Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
17 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 50, Maret 2021
Desain Penelitian
Untuk memastikan kurangnya hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas X SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara maka dilakukan wawancara terhadap siswa, observasi kegiatan pembelajaran dan kolaborasi antara guru Bahasa Inggris peserta penelitian serta melihat nilai rapor. Setelah dilakukan pengkajian reflektif yang didasarkan sharing ideas antara guru, dan melakukan kajian teoritis, maka ditetapkan tindakan untuk peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan strategi pembelajaran rekreatif terhadap siswa kelas X SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara.
Subjek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara. Siswa yang dijadikan subjek penelitian adalah siswa kelas X Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri atas 2 orang laki-laki dan 32 orang perempuan.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu variabel terikat peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris, dan variabel bebas penggunaan strategi pembelajaran rekreatif. Berikut penjelasan variabel:
1. Variabel terikat adalah hasil belajar bahasa Inggris
Dari segi siswa, belajar merupakan kegiatan peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi lebih baik. Dari segi guru, belajar merupakan akibat tindakan pembelajaran.
2. Variabel bebas adalah strategi pembelajaran rekreatif
Pembelajaran rekreatif terdiri dari beberapa bentuk diantarnya belajar sambil bernyanyi, belajar sambil bermain dan pembelajaran kuis.
Definisi Operasional Variabel
1. Pembelajaran rekreatif terdiri dari beberapa bentuk diantarnya belajar sambil bernyanyi, belajar sambil bermain dan pembelajaran Peningkatan hasil belajar adalah skor yang didapatkan siswa dari tes atau hasil yang didapatkan siswa sebelum dan sesudah perlakuan.
2. Strategi pembelajaran rekreatif adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah dalam pembelajaran, dan menemukan konsep baru dari penjabaran konsep yang sudah ada untuk mencapai hasil akhir.
Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilalui atau dikerjakan dalam suatu penelitian. Jadi tahap-tahap yang dilakukan peneliti sebagai berikut:
Tahap-Tahap Persiapan
Pada tahap ini peneliti dan guru bidang studi bahasa Inggris secara bersama-sama memberikan hal-hal berikut:
1. Identifikasi masalah yang dihadapi rekan guru dan siswa
2. Memilih masalah yang paling mendesak untuk segera diatasi secara bersama-sama.
18 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 50, Maret 2021
Tahap Pra Tindakan
Kegiatan pada pra tindakan adalah memberikan tes awal kepada siswa.
Tujuan pemberian tes awal ini adalah untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa, juga dijadikan dasar dalam pembentukan kelompok belajar.
Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Perencanaan
1. Membuat skenario pembelajaran 2. Membuat rencana pembelajaran
3. Membuat lembar observasi guru dan siswa selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berlangsung.
4. Membuat lembar kerja peserta didik (LKPD) 5. Membuat lirik lagu yang berkaitan dengan materi 6. Membuat kartu permainan
7. Membuat soal kuis Membuat kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang siswa 8. Membuat lembar penilaian sikap dan kinerja siswa selama proses pembelajaran 9. Membuat alat evaluasi berupa tes hasil belajar untuk mengetahui hasil belajar
siswa setelah mengikuti materi Pelaksanaan Tindakan
1. Observasi 2. Refleksi Siklus II
Berdasarkan hasil refleksi tindakan yang dilaksanakan pada siklus I, dilakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Pelaksanaan tindakan penelitian siklus II disesuaikan dengan perubahan yang ingin dicapai.
Hasil yang diperoleh pada siklus ini dikumpulkan serta dianalisis. Hasilnya digunakan untuk menetapkan suatu kesimpulan.
Instrumen Penelitian
Instrumen adalah suatu alat yang digunakan dalam melakukan pengukuran, dalam hal ini alat untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian. Iqbal Hasan, (2004:76). Jadi alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara.
Teknik Pengumpulan Data
1. Tes untuk mengetahui hasil belajar Bahasa Inggris siswa, yang diberikan di setiap akhir tindakan (siklus).
2. Observasi, dilakukan selama kegiatan pembelajaran siklus I dan II berlangsung setiap pelaksanaan proses belajar mengajar berlangsung.
3. Wawancara, untuk menelusuri kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa dan sebab-sebab permasalahan apa yang menjadi kesulitan siswa mengikuti pembelajaran.
Teknik Analisis Data
1. Data kualitatif yaitu data yang di peroleh dari siswa berupa data hasil observasi dan wawancara, serta kegiatan guru atau peneliti dalam kegiatan belajar mengajar. Data ini dapat dianalisis sebagai berikut:
19 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 50, Maret 2021
a. Daya Serap Individu
π·ππΌ = β π
β ππΓ 100%
Dengan :
DSI = Daya serap individu M = Skor yang diperoleh siswa Sm = Skor maksimal soal b. Ketuntasan Belajar Klasikal
πΎπΎ = β π π
β π π‘Γ 100%
Dengan:
K: = Ketuntasan belajar klasikal Ri = Jumlah siswa yang tuntas Rt = Jumlah siswa seluruhnya c. Daya Serap Klasikal
π·ππΎ = π
β πΓ 100%
Dengan:
DSK = Daya serap klasikal
X = Skor total yang diperoleh siswa
Y = Skor ideal seluruh siswa (Lamaga. W, 2006: 18)
2. Data kualitatif yaitu data yang dilakukan sesudah pengumpulan data. Adapun tahap-tahap kegiatan analisis data kualitatif adalah a) mereduksi data, b) menyajikan data, dan c) verifikasi data/penyimpulan.
Analisis data hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan pengelolaan pembelajaran oleh guru/peneliti menggunakan analisis presentase skor. Untuk indikator A diberi skor 4, B diberi skor 3, C diberi skor 2, D diberi skor 1, dan E diberi skor 0. Selanjutnya dihitung presentase rata-rata dengan rumus:
ππππ πππ‘ππ π πππππ πππ‘π β πππ‘π (ππ ) = π½π’πππβ ππππ
ππππ ππππ ππππΓ 100%
Kriteria tarif keberhasilan tindakan dapat ditentukan sebagai berikut : 75% < NR β€ 100% : Sangat baik
50% < NR β€ 75% : Baik 25% < NR β€ 50% : Cukup 0% < NR β€ 25% : Kurang
Aspek yang dinilai dalam berkuis, bernyanyi, dan bermain yaitu:
1. Berkuis. Kriteria pemberian nilai pada siswa yaitu angkat tangan pada saat guru memberikan soal kuis dan jawabannya tepat maka diberikan nilai 5 (sangat baik), angkat tangan tapi jawabannya hampir benar maka nilainya 4 (baik), menjawab dengan benar tapi tidak angkat tangan maka nilainya 3
20 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 50, Maret 2021
(cukup), angkat tangan tetapi jawabannya tidak benar maka nilainya 2 (kurang), dan menjawab tidak benar dan tidak angkat tangan maka nilainya 1 (sangat kurang).
2. Bernyanyai dan bermain sama kriteria yang diberikan penilaian berkuis.
HASIL PENELITIAN