BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Metode-metode Pemilihan Alternatif
Pemilihan alternatif banyak dijumpai di dalam segala bidang kehidupan, dan pengambilan keputusan untuk memilih alternatif mana yang terbaik sering kali menjadi masalah, terutama pada alternatif-alternatif yang mempunyai banyak hal yang harus dipertimbangkan. Beberapa metode pemilihan alternatif yang telah dikembangkan, antara lain metode Dominance, Feasible Ranges, Lexicography, Effectiveness Index (De Garmo, dkk, 1984), metode Bayes, metode perbandingan Eksponensial, metode Delphi (Marimin, 2004) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Saaty, 1993).
Metode Dominance, Feasible Ranges dan Effectiveness Index merupakan metode-metode yang memilih alternatif dengan mempertimbangkan semua dimensi yang dimiliki oleh setiap alternatifnya, sedangkan metode Lexicography merangkum semua dimensi yang ada dan menyederhanakannya menjadi satu dimensi terpenting saja untuk perbandingan.
Walaupun metode Dominance dan Feasibility Ranges membandingkan alternatif-alternatif yang ada berdasarkan banyak kriteria, namun metode-metode ini mempunyai banyak kelemahan. Metode Dominance hanya bisa memilih alternatif yang mendominasi alternatif-alternatif yang lain, artinya dalam semua kriterianya lebih baik dari alternatif-alternatif yang lain; atau metode ini bisa membuang alternatif yang semua kriterianya didominasi oleh alternatif-alternatif yang lain, artinya dalam semua kriterianya tidak ada yang lebih baik dari alternatif-alternatif yang lain. Jadi apabila ada alternatif-alternatif yang tidak mendominasi atau terdominasi, maka pemilihannya menjadi sulit.
Oleh karena itu kemudian dikembangkan menjadi metode Feasible Ranges dengan memberikan batas-batas layak pilih pada setiap kriterianya dan pemilihan kemudian dilakukan dengan meneliti setiap kriteria pada masing-masing alternatif apakah memenuhi batas-batas itu atau tidak. Alternatif ini membuang alternatif yang tidak memenuhi batas-batas dari satu atau lebih kriteria. Apabila tersisa lebih dari satu alternatif, maka pemilihan dilakukan dengan mengetatkan batas-batas kelayakan tersebut. Dengan ketergantungan pemilihan pada batas-batas kelayakan ini, maka pengambil keputusan harus benar-benar mempunyai pengertian yang mendalam dan menyeluruh terhadap hal-hal yang harus dipenuhi (De Garmo, dkk, 1984).
Pengembangan selanjutnya menghasilkan metode Effectiveness Index yang memilih alternatif dengan memberi bobot pada masing-masing kriteria dan indeks keefektifan setiap alternatif untuk masing-masing kriterianya dihitung berdasarkan seberapa baiknya alternatif tersebut terhadap batasan kelayakan yang telah ditentukan pada kriteria yang bersangkutan. Indeks keefektifan ini kemudian dikalikan dengan bobot pada masing-masing kriteria dan selanjutnya hasil perkaliannya dijumlahkan.
Alternatif yang mempunyai jumlah dari hasil perkalian ini yang terbesar adalah alternatif yang terpilih (De Garmo, dkk, 1984).
Metode-metode lain untuk pemilihan alternatif dengan banyak kriteria disimpulkan oleh Marimin (2004) sebagai berikut:
1. Pemilihan alternatif berbasis kinerja, seperti :
a. Teknik perbandingan indeks kinerja (Comparative Index) yang merupakan indeks gabungan (composite Index) yang dapat digunakan untuk menentukan penilaian atau peringkat dari berbagai alternatif (i) berdasarkan beberapa kriteria (j).
b. Metode Bayes, merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk melakukan analisis dalam pengambilan keputusan terbaik dari sejumlah alternatif untuk menghasilkan perolehan keputusan yang optimal.
c. Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), merupakan salah satu metode untuk menentukan urutan prioritas alternatif keputusan dengan kriteria jamak.
d. Metode Delphi, modifikasi teknik brainwriting dan survei dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuesioner.
2. Pengambilan keputusan dengan analisis SWOT
Suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka menciptakan strategi untuk pengambilan keputusan. Analisis ini didasarkan pada logika untuk memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
3. Pengambilan keputusan dengan Pemungutan suara (voting), merupakan salah satu metode yang banyak dipakai pengambilan keputusan secara kelompok.
Pemungutan suara dapat dikategorikan ke dalam dua cara :
a. Pemungutan suara satu nol (binary voting). Pemungutan dengan cara ini dapat diwujudkan sebagai satu cara untuk memilih salah satu alternatif dari berbagai alternatif yang ditawarkan atau sering disebut spot vote.
b. Pemungutan suara berdasarkan urutan kesukaan (preferntial voting) Adalah suatu pengambilan keputusan yang menilai alternatif secara berurutan dari alternatif yang terbaik sampai yang terjelek.
4. Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarchy Process – AHP)
Metode AHP menyederhanakan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, yaitu dalam kriteria-kriteria tertentu, serta menatanya dalam suatu hierarki. Tingkat kepentingan setiap kriteria diberi nilai numerik secara subyektif yang menggambarkan arti pentingnya kriteria tersebut secara relatif dibandingkan dengan kriteria yang lain. AHP memungkinkan pengguna untuk memberikan nilai bobot relatif dari satu kriteria majemuk (alternatif majemuk terhadap suatu kriteria) dengan melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons).
Pada dasarnya metode-metode pemilihan alternatif dengan banyak kriteria, seperti misalnya Effectiveness Index, Comparative Index, MPE, AHP, dan lain-lainnya, diterapkan dengan pemberian skor pada setiap kriteria untuk masing-masing alternatif, di mana skor ini merupakan hasil perkalian antara bobot setiap kriteria dan penilaian kinerja masing-masing alternatif pada setiap kriteria yang bersangkutan.
Namun metode AHP mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metode-metode yang lain, yaitu di dalam penetapan bobot masing-masing kriteria yang dilakukan secara lebih obyektif dari pada metode-metode yang lain, yaitu dengan menggunakan perbandingan berpasangan. Di samping itu juga dalam penilaian kinerja masing-masing alternatifnya, yaitu dalam mengkuantifikasi hal-hal yang kualitatif. Berhubung masalah pemeliharaan jalan menyangkut banyak pihak yang berkepentingan yang semuanya perlu diperlakukan secara adil dan transparan, maka untuk masalah ini dilakukan penelitian dengan menggunakan AHP.
Metode AHP ini telah dicoba diterapkan oleh Utomo, dkk (2004) untuk mengambil keputusan dalam pemilihan lokasi pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Banyuwangi empat alternatif, berdasarkan kriteria-kriteria dalam aspek keselamatan operasi penerbangan, aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek lingkungan.
Penelitian ini membuat urutan aspek-aspek tersebut berdasarkan opini dari pihak-pihak yang terkait dan mendapatkan aspek keselamatan operasi penerbangan sebagai aspek yang penting di antara aspek itu, sedangkan aspek ekonomi menempati aspek urutan ketiga.