• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian dalam disertasi ini adalah penelitian kualitatif karena penulis ingin meneliti suatu objek yang alamiah dan menggunakan pertanyaan apa dan bagaimana. Hal ini sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan),

23

analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. 42

Studi ini dilakukan melalui beberapa pendekatan keilmuan, terutama pendekatan ideologis dan pendekatan pengelolaan pendidikan. Hal ini dikarenakan fokus utama peneliti adalah ingin mengetahui konsep ideologi yang merupakan suatu sistem nilai dan menjadi pandangan hidup yang mampu menggerakkan civitas yang ada untuk melakukan tindakan nyata dalam pengelolaan pendidikan Islam di Pesantren Hidayatullah Surabaya, mulai dari proses terbentuknya ideologi tersebut, implementasi sistem nilai itu dan dampak implementasi dari sistem nilai tersebut.

Dalam studi ini, peneliti juga menggunakan pendekatan sosiologis dan psikologis karena dalam implementasi sistem nilai tersebut di atas sangat erat kaitannya dengan interaksi antar manusia di Sekolah Luqman al-Hakim, dan untuk menjadikan civitas yang ada mau mengikuti atau mengamalkan sistem nilai itu, maka pendekatan psikologis harus dilakukan karena objek utama dari sistem nilai ini adalah manusia.

2. Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data a. Sumber Data

Data adalah segala keterangan (informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Dengan demikian tidak semua informasi atau keterangan merupakan data. Menurut Lofland yang dikutip oleh Moleong, sumber data utama dalam penelitian

24

kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya seperti dokumen dan lain-lain adalah data tambahan.43

Sumber data yaitu dari mana data dapat diperoleh.44 Sumber data dalam penelitian ini digolongkan pada data primer dan data sekunder. 45 Data primer adalah sumber yang akan dijadikan bahan utama dalam penelitian ini, bisa berupa kata-kata yang diperoleh melalui wawancara. 46 Informan dalam penelitian ini adalah Pengurus Pondok Pesantren, Kepala Sekolah, guru, siswa dan wali murid Sekolah Integral Berbasis Tauhid Luqman al-Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Sumber data skunder adalah data yang menyangkut berbagai hal yang dapat menjelaskan tantang masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu berupa dokumen, data-data tertulis dan lain sebagainya yang juga terkait dalam penelitian. 47 Dalam hal ini penulis penulis menggunakan data-data yang didapat penulis dari buku Profil Pondok Pesantren Hidayatullah yang diterbitkan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, buku profil Sekolah Integral Berbasis Tauhid yang diterbitkan oleh Yayasan Bidang Pendidikan Pesantren Hidayatullah Surabaya,

data-data dari website resmi Hidayatullah Surabaya

43 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 157.

44 Suharsini Arikunto, Prosedur Peneltian Suatu Pendekatan Praktek (Yogyakarta: PT. Rineka Cipta, 1991), 144.

45 Jhon W. Creswell, Qualitative Inquiry & esearch Design (Choosing Among Five Approaches), (USA: Sage Publications. Inc., 2013), 160.

46. Etta Mamang Sangaji, Metodologi Penelitian; Pendekatan Praktis dalam Penelitian, (Yogayakarta: Andi, 2010), 190.

25

(www.hidayatullahsby.com), foto-foto kegiatan, video profil

Pesantren Hidayatullah Surabaya, dan dokumen-dokumen kegiatan SD, SMP, dan SMA Luqman al-Hakim Surabaya.

Pada penelitian ini penulis menggunakan sumber data berupa: 1) Person (nara sumber), merupakan sumber data yang biasa

memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara. Dalam hal ini penulis mendapatkan data-data atau informasi tentang sejarah terbentuknya ideologi pengelolaan pendidikan Islam di Pesantren Hidayatullah Surabaya, bagaimana implementasi ideologi tersebut dan dampak implementasi bagi pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang ada. Dalam hal ini yaitu Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Bapak H. Drs. Aep Saipuddin, Ketua Tim Penjamin Mutu Sekolah Integral Berbasis Tauhid Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Bapak Amun Rowie, M.Pd, Kepala Sekolah Dasar Luqman al-Hakim Bapak Adi Purwanto, M.Pd, Kepala SMP Luqman al-Hakim Surabaya Bapak Amrozi Alimuddin, S.Pd, Kepala SMA Luqman al-Hakim Surabaya Bapak Santoso, S.Si. Guru-guru Sekolah Integral Berbasis Tauhid Luqman al-Hakim Surabaya di antaranya adalah Bapak Muhajir, Ibu Rahmi Andri W., Ibu Risa Tri Hanjani, S.T, Ibu Yuli Rahmawati, S.Sos, Bapak Danang Muslim, S.Pd.I. Kemudian dari siswa-siswi Sekolah Integral Luqman al-Hakim Surabaya yaitu ananda Royhan Mufid Akbar, Gilang R., Kharis,

26

Tsabita Zuhroh, Nashwah A., Mulia, Aaisyah Zulfa Andika Putri, dan ananda Athayya. Kemudian selanjutnya dari Wali murid yaitu Ibu Endah Widyarini, Bunda Yaafi, Ibu Rosalina Bunda Khansa, dan Ibu Indarti.

