BAB I PENDAHULUAN
B. Menghafal Al-Qur`an
2. Metode-metode Menghafal Al-Qur`an
Salah satu cara agar dalam proses menghafal menjadi mudah dan terstruktur adalah dengan menggunakan metode menghafal yang tepat. Metode adalah cara yang dinilai paling tepat untuk melakukan sesuatu.64 Metode yang tepat adalah metode yang sesuai dengan kemampuan seseorang. Oleh karena itu, beberapa orang berlomba-lomba menciptakan dan menyusun metodenya sendiri. Karena beragamnya metode yang ditawarkan dalam menghafal Al-Qur`an, menjadikan beberapa orang lainnya terlihat bingung dalam menentukan metode yang pas untuk dipakai. Di antara beberapa metode menghafal Al-Qur`an yang berkembang saat ini adalah sebagai berikut.
a. Metode ODOA
Metode one day one ayat atau biasa disingkat dengan metode ODOA adalah sebuah metode menghafal Al-Qur`an yang digagas pertama kali oleh Yusuf Mansur. Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Nusantara, Jakarta.
Menurutnya, sebagaimana yang dikutip oleh Khoirul Anwar
64 Ahmad Tafsir, Metode Pengajaran Agama Islam, (Bandung: PT Remaja Rosydakarya, 2012), h. 9.
52
dan Mufti Hafiyana dalam artikelnya menyebutkan bahwa metode one day one ayat adalah program menghafal satu hari satu ayat yang dimulai dari surah-surah pendek di dalam Al-Qur`an. Namun, jika pada surah yang mempunyai ayat sedikit dan mudah dihafal bisa lebih dari satu ayat bahkan satu surah. Sedangkan jika terdapat ayat yang cukup panjang untuk dihafalkan, bisa lebih dari satu hari hingga benar-benar hafal.65
b. Metode STIFIn
Metode STIFIn ditemukan pertama kali oleh Farid Poniman bersama Indrawan Nugroho. Mereka adalah salah satu tokoh pendiri Kubik Leadership yang merupakan sebuah lembaga training yang dikenal unik karena pada sebelum melakukan trainingnya, mereka memetakan peserta training sesuai dengan tingkat kecerdasan masing-masing. Di dalam bukunya, Farid Poniman menjelaskan bahwa ia menggunakan empat kecerdasan yaitu S, T, I, dan F. S adalah uraian dari sensing, T adalah thinking, I adalah intuiting dan F adalah feeling. Kekuatan utamanya terletak pada konsep yang simple, akurat dan aplikatif. Jadi, konsep STIFIn memetakan dari 5 belahan otak manusia, 1 yang menjadi dominan yang menjadi pengendali manusia dari
65 Khoirul Anwar dan Mufti Hafiyana, Implementasi Metode ODOA (One Day One Ayat) Dalam Meningkatkan Kemampuan Mneghafal Al-Qur’an, (Situbondo: Universitas Ibrahimy, 2018), h. 185.
pembentuk bakat alaminya. 1 yang dominan tersebut adalah insting yang disingkat In.66
Konsep STIFIn yang ditemukan oleh Farid Poniman merupakan hasil kompilasi dari berbagai teori psikologi, neurosiciene, dan SDM. Prinsip besarnya mengacu pada konsep kecerdasan tunggal yang digagas oleh seorang tokoh bernama C.G Jung. Tes yang dilakukan untuk mengetahui kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang adalah dengan cara men-scan sidik jari dari kesepuluh ujung jari. Sidik jari mengandung beberapa informasi dari komposisi susunan syaraf yang dominan dan mampu berperan sebagai sistem operasi sekaligus menjadi jenis dari sebuah kecerdasan.67 Kemudian, metode ini diaplikasikan ke dalam proses menghafal Al-Qur`an. Proses mengingat dalam menghafal Al-Qur`an sangat erat kaitannya dengan memori otak, sehingga dapat memungkinkan bagi para penghafal Al-Qur`an untuk diingat kembali dalam beberapa saat atau dalam jangka waktu yang panjang.68
Memori berkaitan erat dengan proses belajar sehingga jika diaplikasikan dalam menghafal Al-Qur`an, maka proses mengenal dan memahami melalui panca indera diubah menjadi simbol-simbol tertentu yang disebut dengan istilah encoding. Setelah proses encoding, selanjutnya yang akan dilakukan adalah proses penyimpanan (storage). Dalam
