Metode penelitian adalah kegiatan untuk mengembangkan dan menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara-cara ilmiah untuk mencapai tujuan melalui proses yang sistematis dan analisis yang logis. Penggunaan metode penelitian yang tepat akan memperoleh hasil yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai test. Metode ini disebut juga metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. (Sugiyono,2007:7).
Pada penelitian ini, peneliti ingin mencari hubungan sebab akibat antara obesitas dengan program latihan berupa senam aerobik dan pengaturan pola makan. Metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat ini adalah metode survei test. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dasar menggunakan metode survei test adalah kegiatan percobaan yang meliputi pre test, post test, dan treatment, namun hanya menggunakan 1 kelompok perlakuan dan tidak menggunakan kelompok kontrol pada saat treatment. Dimana Pre test
adalah pengukuran berat badan sebelum diberikan treatment. Sedangkan
treatment adalah pemberian perlakuan berupa latihan yaitu senam aerobik dan pengaturan pola makan. Dan post test test hasil akhir dengan menimbang kembali berat badan sampel ada perubahan penurunan atau tidak (Sugiyono,2007).
Desain pada penelitian ini yaitu menggunakan desain pretest dan post test. Pemberian latihan dengan intensitas rendah maksimal selama 4 minggu (1 bulan). Rancanganya adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Sampel : Orang yang diteliti
Treatment : Perlakuan
X1 : Hasil observasi sebelum treatment (pre test)
X2 : Hasil observasi sesudah treatment (post test)
3.2 Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek peneletian, populasi dibatasi penduduk atau individu yang paling sedikit memiliki sifat yang sama (Arikunto, 1998:108). Pengertian tersebut dikandung maksud populasi dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang akan dijadikan obyek penelitian dan keseluruhan dari individu itu harus dimiliki paling tidak satu sifat yang sama. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 28 siswa dengan memiliki satu sifat yang sama yaitu: masih duduk di SMA Negeri 3 Temanggung. Dengan demikian dapat dikatakan sebagai syarat menjadi populasi.
3.3 Sample dan Teknik Sampling
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diselidiki (Arikunto, 2006:131). Mengenai besar kecilnya sampel dari jumlah populasi “apabila subyek kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya menjadi penelitian populasi. Selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil 5-10%
tergantung setidak-tidaknya : kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan biaya” (Arikunto, 2002:12). Sesuai dengan pendapat tersebut maka dalam penelitian ini sampel digunakan sebanyak 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, artinya pengambilan subyek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud adalah mengambil berdasarkan nilai terendah serta pengambilan sampel dengan teknik ini bertujuan cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri sehingga dapat mewakili populasi (Arikunto, 2006:140). Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah remaja putri di SMA Negeri 3 Temanggung.
3.4 Variabel Penelitian
Variabel adalah obyek penelitian atau apa yag menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1998:96). Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:2). Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981) dalam buku (Sugiyono, 2007:3).
Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi 5 (Sugiyono, 2007:4-5) yaitu: 1) Variabel independen, 2) Variabel dependen, 3) Variabel moderator, 4) Variabel intervening, 5) Variabel kontrol.
Dari macam-macam variabel diatas, variabel penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat) yaitu: a. Variabel bebas (independen)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan cara mengatasi obesitas dengan program latihan senam aerobik dan pengaturan pola makan.
b. Variabel terikat (dependen)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Remaja Putri yang mengalami obesitas.
3.5 Sumber Data
Menurut Lofland dalam bukunya Moleong (1989:47) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video atau audio tapes, pengambilan foto atau film (Moleong,1989:157). Sumber data dalam penelitian ini adalah siswi remaja putri yang dirasa bersangkutan dengan penelitian ini yang secara langsung berkaitan dengan permasalahan penelitian. Narasumber adalah orang yang memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Adapun orang-orang yang dijadikan sumber data penelitian adalah sebagi berikut :
1) Maskur,S.Pd, M.P.d selaku guru olahraga di SMA Negeri 3 Temanggung. 2) Drs. Trimah selaku guru olahraga di SMA Negeri 3 Temanggung.
3.6 Metode Pengumpulan Data
Untuk dapat mengumpulkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian terlebih dahulu mempunyai teknik pengumpulan data yang tepat. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
3.6.1 Observasi
Peneliti melakukan observasi terhadap siswi remaja putri di Sma Negeri 3 Temanggung. Peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik sesuai dengan apa yang diinginkan peneliti. Observasi dilakukan pada tempat yang berhubungan dengan faktor-faktor penyebab obesitas.
3.6.2 Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan responden. Selain itu angket juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas. Angket dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet (sugiyono,2007).
3.6.3 Dokumentasi
Menurut (Sugiyono,2007) dokumentasi adalah peninggalan tertulis mengenai berbagai kegiatan atau kejadian yang dari segi waktu relatif belum terlalu lama.
Guba dan Lincoln (1981:228) mendefisinikan sebagai berikut : Record
adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting. Dokumen adalah setiap bahan tertulis atau film, lain dari record, yang telah dipersiapkan karena permintaan seorang penyidik (Moleong, 1988 :216).
Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab obesitas dan cara mengatasi obesitas. Data yang diperoleh dirangkum melalui arsip berupa data tertulis pada SMA NEGERI 3 Temanggung yang dapat mendukung tujuan penelitian.