2) Place (tempat atau lokasi) merupakan sumber data yang bisa menyajikan tampilan berupa keadaan, dengan penggunaan metode observasi di Sekolah Integral Berbasis Tauhid Luqman al-Hakim Surabaya seperti letak geografis, ruang kepala sekolah, ruang guru dan tata usaha dan lain sebagainya. Dalam hal ini penulis melakukan observasi pada ruang penerima tamu Yasasan, ruang tamu SD, ruang tamu SMP-SMA Luqman al-Hakim, lapangan, tempat bermain, kantin, masjid, kamar mandi dan lingkungan di dalam dan di luar Sekolah Integral Berbasis Tauhid Luqman al-Hakim.

3) Paper (dokumen/arsip) merupakan sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar atau simbol lainnya yang ada di Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya misalnya struktur organisasi, data siswa, data guru dan sebagainya. Dalam hal ini, penulis mendapatkan data dari buku profil Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, buku profil Sekolah Integral Berbasis Tauhid Luqman al-Hakim Surabaya, video-video kegiatan, foto-foto kegiatan, dan data-data dari wibsite resmi Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

27

b. Teknik Pengumpulan Data

Motode utama dalam pengumpulan data pada penelitian kualitatif adalah observasi berperan, wawancara mendalam, dan tinjauan dokumentasi. 48

1) Metode Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara cermat dan sistematik.49 Jadi dalam penelitian ini penulis melakukan pengamatan secara langsung berkenaan kegiatan-kegiatan sekolah, tulisan-tulisan yang terdapat di lingkungan sekolah, praktek sholat jama’ah, kehidupan para siswa selama pembelajaran di sekolah dan di asrama yang berkaitan dengan konsep ideologi pendidikan Islam mulai dari proses terbentuknya ideologi, implementasi sampai dampak dari implementasi ideologi itu terhadap lembaga pendidikan Islam yang ada. Dalam hal ini yaitu SD, SMP, dan SMA Lukman al-Hakim Surabaya.

2) Metode Interview/Wawancara

Interview (wawancara) adalah salah satu cara pengumpulan informasi dengan tanya jawab dengan bertatap muka dengan responden.50 Dalam penelitian ini, penulis mengadakan wawancara (interview) secara langsung maupun tidak langsung kepada

48. Sharan B. Meriam, Qualitative Research, a Guide to Design an Implementation (San Fransisco : Jossey-Bass), 2009, 31.

49 S. Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), 106.

50 Soeratno dan Lincolin Arsyad, Metodologi Peneltian Untuk Ekonomi dan Bisnis (Yogyakarta: UPM AMP YKPN, 1995), 96.

28

pihak untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat, di antaranya yaitu Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Bapak H. Drs. Aep Saipuddin, Ketua Tim Penjamin Mutu Sekolah Integral Berbasis Tauhid Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Bapak Amun Rowie, M.Pd, Kepala Sekolah Dasar Luqman al-Hakim Bapak Adi Purwanto, M.Pd, Kepala SMP Luqman al-Hakim Surabaya Bapak Amrozi Alimuddin, S.Pd., Kepala SMP Luqman al-Hakim Surabaya Bapak Santoso, S.Si. Perwakilan dari guru yaitu Bapak Muhajir, Ibu Rahmi Andri W., Ibu Risa Tri Hanjani, S.T, Ibu Yuli Rahmawati, S.Sos, Bapak Danang Muslim, S.Pd.I. Kemudian dari siswa ananda Royhan Mufid Akbar, Gilang R., Kharis, Tsabita Zuhroh, Nashwah A., Mulia, Aaisyah Zulfa Andika Putri, dan ananda Athayya, dan dari Wali murid yaitu Ibu Endah Widyarini, Bunda Yaafi, Ibu Rosalina Bunda Khansa, dan Ibu Indarti.

