• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Metode Pengumpulan Data 3.3.1. Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :

a. Interview (Wawancara)

Maksud dari teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan tanya jawab atau konsultasi yang dilakukan secara langsung dengan responden dan pihak-pihak terkait.

b. Dokumentasi atau Literature

Metode penggumpulan data yang dilakukan dengan membaca atau mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan Sistem Pendukung Keputusan pemilihan rumah.

3.3.2. Atribut atau Variable Data a. Lokasi

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembeli untuk membeli perumahan adalah letak perumahan tersebut atau lokasi.

Dengan kesibukan masyarakat dewasa ini tentu lokasi menjadi pertimbangan pembeli dalam membeli rumah. Akses jalan yang cepat dan mudah, dekat dengan pusat kota, transportasi mudah, bebas banjir adalah salah satu contoh mengapa lokasi perumahan penting. Untuk atribut sub bagian lokasi adalah lokasi dekat pusat kota, lokasi dekat perbatasan kota.

b. Harga Jual

Perilaku calon pembeli dalam membeli rumah pasti membandingkan dengan perumahan lain. Bagaimana fasilitas, lingkungan, lokasi dan yang paling penting harganya. Apalagi sekarang pengembang menawarkan berbagai macam tipe perumahan, dengan berbagai macam fasilitas dan hadiah. Maka dari itu, variabel harga merupakan peranan penting dalam menentukan pembelian rumah.

c. Cara Bayar

Dalam menentukan pembelian rumah, calon pembeli akan diberikan pilihan pembayaran yaitu dengan cara kredit atau cash. Masing–masing mempunyai kelemahan dan kelebihannya sendiri, jika kredit maka pembayaran dengan cara angsuran dan tentunya akan memakan biaya yang lebih karena terdapat bunga. Sedangkan pembayaran cash, tidak terdapat bunga dan pelunasan pembayaran di awal. Untuk atribut sub bagian cara bayar adalah Cash dan Kredit.

d. Design Rumah

Calon pembeli rumah biasanya membandingkan design rumah yang akan dibeli dengan rumah lain. Hal ini sangat menentukan keputusan dalam pembelian rumah. Karena menyangkut selera design rumah dari masing-masing calon pembeli rumah. Untuk atribut sub bagian Desain adalah Modern dan Klasik.

e. Spesifikasi

Faktor spesifikasi rumah dalam hal ini adalah fasilitas –fasilitas yang disediakan oleh rumah yang akan dibeli. Untuk atribut sub bagian spesifikasi adalah Eksekutif dan Ekonomis.

f. Waktu

Calon pembeli biasanya mempertimbangkan penggunaan waktu untuk mengatasi masalah pembelian rumah. Jadi parameter waktu sangat menentukan keputusan calon pembeli

apakah membeli rumah siap pakai dengan relatif waktu singkat atau rumah siap bangun dengan relatif waktu lebih lama.

Untuk atribut sub bagian waktu adalah Awal Tahun, Pertengahan Tahun dan Akhir Tahun.

g. Rumah Bekas Siap Pakai

Rumah bekas siap pakai disini berarti rumah yang telah dihuni dan dijual kembali dengan fitur-fitur yang ada.

h. Rumah Baru Siap Pakai

Rumah baru siap pakai dalam hal ini yaitu rumah yang telah siap dibangun atau sudah dibangun dan siap ditempati.

i. Rumah Baru Siap Bangun

Rumah baru siap bangun adalah rumah yang akan dibangun oleh Developer jika ada permintaan dari pembeli, dimana pembeli bisa menentukan sendiri tentang rumah yang akan dibangun, seperti : mentukan lokasi dan design, serta sudah membayar uang muka dan cicilan pertama.

3.3.3. Example Dataset

No Nama Tipe Luas Tanah

Harga Jual Discon Spesifikasi Jarak Ket

1 Perumahan

- Pondasi : Lajur Batu Belah & Pasir Muntilan - Sloof, Kolom, & Ringbalk : Beton Bertulang - Dinding : Pas Batu Bata Plesteran, Cat (Satu Dinding Bersama)

- Lantai: Keramik 30x30 cm Ex. Lokal - Rangka Atap : Kuda - kuda baja ringan - Atap : Genteng Beton.

