• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan di SDN Pondok Kacang Timur 03, yang beralamat di Jl. Pondok Kacang Timur No. 06. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 pada Tanggal 19 sampai dengan 20 bulan Oktober 2015.

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian

1. Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas

(Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian

yang dilakukan oleh seorang guru di dalam kelas yang tujuannya untuk meneliti dan memperbaiki system pembelajaran yang ada di kelas. Dengan melakukan penelitian tindakan kelas, guru juga dapat memperbaiki praktik pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih berkualitas dan lebih efektif.1 2. Rancangan Siklus Penelitian

Model Kurt Lewin menjadi acuan pokok atau dasar dari berbagai model penelitian tindakan (action research), terutama penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Dialah orang pertama yang memperkenalkan istilah action research. konsep pokok action research menurut Kurt Lewin yang dikutip oleh Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama terdiri empat komponen, yaitu : Perencanaan (Planning), tindakan (Acting), pengamatan (observing), dan refleksi (Reflecting).2

Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.

Sedangkan menurut model Kemmis & McTaggart merupakan pengembangan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt Lewin seperti yang diuraikan diatas, hanya saja komponen tindakan

1

M. Asrori. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung, Wacana Prima, 2009, hlm. 4.

2

Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta, Indeks, 2012, hlm. 27

(acting) dan pengamatan (observing) dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama.3

Model kurt Lewin dan Kemmis & McTaggart pada saat ini banyak digunakan oleh para guru. Selain mudah pelaksanaannya, juga sangat sederhana sehingga banyak guru yang memakai kedua model itu. Namun yang lebih banyak dipakai pada saat ini adalah model PTK dari Kurt Lewin. Mengapa ? Karena model Kurt Lewin sangat mudah

dipahami oleh guru dalam meneliti melalui PTK di sekolah.4

Dengan demikian dari berbagai rancangan siklus penelitian ini yang peneliti gunakan adalah rancangan penelitian yang dikembangkan oleh Kurt Lewin.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pondok Kacang Timur 03, Jumlah Siswa Sebanyak 39 siswa terdiri dari 22 siswa laki-laki, dan 17 siswa perempuan.

D. Peran Dan Posisi Peneliti Dalam Penelitian

Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pelaksana utama, maka pada prapenelitian, peneliti melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran PKN di kelasnya, kemudian membuat perencanaan tindakan yang akan di lakukan di kelas tempat mengajar.

Adapun posisi peneliti dalam PTK ini adalah sebagai posisi utama. Peneliti melakukan langsung apa yang akan di tingkatkan di kelas tersebut. Peneliti merasakan dan melakukan refleksi dari pembelajaran yang dilakukan sehingga berdasarkan itulah peneliti melakukan penelitian. Selain itu juga peneliti berperan sebagai pembuat laporan dari apa yang dilaksanakan dan observasi yang dibantu teman sejawat dan Kepala Sekolah.

3

Ibid. Hlm. 28

4

E. Tahapan Intervensi Tindakan

Tahapan pelaksanaan tindakan terdiri dari dari beberapa siklus, yang tergantung pada tingkat penyelesaian masalah. Tiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada setiap siklus dilakukan beberapa tindakan , yang digambarkan sebagai berikut :

1. Pra Tindakan

 Penelitian melakukan pengamatan kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu tehadap kegiatan pembelajaran PKN di kelas V SDN Pondok Kacang Timur 03

 Wawancara guru yang mengajar bidang studi PKN kelas V untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa

2. Tindakan Riil

 Tahap Perencanaan

Peneliti membuat acuan program pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan pembelajaran kooperatif jigsaw, membuat instrument berupa tes, pembagian kelompok, menyiapkan sumber belajar, menyiapkan alat peraga.

 Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan dalam penelitian ini yaitu menerapkan tindakan yang mengacu pada scenario pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tindakan pertama yaitu pembukaan di lanjutkan dengan kegiatan inti yaitu pembagian kelompok , membagikan tugas/materi, membentuk kelompok ahli, mendiskusikan tugas/materi pada kelompok ahli, menjelaskan materi/tugas kepada kelompok asal, mempresentasikan hasil kelompok, memberikan pertanyaan atau tanggapan atau evaluasi lalu dilanjutkan dengan kegiatan penutup menyimpulkan pelajaran dan di akhir siklus diadakan tes berupa posttest dan refleksi. Pada saat bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan observasi.

 Tahap Pengamatan

Pada tahap ini melakukan pengamatan terhadap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Pengamatan menggunakan lembar observasi siswa , lembar observasi guru, dan catat lapangan untuk mengamati tindakan selama proses pembelajaran. Lembar observasi digunakan untuk mengamati semua yang terjadi ketika pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan pula dengan foto sebagai bukti otentik.

 Tahap Refleksi

Refleksi pada proses pembelajaran dilakukan apabila hasil yang di dapat kurang maksimal. Tahap refleksi pada penelitian ini meliputi: 1. Melakukan analisis data mengenai proses, masalah dan hambatan

yang terjadi ketika proses pembelajaran

2. Memperbaiki pelaksanaan tindaka sesuai hasil analisis atau evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya.

 Keputusan

Pada tahap ini dilakukan pengambilan keputusan ketercapaian hasil intervensi penelitian. Siklus II dilakukan dengan segala perbaikan kekurangan yang ada pada siklus I yang dibahas pada refleksi. Jika belum ada peningkatan hasil belajar dan belum memenuhi syarat KKM yang ditentukan maka siklus dilanjutkan, akan tetapi jika sudah ada peningkatan hasil belajar dan sudah memenuhi KKM maka penelitian dihentikan atau tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya.

