BAB V : ANALISA DATA
METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian
Bentuk yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu memberi pengaruh antara variabel independen dengan dependen. Melalui metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan data dan informasi yang diperoleh.
2.2 Lokasi Penelitian
Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk. Jl.Prof.H.M.Yamin,SH No.2 Medan.
2.3 Populasi dan Sampel 2.3.1 Populasi
Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian atau benda yang dijadikan objek penelitian (Nasution, 2008: 97). Jadi, dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan pegawai pada PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk. Jl.Prof.H.M.Yamin,SH No.2 Medan yang berjumlah sebanyak 132 orang.
2.3.2 Sampel
Secara sederhana sampel berarti contoh. Dalam kaitannya dengan penelitian, Roscoe (Siagian, 2011: 156) mendefenisikan sampel sebagai sebagian dari objek, kejadian atau individu yang terpilih dari populasi yang akan diambil datanya atau yang akan diteliti.
Menurut Arikunto dalam bukunya Prosedur Penelitian (2002: 107) apabila populasi kurang dari 100 orang, maka sampel diambil secara keseluruhan sedangkan apabila populasi diatas 100 orang maka diambil 10% - 15% atau 20% - 25% dari populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 132 orang dan penulis mengambil 30% dari populasi maka sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. 2.4 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data atau informasi, keterangan-keterangan atau fakta-fakta yang dibutuhkan, penulis mempergunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data Primer (Primary Data)
Pengumpulan Data Primer (Primary Data) yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui penelitian dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk mencari fakta yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yaitu dilakukan dengan:
a. Metode Observasi (Observation), yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang berkaitan dengan fokus penelitian.
b. Metode Angket (Quesioner), yaitu memberikan daftar pertanyaan secara tertutup kepada responden yang dilengkapi dengan alternatif jawaban yang disediakan.
c. Metode Wawancara (Interview), yaitu melakukan tanya jawab secara langsung tatap muka yang bertujuan untuk melengkapi data yang dibutuhkan yang berkaitan dengan penelitian.
2. Pengumpulan Data Sekunder (Secondary Data)
Pengumpulan Data Sekunder (Secondary Data), yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder untuk mendukung data primer. Penulis menggunakan cara untuk memperoleh data sekunder sebagai berikut:
a. Studi Kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah serta pendapat para ahli yang berkompetensi serta memiliki relevansi dengan masalah yang akan diteliti.
b. Studi Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan-catatan atau dokumen-dokumen yang ada di lokasi penelitian atau sumber-sumber lain yaang terkait dengan penelitian.
2.5. Teknik Pengukuran Skor
Melalui penyebaran kuesioner yang berisikan beberapa pertanyaan maka ditentukan skor dari setiap jawaban sehingga menjadi data yang bersifat kuantitatif. Teknik pengumpulan skor yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala ordinal yaitu tingkat ukuran yang mengurutkan respondennya untuk menilai jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada responden (Singarimbun, 1995: 102)
1. Untuk alternatif jawaban “a” diberi skor 5 2. Untuk alternatif jawaban “b” diberi skor 4 3. Untuk alternatif jawaban “c” diberi skor 3 4. Untuk alternatif jawaban “d” diberi skor 2 5. Untuk alternatif jawaban “e” diberi skor 1
Untuk menentukan kategori jawaban apakah tergolong sangat kuat, kuat, sedang, rendah atau sangat rendah terlebih dahulu ditentukan intervalnya sebagai berikut:
Skor Tertinggi – Skor Terendah Interval= Banyaknya Bilangan 5 – 1 = 5 = 0,8
Sehingga dengan demikian dapat dikategorikan jawaban responden masing-masing variabel yaitu:
1. Skor untuk kategori sangat kuat = 4,21 – 5,00 2. Skor untuk kategori kuat = 3,41 – 4,20 3. Skor untuk kategori sedang = 2,61 – 3,40 4. Skor untuk kategori rendah = 1,81 – 2,60 5. Skor untuk kategori sangat rendah = 1,00 – 1,80
Untuk menentukan jawaban responden tersebut tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah atau sangat rendah maka dari jumlah skor variabel yang akan ditentukan rata-ratanya dengan membagi jumlah pertanyaan. Dari hasil pembagian tersebut maka dapat diketahui jawaban responden termasuk ke dalam kategori yang mana.
2.6 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah interpretasi data-data yang telah dikumpulkan dari lapangan dan telah diolah sehingga menghasilkan informasi tertentu (Juliandi, 2013:88). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik kuantitatif yang mana akan digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun metode statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Regresi Linier Sederhana
Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengaan satu variabel dependen (Sugiyono, 2012: 270).
Rumus regresi linier sederhana adalah:
Keterangan:
Y’ = Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan.
a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.
Harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut:
Σ Σ Σ Σ Σ Σ
n Σ Σ Σ Σ
Σ Σ Σ
n Σ X Σ X
2. Koefisien Korelasi Product Moment
Untuk mengetahui koefisien korelasi x terhadap variabel y digunakan rumus Product Moment sebagai berikut:
rxy=
2 2
2
2
. . .
y y n x x n y x y x n i i i i Keterangan:rxy = koefisien korelasi antar variabel x (skor subjek tiap butir) dengan variabel y (total skor subjek dari keseluruhan butir)
x = variabel bebas
y = variabel terikat n = jumlah sampel
Dari hasil perhitungan tersebut akan memperlihatkan tiga kemungkinan yaitu:
a. Koefisien korelasi yang diperoleh sama dengan nol (r = 0) berarti hubungan kedua variabel yang diuji tidak ada.
b. Koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +) artinya kenaikan nilai variabel yang lain dan kedua variabel memiliki hubungan positif.
c. Koefisien korelasi yang diperoleh negatif (r = -) artinya kedua variabel negatif dan menunjukkan meningkatnya variabel yang satu diikuti menurunnya variabel yang lain.
Untuk mengetahui adanya hubungan yang sangat kuat, kuat, sedang, rendah maupun sangat rendah antara kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran atau interpretasi angka sebagai berikut:
Tabel 3.2
Koefisien Korelasi Product Moment Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,19 Sangat Rendah 0,20 – 0,39 Rendah 0,40 – 0,59 Sedang 0,60 – 0,79 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat Kuat 3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan dengan cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan. Teknik koefisien determinasi berfungsi untuk melihat berapa persen variabel X memiliki pengaruh terhadap variabel Y (Sugiyono, 2006: 215).
Keterangan:
KD = Koefisien Determinasi
rxy = Koefisien Korelasi Product Moment
BAB III
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN