BAB II KAJIAN TEORI
E. Komponen PembelajaranKeterampilan Membaca
3. Metode Pembelajaran
Dalam proses kegiatan pembelajaran dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat sehingga tercapainya tujuan pembelajaran. Maka dari itu diperlukan metode pembelajaran. Tujuan dan materi yang baik belum tentu dapat mengkontribusikan hasil yang baik tanpa menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran. Yamin (2007: 145) menjelaskan metode pembelajaran adalah bagian dari strategi intruksional, metode pembelajaran berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh dan memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi tidak setiap metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Terdapat tiga konsep metode oleh Jack Richards dan Theodore Rodgers melalui Brown (1994: 48-50) yang di antaranya pendekatan
(approach), de konsep tersebut menjelaskan me interelasi teori asumsi, keperca pembelajaran ba tersebut pada m praktek yang di bagan metode d Baga Richards language teachi systematic princ on how a language Pendekatan(Approach) a. Teori dari bahasa penutur.
b. Teori dari pembelajaran sifat bahasa.
desain (design), dan prosedur (procedure). but tergabung dalam suatu metode. Richards metode adalah sebuah kontekspayung untuk ori dan praktek. Sebuah pendekatan mendefini
rcayaan-kepercayaan, dan teori-teori mengenai n bahasa. Desain mengelompokan hubungan materi dan aktivitas di kelas. Prosedur ada digabung dari satu pendekatan dan desain. ode dari Richards dan Rodger.
gan 1.1 Metode Pembelajaran Bahasa di Kelas
ds dan Schmidt (2002: 303) mengemukakan, aching) is a way of teaching a language whi principles and procedures, i.e. which is an appl anguage is best taught and learned and a parti
Metode (Method)
Pendekatan(Approach) a. Teori dari bahasa penutur. b. Teori dari pembelajaran sifat bahasa. Desain (Design) a. Metode objektif secara umum dan khusus.
b. Model silabus. c. Tipe aktivitas pembelajaran dan pengajaran.
d. Peran peserta didik. e. Peran guru.
f. peran materi instruksi.
Prosedur (Procedure) a. Teknik kelas, praktek, dan obeservasi tingkah laku ketika metode digunakan.
). Dimana ketiga hards dan Rodger uk spesifikasi dan ndefinisikan asumsi-nai sifat bahasa dan an dari teori-teori adalah teknik dan in. Berikut adalah
as
kan, “Method (in hich is based on application of views particular theory of
Prosedur (Procedure) a. Teknik kelas, praktek, dan obeservasi tingkah laku ketika metode digunakan.
language learning”. Maksud dari pendapat tersebut adalah cara mengajar sebuah bahasa yang berdasarka prinsip-prinsip dan cara-cara sistematis, misalnya penerapan teori mana yang paling efektif diamana bahasa diajarkan dan dipelajari dengan baik berdasarkan teori tertentu tentang bahasa dan pembelajaran bahasa.
Kedudukan metode dalam pembelajaran antara lain, (1) metode sebgai alat motivasi ekstrinsik, (2) metode sebagai strategi pembelajaran, dan (3) metode sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran (Mufarokah, 2009: 78). Hal ini menunjukkan bahwa metode juga bagian dari rencana untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Komalasari (2010: 56) menyatakan bahwa sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran antara lain, (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi;(4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat; dan (9) simposium.
Dalam keterampilan membaca dikemukakan oleh Sydney G. Donald dan Pauline E. Kneale (2001: 43) mengenai teknik membaca dengan pendekatan ‘deep study’ untuk pembelajaran yang efektif, di antaranya sebagai berikut.
1. Membaca‘deep study’
Metode membaca untuk membuat hubungan, pemahaman arti, mempertimbangkan implikasi, dan mengevaluasi argument. Membaca sangat memerlukan pendekatan strategi dan waktu untuk berpikir.
Dalam metode ini melibatkan pemeriksaan urusan saat ini, sejarah, dan teks pengantar. Sumber yang baik pada umumnya dan informasi bertopik, contohnya surat kabar dan majalah. Metode‘Browsing’membantu membangun indera bagaimana bahasa secara keseluruhan atau sebagian.
3. Scanning
Metode ini biasanya digunakan bila ingin mendapatkan informasi yang spesifik. Memindai halaman koten atau indeks, membuat mata bergerak dan mencari kata kunci dan frase.
Berdasarkan Harjasujana (1996: 28-42), model proses membaca dikelompokkan ke dalam 3 klasifikasi model, di antaranya model Membaca Bawah-Atas (Bottom-up), model Membaca Atas-Bawah (to-Down), dan model Membaca Timbal Balik (interactive).
1. Model Membaca Bawah-Atas atauBottom-Up(MMBA)
Pada MMBA pembaca akan memulai proses membacanya dengan pengenalan dan penafsiran terhadap huruf-huruf atau unit-unit yang lebih besar dari huruf yang terdapat dalam materi cetak. Setelah kata-kata didekode dalam bahasa batin, disitulah tempat pembaca memperoleh makna. Proses ini sama seperti yang terjadi pada waktu menyimak. Jika kita lihat proses membaca dengan MMBA, tampaknya yang memainkan peranan utama dalam proses membaca tersebut adalah unsur teks. Dari teks (dari bawah) melalui mata ditarik ke dalam struktur otak untuk mengidentifikasi dan mencari maknanya. Proses ini akan terjadi manakala seorang pembaca berhadapan dengan materi-materi bacaan baru yang sama sekali belum pernah dikenalnya.
2. Model Membaca Atas-Bawah atauTop-Down(MMAB)
Fungsi mata memainkan peranan minor dalam kegiatan membaca dengan model ini. Model membaca dengan tipe MMAB ini tampaknya dilandasi oleh sebuah asumsi tentang prinsip kerja mata. Prinsip ini menganut pandangan bahwa jika seseorang terlalu menaruh bahwa jika seseorang terlalu menaruh harapan pada kerja visual akan berdampak negatif terhadap keberhasilan membaca. Pembaca hanya membutuhkan melihat beberapa huruf yang seharusnya dilihatnya, namun dia akan memperoleh pemahaman yang sama seperti jika dia melihat seluruh huruf yang terdapat dalam kelompok huruf tersebut. Dengan prediksi dapat mengurangi beban kerja mata.
3. Model Membaca Timbal Balik atauinteractive(MMTB)
Model ini melukiskan MMBA dan MMAB berlangsung simultan pada pembaca yang mahir. Artinya, proses membaca tidak lagi menunjukkan suatu proses yang bersifat linier, tidak menunjukkan proses yang berturut-berlanjut, melainkan suatu proses timbal balik yang bersifat simultan. Pada suatu saat MMBA percaya bahwa pemahaman itu berperan dan pada saat lain justru MMAB yang berperan.
MMBA MMAB Bagan 1.2 Perbedaan Pokok antara MMBA dan MMAB
Metode merupakan bagian dari rencana yang dalam proses pembelajaran berupa cara yang diaplikasikan di kelas. Ada berbagai banyak cara yang dapat dilakukan bahkan cara-cara tersebut dapat dikembangkan lagi agar tercapainya tujuan pembelajaran.