Metode penelitian bukan hanya merupakan sekumpulan metode atau teknik penelitian semata, melainkan juga merupakan landasan nilai-nilai, asumsi-asumsi, etika dan norma yang menjadi aturan standard yang dipergunakan untuk menafsirkan serta menyimpulkan data penelitian. (Arikunto,2005 :234)
Bagian metode penelitian akan menguraikan tentang perangkat-perangkat penelitian mulai dari pemilihan lokasi penelitian, jenis penelitian, teknik pengumpulan data, analisa data serta konsep operasional yang akan sangat membantu dalam kelangsungan penelitian.
2.7. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dipakai didalam penelitian ini memakai pendekatan kualitatif, karena hanya menggambarkan apa adanya dari suatu variabel, gejala atau keadaan dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis. Ada beberapa pertimbangan mengapa digunakan metode pendekatan kualitatif, yakni: pertama, bila peneliti berhadapan dengan kenyataan ganda mudah disesuaikan; kedua, menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden;
ketiga, lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan pola-pola nilai yang dihadapi. (Moleong,2006 :3-4)
Hasil data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.(Nawawi, 1994 : 73).
Metode deskriptif memusatkan perhatian pada penemuan fakta-fakta sebagaimana keadaan sebenarnya. Karena itu dalam metode deskriptif peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa. (Singarimbun,1989 : 4).
Metode deskriptif analitis juga merupakan pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian (sesorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain), pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak datau sebagaimana adanya. Ada dua cirri metode deskriptif yakni: pertama, memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah-masalah yang bersifat actual; kedua, menggambarkan fakta-fakta tentang masalah-masalah yang diselediki sebagaimana adanya, diiringi dengan interpretasi rasional yang mencukupi.
2.8. Lokasi Penelitian
Adapun yang akan menjadi lokasi penelitian ini adalah Desa Makmur yang berada di wilayah kecamatan teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai.
Desa Makmur dipilih oleh peneliti karena merupakan Desa yang yeng telah selesai menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang merupakan syarat yang diajukan oleh Undang-undang Desa untuk memperoleh dana bantuan Desa.
Desa Makmur juga merupakan desa yang dijadikan desa percontohan oleh pemerintah kabupaten Serdang Beedagai dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) bagi desa-desa di kecamatan Teluk Mengkudu.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam setiap proses penelitian, pengumpulan data bertujuan untuk mengungkapkan fakta mengenai perihal yang diteliti. Dalam penelitian ini digunakan beberapa metode yang dijadikan acuan untuk mengumpulkan data, yaitu sebagai berikut:
1. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara langsung dan mendalam. Dimana peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan fokus masalah di dalam tesis ini Dalam teknik pengumpulan data ini guna memperoleh data maka percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan, dengan narasumber yang merupakan orang yang dianggap peneliti adalah merupakan representative mewakili organisasi, agama, pekerjaan, kondisi ekonomi dan jenis kelamin.
2. Studi Pustaka (Library Research). Selain melakukan wawancara peneliti juga melakukan teknik pengumpulan data melalui pengumpulan studi pustaka, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang berdasarkan bahan-bahan bacaan yang berhubungan dengan penelitian.Dengan membaca sumber-sumber literatur yang ada kaitannya dengan masalah penelitian ini.berupa buku-buku, jurnal, artikel, majalah, surat-kabar, opini, dan informasi tertulis lainnya.
3.5. Sumber Data
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh di lapangan atau di daerah penelitian. Data primer merupakan data yang belum diolah atau data mentah berupa wawancara dan data ini diperoleh melalui tekhnik wawancara langsung. Adapun data primer pada penelitian ini, yakni:
2. Data sekunder
Data sekunder adalah Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan cara membaca buku, literatur-literatur, jurnal, koran dan berbagai informasi lainya yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Data sekunder ini dimaksudkan sebagai data penunjang guna melengkapi data primer.
3.6. Informan Wawancara
Untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan penelitian, maka penulis akan mencari data dan informasi dari informan berikut:
1. Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (BPMD) Kabupaten Serdang bedagai
2. Kepala Desa Makmur
3. Ka.Sie Tata Pemerintahan Desa Makmur 4. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 5. Perwakilan masyarakat sebanyak tiga orang.
3.7. Teknik Analisis Data
Teknik analisis penelitian yang digunakan adalah teknik kualitatif.
Metode kualitatif dapat didefenisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Data deskriptif ini dapat berupa ucapan atau tulisan dan prilaku yang diamati orang-orangyang informasinya digali melalui wawancara mendalam dan dikategorisasikan kemudian bersama informasi yang diperoleh melalui penelusuran kepustakaaan untuk mempertajam analisis tentang kecenderungan penemuan dalam penelitian. Teknik analisa data bertujuan agar temuan-temuan dari kasus-kasus yang terjadi di lokasi penelitian dapat dikaji lebih mendalam dan fenomena yang ada dapat digambarkan secara terperinci, sehingga apa yang menjadi pertanyaan dalam penelitian nantinya bisa terjawab dengan maksimal.
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Letak Geografis Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai
Secara geografis Kabupaten Serdang Bedagai terletak pada posisi 20 57’’ Lintang Utara, 30 16’’ Lintang Selatan, 980 33’’ - 990 27’’ Bujur Timur dengan ketinggian berkisar 0 – 500 meter di atas permukaan laut.Kabupaten Serdang Bedagai memiliki area seluas 1.900,22 Km2 (190.022 Ha) yang terdiri dari 17 Kecamatan dan 243 Desa/Kelurahan, Ibukota Kabupaten Sedang Bedagai terletak di Kecamatan Sei Rampah yaitu Kota Sei Rampah.
Secara administratif Kabupaten Serdang Bedagai berbatasan dengan beberapa daerah, yaitu :
a. Sebelah Utara : Selat Malaka
b. Sebeleh Timur : Kabupaten Batu Bara dan Simalungun c. Sebelah Selatan : Kabupaten Simalungun
d. Sebelah Barat : Kabupaten Deli Serdang
Dengan luas daerah Kabupaten Serdang Bedagai 1.900,220 m3tentunya kabupaten ini memiliki potensi yang dapat digunakan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat. Kecamatan terluas adalah kecamatan Dolok Masihul yang memiliki luas 237.417 m3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Luas Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Per Kecamatan