• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah crossectional study, Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu di Kabupaten Lampung Barat, adapun yang menjadi pertimbangan dipilihnya Kabupaten Lampung Barat yaitu; belum adanya penelitian terhadap bidan desa dan masih minimnya jumlah tenaga gizi dibandingkan bidan desa selain itu juga peneliti berasal dari Kabupaten Lampung Barat. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2005.

Populasi dan Contoh

Populasi dalam penelitian ini adalah Bidan Desa yang ditugaskan dan tinggal di desa yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Barat pada 2004 yang berjumlah 92 orang, jumlah ditentukan dengan menggunakan estimasi yang biasa digunakan dalam penelitian kesehatan (Ariawan, 1998), yaitu:

Keterangan : N = Jumlah populasi n = Jumlah sampel

Z(1α/2) = Nilai Z pada tingkat kepercayaan 95 % (1,96) d = Presisi (0,1)

P = Proporsi (0,5)

Dengan demikian dapat dihitung jumlah Contoh minimal, yaitu : n = ) 5 , 0 1 ( 5 , 0 . ) 96 , 1 ( ) 1 92 ( ) 1 , 0 ( 92 ) 5 , 0 1 ( 05 ) 96 , 1 ( 2 2 2 − + − − n = 8704 , 1 3568 , 88 = 47,23 ≈ 48

Dari rumus di atas didapatkan jumlah contoh dalam penelitian ini adalah 48 orang bidan desa. Teknik pengambilan contoh dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dimana setiap unit penelitian atau contoh dari populasi

n = ) 1 ( ) 1 ( ) 1 ( 2 ) 2 / 1 ( 2 2 ) 2 / 1 ( P P Z N d N P P Z − + − − α α

mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai contoh (Singarimbun, 1995).

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data faktor internal (masa kerja, pendidikan, asal daerah, status perkawinan, dan motivasi), data faktor eksternal (sarana dan prasarana, insentif, Pembinaan, pelatihan, dan mitra kerja) dan data kinerja Bidan Desa (merencanakan kegiatan penimbangan, merencanakan kegiatan distribusi obat gizi, ikut dalam kegiatan pelatihan kader gizi, penyuluhan gizi, ikut dalam kegiatan UPGK, ikut dalam kegiatan UPGI, ikut dalam kegiatan SKPG desa, melaksanakan koordinasi kegiatan UPGK, mendukung kegiatan lintas sektor, melaksanakan bimbingan kepada kelompok penimbangan, melaksanakan bimbingan kepada kelompok dasa wisma, melaporkan kegiatan program gizi setiap bulan, melaksanakan pemantauan dan penilaian kegiatan penimbangan, melaksanakan pemeriksaan berkala pada ibu hamil, melakukan pertolongan persalinan, melakukan deteksi dini pada ibu hamil resiko dini, melakukan perawatan nifas, melakukan pembinaan terhadap dukun bayi, melakukan otopsi verbal, melakukan rujukan ibu hamil resti, dan melakukan pendampingan persalinan non nakes). Sedangkan data sekunder meliputi data karakteristik wilayah dan data cakupan keberhasilan program gizi dan kesehatan.

Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS. Data faktor internal (umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, pelatihan, motivasi, asal daerah, status perkawinan) dan faktor eksternal (sarana kesehatan, sarana gizi, insentif, pembinaan, mitra kerja) dianalisis dengan menggunakan tabulasi langsung atau distribusi frekuensi. Untuk mengetahui hubungan antara faktor internal dengan kinerja bidan desa dan hubungan faktor eksternal dengan kinerja serta hubungan kinerja bidan desa dengan keberhasilan progran perbaikan gizi dan kesehatan dianalisis menggunakan tabulasi silang dan uji

korelasi Rangk-Spearman. Pengkategorian faktor internal dan eksternal dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Kategori Variabel Faktor Internal dan Faktor Eksternal

