri diagonal utamanya. „

C. Nilai Eigen Matriks Pangkat

Ketika nilai eigen dan vektor eigen dari suatu matriks A telah ditemukan, tidaklah sulit untuk menentukan nilai eigen dan vektor eigen dari pangkat bilangan bulat positif sebarang dari A. Sebagai contoh, jika λ merupakan nilai eigen dari A dan x merupakan vektor eigen terkaitnya, maka

,

yang menunjukkan bahwa nilai eigen dari dan x adalah vektor eigen kaitannya.

Teorema 2.3.1

Jika λ adalah nilai eigen dari matriks A, x adalah vektor eigen kaitannya, dan k adalah sebarang bilangan bulat positif, maka adalah nilai eigen dari matriks dan x adalah vektor eigen yang terkait dengannya.

Bukti :

Misalkan A adalah matriks persegi dan x adalah vektor eigen yang terkait dengan nilai eigen λ. Maka , yaitu Teorema benar untuk k = 1. Andaikan . Akan dibuktikan bahwa .

         

 

 

 

       

Sehingga  . Jadi Teorema benar untuk setiap bilangan bulat

positf k. „ 

D. Nilai Eigen Kompleks

Bukanlah hal yang mustahil bahwa persamaan karakteristik sebuah matriks yang entri-entrinya bilangan real memiliki penyelesaian bilangan kompleks. Sebagai contoh, polinomial karakteristik dari matriks

2 1

5 2 (2.4.1)

adalah

2 1

5 2 1, (2.4.2)

sehingga persamaan karakteristiknya adalah 1 0. Akar-akar persamaan karakteristiknya merupakan bilangan kompleks dan . Dengan demikian, kita harus berurusan dengan nilai eigen bilangan kom-pleks, bahkan untuk matriks real sekalipun. Penyelesaian kompleks dari persamaan karakteristik disebut nilai eigen kompleks.

E. Kegandaan Aljabar

Jika A adalah matriks n × n, maka suatu bentuk khusus dari determinan – adalah polinomial berderajat n di mana koefisien

Dalam dokumen PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Halaman 8-55)

Dokumen terkait