• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional

yaitu data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2001) untuk menjelaskan hubungan kebutuhan berdasarkan persepsi individu dan kebutuhan yang ditentukan oleh hasil pemeriksaan dokter gigi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat di Kota Pematang Siantar .

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kota Pematang Siantar, dengan pertimbangan kota Pematang Siantar merupakan daerah yang strategis, merupakan daerah rujukan untuk daerah sekitarnya seperti Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Tobasa dan masih rendahnya tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi yang dapat dilihat dari tingkat kunjungan pasien ke poliklinik gigi puskesmas dan ke poliklinik gigi RSUD Dr Djasamen Saragih Pematang Siantar, serta belum pernah dilakukan penelitian yang serupa.

Waktu Penelitian

Penelitian ini diperkirakan selama 14 bulan mulai bulan Februari 2007 sampai dengan bulan April 2008.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kota Pematang Siantar yang berusia 15-65 tahun.

Besar sampel pada penelitian ini dapat dihitung dengan pendugaan dua proporsi pupulasi dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Lemeshow,1997) :

2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 ) ( )]} 1 ( ) 1 ( [ )] 1 ( [ 2 { P P P P P P Z P P Z n − − + − + − = −α −β Dimana : n = besar sampel P = P1 + P2 / 2

Penelitian pendahuluan dengan jumlah sampel 40 orang mendapatkan : P1 = Proporsi wanita yang mengalami karies gigi = 40%

P2 = Proporsi laki-laki yang mengalami karies gigi = 30%

Derajat kemaknaan α = 0.05 dan = 0,20 Kekuatan uji = 80 %

Pengambilan sampel

Pengambilan sampel dengan menggunakan metode multistage sampling. Kota Pematang Siantar mempunyai 7 kecamatan dan 43 kelurahan. Pengambilan sampel dilakukan dalam tiga tahap :

Tahap pertama : Pengambilan dua kecamatan dari tujuh kecamatan yang ada

secara acak, terpilih Kecamatan Siantar Barat dan Kecamatan Siantar Marihat.

Tahap kedua : Pada tiap kecamatan terpilih diambil secara acak dua kelurahan dan dari kelurahan (setiap kelurahan memiliki dua lingkungan) diambil responden dari tiap lingkungan sebanyak 58 orang. Kecamatan Siantar Barat terpilih Kelurahan Proklamasi dan Kelurahan Timbang Galung dan Kecamatan Marihat terpilih Kelurahan Sukamaju dan Kelurahan Pardamean.

Tahap ketiga : Pengambilan responden penduduk umur 15-65 tahun.

Pengambilan sampel pertama pada tiap lingkungan dilakukan secara random. Cara pengambilan sampel dilakukan sebagai berikut :

1) Langkah pertama, ditentukan tempat yang merupakan pusat kegiatan di

lingkungan yang dipilih, dan dalam penelitian ini adalah kantor kepala lingkungan atau gereja / mesjid.

2) Langkah kedua adalah meletakkan botol fanta kosong di tanah disekitar kantor kepala lingkungan atau mesjid / gereja. Selanjutnya botol fanta diputar pada sumbunya dan arah di mana mulut botol berhenti ditentukan sebagai tempat

diambilnya sampel yang pertama. Apabila pada arah di mana mulut botol berhenti tidak menghadap rumah, maka botol di ulangi diputar sampai mulut botol menunjuk arah yang ada rumah.

3) Langkah ketiga adalah menentukan secara random salah satu dari beberapa

rumah yang berada pada garis lurus yang ditarik mulai dari rumah pertama yang di tunjuk sesuai arah mulut botol sampai seterusnya. Kemudian sampel sebagai responden adalah penduduk berusia 15-65 tahun yang merupakan tetangga terdekat di sebelahnya sampai diperoleh sejumlah responden yang telah ditentukan.

Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dengan pedoman kuesioner mengenai hubungan kebutuhan yang dirasakan individu dan kebutuhan yang ditentukan melalui hasil pemeriksaan dokter gigi terhadap perawatan gigi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi .Data sekunder adalah data demografi, jumlah kunjungan ke pelayanan kesehatan yang diperoleh dari catatan / pendokumentasian pada lokasi penelitian.

Uji validitas dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang akan diukur. Uji Validitas dilakukan terhadap kuesioner yang telah dipersiapkan dengan formula alat bantu komputer yaitu dengan melihat output pada kolom corrected item-total correlation yang merupakan nilai r hitung untuk masing-masing pertanyaan, kemudian membandingkan dengan nilai r tabel.