- KM/WC : Pintu PVC, Bak Finishing Keramik, Lantai Keramik 20x20 cm, Closet Jongkok - Kusen

a. Pintu : Kusen Aluminium, daun pintu fabrikasi. Untuk kamar : Kusen kayu, Daun pintu Double Tripleks

b. Jendela : Depan : Kusen Aluminium dan Belakang : Kusen Kayu Fin. Cat

1. Dekat Pusat Kota Semarang, Dekat dengan Mall (Java Supermall, Toserba ADA Setiabudi, Carrefour Banyumanik) 2. Dekat dengan kawasan Pendidikan (UNDIP, POLINES, UNPAND &

STIKES)

3. Dekat dengan rumah sakit (RSU. Banyumanik, RSU Ketileng, RS. Panti Wilasa, CITO & RS.

Elisabeth)

1. PONDASI : Lajur Batu Belah, Pasir Muntilan 2. SLOOF, KOLOM & RINGBALK DINDING : Beton Bertulang pas, Batu bata, Plesteran, cat (Satu dinding bisa milih sendiri-sendiri)

1.View yang Menarik dan Lokasi yang STRATEGIS di Perbukitan Kota

Semarang [Dekat dengan

Rumah Baru

(Cutting)

4. RANGKA ATAP : Gypsum rangka Hollow 5. PLAFON : Teras Keramik 30x30 cm 6. ATAP : Kuda-kuda baja ringan 7. KM/WC : Genteng Beton Flat, Pintu Kayu Vynil, Lantai Keramik 20x20 cm, Bak fiber fin/

shower mandi, Keramik, Closet duduk Monoblok 8. KUSEN - PINTU DAN JENDELA : - Kusen Aluminium, Daun Pintu Fabrikasi

- Kamar : Kusen kayu dan kusen Aluminium 9. CAT : Dinding Luar : Mowilex

Weathershield, Dinding Dalam : Cendana atau setara

Toserba ADA Setiabudi, Carrefour Banyumanik) ] 2. Dekat Pusat Kota Semarang,

3. Dekat dengan kawasan Pendidikan (UNDIP, POLINES, UNPAND &

STIKES)

4. Dekat dengan rumah sakit (RSU. Banyumanik, RSU. Ketileng-Fatmawati, RS. Panti Wilasa, CITO,

& RS. Elisabeth)

1. PONDASI : Lajur Batu Belah, Pasir Muntilan 2. SLOOF, KOLOM, & RINGBALK

DINDING : Beton Bertulang pas, Batu bata, Plesteran, cat (Tiap dinding bisa milih sendiri-sendiri)

3. LANTAI : R. Dalam : Keramik 50x50 cm(Cutting)

4. RANGKA ATAP : Gypsum rangka Hollow 5. PLAFON : Teras Keramik 30x30 cm

1.View yang Menarik dan Lokasi yang STRATEGIS 3. Dekat dengan kawasan Pendidikan (UNDIP,

Rumah Baru

7. KM/WC : Genteng Beton, Pintu PVC, Lantai Keramik 20x20 cm, Bak fiber fin, Keramik.

STIKES)

Bisa buat jualan, sudah ada rolling door nya PAM

Listrik 900w Sumur dan telepon

1.Dekat mushola 2.Jalan lebar

3.Ada tambahan halaman 4.Dekat TK, SDN, SMPN

Huk Pojok m² 350.000.000

Air Pam dan Sumur 3 Kamar Tidur 1 Kamar Mandi Garasi

Dapur

Lapan dan Masjid Darussalam

2. Ada 2 Pohon Mangga 3. Jalan buat simpangan 2 mobil masuk

4. Cocok buat usaha dan tempat tinggal

5. Bebas Banjir

Bekas

vii

Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahapan, yaitu :

Tahap I : Tahapan ini merupakan tahap pendahuluan untuk merumuskan kriteria dan sub kriteria dari faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pembelian rumah di kota Semarang yang diperoleh dari data primer (kuesioner dan interview).

