F. Manfaat Penelitian
2. Metode Pembelajaran Kooperatif
a. Pengertian Metode Pembelajaran Kooperatif
Menurut Wina Sanjaya (2011: 242), pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai berlatar
belakang kemampuan heterogen. Sedangkan dalam buku milik Rusman (2010: 202) menyatakan bahwa :
Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.
b. Karakteristik Metode Pembelajaran Kooperatif
Menurut Rusman (2010: 206) karakteristik dan ciri-ciri pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Pembelajaran secara tim
Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Maka tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2) Didasarkan pada manajemen kooperatif
Manajemen kooperatif memiliki beberapa fungsi di antaranya sebagai perencanaan, organisasi, dan kontrol.
3) Kemauan untuk bekerja sama
Prinsip kebersamaan atau kerja sama perlu ditekankan dalam mencapai keberhasilan pembelajaran kooperatif. Tanpa kerja sama yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal.
4) Keterampilan bekerja sama
Kemampuan bekerja sama itu dipraktekkan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara kelompok, maka perlu didorong
untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
c. Unsur-unsur Metode Pembelajaran Kooperatif
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan.
1) Saling ketergantungan positif
Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka.
2) Tanggung jawab perseorangan
Tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur metode pembelajaran kooperatif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam penyusunan tugasnya. 3) Tatap muka
Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan interaksi. Interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua
anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. 4) Komunikasi antar anggota
Komunikasi menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
5) Evaluasi proses kelompok
Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelajar tersebut terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif.
d. Prinsip-prinsip Metode Pembelajaran Kooperatif
Menurut Roger dan David Johnson (Lie, 2008) ada lima unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif, yaitu sebagai berikut :
1) Saling ketergantungan positif (positive interdependence), yaitu dalam pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam penyelesaian
tugas tergantung pada usaha yang dilakukan dan ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota kelompok tersebut
2) Tanggung jawab perseorangan (individual accountability), yaitu keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompoknya. Maka setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut.
3) Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction), yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain.
4) Partisipasi dan komunikasi (participation communication), yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran.
5) Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.
e. Prosedur Pembelajaran Kooperatif
Menurut Rusman (2010: 212-213), prosedur atau langkah-langkah pembelajaran kooperatif terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1) Penjelasan Materi, tahap ini merupakan tahap penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. 2) Belajar Kelompok, dalam tahap ini siswa bekerja dalam kelompok
yang telah ditentukan sebelumnya.
3) Penilaian, penilaian dalam pembelajaran kooperatif bisa dilakukan melalui tes atau kuis, yang dilakukan secara individu atau kelompok.
4) Pengakuan Tim, adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim yang paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah.
f. Keunggulan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan seperti yang diungkapkan Wina Sanjaya (2011: 249-251) yaitu :
1) Keunggulan
a) Siswa tidak bergantung hanya kepada guru, akan tetapi dapat menambah kemampuan berpikir dari berbagai sumber serta belajar dari siswa lain.
b) Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan secara verbal.
c) Pembelajaran kooperatif akan mendorong siswa untuk respek terhadap orang lain dengan menyadari akan segala keterbatasannya dan mau menerima segala perbedaan.
d) Pembelajaran kooperatif dapat melatih siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
e) Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.
f) Dengan pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri.
g) Pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi lebih nyata.
h) Interaksi yang timbul dalam pembelajaran kooperatif dapat memicu peningkatan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.
2) Kelemahan
a) Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk memahamkan kepada siswa tujuan dari pembelajaran kooperatif.
b) Perlunya peer teaching yang efektif agar pembelajaran kooperatif dapat terlaksana dengan baik.
c) Prestasi yang diraih dari pembelajaran kooperatif adalah prestasi kelompok, sedangkan diharapkan pula prestasi individu siswa juga meningkat.
d) Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran kooperatif diperlukan lebih dari satu kali penerapan metode ini.
e) Selain kemampuan bekerja sama, kemampuan individual merupakan hal penting bagi seseorang. Oleh karena itu, tidak mudah untuk membangun kedua hal tersebut.