H. Definisi Operasional
I. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis isi untuk mengukur aspek-aspek tertentu dari isi data yang diukur secara kuantitatif. Prosedurnya adalah dengan mengukur atau menghitung aspek dari isi kontennya, kemudian menyajikannya secara kuantitatif. Peneliti melakukan pengkodingan dengan cara memberi tanda melalui apa yang dilihat berupa gambar
32 tayangan telivisi, suara, atau tulisan di surat kabar. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif dilakukan secara objektif dengan syarat kategori analisis telah didefinisikan secara jelas dan operational dengan reliabilitas yang tinggi (Eriyanto, 2011: 1).
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dalam penelitiannya mengandung penggunaan frekuensi angka, mulai dari tahap pengumpulan data, penafsiran data, hingga pembahasan dan hasil. Demikian pula pada tahap kesimpulan, dengan adanya gambar, tabel, dan grafik. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti suatu populasi atau sampel tertentu (Machmud, 2016: 46).
Berdasarkan pemilihan satuan analisis, secara kuantitatif penelitian ini akan menganalisis pelanggaran kekerasan verbal dan non verbal yang terkandung pada tayangan program acara Rumah Uya Trans 7.
Prosedurnya dengan mengukur atau menghitung aspek dari isi (content), kemudian menyajikannya secara kuantitatif. Peneliti melakukan pengkodingan yaitu memberi tanda melalui apa yang dilihat berupa suara, tulisan di surat kabar, atau gambar televisi. Penelitian menggunakan analisis isi kuantitatif harus dilakukan secara objektif dengan syarat kategori analisis telah didefinisikan secara jelas dan operational dengan reliabilitas tinggi (Eriyanto, 2011: 1).
33 Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi yang bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran kekerasan verbal dan non verbal yang terdapat pada program acara “Rumah Uya” di Trans 7. Metode analisis isi memiliki definisi yaitu suatu teknik penelitian yang dilakukan secara objektif, sistematis, dan deskripsi kuantitatif dari isi komunikasi yang tampak manifest (Barelson dalam Eriyanto, 2011: 15).
2. Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian (Arikunto, 2002:173). Populasi dalam penelitian ini yaitu tayangan “Rumah Uya” yang mendapat teguran oleh KPI sebanyak tiga tayangan.
Populasi penelitian ini adalah rekaman video tayangan “Rumah Uya” pada tanggal 7 sampai dengan 16 Agustus 2019 untuk tayangan yang mendapat teguran oleh KPI.Secara keseluruhan total populasi dari episode tayangan “Rumah Uya” yaitu berjumlah 10 episode.
b. Sampel Penelitian
Sampel penelitian adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti yang dianggap mewakili terhadap seluruh populasi. Sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu keseluruhan tayangan program acara Rumah Uya pada bulan
34 Agustus 2019. Teknik penarikan sampel yang baik dapat memenuhi unsur keacakan. Semua elemen populasi memiiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Ada beberapa teknik penarikan sampel dalam analisis isi. Karena itu analisis isi pada umumnya menngunakan sampel. Dalam penelitan ini, semua populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlah populasinya yang kecil.
Sampel dalam tayangan acara Rumah Uya Trans 7 pada tanggal 7-16 Agustus 2019 yang berjumlah 10 episode.
3. Unit analisis
Unit analisis adalah sesuatu yang berkaitan dengan fokus atau komponen yang akan diteliti. Fokus dalam penelitian ini adalah setiap
“shot” yang akan diamati dari sisi audio (ucapan) dan visual (adegan) dalam tayangan Reality Show “Rumah Uya” TRANS 7. Dalam penelitian ini akan meneliti tayangan video Rumah Uya yang melalukan pelanggaran yang telah ditetapkan oleh KPI pada tanggal 7 Agustus 2019 sampai dengan 16 Agustus 2019.
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu peneliti menggunakan Dokumentasi atau Arsip. Metode dokumentasi dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berdasarkan tayangan Rumah Uya Trans 7. Dalam penelitian ini yang dapat berupa tayangan video pada tanggal 7 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2019 yang
35 menunjukkan terjadinya pelanggaran. Dan pencarian data-data yang relevan dari sumber-sumber yang sudah ada sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini. Data ini dapat diperoleh dari Media Sosial Youtube Official Trans 7.
5. Analisis Data
Analisis data pada penelitian ini, menggunakan distribusi frekuensi .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi kemunculan masing-masing kategori pada Kekerasan Verbal dan Nonverbal.
Frekuensi kemunculan kekerasan dapat dilihat, dari isi pesan dalam tayangan acara Rumah Uya yang akan dirumuskan ke dalam kategori yang telah ditetapkan dalam coding sheet. Coding sheet merupakan alat yang dapat dipakai untuk mengukur atau menghitung aspek tertentu dari isi media (Eriyanto, 2011: 221). Data yang terkumpul terlebih dahulu ke dalam lembar koding (coding sheet) yang dapat memuat unit analisa dan kategorinya, seterusnya dapat direkap untuk mempermudah penulis untuk membaca frekuensi kemunculan dan analisisnya.
kemudian data tersebut dianalisis menggunakan distribusi frekuensi.
