• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dan merupakan bagian dari penelitian Hibah Kompetensi tahun 2015 dengan judul “Model Pendidikan Karakter Anak pada Keluarga Perdesaan Berbasis Family and School Partnership”, yang diketuai oleh Dr Ir Dwi Hastuti, MSc dan anggotanya Alfiasari, SP, MSi. Penelitian dilakukan di Desa Ciasihan dan Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang dipilih secara purposive.

Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada hasil penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya perhatian yang lebih terhadap keadaan anak di daerah perdesaan. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada masing-masing desa yang dipilih secara purposive. Pengambilan data penelitian

dilakukan dari bulan Mei–Juni 2015.

Teknik Penarikan Contoh

Populasi penelitian ini adalah siswa SMP dari sekolah yang terpilih di Desa Ciasihan dan Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kerangka contoh penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII dan VIII yang memiliki orang tua lengkap. Pemilihan contoh dilakukan dengan menggunakan metode

proportional random sampling dari dua sekolah. Jumlah contoh awal penelitian adalah 135 orang. Akan tetapi, terdapat 35 orang contoh yang tidak dapat berpartisipasi dalam penelitian sampai selesai karena tidak dapat hadir pada saat pengambilan data penelitian, sehingga jumlah akhir contoh penelitian ini adalah 100 orang. Gambar 5 menunjukkan teknik penarikan contoh penelitian.

Gambar 5 Teknik penarikan contoh

SMP X (n=173) SMP Y (n=269) Purposive Purposive Desa Ciasihan Kecamatan Pamijahan 53 Laki-laki Perempuan 30 23 Purposive Proportional random Desa Ciasmara 82 Laki-laki Perempuan 47 35 Proportional random

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer. Data primer diperoleh melalui metode self-report dengan alat bantu kuesioner. Anak mengisi

kuesioner setelah mendapatkan penjelasan dari peneliti. Peneliti memandu anak di dalam mengisi kuesioner dengan membacakan satu per satu pernyataan dalam kuesioner di depan kelas. Jenis dan cara pengumpulan data dapat dilihat selengkapnya pada Tabel 1.

Tabel 1 Variabel penelitian, skala data, dan konsep instrumen

Variabel Skala Data Konsep Instrumen Karakteristik keluarga:

- Usia orang tua rasio - Pendidikan orang tua rasio - Pendapatan orang tua rasio Karakteristik anak:

- Jenis kelamin nominal

- Usia rasio

Kualitas lingkungan keluarga - Keamanan

- Pengajaran dan pembelajaran - Hubungan interpersonal - Struktur lingkungan

ordinal Dikembangkan dari The Student

Comprehensive School Climate Inventory (Guo

et al. 2011)

- Keteladanan orang tua ordinal Dikembangkan dari Seven-Item Attribute Questionnaire, Student Version (Schwartz 2007)

Kualitas lingkungan sekolah - Keamanan

- Pengajaran dan pembelajaran - Hubungan interpersonal - Struktur lingkungan

ordinal Dikembangkan dari The Student

Comprehensive School Climate Inventory (Guo

et al. 2011)

- Keteladanan guru ordinal Dikembangkan dari Seven-Item Attribute Questionnaire, Student Version (Schwartz 2007)

Karakter

- Pengetahuan moral - Perasaan moral - Tindakan moral

ordinal Dikembangkan dari Values in Action (VIA)- Youth (Peterson dan Seligman 2004)

Pengolahan dan Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah melalui proses editing, coding, scoring, entry, cleaning, dan analisis data. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Package for Social Science (SPSS). Kualitas dari data kualitas lingkungan keluarga dan

sekolah, dan karakter dikontrol dengan melakukan uji reliabilitas dan uji validitas internal (Tabel 2).

Tabel 2 Reliabilitas dan validitas kuesioner

Variabel Cronbach’s alpha Validasi butir Kualitas lingkungan keluarga

- Keamanan

- Pengajaran dan pembelajaran - Hubungan interpersonal - Struktur lingkungan

0.89 0.23* - 0.65**

- Keteladanan orang tua 0.82 0.42** - 0.73** Kualitas lingkungan sekolah

- Keamanan

- Pengajaran dan pembelajaran - Hubungan interpersonal - Struktur lingkungan 0.89 0.23* - 0.61** - Keteladanan guru 0.84 0.33** - 0.60** Pengetahuan moral 0.85 0.29** - 0.62** Perasaan moral 0.74 0.24* - 0.61** Tindakan moral 0.86 0.22* - 0.67**

Keterangan: * signifikan pada p < 0.05; ** signifikan pada p < 0.01

Data yang diolah dan dianalisis dalam penelitian ini meliputi: 1. Data tentang karakteristik anak terdiri atas usia dan jenis kelamin.

2. Data tentang karakteristik keluarga meliputi usia orang tua, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, dan pekerjaan orang tua.

