• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pendidikan Seks untuk Anak sebagai Pencegahan Perilaku Seks Bebas dalam Keluarga Muslim Perspektif Abdullah Nashih

B. Metode Pendidikan Seks untuk Anak dalam Keluarga Muslim untuk Mencegah Perilaku Seks Bebas

1. Metode Pendidikan Seks untuk Anak sebagai Pencegahan Perilaku Seks Bebas dalam Keluarga Muslim Perspektif Abdullah Nashih

Ulwan

Nashih Ulwan menjelaskan bahwa terdapat tiga metode dan dua pendekatan yang tepat untuk mencegah perilaku seks bebas pada anak sejak dini dalam keluarga muslim, yaitu: metode penyadaran, metode peringatan, dan metode pengekangan. Selain itu terdapat metode pendukung lainnya, seperti, keteladan, pembiasaan, nasihat, perhatian, hukuman, dan memanfaatkan waktu luang.

a. Metode Penyadaran

Metode penyadaran mencakup di dalamnya keteladanan dan pembiasaan. Harapannya agar anak dapat menyadari segala hal yang baik dan buruk yang dapat mengancam keselamatan anak.232

dr. Boyke memberikan contoh bagaimana orang tua harus menanamkan sikap malu jika anggota tubuh dilihat oleh orang lain. Sikap malu berbeda dengan sikap takut. Sikap ini berhubungan dengan kesopanan. Misalnya, malu memperlihatkan anggota tubuh, karena ini akan menyadarkan anak bahwa dirinya sangat berharga, tubuhnya istimewa. Tidak sembarangan orang dapat melihat dan

232 Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm: Pendidikan Anak dalam Islam, Terj. Arif Rahman Hakim, hlm. 455.

memeng. Jika ada orang memintanya untuk menunjukkan anggota tubuhnya, maka anak harus menolak dengan tegas.

Bagaimana belajar bersikap malu? Maka dr. Boyke memberikan saran untuk memulainya dari rumah. Lakukan aktifias mengganti baju di dalam ruangan tertutup. Hindari berkeliaran dengan memakai baju handuk saja. Dr. Boyke memberikan contoh saat anak harus meminta izin sebelum memasuki kamar kakaknya, sebagaimana Gambar 5.1.

Gambar 5.1. Ilustrasi Penanaman Rasa Malu233

233 Boyke Dian Nugraha dan Sonia Wibisono, Adik Bayi Datang Dari Mana?: A-Z

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa metode penyadaran erat kaitannya dengan metode keteladanan dan pembiasaan dalam pendidikan seks. Hal ini merupakan jalan bagi orang tua, sebab teladan baik yang diberikan oleh orang tua akan memiliki pengaruh dalam pergaulan anak, dan dapat membentenginya dari pengaruh luar. b. Metode Peringatan

Metode ini dianggap sebagai metode yang paling ampuh dalam mengekang anak dari perbuatan-perbuatan yang dilarang. Peringatan ini diberikan kepada anak ketika memberikan pengarahan dan kesadaran.234

Peringatan dalam lingkup pendidikan seks lebih mengarah kepada bahaya yang ditimbulkan oleh penyimpangan seksualitas yang tidak diinginkan, seperti ejakulasi prematur, difungsi seksual, dan HIV/AIDS.235 Maksudnya, dengan adapnya peringatan ini, diharapkan anak dapat terhindar dari perbuatan penyimpangan seks bebas, menghiasinya dengan moral yang mulia dan mengajarinya tentang prinsip-prinsip Islam.

c. Metode Pengekangan

Pengikatan terhadap anak dalam pendidikan seks lebih kepada penanaman dan pemahaman akidah yang kuat agar tidak mudah goyah dengan gangguan hawa nafsu. Jika berbuat salah, sesekali

234 Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm: Pendidikan Anak dalam Islam, Terj. Arif Rahman Hakim, hlm. 457.

235

dapat diberikan sangsi sebagai peringatan agar anak jera dari perbuatannya.236

Jika orang tua dalam keluarga muslim menyadari bahwa memperbaiki kesalahan dengan satu cara tidak membuahkan hasil, maka mereka harus memberikan hukuman yang lebih keras. Hukuman-hukuman yang dilakukan oleh orang tua kepada anak diupayakan untuk meluruskan perbuatannya yang menyimpang.

