• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DAKWAH Di MAFIA SHOLAWAT SEMARANG A. Profil Mafia Sholawat Semarang

DAFTAR PUSTAKA BIODATA PENULIS

F. Metode Penelitian

Metode penelitian tesis ini adalah kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Mahi M. Hikmat, penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.24 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisisstatistik atau bentuk hitungan lainnya.25

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif studi fenomenologis sebagai pisau analisisnya. Sebagaimana diketahui, fenomenologis mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Fenomenlogis bertujuan untuk mereduksi pengalaman individu pada fenomena menjadi deskripsi tentang esensi atau intisari universal. Dalam penelitian fenomenologis hal yang melingkupinya bisa berupa fenomena, baik berupa insomnia,

24 Mahi M. Hikmat, Metode Penelitian dalam Perspektif IlmuKomunikasi

dan Sastra, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), 37.

25

Lexy, J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualiatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), 6.

21

kesendirian, kemarahan, dukacita, atau pengalaman empirik lainnya.26

Jenis penelitian dan ciri utama Fenomenologis adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe fenomenologis. Penelitian kualitatif fenomenologis adalah pengembangan dari segenap pengalaman hidup individu, lebih dalam tentang sudut pandang subjektifitas individu tersebut.27 2. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, lokasi penelitian akan dilaksanakan pada jamaah Mafia Sholawat Semarang. Jamaah ini berpusat di Pondok Pesantren Roudlotun Ni‘mah yang bertempat di Jln. Supriyadi Gg. Kalicari IV No 3 RT /3/3, Semarang. PonPes ini diasuh oleh KH. Muhammad Ali Shodiqin atau Gus Ali Gondrong.28

26 John W Creswell, terj. Ahad Lintang Lazuardi, Penelitian Kualitatif

dan Disain Riset, memilih dianara lima pendekatan, (Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2013), 115. 27

John W Creswell, Penelitian Kualitatif dan Disain Riset, memilih

dianara lima pendekatan, 115-120.

28 Rahmawati Alwi, ―Ponpes Asal Semarang Ini Jadi Sentral `Mafia` Sholawat‖, diakses pada 14 Maret 2018 pukul 11.00 dalam http://m.harianamanah.com/berita-masya-allah-ponpes-asal-semarang-ini-jadi-sentralmafia-sholawat,.

22 3. Sumber dan Jenis Data

Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.29 Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu:

a. Sumber data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugasnya) dari sumber pertamanya.30 Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah pengurus jamaah Mafia Sholawat, dan anggota lainnya. b. Sumber data skunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan

oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen.31 Dalam penelitian ini wawancara, dan dokumentasi merupakan sumber data sekunder. Dokumentasi berupa notulen, arsip-arsip kegiatan, dan lainnya.

4. Metode Pengumpulan Data a. Observasi

Menurut Nasution sebagaimana dikutip Mahi M. Hikmat, teknik observasi dapat menjelaskan secara luas dan rinci tentang masalah-masalah yang dihadapi karena data observasi berupa deskripsi yang faktual, cermat, dan terinci mengenai

29 Suharsimi Arikunto, Preosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 129.

30

Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian (Jakarta: Rajawali, 1987), 93. 31 Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian, 94.

23

keadaan lapangan, kegiatan manusia, dan sistem sosial, serta konteks tempat kegiatan itu terjadi.32

Dalam hal ini, penulis sebagai pengamat partisipan mengamati kegiatan jamaah Mafia Sholawat untuk mendapatkan data-data tentang bagaimana proses konstruksi sosial di dalamnya untuk kemudian dianalisis.

b. Wawancara

Wawancara yang penulis lakukan guna memperoleh data yang valid, detail, dan dapat menjadi penguat data, adalah dengan teknik wawancara bebas terpimpin yakni pewawancara membawa kerangka pertanyaan untuk disajikan, tetapi cara bagaimana pertanyaan-pertanyaan itu diajukan dan irama (timing) interview sama sekali diserahkan pada kebijakan interviewer.33 Wawancara ini akan penulis lakukan kepada pengurus Mafia Sholawat, (Doto, Ustad much. Nazril, Ustad Sugeng (Sulastri, Antin, Ainur rohim, dll) dan jamaah Mafia Sholawat.

c. Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa data tertulis yang mengandung keterangan dan

32 Mahi M. Hikmat, Metode Penelitian dalam Perspektif Ilmu Komunikasi

dan Sastra, 73.

33

Sutrisno, Hadi, Metodologi Research 2, (Yogyakarta: Andi Offset, 1989), 230-234.

24

penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang masih aktual dan sesuai dengan masalah penelitian.34

Metode dokumenter ini merupakan metode pengumpulan data yang berasal dari sumber non-manusia, dalam hal ini penulis mengumpulkan data rekaman yang berkaitan dengan judul penelitian penulis, yang kemudian di transkrip ke dalam naskah, mengambil foto yang penulis perlukan, dan juga dokumen tertulis lainnya sepeti arsip-arsip atau data mengenai Mafia Sholawat.

5. Tehnik Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian.35 Dalam hal menganalisis data, peneliti hendak mendeskripsikan obyek penelitian sesuai dengan fakta dilapangan. peneliti menggukan tiga model interkatif dengan proses sebagai berikut: pertama, reduksi data. reduksi data merupakan upaya menyeleksi dan mengubah data mentah yang berasal dari lapangan. Kedua, pemaparan data. pemaparan data adalah memaparkan gambaran keseluruhan data yang diperoleh dari lapangan dan disajikan dalam bentuk teks deskriptif yang berupa informasi maupun hal-hal yang berkaitan dengan

34Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan

Kuantitatif, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), 151 -153.

35

Bogdan, R.C dan Biklen, S.K., Qualitative Research for Education: An

25

penelitian. ketiga, menyimpulkan melelui pelukisan dan verifikasi, yaitu mengadakan kritik terhadap data yang diperoleh untuk mendapatkan data yang benar.36

Proses ini tidak terlepas dari pemikiran Miles dan Haberman. Keduanya mengemukakan aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan-tahapan penelitian sampai tuntas dan datanya sampai jenuh.37

Adapun langkah-langkah analisis data diawali dengan penelusuran dan pencarian catatan pengumpulan data, dilanjutkan dengan mengorganisasikan dan menata data tersebut ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun pola, dan memilih yang penting dan sesuai dengan aspek yang dipelajari dan diakhiri dengan membuat kesimpulan dan laporan.

Baca selengkapnya