BAB II. LANDASAN TEORI
D. Metode Pembelajaran Open Ended
xxxix
d. Tidak mereduksi materi, bahkan sebaliknya justru mengembangkan materi;
e. Memberikan keleluasaan pada siswa untuk menyatakan pendapatnya;
f. Mampu menempatkan guru dalam posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran. 27
Pemilihan metode pembelajaran yang baik maka akan makin efektif pula dalam pencapaian tujuan pembelajaran, seperti pelajaran dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Salah satu alternatif bentuk metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa adalah metode pembelajaran open ended.
xl
penyelesaian yang benar lebih dari satu.Pemberian tugas berupa masalah open-ended memberi pengaruh peningkatan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan penalaran secara kuantitatif serta memperluas pengalaman belajar. 28
Kruse dan Drews (2007), menyatakan metode open-ended adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan maupun pengalaman untuk menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah tertutup ataupun terbuka dengan banyak cara sesuai dengan kemampuan yang telah dimiliki. 29
Berdasarkan konsep yang dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa metode open-ended merupakan metode yang menawarkan suatu pembelajaran dimana dalam prosesnya dimulai dengan pemberian masalah yang berkaitan dengan konsep yang akan dibahas. Masalah yang diberikan bersifat terbuka yang artinya memberikan tantangan kepada siswa untuk mencari pola penyelesaian masalah, menemukan berbagai solusi dari masalah dan menafsirkan penyelesaian masalah.
2. Langkah-langkah metode pembelajaran open ended
Menurut Maqsudah (2008), bentuk pembelajaran dengan metode open-ended dapat meningkatkan pemahaman siswa, sebab pembelajaran ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap akhir.
28Khaspul Khaerobi, Pengaruh Metode Open-Ended Terhadap Kemampuan Komunikasi dan Self Regulated Learning Peserta Didik Kelas IV Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MI Ismariah Al-Quraniyyah Rajabasa Bandar Lampung, Skripsi, (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2017), h. 26.
29Ardi Waluyo, Pengaruh Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar, Jurnal JPSD Vol. 4 No. 2 Tahun 2018, h. 107.
xli
Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan secara klasikal dan secara kelompok.
Setiap kelompok diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Secara sistematis langkah-langkah pembelajaran open ended dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Tahap awal, merupakan tahap persiapan siswa untuk mengikuti pelajaran. Pada tahap ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran, metode yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, mengaktifkan kemampuan dasar siswa, mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi sebelumnya serta mengaitkan motivasi siswa.
b. Tahap inti, kegiatan pada tahap ini dibagi dalam tiga aktivitas yaitu aktivitas pengenalan, aktivitas pemahaman, aktivitas pemantapan.
Kegiatan siswa dalam aktivitas pengenalan antara lain membaca dan memahami masalah yang ada pada LKS, menjawab pertanyaan yang diajukan guru, serta menyelesaikan masalah dengan mengkonstruksi ide-ide dan pengetahuan dasar yang dimiliki secara individu. 30
Kegiatan siswa dalam aktivitas pemahaman antara lain menyelesaikan masalah di dalam kelompok dengan melakukan kolaborasi dan penggabungan ide-ide yang diperoleh dari setiap anggota kelompok menuju sebuah kesimpulan yang akan dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di depan kelas. Pada saat
30Khaspul Khaerobi, Pengaruh Metode Open-Ended Terhadap Kemampuan Komunikasi dan Self Regulated Learning Peserta Didik Kelas IV Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MI Ismariah Al-Quraniyyah Rajabasa Bandar Lampung, Skripsi, (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2017), h. 29.
xlii
diskusi kelas, siswa mencatat hal-hal penting sebagai bahan menyaring pendapat.
Pada aktivitas pemantapan kegiatan yang dilakukan siswa adalah memberikan tanggapan dan komentar serta kritikan terhadap jawaban atau kesimpulan dari penyelesaian masalah yang telah disampaikan. Selain itu guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk memancing respon siswa yang belum muncul.
c. Tahap akhir, kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil pelajaran.
Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan melakukan refleksi untuk mengecek pemahaman siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari.