Tujuan dari metode hukuman tersebut adalah untuk meluruskan penyimpangan dan tidak dimaksudkan untuk mendapat rasa puas ketika memukul anak yang sudah mumayyiz. Hal itu semata-mata merupakan metode pendidikan yang dapat menolong anak untuk memperbaiki perilaku anak.237

Selain beberapa metode di atas, terdapat pula beberapa metode pendukung yang disebutkan oleh Nashih Ulwan dalam kitab

Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm yang dapat menunjang penanaman

pendidikan seks pada anak dalam keluarga muslim. Berikut ini akan dijelaskan beberapa metode tersebut:

1) Pendidikan dengan Keteladanan

Keteladanan dalam pendidikan adalah cara yang paling efektif dan berhasil dalam mempersiapkan anak dari segi akhlak, membentuk mental, dan sosialnya. Hal itu dikarenakan

236

Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm: Pendidikan Anak dalam Islam, Terj. Arif Rahman Hakim, hlm. 462.

237 Yusuf Madani, Tarbiyah al-Jinsiyyah lî al-Aṭhfâl wa al-Bâlighîn: Pendidikan Seks untuk

pendidik adalah panutan atau idola dalam pandangan anak dan contoh yang baik di mata mereka.238

Sebenarnya, persoalan mandi bersama antara anak dengan orang tua yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakatnamun dianggap remeh ini diperbolehkan dengan catatan aurat harus tertutup. Sebab ada sebagian orang yang sangat ultra modern dalam pendidikan seks, bapak atau ibu mengajak mandi anak-anaknya dengan tanpa busana di karnar mandi secara bersama-sama. Akibatnya, di negara Barat sering terjadi incest, ayah mengauli anak gadisnya sendiri, kakak laki-laki menggauli adik perempuannya, semua itu terjadi karena anaknya tidak diajarkan menutup aurat dan pergaulannya sangat bebas.239

dr. Boyke memberikan contoh cara menghadapi anak yang masih menginginkan mandi bersama orang tua. Hal ini tampak menjadi hal yang tidak diperhatikan efeknya oleh orang tua. Padahal tindakan ini sangat berbahaya bagi perkembangan psikoseksual anak. Bagaimana cara memberikan pengertian ini kepada anak? Coba perhatikan ilustrasi berikut yang terdapat pada Gambar 5.2.

238 Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm: Pendidikan Anak dalam Islam, Terj. Arif Rahman Hakim, hlm. 516.

239

Gambar 5.2. Ilustrasi Larangan Mandi Bersama Anak240 Pendapat Nashih Ulwan ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh dr. Boyke yang menjelaskan bahwa setelah anak berusia lima tahun, anak tidak diperkenankan mandi bersama orang tua atau saudara yang berbeda jenis kelamin.

240 Boyke Dian Nugraha dan Sonia Wibisono, Adik Bayi Datang Dari Mana?: A-Z

Sebab, pada usia ini organ reproduksi anak mulai berkembang sehingga anak mulai merasakan respon seksual.241

2) Pendidikan dengan Diskusi

Metode ini dimaksudkan untuk merangsang mereka terbiasa berfikir dan mengeluarkan pendapat sendiri, serta dikondisikan untuk menerima dan mendengarkan pendapat orang lain yang mungkin berbeda pendapat dengannya. Pendidikan seks melalui metode diskusi dapat dilakukan dengan mendiskusikan masalah kesehatan reproduksi serta berbagai masalah seksualitas lainnya.

Seksolog Indonesia, dr. Boyke Dian Nugraha dan Koes Irianto sepakat bahwa metode keteladanan menjadi sangat krusial. Metode diskusi ini dimaksudkan untuk merangsang anak berfikir dan mengeluarkan pendapat sendiri, serta dikondisikan untuk menerima dan mendengarkan pendapat orang lain yang mungkin berbeda pendapat dengannya. Pendidikan seks melalui metode diskusi dapat dilakukan dengan mendiskusikan masalah kesehatan reproduksi serta berbagai masalah seksualitas lainnya. Pengembangan dari metode diskusi ini nantinya akan menjadi semacam komunitas atau Forum

Group Disscussion (FGD), yang kegiatan-kegiatannya dapat

241 Boyke Dian Nugraha dan Sonia Wibisono, Adik Bayi Datang Dari Mana?: A-Z