No Variabel Pertanyaan Kategori Kriteria

1. Umur Jumlah 1 <30 tahun >30 tahun 2. Masa Kerja Jumlah 1 < 5 tahun

5-10 tahun > 10 tahun 3. Pendidikan Jumlah 1 PPB A, PPB B,

PPB C dan AKBID 4. Pelatihan Jumlah 1 Pernah

Tidak Pernah ≥ 1 0 5. Pengetahuan Jumlah 15

Skor 0 - 15 Baik Sedang Kurang

> 80 % 50 – 80 % <50 % 6. Motivasi Jumlah 5

Skor 0 - 25 Baik Sedang Kurang

>80 % 50 – 80 % < 50 % 7. Sarana Jumlah 40

Skor 0 - 40 Baik Sedang Kurang

>80 % 50 – 80 % < 50 % 8. Beban Kerja Jumlah 1 Tunggal

Ganda Sebagai Bidan Desa Bidan + Program lain 9. Mitra Kerja Jumlah 11

Skor 0 – 11 Baik Sedang Kurang

> 80 % 50 – 80 % < 50 % 10. Pembinaan Jumlah 5

Skor 0 - 5 Baik Sedang Kurang

> 80 % 50 – 80 % < 50 % 11. Insentif Jumlah 5

Skor 0 - 5 Memadai Tidak Memadai Skor > rata-rata contoh Skor ≤ rata-rata contoh 12. Keberhasilan

progran gizi Jumlah 13 Skor 0 - 13 Baik Sedang Kurang > 80 % 50 – 80 % < 50 % 13. Keberhasilan progran kesehatan Jumlah 9

Skor 0 - 9 Baik Sedang Kurang

> 80 % 50 – 80 % < 50 % 14. Kinerja Bidan

Desa Jumlah 23 Skor 0 - 23 Baik Sedang Kurang

> 80 % 50 – 80 % < 50 %

Definisi Operasional

Bidan Desa adalah Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ditempatkan dan bertugas di desa mempunyai wilayah kerja satu sampai dua desa dan dalam melaksanakan tugas pelayanan medik baik di dalam maupun diluar jam kerjanya bidan harus tetap bertanggung jawab kepada kepala puskesmas. Cakupan Hasil Program adalah sasaran yang berhasil diliput/ dicapai oleh program

perbaikan gizi yang dilakukan oleh bidan desa di wilayah kerjanya dibandingkan dengan target.

Insentif adalah pemberian imbalan baik berupa uang atau bentuk lain yang diterima oleh bidan desa selain gaji bulanan yang diberikan oleh atasan/kepala Puskesmas yang berkaitan dengan tugas pokok.

Kinerja Bidan Desa adalah kemampuan bidan desa melaksanakan tugas dalam kegiatan program gizi dan kesehatan.

Keberhasilan Program Gizi adalah tingkat pencapaian target program perbaikan gizi selama tahun 2004 dalam persentase (Vitamin A, tablet besi, kapsul yodium, pengukuran LILA, dan kegiatan penimbangan K/S, D/S, N/S, N/D)

Keberhasilan Program kesehatan adalah tingkat pencapaian program kesehatan dasar selama tahun 2004 (pemeriksaan berkala pada ibu hamil yaitu

cakupan K1 dan K4 pada ibu hamil, melakukan pertolongan persalinan termasuk pengenalan dini kehamilan dan resiko tinggi serta rujukan meliputi:a. Cakupan persalian nakes, b. Cakupan deteksi dini bumil resti, c. Cakupan rujukan bumil resti, melakukan perawatan nifas meliputi:a. Cakupan perawatan nifas, b. Cakupan Vit.A

Motivasi adalah suatu dorongan baik internal maupun eksternal bidan desa yang mendorong bidan desa memilih profesi bidan.

Masa Kerja adalah lama waktu kerja yang dihitung dalam satuan tahunsejak saat mulai bekerja/ SK pengangkatan.

Mitra Kerja adalah orang, organisasi, instansi yang bekerja sama dengan bidan desa dalam pelaksanaan program perbaikan gizi dan kesehatan.

Pembinaan adalah kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas/ Dinas Kesehatan Kabupaten/ petugas gizi tingkat Kabupaten/ Kota dalam rangka pembinaan secara teknis.

Status Perkawinan adalah status contoh apakah sudah menikah atau belum menikah. Sarana/Prasarana adalah semua sarana/fasilitas fisik yang harus digunakan untuk

pelaksanaan program gizi dan kesehatan

Pendidikan adalah ijazah terakhir yang dimiliki oleh bidan desa yang diakui oleh pemerintah sebagai syarat pendidikan bidan.

Pelatihan adalah jenis pendidikan non formal untuk bidan desa yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota maupun tingkat Propinsi.

Target adalah jumlah sasaran yang direncanakan dan terjangkau dalam program perbaikan gizi dan kesehatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait