Mushaf al-Qur’an sebagai pegangan hidup umat Islam banyak membicarakan tentang pentingnya kesejahteraan sosial serta keadilan sosial dalam masyarakat. Menurut Maulana W. Khan dalam Lessy, menyatakan bahwa kontribusi Islam dalam kepeduliannya terhadap keadilan sosial dapat dilihat pada tiga topik utama. Pertama, Mushaf al-Qur’an merupakan formulasi dari suatu ideologi yang lengkap membicarakan tentang keadilan, kesejajaran serta kesejahteraan sosial untuk manusia. Kedua, Mushaf al-Qur’an memberikan dorongan untuk mengadaptasikan ideologi ini. Ketiga, Mushaf al-Qur’an mendorong penegakan keadilan, kesejajaran, dan kesejahteraan sosial dalam semua aspek kehidupan manusia.2
Istilah intervensi sosal biasanya lebih banyak digunakan dalam kajian Psikologi dan Kesejahteraan Sosial. Dalam kerangka pekerjaan sosial, intervensi adalah tatacara “yang digunakan saat membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan adanya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan pada ketahanan sosial yang mereka hadapi.”3
Menurut Tjahya Supriyatna dalam Aziz, H. M, secara umum ada empat strategi pengembangan pada masyarakat, yaitu:4
1. The Growth Strategy adalah penerapan strategi yang dimaksudkan untuk mencapai peningkatan yang cepat dalam nilai ekonomis, melalui peningkatan pendapatan perkapita penduduk, produktivitas, pertanian, permodalan dan kesempatan kerja yang dibarengi dengan kemampuan konsumsi masyarakat, terutama di pedesaan.
2. The Welfare Strategy adalah penerapan strategi yang dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Namun, karena tidak dibarengi dengan pembangunan kultur dan budaya mandiri dalam
2 Nurul Husna, “Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial.” Jurnal Al-Bayan Vol. 20, No. 29 (2014): h.45
3 Eva Nugraha, Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PnMM 2016 (Ciputat : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, 2016), h.23
4 H.M. Aziz, Dakwah Pemberdayaan Masyarakat : Paradigma Aksi Metodologi (Yogyakarta: PT LKis Pelangi Askara, 20015), h. 8
16 | K K N O T I S T A 2 0 1 6
diri masyarakat maka yang terjadi adalah ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, dalam setiap usaha pengembangan masyarakat harus diperhatikan penanganannya dalam masalah kultur dan budaya masyarakat. Serta pembangunan budaya jangan sampai kontraproduktif dengan pembangunan ekonomi.
3. The Responsitive Strategy adalah penerapan strategi yang dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan yang dirumuskan masyarakat sendiri dengan bantuan pihak luar (self need assistance) untuk memperlancar usaha mandiri melalui pengadaan teknologi serta sumber-sumber yang sesuai bagi kebutuhan proses pembangunan.
4. The Integrated or Holistic Strategy adalah penerapan strategi yang dimaksudkan untuk mengatasi dilema pengembangan masyarakat karena “kegagalan”. Strategi ini mengintegrasikan seluruh komponen dan unsur yang diperlukan yaitu mencapai tujuan kelangsungan pertumbuhan, persamaan, kesejahteraan dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan masyarakat.
Langkah yang kami ambil saat pelaksanakan kegiatan KKN hingga akhir pelaksanakan kegiatan KKN ini berawal dari tiga tahapan survei, yaitu: survei pertama, ingin mengetahui keadaan desa, serta meminta izin kepada pihak desa setempat bahwa kami akan melakukan KKN. Tahap selanjutnya survei kedua, dengan cara mengumpulkan informasi untuk membuat dan mengisi beberapa pertanyaan dari form survey yang diberikan oleh pihak kampus dan juga merancang kegiatan apa saja yang sekiranya akan kami buat untuk program kegiatan kami. Lalu, tahap survei yang ketiga adalah berkenalan dengan warga desa setempat dan tokoh penting lainnya serta mencari rumah tinggal sementara untuk kami melakukan pengabdian selama satu bulan di desa setempat.
Berdasarkan langkah dan penjelasan di atas dalam melaksanakan kegiatan KKN, kami menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini pada awalnya lebih banyak digunakan di bidang antropologi budaya sehingga sering disebut sebagai metode etnografi. Metode penelitian kualitatif juga sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi latar yang ilmiah atau apa adanya. Dengan demikian, kondisi pada saat peneliti memasuki lapangan, selama berada di
B u a r a n J a t i D a l a m S a n u b a r i | 17 lapangan dan setelah keluar dari lapangan, kondisi objek yang diteliti relatif tidak berubah.5
Berikut di bawah ini adalah penjelasan mengenai penelitian kualitatif yang cocok diterapkan untuk meneliti :
1. Bila masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau bahkan gelap. Metode ini cocok untuk diterapkan karena kami sebagai peneliti, secara langsung terjun dan masuk ke lapangan sehingga permasalahan yang ada atau terjadi bisa ditemukan dengan jelas.