3.7 Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data yang relavan dan akurat, maka diperlukan alat yang dapat mengukur data dan dapat dipertanggung jawabkan, yaitu alat ukur atas instrument penelitian yang valid dan reliable, karena instrument yang baik harus memenuhi dua persyaratan yaitu valid dan reliable (Suharsimi Arikunto, 2006:135). Disamping itu juga syarat-syarat instrument yang baik adalah harus memiliki akurasi, presepsi dan kepekaan.
3.7.1 Instrument Tes
Dalam instrument ini alat ukur yang digunakan adalah mengisi angket berupa pertanyaan. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab obesitas pada remaja putri.
3.7.2 Program Latihan
Program latihan aerobik dalam penelitian ini bertujuan untuk dapat mengatasi obesitas. Dalam penelitian ini latihan ditetapkan selama kurang lebih 4 minggu dengan 2 kali pertemuan digunakan untuk tes awal dan tes akhir. Sedangkan tiap minggunya dilakukan 3 kali latihan yaitu setiap hari minggu, jumat, dan rabu. Dan di lakukan pemantauan seminggu sekali latihan yaitu hari minggu. Adapun waktu yang dibutuhkan dalam satu kali latihan adalah 30-60 menit.
Adapun untuk pengaturan pola makan adalah untuk sekali makan pagi menggantinya dengan makan oatmeal atau roti tawar + segelas susu. Untuk sekali makan siang menggantinya dengan nasi + lauk pauk dan daging. Dan untuk pengganti makan malam adalah dengan nasi lauk pauk , buah-buahan. Ditambah dengan meminum air putih 8 gelas per hari. Selama proses latihan ini berjalan tidak diperbolehkan untuk memakan makanan yang berlemak, mengandung santan, dan manis.
3.8 Prosedur Penelitian
Prosedur atau langkah kerja dalam penelitian ini yang digunakan adalah
a. Tes Awal (Pre-test)
Tes awal bertujuan untuk memperoleh data awal sampel sebelum diberi
treatmen atau perlakuan. Tes awal dilakukan dilapangan sekolah. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan sampel.
b. Treatment atau Perlakuan (X)
Setelah mendapat data awal, sampel diberi treatmen sesuai dengan penyebab obesitas, yaitu dengan mengatur pola makan yang sudah ditentukan dan melakukan aktivitas atau kegiatan aerobik sesuai program latihan yaitu selama 3 kali dalam seminggu selama 1 bulan.
c. Tes Akhir (Post-test)
Tes akhir (Post-test) dilakukan setelah sampel melakukan treatmen atau perlakuan program latihan selama 4 minggu. Tes akhir ini dilakukan seperti tes awal yaitu mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan. Tujuan dari tes akhir ini untuk mengetahui hasil berat badan sampel,apakah ada penurunan terhadap treatment ini.
3.9 Faktor-faktor yang mempengaruhi penelitian
Meskipun dalam penelitian ini penulis menghindari kemungkinan-kemungkinan kesalahan selama pelaksanaan penelitian sehubungan dengan pengumpulan data, namun diluar kemampuan peneliti dapat terjadi hal-hal yang dapat mempengaruhi penelitian. Adapun hal-hal tersebut adalah :
a) Faktor Kesungguhan Hati
Faktor kesungguhan hati dalam pelaksanaan penelitihan dari masing-masing sampel tidak sama, untuk itu peneliti dalam pelaksanaan tes dan latihan selalu memotivasi, mengawasi dan mengontrol setiap aktivitas yang dilakukan dengan melibatkan pembimbing untuk mengarahkan kegiatan sampel pada tujuan yang akan dicapai.
b) Faktor Kegiatan di Luar Penelitian
Kegiatan sampel atau pemain di luar penelitian sulit untuk dipantau, hal tersebut disebabkan pemain tidak tinggal dalam satu asrama. Untuk itu diberi penjelasan agar para pemain menjaga kondisinya masing-masing. c) Faktor Pemberian Materi
Pemberian materi latihan mempunyai peran yang besar dalam usaha untuk memperoleh hasil yang baik. Usaha yang dapat ditempuh supaya pemberian materi dapat diterima dengan baik, maka sebelumnya diberikan materi latihan pemain diberikan penjelasan secara lisan, kemudian didemontrasikan gerakan latihan tersebut agar pemain dapat menirukannya. Koreksi dilakukan secara perorangan atau kelompok.
3.10 Metode Analisis Data
Data yang terkumpul kemudian dilakukan cleaning, coding, dan tabulasi. Data selanjutnya kemudian di entry kedalam computer dan deskriptif analisa data dengan menggunakan software SPSS 17. Pada analisis data deskriptif, data akan dideskripsikan sebagai rerata dengan simpang buku dan median. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dari distribusi data dengan uji kolmogorov smirnov.
Bila data yang diuji berdistribusi normal atau mendekati distribusi normal, maka untuk mengetahui status perubahan berat badan, yang terjadi pada setiap perlakuan senam aerobik dianalisis dengan uji t berpasangan (paired-test) untuk data pre test dan post test, uji ini digunakan karena sampel dengan subyek yang sama, namun megalami dua pengukuran yaitu kadar alam sebelum perlakuan (pre-test) dan kadar akhir setelah mendapat perlakuan (post-test). Pada taraf signifikansi α 5% (α=0,05) dengan dk=n-1, maka dinyatakan Ha diterima yang berarti ada penurunan yang signifikan apabila thitung< - ttabel atau taraf signifikansi α<dari 0,05.
BAB IV