• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Manfat Penelitian

4. Metode Pembelajaran Modeling The Way

Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan memberi petunjuk kepada guru di kelas (Suprijono, 2015: 64).

Menurut Soekamto, dkk dalam Trianto (2012: 22) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk

mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Menurut Kemp dalam Rohmalina Wahab (2016:171), pengertian strategi belajar adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Briggs mengatakan strategi pembelajaran berkaitan dengan penentuan urutan yang memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan dan memutuskan bagaimana untuk menerapkan kegiatan-kegiatan instruksional bagi masing-masing individu (siswa), (dalam Solihatin, 2012: 4). Selanjutnya Yusufhadi Miarso mengatakan bahwa strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam suatu sistem pembelajaran, yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran yang dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori belajar tertentu (dalam Solihatin, 2012 : 4).

Menurut Rohmalina Wahab (2016:181) strategi belajar merupakan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar berupa kemampuan strategis dalam cara belajar. Kemampuan belajar secara efektif merupakan hal yang penting bagi keberhasilan siswa di sekolah.

Pembelajaran aktif secara sederhana didefenisiskan sebagai metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran aktif mengkondisikan agar siswa selalu melakukan pengalaman

belajar yang bermakna dan senantiasa berfikir tentang apa yang akan dilakukannya selama pembelajaran. Pembelajran aktif adalah istilah paying bagi berbagai model pembelajaran yang berfokus kepada siswa sebagai penanggung jawab belajar (Warsono dan Hariyanto, 2012:5).

Menurut Rohmalina Wahab (2016:181) ada beberapa peran strategi dalam belajar yaitu sebagai berikut:

1) Untuk meningkatkan prestasi belajar.

2) Mengurangi rasa jenuh ketika proses pembelajaran berlangsung.

3) Memberikan pemahaman belajar kepada siswa.

4) Proses pembelajaran akan lebih berkesan dan mudah untuk dipahami siswa.

5) Memberikan apresiasi kepada siswa untuk menginplementasikan pelajaran yang didapat ke dalam kehidupan masyarakat.

6) Memberikan dorongan kepada siswa untuk meningkatkan belajar dengan baik.

7) Membawa tiap siswa kepada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan karena tiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda.

Salain itu guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran aktif.

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Unsur manusia lainnya adalah anak didik. Guru dan anak didik berada dalam suatu relasi kejiwaan. Keduanya berada dalam satu interaksi edukatif dengan tugas dan peranan yang berbeda. Guru yang mengajar dan mendidik dan anak didik

yang belajar dengan menerima bahan pelajaran dari guru dikelas ( Muhammad Junus 2013: 78-79).

Peran fungsional guru dalam pembelajaran aktif yang utama adalah sebagai fasilitator. Hal ini sesuai dengan teori kontruktivisme. Fasilitator adalah seseorang yang membantu siswa untuk belajar dan memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. sebagai fasilitator, guru menyediakan fasilitas pedagogis, psikologis, dan akademik bagi pengembangan dan pembangunan struktur kognitif siswanya (Warsono dan Hariyanto, 2012:20). Menurut Tylee (2000) menyatakan bahwa tugas pokok seorang fasilitator atau peran guru pada saat tatap muka dikelas adalah sebagai berikut: 1). Menilai para siswa, 2).

Merencanakan pembelajaran, 3). Mengimplementasikan rancangan pembelajaran, dan 4). Melaksanakan evalusai proses pembelajaran (Warsono dan Hariyanto, 2012:21).

Guru yang baik akan menghasilkan pengajaran yang baik meskipun menggunakan metode yang dianggap oleh seseorang yang kurang baik. Guru yang kurang baik akan menghasilkan pengajaran yang kurang baik, meskipun ia menggunakan suatu metode yang dianggap sebaik baiknya oleh seseorang (Muhammad Junus 2013: 9).

Dalam pembelajaran metode Modelling The Way guru memberi kesempatan kepada siswa mempraktikkan kesempatan spesifik yang dipelajari dikelas melalui demonstrasi. Metode pembelajarn Modeling The Way merupakan salah satu metode mengajar yang dikembangkan oleh Mel

Silbermam, seorang yang memang berkompeten dibidang psikologi pendidikan. Metode ini merupakan sekumpulan dari 101 strategi pengajaran.

Sebuah metode yang menitik beratkan pada kemampuan seorang siswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Ada sebuah pendapat, metode pembelajaran Modeling The Way merupakan metamorfosa dari metode sosiodrama. Yakni sebuah metode dengan cara mendramatisasikan suatu tindakan atau tingkah laku dalam hubungan sosial. Dengan kata lain guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan atau peran tertentu sebagaimana yang ada dalam kehidupan masyarakat (sosial).

Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi. Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan bagaimana mereka mengilustrasikan ketrampilan & teknik yang baru saja dijelaskan.

Prosedur pelaksanaan:

Langkah-langkah/prosedur yang dipakai adalah sebagai berikut:

1. Pertama, setelah pembelajaran suatu topik tertentu, identifikasi berupa situasi umum dimana siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan yang baru dibahas.

2. Kedua, bagi kelas kedalam beberapa kelompok menurut jumlah siswa yang diperlukan untuk mendemostrasikan skenario.

3. Ketiga, beri waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario.

4. Keempat, beri waktu 5-10 menit untuk berlatih.

5. Kelima, secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan skenario masing-masing. Beri kesempatan untuk memberikan feed back pada setiap demonstrasi yang dilakukan.

Metode ini mempunyai kelebihan sebagai berikut:

1. Mendidik siswa mampu menyelesaikan sendiri problema sosial yang ia temui.

2. Memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa.

3. Mendidik siswa berbahasa yang baik dan dapat menyalurkan pikiran serta perasaannya dengan jelas dan tepat.

4. Mau menerima dan menghargai pendapat orang lain.

5. Memupuk perkembangan kreativitas anak.

Sedangkan kelemahannya adalah sebagai berikut:

1) Pemecahan problem yang disampaikan oleh siswa belum tentu cocok dengan keadaan yang ada di masyarakat.

2) Karena waktu yang terbatas, maka kesempatan berperan secara wajar kurang terpenuhi.

3) Rasa malu dan takut akan mengakibatkan ketidak wajaran dalam memainkan peran, sehingga hasilnya pun kurang memenuhi harapan

Dokumen terkait