Hasil perhitungan tersebut dicantumkan dalam sebuah lembar koding untuk dianalisis dengan tahapan sebagai berikut:
a. Membuat sebuah tabel frekuensi episode program acara Rumah Uya sesuai dengan kategoris dalam penelitian tersebut. Untuk mendapatkan sebuah data yang valid diperlukannya sumber data
36 dalam rangka mendapat informasi yang didapatkan, menggunakan data sekunder, diantaranya:
b. Menggunakan data sekunder yaitu data didapatkan dengan dokumentasi sebuah tayangan video program acara Rumah Uya di Trans 7 yang bisa dilihat dari Youtube.
c. Menggunakan Uji Reliabilitas
Kegunaan Reabilitas adalah derajat konsistensi data yang bersangkutan. Realibilitas berkenaan dengan pertanyaan, apakah suatu data dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Suatu data dapat dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama jika diujikan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda. Reliabilitas sangat penting dalam analisis isi, karena alat ukur yang dipakai merupakan lembar coding (coding sheet). Kita harus bisa memastikan bahwa lembar coding yang akan dipakai adalah alat ukur yang dapat dipercaya. (Kassarjia dalam Eriyanto, 1977:13).
Tes reliabilitas dapat dilakukan dengan mencocokan tingkat objektivitas penelitian. Uji reliabilitas sendiri dilakukan oleh penulis dengan pengecekan ulang oleh mahasiswa lain yang satu jurusan dengan penulis. Hal ini dapat dilakukan agar memperoleh objektivitas yang cocok dalam penelitian analisis isi. Penulis yang melakukan perkordingan dapat melakukan perkodingan ulang dengan mahasiswa lain. Mahasiswa lain yang dimaksud adalah
37 mahasiswa yang memiliki tingkat yang sama dengan penulis. Hal ini dilakukan agar dapat memperoleh hasil yang disepakati bersama dan benar-benar data yang didapatkan nyata, serta memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Tes reliabilitas wajib digunakan untuk menguji data yang diperoleh. Tujuan reliabilitas ini untuk menguji tingkat konsisten pengukuran dan objektivitas penelitian.
Perhitungan reliabilitas ini akan diuji menggunakan rumus :
2M CR =
N1+N2
Keterangan :
CR = Coefisien Reliabilitas.
M = Jumlah pernyataan yang disetujui oleh dua orang pengkode
N1 + N2 = Jumlah pernyataan kode oleh kedua pengkode.
Sumber : (Buku Eriyanto, 2011).
d. Karakteristik Responden
Dalam penelitian analisis isi, peneliti menggunakan kepercayaan antar koder yang akan berhadapan langsung dengan objek yang diteliti terkait dengan “Kekerasan Verbal dan Non verbal” dalam tayangan acara “Rumah Uya” Trans 7. Pengkode berhadapan langsung dengan isi penelitian, maka koder harus
38 memiliki pendidikan dan pengetahuan akan bidang yang diteliti.
Seperti halnya dalam penelitian ini, koder harus memahami dan memiliki pendidikan tentang pertelevisian di Indonesia.
Peneliti memilih dua orang pengkode yaitu Mahasiswa Ilmu Komunikasi karena lebih memahami ilmu-ilmu mengenai jenis Kekerasan Verbal dan Nonverbal di media massa televisi, karena Semakin tinggi derajat kesamaan antar-koder, maka kategorisasi yang digunakan akan semakin reliable.
Dalam hal ini syarat menjadi koder adalah :
1. Pengkode merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi.
2. Pengkode pernah menonton program acara “Rumah Uya”
Trans 7.
3. Pengkode memahami segmen, shot serta adegan dalam sebuah tayangan audio visual.
4. Calon Pengkode bersedia menjadi Pengkode.
Tabel 1.2 Identitas Coder
Nama Jenis
39 J. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan ini disusun untuk mendapatkan gambaran yang jelas dalam penelitian yang dilakukan, maka penelitian ini disusun dengan sistematika penulisan yang berisikan informasi mencskup materi dan hal-hal yang akan dibahas di setiap bab terdiri dari 4 bab, adapun system penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab 1, berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian , kerangka teori, kerangka konsep, definisi operasional, hipotesis dan metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN OBYEK PENELITIAN
Berisi tentang gambaran umum dari objek penelitian.
Bab ini berisi penjelasan tentang program acara talkshow Rumah Uya Trans 7.
BAB III PEMBAHASAN
Berisi gambaran umum penelitian dan analisa peneliti yang diperoleh dari temuan data yang didapat oleh peneliti.
BAB IV PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan penelitian dan saran.