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang dipergunakan dan dilakukan pada kuesioner yang sudah valid dengan menggunakan rumus product moment ( korelasi Pearson ). (Arikunto, 2002 ). Penggunaan alat ukur ini telah diuji dengan melakukan uji coba pada 42 orang responden diwilayah penelitian dan bukan merupakan bagian dari sampel penelitian. Ternyata terbukti validitas dan reliabilitasnya. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Alfa Cronbach’s sebagai berikut : a. Kebutuhan yang dirasakan mempunyai nilai 0,805

b. Persepsi mempunyai nilai 0,776 c. Sikap mempunyai nilai 0,773

d. Pengetahuan mempunyai nilai 0,799

e. Pemanfaatan pelayanan kesehatan mepunyai nilai 0,810.

Variabel dan Definisi Operasional

Tabel 1. Variabel penelitian, Definisi Operasional, Cara, Alat dan Skala Ukur

Variable Definisi Operasional Cara dan

Alat Ukur Skala

1 2 3 5 VARIABEL DEPENDEN Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi

Tindakan yang dilakukan oleh responden apabila mengalami karies gigi, apakah ke pelayanan kesehatan gigi atau tidak

Wawancara (Kuesioner)

Lanjutan variabel dan defenisi operasional VARIABEL

INDEPENDEN Defenisi Operasional

Cara dan Alat Ukur Skala Perceived Need (Kebutuhan perawatan karies gigi berdasarkan persepsi individu) Pendapat responden :

• Mempunyai gigi berlubang.

• Mengenai sakit gigi (karies) dalam enam bulan terakhir.

• Memerlukan perawatan gigi enam bulan terakhir.

• Karies gigi mengganggu pekerjaan

• Mengenai pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi.

• Membutuhkan perawatan gigi pada saat ini atau tidak. Wawancara (Kuesioner) Nominal Evaluated need (Indeks DMF- T )

Karies adalah gigi berlubang pada pit atau fissure atau pada permukaan, yang mempunyai dinding lunak dan bila dideteksi oleh instrumen sonde akan sangkut. Evaluated need (DMF-T) :

Pengalaman karies responden berdasarkan diagnosa dokter gigi yang merupakan Penjumlahan

D=Decayed, M=Missing, F=Filled Dengan rumus DMF-T = ∑ DMF-T ∑ Sampel

Decayed : gigi tetap yang berlubang pada pit atau fissure atau pada permukaan, yang mempunyai dinding lunak dan bila dideteksi oleh instrumen sonde akan sangkut.

Missing : gigi tetap yang telah dicabut oleh karena karies.

Filled : gigi tetap yang terdapat satu atau lebih tambalan tetap dan tidak terdapat karies sekunder.

Pemeriksaan Gigi (sonde, kaca mulut).

Interval

• Pengetahuan : Pengetahuan responden mengenai ada tidaknya unit pelayanan kesehatan gigi di daerah tinggalnya

Wawancara (kuesioner)

Ordinal

• Persepsi : Pemahaman responden mengenai penyakit karies gigi yaitu mengenai keseriusan penyakit, ancaman penyakit bila tidak diobati.

Wawancara (kuesioner)

Ordinal

• Sikap : Pendapat atau penilaian responden tentang status kesehatan gigi, apakah kesehatan gigi sangat berarti bagi responden atau tidak.

Wawancara (kuesioner)

Ordinal

• Pendidikan : Pendidikan formal yang terakhir ditamatkan oleh responden

Wawancara

(kuesioner) Nominal Faktor

Predisposisi

• Umur : Ulang tahun terakhir responden pada saat penelitian

Wawancara

(kuesioner) Interval

• Asuransi: Kepesertaan responden dengan Asuransi

Wawancara

(kuesioner) Nominal Faktor

Enabling

Pendapatan : Penghasilan responden perbulan, bagi responden yang masih menjadi tanggungan orang tua, pendapatan merupakan penghasilan orang tuanya

Wawancara (kuesioner)

Metode Pengukuran

a. Kebutuhan Berdasarkan Persepsi Individu

Pengukuran kebutuhan berdasarkan persepsi individu, dilakukan dengan pemberian nilai pada tiap-tiap pertanyaan mengenai kebutuhan berdasarakan persepsi individu. Diberikan nilai 2 bagi responden yang memberikan jawaban positif dan nilai 1 bagi responden dengan jawaban negatif. Kategori responden dibagi pada dua kategori yaitu responden yang berada di atas median termasuk mempunyai kebutuhan tinggi dan di bawah median termasuk mempunyai kebutuhan rendah, hal ini sesuai dengan standar Depkes RI bahwa 50% - 75% termasuk kategori cukup. b. Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan

Pengukuran pemanfaatan pelayanan kesehatan, dilakukan dengan pemberian nilai pada tiap-tiap pertanyaan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pemberian nilai 2 bagi yang menyatakan memanfaatkan pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya puskesmas, rumah sakit dan praktek dokter gigi, dan nilai 1 bagi yang tidak memanfaatkan.

c. Kebutuhan yang Ditentukan Melalui Pemeriksaan Dokter Gigi (DMF-T)

Pengukuran DMF-T dilakukan di rumah responden dengan cara memeriksa gigi responden dengan sinar matahari dan apabila pencahayaannya kurang, dilakukan penerangan dengan menggunakan senter, lesi karies ditentukan dengan menjalankan sonde pada kavitas dan sonde sangkut. Indeks DMF-T merupakan penjumlahan lesi karies (D), gigi yang sudah dicabut karena karies (M) dan gigi yang sudah ditambal (F), kemudian dibagi dengan jumlah responden yang diperiksa. Pengukuran DMF-T

menggunakan standar menurut WHO yang sudah dimodifikasi. Responden yang memiliki indeks karies ≤ 4,4 dimasukkan kedalam kategori rendah dan sedang, bagi responden dengan indeks karies > 4,4 dimasukkan kedalam kategori tinggi dan sangat tinggi.

d. Pengetahuan

Pengukuran pengetahuan responden mengenai keberadaan unit pelayanan kesehatan gigi dilakukan dengan pemberian nilai pada tiap-tiap pertanyaan pengetahuan. Diberikan nilai 2 bagi yang tahu dan nilai 1 bagi yang tidak tahu. Bagi responden yang memiliki nilai < 5 dikategorikan tidak tahu dan yang memiliki nilai ≥ 5 dikategorikan tahu.

e. Sikap

Pengukuran sikap responden, dilakukan dengan pemberian nilai pada tiap-tiap pertanyaan mengenai sikap. Diberikan nilai 2 bagi responden yang memberikan jawaban positif dan 1 bagi responden dengan jawaban negatif. Kategori responden dibagi pada dua kategori yaitu responden yang berada di atas median termasuk mempunyai sikap baik dan di bawah median termasuk sikap kurang.

f. Persepsi

Pengukuran mengenai persepsi responden , dilakukan dengan pemberian nilai pada tiap-tiap pertanyaan mengenai persepsi/belief . Diberikan nilai 2 bagi responden yang memberikan jawaban positif dan 1 bagi responden dengan jawaban negatif. Kategori responden dibagi pada dua kategori yaitu responden yang berada di atas

median termasuk mempunyai persepsi baik dan di bawah median termasuk persepsi kurang.

g. Kepemilikan Asuransi

Pengukuran mengenai kepemilikan asuransi responden dilihat dari jawaban responden apakah memiliki asuransi atau tidak memiliki.

h. Pendapatan

Pendapatan responden merupakan penghasilan responden perbulan, pengukuran pendapatan di bagi pada dua kategori yaitu bagi responden yang berada di atas upah minimum Kota Pematang Siantar di masukkan pada responden dengan pendapatan tinggi dan yang berada di bawah upah minimum Kota Pematang Siantar termasuk pada responden dengan pendapatan rendah. Upah minimum Kota Pematang Siantar merujuk kepada keputusan Gubernur Sumatera Utara tahun 2006, yaitu sebesar Rp. 761.000 (Tujuh ratus enam puluh satu ribu rupiah) perbulan.

Analisis data

Tujuan akhir dari analisis data adalah untuk membuktikan hipotesis penelitian, untuk menguji hipotesis penelitian, maka dilakukan analisis bivariat dengan uji chi square, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (kebutuhan yang dirasakan individu dan DMF-T indeks) dengan variabel dependen (pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi). Pada analisis ini ditentukan terlebih dahulu hipotesis nol, dengan tingkat kemaknaan 5 % ( = 0,05 ), bila diperoleh nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), maka hipotesis nol ditolak artinya ada

hubungan antara kebutuhan yang dirasakan individu dan kebutuhan yang ditentukan melalui pemeriksaan dokter gigi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat di Kota Pematang Siantar.

Analisis multivariat dilakukan untuk melihat ada tidaknya variabel konfonder (pengetahuan, persepsi, sikap, kepemilikan asuransi, dan pendapatan perbulan) hubungan antara perceived dan evaluated need dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi serta melihat besarnya hubungan antara kebutuhan yaitu kebutuhan yang dirasakan dan kebutuhan melalui pemeriksaan dokter gigi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi setelah variabel konfonder dikontrol. Penghitungan ini dilakukan dengan regresi logistik ganda, sehingga didapatkan hubungan yang murni antara variabel bebas dengan variabel terikat tanpa adanya variabel konfonder.

Dokumen terkait