3) Metode Dokumentasi

Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen, dan data yang diteliti tersebut dapat berupa berbagai macam dokumen yang ada di sekolah, tidak hanya dokumen resmi, akan tetapi data mengenai hal-hal berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, notulen hasil rapat, agenda dan sebagainya.51 Dalam menggunakan

29

teknik ini penulis mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan lokasi yang diteliti yaitu letak geografis, keadaan guru, struktur organisasi, jadual kegiatan sekolah, dan kurikulum sekolah.

3. Metode Analisa Data

Sebelum menganalisa suatu data, maka alangkah baiknya jika mengetahui terlebih dahulu tentang maksud dari analisa data. Analisa data adalah proses mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.52

Data dalam penelitian ini pada hakekatnya berupa kata-kata, kalimat atau paragraf-paragraf dan dinyatakan dalam bentuk narasi yang bersifat deskriptif mengenai peristiwa-peristiwa nyata yang terjadi dan dialami oleh lembaga pendidikan Islam di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Berdasarkan wujud dan sifat data tersebut maka teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif deskriptif.53 Dalam penerapan teknik analisa data kualitatif deskriprif menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Reduksi Data

Miles dan Huberman mengatakan bahwa reduksi adalah suatu proses pemilihan, pemusatan, pemerhatian pada penyederhanaan,

52 Lexy J. Moeloeng, Metodologi, 103.

30

pengabstrakan dan transformasi data mentah atau data yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung secara terus menerus selama pengumpulan data berlangsung.

Data yang didapat di SD, SMP, dan SMA Luqman al-Hakim Surabaya langsung diketik atau ditulis dengan rapi, terinci serta sistematis. Data-data yang terkumpul akan semakin bertambah dan membentuk seperti laporan. Kemudian dari laporan tersebut akan dianalisis sejak dimulainya penelitian kemudian laporan-laporan tersebut perlu direduksi atau dipilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian yang diteliti, yaitu konsep ideologi pendidikan Islam mulai dari proses terbentuknya ideologi yang menjadi dasar pengelolaan pendidikan Islam Sekolah Integral Berbasis Tauhid, implementasi dan dampaknya . Data-data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah penulis untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan.

b. Display Data (Penyajian Data)

Penyajian data adalah penyusunan informasi yang kompleks ke dalam suatu bentuk yang sistematis sehingga menjadi lebih selektif dan sederhana, serta memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Miles dan Huberman). Sehubungan data yang diperoleh terdiri dari kata-kata, kalimat atau paragraf-paragraf, maka uraian (teks) naratif yang panjang dan

31

terpencar-pencar bagian demi bagian tersusun kurang rapi, maka dari itu informasi yang bersifat kompleks disusun ke dalam suatu kesatuan bentuk yang lebih sederhana dan selektif sehingga akan mudah dipahami.

Analisa data dilakukan secara terus menerus guna panarikan suatu kesimpulan yang dapat menggambarkan konsep ideologi pendidikan Islam dengan proses terbentuknya yang menjadi dasar pengelolaan pendidikan Islam, implementasi dan dampaknya pada pengelolaan pendidikan Islam di SD, SMP, dan SMA Luqman al-Hakim Surabaya. Analisis data yang terus menerus mempunyai implikasi terhadap pengurangan dan penambahan data yang dibutuhkan, hal ini memungkinkan peneliti untuk kembali lagi kelapangan.

c. Pengambilan Keputusan/Kesimpulan

Tahapan yang paling akhir dalam proses analisa data adalah verifikasi atau kesimpulan hasil yang diperolehnya. Dalam analisa, penulis berusaha mencari pola, model, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul dan sebagainya. Jadi dari data yang penulis dapatkan di SD, SMP, dan SMA Luqman al-Hakim akan diambil sebuah kesimpulan sementara. Pada mulanya kesimpulan itu kabur tapi lama-kelamaan semakin jelas karena data yang diperoleh semakin banyak dan mendukung serta saling melengkapi satu sama lain, sehingga pada akhirnya akan terjawab bagaimana konsep ideologi pendidikan Islam dengan proses terbentuknya yang menjadi

32

dasar pengelolaan pendidikan Islam, implementasi, dan dampaknya di Sekolah Integral Berbasis Tauhid SD, SMP, dan SMA Luqman al-Hakim.

4. Metode Keabsahan Data

Agar penelitian ini memiliki keabsahan data, maka peneliti melakukan proses validitas data, dengan menerapkan:

a. Triangulasi sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa bukti-bukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren.

b. Klarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian dengan refleksifitas diri dengan mengakui interpretasi hasil penelitian yang turut dibentuk dan dipengaruhi oleh latar belakang, gender, kebudayaan, sejarah dan status sosial ekonomi peneliti. 54

Dokumen terkait