3. Variabel kualitas lingkungan keluarga berdasarkan persepsi remaja, terdiri atas keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan orang tua. Pada variabel keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, dan struktur lingkungan, jawaban sangat tidak sesuai diberi skor 1, tidak sesuai diberi skor 2, sesuai diberi skor 3, dan sangat sesuai diberi skor 4. Pada variabel keteladanan orang tua, jawaban tidak pernah diberi skor 1, jarang diberi skor 2, sering diberi skor 3, dan selalu diberi skor 4. Pemberian skor akan dilakukan secara terbalik pada pernyataan

reverse. Sistem skoring dilakukan dengan mengompositkan skor yang diperoleh anak dengan menggunakan rumus.

Keterangan:

Indeks = skor anak yang sudah diindeks

Skor aktual anak = skor yang diperoleh berdasarkan pengukuran Skor minimal = skor minimal pada instrumen

Skor maksimal = skor maksimal pada instrumen

Skor yang diperoleh anak selanjutnya dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu menengah-rendah dan tinggi.

4. Variabel kualitas lingkungan sekolah berdasarkan persepsi remaja, terdiri atas keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan guru. Pada variabel keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, dan struktur lingkungan, jawaban sangat tidak sesuai diberi skor 1, tidak sesuai diberi skor 2, sesuai diberi skor 3, dan sangat sesuai diberi skor 4. Pada variabel keteladanan guru, jawaban tidak

pernah diberi skor 1, jarang diberi skor 2, sering diberi skor 3, dan selalu diberi skor 4. Pemberian skor akan dilakukan secara terbalik pada pernyataan reverse. Sistem skoring dilakukan dengan mengompositkan skor yang diperoleh anak dengan menggunakan rumus. Skor yang diperoleh anak selanjutnya dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu menengah-rendah dan tinggi. 5. Variabel karakter terbagai atas pengetahuan moral, perasaan moral, dan

tindakan moral. Pada variabel pengetahuan moral, jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1, tidak setuju diberi skor 2, setuju diberi skor 3, dan sangat setuju diberi skor 4. Pada variabel perasaan moral, jawaban sangat tidak sesuai diberi skor 1, tidak sesuai diberi skor 2, sesuai diberi skor 3, dan sangat sesuai diberi skor 4. Pada variabel tindakan moral, jawaban tidak pernah diberi skor 1, jarang diberi skor 2, sering diberi skor 3, dan selalu diberi skor 4. Pemberian skor akan dilakukan secara terbalik pada pernyataan reverse. Sistem skoring

dilakukan dengan mengompositkan skor yang diperoleh anak dengan menggunakan rumus. Skor yang diperoleh anak selanjutnya dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu menengah-rendah dan tinggi.

Pengolahan data kualitas lingkungan keluarga dan sekolah, dan karakter dapat dilihat selengkapnya pada Tabel 3.

Tabel 3 Pengolahan data kualitas lingkungan keluarga dan sekolah, dan karakter

Variabel Pernyataan Jumlah Skor Nilai Keterangan

Kualitas lingkungan keluarga: -Keamanan -Pengajaran dan pembelajaran -Hubungan interpersonal -Struktur lingkungan

-Keteladanan orang tua

Pengetahuan Perasaan Tindakan 55 butir 18 butir Sangat sesuai Sesuai Tidak sesuai Sangat tidak sesuai

Selalu Sering Jarang Tidak pernah

Kategori skor indeks kualitas lingkungan keluarga pada masing- masing indikator didasarkan pada cut-off point:

Menengah-rendah: < 80

Tinggi: ≥ 80

Semakin tinggi skor indeks menunjukkan semakin baik kualitas lingkungan keluarga, yaitu keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan orang tua dimana anak tinggal = 4 = 3 = 2 = 1 = 4 = 3 = 2 = 1 Kualitas lingkungan sekolah -Keamanan -Pengajaran dan pembelajaran -Hubungan interpersonal -Struktur lingkungan

59 butir Sangat sesuai Sesuai

Tidak sesuai Sangat tidak sesuai

Kategori skor indeks kualitas lingkungan sekolah pada masing- masing indikator didasarkan pada cut-off point: Menengah-rendah: < 80 = 4 = 3 = 2 = 1

Variabel Pernyataan Jumlah Skor Nilai Keterangan - Keteladanan guru Pengetahuan Perasaan Tindakan 18 butir Selalu Sering Jarang Tidak pernah Tinggi: ≥ 80 Semakin tinggi skor indeks menunjukkan semakin baik kualitas lingkungan sekolah, yaitu keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan guru dimana anak sekolah dan melakukan aktivitas pembelajaran = 4 = 3 = 2 = 1 Karakter Pengetahuan moral Perasaan moral Tindakan moral 22 butir 22 butir 21 butir Sangat setuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju

Sangat sesuai Sesuai Tidak sesuai Sangat tidak sesuai

Selalu Sering Jarang Tidak pernah

Kategori skor indeks karakter didasarkan pada cut-off point: Menengah-rendah: < 80

Tinggi: ≥ 80

Semakin tinggi skor indeks menunjukkan bahwa anak semakin konsisten di dalam menampilkan perilaku- perilaku baik (karakter) di dalam kehidupan sehari-hari = 4 = 3 = 2 = 1 = 4 = 3 = 2 = 1 = 4 = 3 = 2 = 1

Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik anak dan keluarga, kualitas lingkungan keluarga dan sekolah, dan karakter.