F. Hasil Intervensi Tindakan yang di Harapkan

Hasil yang diharapkan dari tahapan intervensi tindakan kelas meliputi: 1. Hasil Belajar PKN

Dari intervensi tindakan kelas diperoleh data hasil belajar yang diambil dari hasil tes yang meliputi pencapaian penguasaan konsep materi PKN melalui metode Jigsaw. Keberhasilan pencapaian tindakan intervensi kelas

bila pencapaian standar ketuntasan kompetensi minimal (KKM) mencapai nilai minimal 7.

2. Metode Jigsaw

Berdasarkan hasil observasi dan angket yang menyangkut proses pembelajaran melalui Metode Jigsaw diharapkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran untuk aktif dan mau mengikuti dengan antusias melalui pembelajaran dengan pedoman LKS. Tingkat keberhasilan penerapan metode Jigsaw tercapai apabila aktivitas guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, serta keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran meningkat dalam setiap siklusnya yang dilaksanakan sesuai dengan target dan tujuannya.

G. Data dan Sumber Data

1. Data

Data hasil penelitian meliputi:

(a) Hasil belajar PKN berupa skor hasil tes.

(b) Pembelajaran melalui metode Jigsaw berupa hasil observasi lapangan dan angket baik untuk aktivitas guru maupun siswa.

2. Sumber Data

a) Hasil belajar PKN yang diperoleh dari instrument/tes hasil belajar siswa.

b) Pembelajaran melalui metode Jigsaw yang diperoleh dari observasi lapangan dan angket baik untuk aktivitas guru maupun siswa.

H. Instrumen Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini ada beberapa instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu:

1. Lembar Observasi

Lembar observasi yang digunakan ada dua macam: a. Lembar observasi siswa

Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung

b. Lembar observasi guru

Lembar observasi diisi oleh seorang observer guna mengamati kegiatan peneliti dalam penerapan problem based learning

2. Lembar Test

Test merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai materi yang sudah dipelajari.

I. Teknik Pengumpulan Data

Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Test Hasil Belajar

Data hasil belajar diperoleh dari hasil evaluasi dengan menggunakan test yang telah disiapkan.

2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Guru 3. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai data tentang metode yang digunakan guru dalam menyampaikan bahan pembelajaran PKN, serta situasi dan lingkungan sekolah dan latarbelakang objek penelitian seperti sejarah singkatnya berdirinya SDN Pondok Kacang Timur 03.

4. Data mengenai aktivitas siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi siswa yang diisi oleh observer ketika proses pembelajaran berlangsung dan dituliskan di lembar observasi yang telah dibuat. Sedangkan, data aktivitas guru dalam mengajar diisi oleh teman sejawat, mengamati dan melihat kekurangan - kekurangan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

J. Teknik Pemeriksaan Ketercapaian

Untuk mengetahui tingkat ketercapaian setelah menggunakan metode Jigsaw, peneliti melakukan observasi langsung ke kelas selama dua kali pertemuan atau dua kali siklus. Karena dalam penelitiian Tindakan kelas jangka waktu untuk satu siklus tergantung dari materi yang dilaksanakan.

Setelah itu, peneliti memberikan posttest dan pretest pada setiap siklus. Instrumennya berupa pertanyaan soal pilihaan ganda sebanyak 15 butir.

K. Analisis Dan Interpretasi Data

Setelah data terkumpul maka dilakukan teknik analisis data, yaitu peneliti memberi uraian mengenai hasil penelitian. Menganalisis data merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami bukan hanya orang yang meneliti, tetapi juga orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian.

Data yang didapat berupa hasil belajar siswa pada ranah kognitif, lembar observasi kegiatan siswa dan guru pada proses pembelajaran, catatan lapangan, dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan metode jigsaw. Dalam menganalisis data hasil belajar pada aspek kognitif atau penguasaan konsep menggunakan analisis deskriptif dari siklus menggunakan gain skor. Gain adalah selisih antara nilai post-test dan pre-test. Gain menunjukan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep siswa setelah pembelajaran yang dilakukan guru.

Untuk mengetahui nilai tersebut, menggunakan Normalized Gain, yaitu : Dengan kategori : G tinggi : nilai (g) > 0,70 G sedang : 0,70 > (g) > 0.3 G rendah : nilai (g) < 0.3

L. Pengembangan Perencanaan Tindakan

Seperti yang telah dikemukakan, bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang memiliki

tahapan-tahapan dalam siklusnya. Tahapan tersebut meliputi perncanaan, tindakan, pengamatan/pengumpulan data dan refleksi. Sedangkan prosedur pelaksanaan perbaikan apabila setelah tindakan siklus I selesai dan jika hasil penelitian telah mencukupi indikator keberhasilan maka dicukupkan dan dianggap penelitian tindakan kelas telah berhasil dilaksanakan.

30 BAB IV

Dokumen terkait