3. Kelebihan dan kelemahan metode pembelajaran open ended
Adapun kelebihan yang terdapat dalam metode pembelajaran open ended, sebagai berikut31 :
a. Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.
b. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan secara komprehensif.
c. Siswa dengan kemampuan pelajaran yang rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
31Ardi Waluyo, Pengaruh Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar, Jurnal JPSD Vol. 4 No. 2 Tahun 2018, h. 108.
xliii
d. Siswa memiliki pengalaman lebih banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
Disamping kelebihan yang dapat diperoleh dari metode pembelajaran open ended, terdapat juga kelemahannya sebagai berikut32 :
a. Membuat dan menyiapkan permasalahan pelajaran matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan yang mudah.
b. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit.
c. Siswa dengan kemampuan tinggi bisa meragu dengan jawaban mereka.
d. Mungkin sebagian siswa merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang dihadapi.
Berdasarkan uraian penjelasan di atas, metode pembelajaran open ended dapat meningkatkan pemahaman siswa. Sebab metode pembelajaran ini dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan maupun pengalaman untuk menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah tertutup ataupun terbuka dengan banyak cara sesuai dengan kemampuan yang telah dimiliki. Metode pembelajaran ini cocok digunakan pada pelajaran matematika.
32Ardi Waluyo, Pengaruh Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar, Jurnal JPSD Vol. 4 No. 2 Tahun 2018, h. 108.
xliv E. Mata Pelajaran Matematika
1. Pengertian matematika
Matematika adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif, ilmu tentang pola keteraturan dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan, ke aksioma atau postulat dan akhirnya ke dalil.
Dalam matematika terdapat nilai konsistensi dalam berpikir logis, pemahaman aksioma kemudian mencari penyelesaian melalui pengenalan terhadap kemungkinan yang ada (semua probabilitas) lalu mengeliminasi sejumlah kemungkinan yang pasti akan membawa kepada jawaban yang benar.33 Dari sini ada pengenalan probabilitas, ada eliminasi probabilitas, ada konklusi yang menunjukkan jalan yang pasti akan menuju kepada suatu jawaban yang benar.
Pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Dalam matematika, setiap konsep yang abstrak yang baru dipahami siswa perlu segera diberi penguatan, agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa, sehingga akan
33 Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2012), h. 296.
xlv
melekat dalam pola pikir dan pola tindakannya. Untuk keperluan inilah, maka diperlukan adanya pembelajaran melalui perbuatan dan pengertian, tidak hanya sekedar hafalan atau mengingat fakta saja, karena hal ini akan mudah dilupakan siswa.
2. Tujuan pembelajaran berhitung
Menurut Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir (2008), proses pengajaran (ta’lim) mengarah pada aspek kognitif seperti pengajaran pada mata pelajaran matematika. Dalam QS. al-Baqarah/2 : 151, sebagai berikut :
“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, mensucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”. 34
Pengajaran pada ayat tersebut mencakup teoritis dan praktis, sehingga peserta didik memperoleh kebijakan dan kemahiran melaksanakan hal-hal yang mendatangkan manfaat dan menampik kemudharatan. Pengajaran ini juga mencakup ilmu pengetahuan dan al-hikmah (bijaksana). Guru matematika hendaknya berusaha mengajarkan al-hikmah matematika yaitu pengajaran nilai kepastian dan ketepatan dalam mengambil sikap dan tindakan dalam kehidupannya, yang
34 Yayasan Penyelenggara Penerjemah Al-Qur‟an, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2009), h. 23.
xlvi
dilandasi oleh pertimbangan yang rasional dan perhitungan yang matang.
Ini menjadi suatu usaha untuk menguak sunatullah dalam alam semesta melalui pelajaran matematika. 35
Pelajaran matematika diberikan kepada semua peserta didik untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Dalam Kurikulum 2013, salah satu kompetensi inti pembelajaran matematika yaitu memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. Jadi kemampuan bernalar (berpikir logis) dan berpikir kreatif sangat bermanfaat bagi siswa dalam proses pembelajaran dan untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.