Tahap II : Tahapan ini merupakan tahapan formulasi kriteria dan sub kriteria dominan yang dibentuk dari metode AHP untuk memperoleh faktor yang menentukan Sistem Pendukung Keputusan pembelian rumah yaitu rumah bekas siap pakai, rumah baru siap pakai atau rumah baru siap bangun.

Tahap III : Tahapan Validasi dari hasil analisis AHP yaitu dengan diskusi kelompok yang terfokus (Focus Group Discussion/

FGD) untuk menguji kembali apakah kriteria dan sub kriteria yang dominan dalam Sistem Pendukung Keputusan pembelian rumah yang diteliti konsisten dengan model yang dibangun (Model AHP).

Stakeholder (pemangku kepentingan) yang dilibatkan adalah orang-orang yang pernah dan atau sedang terlibat pada proses pembelian rumah di lokasi.

Ketiga tahap di atas, digambarkan dalam suatu skema tahapan yang lebih detil seperti disajikan pada Gambar 3.1 berikut :

Analisis Data dengan AHP Merumuskan Kriteria dan Sub

Kriteria

Validasi Hasil

Kesimpulan dan Rekomendasi Data Primer :

Kuesioner dan Interview

Data Sekunder : Data perumahan Semarang

Gambar 3.6 Desain Eksperimen

Pengujian Black – Box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Dengan demikian pengujian Black – Box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian ini bukan merupakan alternatif dari teknik White – Box, tetapi merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mempu mengungkap kelas kesalahan dari pada metode White – Box.

Pengujian ini berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut :

1. Fungsi – fungsi yang tidak benar atau hilang.

2. Kesalahan interface.

3. Kesalahan dalam struktur data akses database eksternal.

4. Kesalahan kinerja.

5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi.

3.5. Validasi Hasil

Analisis data dengan AHP yang dimaksud adalah pengujian variabel yang mendukung Passing Grade (ambang lulus) yaitu Faktor Keuangan, Teknis, Administrasi, Pernyataan Minat, Pakta Integritas dan Kualifikasi. Metode Analisis dengan kuesioner AHP berupa perbandingan berpasangan. Validasi hasil AHP dilakukan dengan menggali informasi kepada stakeholder (pemangku kepentingan) tentang pemilihan pembelian rumah yang meliputi variabel-variabel :

1. Biaya.

2. Waktu.

3. Ketepatan dalam memilih rumah.

4. Penentuan pemilihan rumah.

5. Pendapat calon pembeli rumah.

7. Batasan Evaluasi.

3.6. Metode Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan sistem informasi yang kompleks dan dasar, maka dapat menggunakan paradigma yang dapat mengembangkan dan membangun sistem menggunakan metode Rekayasa web (Web Engineering), suatu proses yang digunakan untuk menciptakan suatu sistem aplikasi berbasis web dengan mengunakan Rekayasa, prinsip-prinsip manajemen dan pendekatan sistematis sehinggah dapat diperoleh sistem dan aplikasi web dengan kualitas tinggi. (Herman,2007:95).

1. Planning (Perencanaan )

Tahap ini penulis akan menentukan tujuan dari software yang akan dibuatmelakukan analisis kebutuhan dan pengumpulan data yang diperlukan. Prosespengumpulan kebutuhan diintensifkan difokuskan, khususnya pada kebutuhan software.

2. Designing (Desain)

Desain Software sebenarnya merupakan proses multi langkah yang berfokuspada empat atribut yang berbeda ialah empat atribut yang berbeda, yaitu struktur data,arsitektur software, representasi interface dan detail (algoritma), prosedural.

3. Scripting (Pemrograman)

Desain harus diterjemahkan kedalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkahpembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan secara lengkap,pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis.

4. Testing (Pengujian)

Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokuspada logika internal Software untuk memastikan bahwa semua pernyataan sudah diujidan pada fungsi external, yaitu mengarahkan pengujian untuk menentukan kesalahan- kesalahan.

5. Maintenance

Software mungkin akan mengalami perubahan setelah diserahkan kepadapenyewah. Perubahan bisa terjadi karena kesalahan-kesalahan tertentu, karenaSoftware harus diubah untuk mengakomodasi perubahan-perubahan didalam lingkungan.[14]

BAB IV

Dokumen terkait