• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR GAMBAR

F. Metode Penelitian

Metodologi penelitian merupakan usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti aturan-aturan penelitian guna menjawab permasalahan yang hendak diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metodologi penelitian dapat dideskrisifkan sebagai berikut:

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian (field research) yaitu penelitian mengadakan penelitian langsung terhadap objek yang diteliti dan dilakukan pengumpulan data yang ditemukan di lapangan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya

23

perilaku, persepsi, motivasi, tindakan yang berkaitan dengan kepribadian dan sosial dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan manfaat berbagai metode alamiah.23 Dengan begitu, data-data yang diperlukan untuk menyusun karya ilmiah ini diperoleh dari lapangan di SMP Muhammadiyah 02 Yogyakarta.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian ini memilih lokasi di Jln. Kapas II No. 7A, Semaki Umbulharjo Kota Yogyakarta, Daerah Istimewah Yogyakarta 55166, yaitu sekolah yang memiliki visi “Terwujudnya Generasi Yang ur‟ani, Mandiri, Berprestasi, dan Berbudaya Lingkungan”. Sedangkan

waktu penelitian dimulai pada bulan maret hingga bulan april 2019. 3. Sumber Data

Data-data yang diperoleh untuk penelitian ini adalah dari berbagai sumber yang dibutuhkan yang dihubungan dengan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Kepribadian Dan Sosial Siswa Kelas III SMP Muhammadiyah 02 Yogyakarta.

4. Tekhnik Pengumpulan Data

Data yang peneliti kumpulkan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa cara yang pemilihannya disesuaikan dengan tipe sumber data. Adapun pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian

23 Lexi J.Moleng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 6

24

ini adalah melalui instrumen berupa, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan secara langsung dan pencatatan secara cermat ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.24

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.25 Tekhnik ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berhubungan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Kepribadian Dan Sosial Siswa Kelas III SMP Muhammadiyah 02 Yogyakarta.

b. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpuna data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.26Wawancara merupakan tekhnik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.27

Tekhnik ini digunakan sebagai tekhnik pengumpulan data dengan cara tanya jawab dengan guru kelas yang dikerjakan secara sistematis.

24 Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan dan Peneliti Muda, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 76.

25 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 329.

26 Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 76.

25

Wawancara dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara (interview guide) yang berisi tentang garis pokok materi wawancara sehingga wawancara dapat berjalan lancar.

Metode pengumpulan data wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara terstruktur. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai. Peneliti terlebih dahulu menyiapkan pedoman wawancara sebelum melaksanakan wawancara. Instrumen wawancara disajikan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan terbuka, sehingga informan mempunyai keleluasaan untuk merespon atau memberikan jawaban dan penjelasan. Metode wawancara ini digunakan untuk mengetahui upaya Guru Pendidkan Agama Islam dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Kepribadian Dan Sosial Siswa Kelas III SMP Muhammadiyah 02 Yogyakarta.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah terjadi, dan biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.28 Dokumentasi dilakukan untuk meneliti bahan dokumentasi yang ada dan mempunyai relevansi dengan tujuan penelitian.

Tekhnik ini digunakan untuk mengungkapkan berbagai hal yang dianggap relevan dengan penelitian ini meliputi kegiatan belajar mengajar, keadaan guru, keadaan peserta didik, foto kegiatan belajar

26

siswa, struktur organisasi, visi misi madrasah, kegiatan guru dan siswa pada saat proses penanaman kepribadian dan sosial yang baik.

5. Tekhnik Analisis Data

Data hasil penelitian ini yaitu berupa kata-kata yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Maka tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deksriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu cara analisa cenderung menggunakan kata-kata untuk menjelaskan fenomena atau data yang diperoleh tentang “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam

Meningkatkan Nilai-Nilai Kepribadian dan Sosial Siswa Kelas III SMP Muhammadiyah 02 Yogyakarta” dan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik analisis data yang mengacu pada model Miles dan Hubermas, yaitu :

a. Reduksi Data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data “kasar‟ yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan.29

Data-data yang akan direduksi dalam penelitian ini adalah Data-data-Data-data mentah yang berasal dari observasi, catatan lapangan, dan wawancara.

Kemudian data tersebut dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya serta

29 Matthew B. Miles & A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif “Buku Super

27

membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas.

b. Penyajian Data

Langkah selanjutnya setelah reduksi data adalah penyajian data. Dalam penelitian ini, data disajikan dalam bentuk teks berupa deskripsi naratif agar memberikan kemudahan dalam memahami apa yang terjadi di lapangan dan memaknainya guna mendapatkan tujuan dari pengambilan data. Penyajian data akan memberikan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

c. Menarik Kesimpulan.

Langkah terakhir analisis data pada penelitian ini yaitu penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan data yang telah direduksi dan disajikan, peneliti membuat kesimpulan yang didukung dengan bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data. Kesimpulan adalah jawaban dari rumusan masalah dan pertanyaan yang telah diungkapkan oleh peneliti sejak awal.

Dokumen terkait