• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEOR

3. Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Guru yang profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, mempunyai ciri-ciri yaitu memahami dan mampu menggunakan bermacam- macam metode pembelajaran. Penggunaan bermacam-macam metode pembelajaran dapat meningkatkan kualitas berpikir dan kreatifitas para siswa. Salah satu indikator dalam keberhasilan guru dalam pembelajaran adalah adanya perubahan sikap yang lebih baik pada siswa setelah mengalami proses pembelajaran, sehingga untuk dapat mencapai indikator tersebut, guru perlu merencanakan suatu metode pembelajaran yang didalamnya melibatkan keaktifan siswa.

“Pembelajaran inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan secara sistematis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.9

Inkuiri yang secara bahasa berasal dari kata inquiry yang merupakan kata dalam bahasa inggris yang berarti penyelidikan atau meminta keterangan, sedangkan menurut istilah inquiri merupakan metode belajar mengajar, peserta didik di tempatkan sebagai subyek pembelajaran, yang berarti bahwa peserta didik memiliki andil besar dalam menentukan suasana dan model pembelajaran.10 Inkuiri dapat diartikan sebagai suatu proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap suatu objek. Jadi, inkuiri merupakan suatu proses untuk memperoleh informasi ilmiah dengan jalan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban pertanyaan atau memecahkan masalah yang telah dirumuskan dengan menggunakan kemampuan berpikir logis, analitis dan kritis.11

9 Khoirul Anam, Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Teori dan Aplikasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), h. 11, mengutip W. Gulo, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Grasindo, 2008).

10Ibid. h. 7.

11 I Wayan Sadia, Model-Model Pembelajaran Sains Kontruktivisme (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), h. 123.

Jadi, model pembelajaran inkuiri merupakan suatu pembelajaran yang menuntut peserta didik menemukan sesuatu dan memcahkan masalah dalam penelitian atau pembelajaran.

Inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini yakni jenis inkuiri terbimbing, yang mana pembelajaran dengan menggunakan inkuiri terbimbing ini menitik beratkan kepada keaktifan siswa sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator sehingga tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.12Lebih jelas lagi inkuiri terbimbing adalah inkuiri yang mengarahkan dan memberikan petunjuk baik lewat prosedur yang lengkap dan pertanyaan- pertanyaan pengarahan selama proses inkuiri.13 Jadi, model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah suatu model pembelajaran yang menuntun peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan menentukan sikap ilmiah melalui fakta, konsep dan prinsip melalui pengalaman langsung.

Peran guru dalam pembelajaran inkuiri terbimbing cukup dominan, guru membimbing peserta didik untuk melakukan kegiatan inkuiri dengan jalan mengajukan pertanyaan-pertanyaan awal dan mengarahkan peserta didik pada suatu diskusi. Model inkuiri terbimbing pada umumnya digunakan bagi peserta didik yang belum memiliki pengalaman berinkuiri atau belum biasa

12Rifdatur Rahmi, Sri Hartini, Mustika Wati,“Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS)

Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Multimedia Pembelajaran IPA SMP”(Banjarmasin: Prodi Pendidikan Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin, 2014 ), h, 243.

13 Agus, Budi & Nurhayati, Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Lubuk Linggau Tahun Pelajaran 2014/2015” (Lubuk Linggau: Tidak Diterbitkan, 2015), h. 3, mengutip Suparno, Paul.

belajar melalui inkuiri.14 Jadi, model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada peserta didik. Sebagian perencanaannya dibuat oleh guru, siswa tidak merumuskan problem atau masalah.

Karakteristik inkuiri terbimbing yang perlu diperhatikan, yakni sebagai berikut:

a. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui observasi spesifik hingga membuat inferensi atau generalisasi

b. Sasarannya adalah mempelajari proses mengamati kejadian atau objek kemudian menyusun generalisasi yang sesuai

c. Guru mengontrol bagian tertentu dari pembelajaran misalnya kejadian, data, materi dan berperan sebagai pemimpin kelas

d. Tiap-tiap peserta didik berusaha untuk membangun pola yang bermakna berdasarkan hasil observasi di dalam kelas

e. Kelas diharapkan berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran

f. Biasanya sejumlah generalisasi tertentu akan diperoleh dari peserta didikvasi semua peserta didik untuk mengomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta didik dalam kelas.

g. Guru memotivasi semua peserta didik untuk mengomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta didik dalam kelas.15

Langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri terbimbing meliputi: a. Perumusan Masalah.

Langkah awal adalah menentukan masalah yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Persoalan sendiri harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalan yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa.

b. Menyusun hipotesis

Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang masalah itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas,

sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dahulu.

Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh. c. Mengumpulkan data

Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang fisika, untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapkan suatu peralatan untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga berfungsi dengan baik. langkah ini adalah langkah percobaan atau eksperimen. Biasanya dilakukan di laboratorium tetapi kadang juga dapat di luar sekolah. Setelah peralaran berfungsi, siswa diminta untuk mengumpulkan data dan mencatatnya dalam buku catatan.

d. Menganalisis data

Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur

sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu tabel.

e. Menyimpulkan

Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis asal, apakah hipotesa kita diterima atau tidak.16

Kelebihan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, adalah sebagai berikut: a. Peserta didik akan memahami konsep–konsep dasar dan ide-ide lebih baik b. Membantu dalam menggunakan daya ingat dan transfer pada situasi-

situasi proses belajar yang baru

c. Mendorong peserta didik untuk berpikir inisiatif dan merumuskan inisiatifnya sendiri

d. Mendorong peserta didik untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri.

e. Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik f. Situasi belajar mengajar lebih merangsang.17

Kelebihan model pembelajaran inkuiri terbimbing di atas dapat membantu peserta didik untuk memahami konsep lebih baik dan peserta

16Randi, “langkah-langkah-inkuiri-terbimbing” (On-line), tersedia di:

http://sainsedutainment.blogspot.co.id/2011/10/langkah-langkah-inkuiri-terbimbing.html (20 April 2016).

didik terbantu dengan situasi yang dapat mentransfer ide-ide yang baik dengan ingatan yang mereka miliki serta mendorong berpikir peserta didik agar berinisiatif dalam merumuskan dan bekerja atas inisiatifnya sendiri sehingga peserta didik lebih terangsang dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru.

Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing adalah sebagai berikut: a. Memerlukan jumlah jam kelas yang banyak dan juga waktu di luar kelas

dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya

b. Memerlukan proses mental yang berbeda, seperti perangkat analitik dan kognitik

c. Dapat berbahaya apabila dikaitkan dengan beberapa problema inkuiri terutama isu-isu kontroversial

d. Peserta didik lebih menyukai pendekatan bab per bab yang tradisional e. Sulit untuk dievaluasi dengan menggunakan tes prestasi tradisional.18

Kelemahan model pembelajaran inkuiri terrbimbing diatas terlihat bahwa dalam setiap pernyataan keadaan yang disebutkan merupakan hal yang sudah biasa terjadi dalam semua model pembelajaran apapun, dimulai dari waktu yang kurang dalam setiap pertemuannya, dan untuk pernyataan lainnya (tentang kelemahan inkuiri terbimbing) guru lebih menyesuaikan lagi dengan keadaan sekolsah dan lingkungan.

Dokumen terkait