2. Metode kualitatif ini sangat cocok untuk memahami makna dibalik yang tampak. Karena gejala sosial sering memiliki makna tertentu dan tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang dilakukan serta diucapkan oleh seseorang. Untuk itu dalam mencari makna dari setiap perbuatan hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif dengan cara teknik wawancara secara mendalam, observasi dan juga dokumentasi.
3. Metode kualitatif sangat cocok untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diurai jika peneliti menggunakan metode kualitatif antara lain dengan cara observasi terlibat dan wawancara mendalam terhadap kelompok sosial yang diteliti. Dengan demikian, akan dapat ditemukan pola-pola hubungan yang jelas dalam kelompok sosial yang diteliti.
4. Metode kualitatif sangat cocok untuk memahami perasaan orang. Perasaan orang memang sangat sulit dimengerti. Metode kualitatif dengan cara observasi terlibat dan wawancara mendalam akan memudahkan untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang atau kelompok sosial yang diteliti.
5. Metode kualitatif cocok untuk mengembangkan teori, khususnya yang dibangun berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Dengan metode kualitatif, kami sebagai peneliti melakukan penjelajahan awal, kemudian mengumpulkan data untuk dianalisis sehingga dapat ditemukan hipotesis berupa hubungan antargejala yang diteliti. Hipotesis ini kemudian diverifikasi dengan pengumpulan dayta yang lebih mendalam lagi, jika hipotesis terbukti maka akan menjadi sebuah teori.
5 Eko Sugiarto, Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis, (Yogyakarta: Suaka Media, 2015), h.8-11
18 | K K N O T I S T A 2 0 1 6
6. Metode kualitatif sangat cocok untuk memastikan kebenaran data sosial. Data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. Dengan metode kualitatif, melalui teknik pengumpulan secara gabungan. Kepastian data akan lebih terjamin, karena dalam teknik ini jika teknik pengumpulan data tertentu belum menemukan apa yang dituju, akan diganti dengan teknik lain.
7. Metode kualitatif sangat cocok untuk meneliti sejarah perkembangan. Sejarah seorang tokoh atau masyarakat tertentu, akan dapat dilacak dengan metode kualitatif dengan menggunakan data dokumentasi dan wawancara mendalam kepada pelaku sejarah atau orang yang dipandang tahu.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan daya atau kekuatan pada masyarakat dengan cara memberi dorongan, peluang, kesempatan, dan perlindungan dengan tidak mengatur dan mengendalikan kegiatan masyarakat yang diberdayakan untuk mengembangkan potensinya sehingga masyarakat tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan mengaktualisasikan diri atau berpartisipasi melalui berbagai aktivitas. Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan kekuatan masyarakat untuk ikut terlibat dalam berbagai aspek pembangunan di suatu wilayah.6
Pada pelaksanaan program kerja KKN OTISTA yang meliputi kegiatan-kegiatan selama pengabdian tida lupa penulis melakukan pendekatan problem solving, yaitu suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganganalisis situasi dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran sesuai dengan metode yang digunakan.
Beberapa hal dilakukan oleh anggota kelompok seperti pendekatan, interventarisasi dalam melaksanakan kegiatan bidang pendidikan, ekonomi, keagaman, serta kegiatan penyusunan kegiatan program kerja. Kami melakukan sosialisasi dan perkenalan dengan aparatur kelurahan, masyarakat, dan tokoh masyarakat.
6Almasri, “Peran Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Pembangunan Pedesaan,” Jurnal El-Riyasah Vol.5, No. 1 (2014): h.42
B u a r a n J a t i D a l a m S a n u b a r i | 19 Selanjutnya kami melakukan kegiatan inventarisasi berupa pendataan atas potensi desa yang ada, serta bidang-bidang apa saja yang sekiranya berkaitan dengan program KKN OTISTA yang telah tersusun sesuai dengan pengamatan sebelumnya.
Langkah selanjutnya adalah application, yaitu pelaksanaan proker-proker yang telah disetujui dan dilihat mampu membangun atau menambah wawasan warga Desa Buaran Jati. Tidak lupa sebelumnya kami juga berkonsultasi dengan tokoh masyarakat setempat mengenai proker yang akan kita kerjakan agar proker yang kita usulkan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
20 | K K N O T I S T A 2 0 1 6