66 Farid Poniman dan Rahman Adi Mangussara, Konsep Palugada, (Jakarta: STIFIn Institute, 2013), h. 1.
67 Farid Poniman, Penjelasan Hasil Tes STIFIn, Cet. 5, (Bekasi, STIFIn Fingerptint, 2012), h. iv.
68 Gita Sekar Prihantini, Strategi Belajar, (Malang: UMM Press, 2015), h.
361.
54
bagian penyimpanan inilah yang menurut Prihatini termasuk dalam sistem limbik dalam otak (memori jangka panjang).
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa memori yang terdapat dalam proses menghafal Al-Qur`an berfungsi untuk menyimpan, menerima dan memproduksi informasi ketika proses retrieval (memori jangka pendek).69
c. Metode Kauny
Metode Kauny Quantum Memori adalah metode menghafal Al-Qur`an yang dipelopori oleh al-Hafiz Bobby Herwibowo. Metode ini diambil dari motto “Menghafal Al-Qur`an Semudah Tersenyum” dan dikenalkan pada tahun 2011. Kemunculan metode ini dilatar belakangi oleh berbagai keluhan yang datang dari umat Islam yang mendapat kesulitan dan mudah lupa dalam menghafal Qur`an, sehingga mereka menganggap bahwa menghafal Al-Qur`an adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Kemudian ia ingin memasyarakatkan slogan bahwa menghafal Al-Qur`an itu mudah dan menyenangkan. Selain itu, melihat fakta bahwa kesadaran dan kebutuhan umat muslim untuk belajar menghafal Al-Qur`an semakin meningkat pun menjadi latar belakang yang memperkuat kemunculan metode ini.70
Metode Kauny Quantum Memory dapat digunakan oleh semua kalangan penghafal Al-Qur`an, tidak mengenal
69 Magda Bhinnety, “Sruktur dan Proses Memori” Buletin Psikologi, Vol. 16, No. 2, (2008), h.74- 88.
70 Bobby Herwibowo, Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum, (Sukoharjo: CV Farishma Indonesia, 2014), h. 7.
batasan usia, tempat belajar, stasus sosial dan ekonomi, jenis kesibukan pekerjaan dan jenjang pendidikan. Bahkan metode ini dapat digunakan bagi yang sudah bisa membaca Al-Qur`an maupun yang buta huruf sekalipun. Metode ini akan lebih optimal jika diterapkan untuk anak-anak, karena daya ingat saat usia anak-anak sangat kuat dan mudah hilang karena tidak terganggu dengan problematika hidup.71
Cara kerja Metode Kauny Quantum Memory yaitu pertama calon penghafal akan menirukan bacaan yang telah didengarkan secara talaqqi oleh guru, kemudian mengartikan setiap kata dengan melakukan gerakan tangan sesuai visualisasi dari arti ayat tersebut. Setelah itu, dibuatkan ilustrasi dari ayat-ayat Al-Qur`an yang telah dihafal untuk menyambungkan ayat satu dengan ayat lainnya. Metode ini menyatukan cara kerja otak kiri yang berhubungan dengan data, angka, urutan, dengan cara kerja otak kanan yang berhubungan dengan ritma, irama, musik, gambar, dan juga imajinasi.72
Berdasarkan metode dari ketiga tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa metode berguna untuk mempermudah proses menghafal al-Qur`an agar mampu disimpan dalam jangka waktu yang panjang dan bisa digunakan untuk semua kalangan usia.