2. Uji Independet t-test digunakan untuk melihat perbedaan karakteristik anak dan keluarga, kualitas lingkungan keluarga dan sekolah, dan karakter berdasarkan jenis kelamin anak. Suatu variabel dinyatakan berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin anak apabila memiliki nilai signifikansi p < 0.05. 3. Uji korelasi digunakan untuk menguji hubungan antar karakteristik anak dan

keluarga, kualitas lingkungan keluarga dan sekolah, dan karakter. Suatu variabel dinyatakan memiliki hubungan dengan variabel lain apabila memiliki nilai signifikansi p < 0.05.

4. Uji regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh karakteristik anak dan keluarga, kualitas lingkungan keluarga dan sekolah terhadap karakter. Suatu variabel dinyatakan memiliki pengaruh terhadap variabel lain apabila memiliki nilai signifikansi p< 0.05. Persamaan regresi linear berganda

Y= a + b1X1 + b2X2 + . . . + b9X9 Keterangan:

Y = karakter a = konstanta

X1 = jenis kelamin anak (0=laki-laki; 1=perempuan) X2 = usia anak (tahun)

X3 = usia ayah (tahun) X4 = usia ibu (tahun)

X5 = lama pendidikan ayah (tahun) X6 = lama pendidikan ibu (tahun) X7 = pendapatan per kapita (Rp/bulan) X8 = kualitas lingkungan keluarga (skor) X9 = kualitas lingkungan sekolah (skor)

Definisi Operasional

Karakteristik anak adalah ciri khas yang melekat pada diri anak yang terdiri atas jenis kelamin dan usia

Karakteristik keluarga adalah ciri khas yang melekat pada keluarga yang terdiri atas usia orang tua, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, dan pekerjaan orang tua

Usia orang tuaadalah angka yang menunjukkan umur ayah dan umur ibu dalam satuan tahun

Pendidikan orang tua adalah lama pendidikan formal yang ditempuh ayah dan ibu dalam satuan tahun

Pendapatan orang tua adalah pendapatan total kedua orang tua (pendapatan ayah dan ibu) per bulan dalam satuan rupiah

Kualitas lingkungan keluarga adalah kondisi lingkungan fisik dan sosial dalam keluarga yang dilihat dari keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan orang tua Keamanan adalah persepsi anak mengenai aturan dan norma yang diterapkan

keluarga, perasaan aman yang dirasakan dalam keluarga, dan ketiadaan kekerasan di dalam keluarga

Pengajaran dan pembelajaran adalah persepsi anak mengenai dukungan belajar dan pembelajaran sosial-emosi yang diberikan oleh keluarga

Hubungan interpersonal adalah persepsi anak mengenai rasa hormat antar anggota keluarga, dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga, dan hubungan antar anggota keluarga

Struktur lingkungan adalah persepsi anak mengenai lingkungan fisik rumah dan kerja sama keluarga dengan lingkungan di sekitarnya

Keteladanan orang tua adalah persepsi anak mengenai sifat-sifat baik yang ditampilkan orang tua dalam bentuk pengetahuan, perasaan dan tindakan yang dapat dijadikan sebagai teladan

Kualitas lingkungan sekolah adalah kondisi lingkungan fisik dan sosial di sekolah yang dilihat dari keamanan, pengajaran dan pembelajaran, hubungan interpersonal, struktur lingkungan, dan keteladanan guru

Keamanan adalah persepsi anak mengenai aturan dan norma yang diterapkan, perasaan aman yang dirasakan, dan ketiadaan kekerasan di sekolah

Pengajaran dan pembelajaran adalah persepsi anak mengenai dukungan belajar dan pembelajaran sosial-emosi yang diberikan oleh sekolah

Hubungan interpersonal adalah persepsi anak mengenai rasa hormat di sekolah, dukungan sosial yang diberikan oleh sekolah, dan hubungan antar siswa di sekolah

Struktur lingkungan adalah persepsi anak mengenai lingkungan fisik sekolah dan kerja sama sekolah dengan lingkungan di sekitarnya

Keteladanan guru adalah persepsi anak mengenai sifat-sifat baik yang ditampilkan guru dalam bentuk pengetahuan, perasaan dan tindakan yang dapat dijadikan sebagai teladan

Karakter adalah komitmen dan konsistensi untuk menerapkan prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari. Karakter pada penelitian ini disusun oleh tiga komponen yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral

Pengetahuan moral adalah pengetahuan mengenai tindakan dan keputusan yang harus dilakukan dan diambil ketika berhadapan dengan situasi moral Perasaan moral adalah sisi emosi yang melibatkan keyakinan dan komitmen

terhadap prinsip-prinsip moral

Tindakan moral adalah perwujudan prinsip-prinsip moral ke dalam bentuk perilaku

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait